SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
AKU INI ISTRIMU


Di dalam perjalanan menuju rumah dinas yang baru,Bayu memikirkan langkah apa lagi yang akan ia ambil. Sebenarnya bisa saja Bayu menyuruh sang Jendral dengan hipnotisnya,tapi itu bisa menjadi bumurang baginya. Tiba - tiba ponsel pemberiang sang Jendral berdering.


Bayu meraih ponsel tersebut yang ia letakkan di dash bord pintu..


Nampak nama Jendral muncul.


" Kenapa dia nelpon ya..?"


" Angkat sajalah.."


" # Haloo.." ucap Bayu.


" Besok tidak perlu datang,istirahat sehari. Paginya datang di kantor,5 hari lagi akan ada parade Militer...." suara Jendral Han Lie Xing.


" # Siap pak.."


Panggilan berakhir. Bayu meletakkan kembali ponsel tersebut.


" #Nah begitu dong aku di kasih libur dulu..Masa iya langsung ke Markas..Capek tahu.." ucap Bayu menggerutu.


" Eh sebentar..Parade Militer..?" ucap Bayu dalam hati.


Bayu teringat akan video Militer China memamerkan Alusista kepada seluruh dunia.Ribuan tentara berkumpul,dan berbagai macam alat tempur di munculkan.Muncul ide Bayu untuk menjalankan rencananya.


Bayu mampir sebentar di toko untuk membeli bahan makanan dan cemilan,setelah itu melanjutkan lagi perjalanan menuju rumah dinas.


Setelah sampai di depan gerbang perumahan khusus tentara,Bayu berhenti karena ada pemeriksaan. Ia menurunkan kaca mobil dan mengeluarkan kartu anggota Militer.


Penjaga gerbang membuka portal setelah Bayu selesai di periksa.


Bayu menjalankan mobilnya sambil melihat sekeliling.


" Aku harus ke gudang amunisi,terus memberikan cincin ke salah satu prajurit,dan meledakkan gudang itu..Dengan begitu,aku di anggap tewas..Beres dah..." ucap Bayu dalam hati.


Pagi harinya.


Rumah dinas yang ditempati Bayu sangat sederhana yakni 1 ruang tamu,1 dapur,1 kamar mandi dan 1 kamar tidur. Serta fasilitasnya lengkap.


Bayu menyalakan tivi kemudian menyeruput teh hangat yang ia buat.


" Kalau aku nelpooon.."


" Mereka mengawasikuu.."


" Aseem..." ucap Bayu dalam hati. Sebenarnya Bayu ingin menelpon istri dan anaknya,tapi ia tak mau mengambil resiko yang bisa membuat keluarganya celaka.


Selama Bayu berada di rumah,ia bersikap biasa saja. Tak berani menelpon ke Indonesia.


Tiba - tiba ia teringat Xiang.


" Apa aku ke sana aja ya.."


" Heemmm..."


" Kesana sajalah.." gumam Bayu.


Bayu menyenderkan tubuhnya,lalu memejamkan mata.


Di dalam hati mengucapkan ajian Rogoh Sukmo.


Tak lama kemudian sukma Bayu keluar dari raganya.


" Hehehe...Mesekipun kamu mengawasiku..Aku masih bisa bebas.." ucap Bayu.


Sukma Bayu menghilang dari ruang tamu.


***


Rumah Xiang 1.


Bayu mendatangi rumah yang terakhir ia tempati. Dirinya muncul di halaman rumah,kemudian melesat masuk ke dalam. Karena dirinya hanya berupa sukma,Bayu dengan mudah menembus dinding penghalang.


Nampak ruangan sepi tak ada penghuni.,Bayu menyusuri tiap ruangan. Tak satupun ia temui,ketika masuk salah satu ruangan,ia menemukan 2 orang sedang membersihkan rumah.


" Hemm...Berarti dia pindah ke rumah sebelumnya.."


" Ke sana sajalah..."ucap Bayu.


Bayu menghilang menuju rumah Xiang yang ke 2.


***


Rumah Xiang ke 2.


Bayu muncul di teras. Ia melihat beberapa pria penjaga.


" Ternyata dia tinggal di sini.."


Bayu melihat Xiang dari pintu rumah yang terbuka hendak keluar bersama para penjaganya.


" Mau kemana ya dia..?"


" Oh iya...Dia kan presiden direktur...ucap Bayu.


Xiang saat ini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik,badannya langsing kulit putih bersih khas wanita China. Bibir merah merona,rambutnya lurus sepinggang. Xiang memakai rok selutut dan baju lengan pendek. Masuk ke dalam mobil.


" Balik sajalah..." gumam Bayu.


Bayu menghilang dari teras rumah Xiang.


***


Rumah dinas Bayu.


Bayu membuka matanya.


" Aiisshh..."


" Coba dekat pantai....Aku akan mancing seharian penuh daripada bosen seperti ini.." ucap Bayu dalam hati.


Di rumah Bayu telah terpasang kamera pengintai,segala kegiatan dan ucapan Bayu terdengar jelas.


Bayu memutuskan membaca Al Qur'an saja. Karena dirinya bingung mau melakukan apa. Pakaian sudah di sediakan oleh pihak militer. Makanan pun begitu. Tinggal Bayu olah saja makanan tersebut.


Siang harinya.


Bayu yang selesai makan siang setelah shalat dzuhur.


" Kemana ya..??"


" Hemm...Keliling ajalah..Siapa tahu punya kenalan.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berjalan ke arah pintu ,setelah sampai ia membuka kunci dan membuka pintu rumah.


Kriiieeeet....Pintu terbuka.


Seorang gadis cantik bersama 6 orang dewasa yang memakai pakaian serba hitam berdiri di depan pintu,mereka baru saja tiba di depan pintu dan hendak mengetuk,namun pintu lebih dulu terbuka.


" Jangkreeeek....!!!!.." ucap Bayu dalam hati terkejut,sebab gadis cantik yang ada di depannya ada Xiang.


Xiang yang mendapat telpon bahwa Jiang telah pulang ke China tak sepenuhnya percaya,namun ia tetap datang untuk melihatnya. Apakah benar - benar Jiang atau bukan.


Xiang menjatuhkan ponsel yang ia pegang saat melihat Jiang di depannya,lalu berjalan pelan ke arah Bayu.


Begitu jaraknya hanya 10 cm,Xiang menyentuh wajah Bayu untuk menyakinkan bahwa yang di depan adalah benar Jiang/Bayu.


Xiang merasa dirinya bermimpi,namun ia bisa merasakan kulitnya Bayu.


"Jiang...." ucap Xiang.


"# Iya...." ucap Bayu.


" Suamiku.....!"


Xiang tak percaya apa yang saat ini terjadi. Sebelumnya ia sangat merasa sedih dan terpukul karena kehilangan Jiang untuk selama - lamanya. Kini ia melihat sendiri Jiang masih hidup.


Xiang memeluk Bayu. Tangisan pun pecah. Xiang sangat mencintai Bayu,apapun akan ia lakukan asal Bayu bisa bersamanya.


" Aku..Akuu...Hikks...Hikss.." ucap Xiang.


Bayu merasa dejavu,antara membalas pelukan Xiang atau tidak. Menurut pemerintahan,Xiang adalah istrinya,sementara menurut agama,Xiang belum resmi menjadi istrinya karena pernikahannya tidak dilakukan secara islami.


" Jangan tinggalin aku...Hikss...Hikss...Hikss.." ucap Xiang.


" Aseem...Kalau dia nangis begini,aku juga merasa kasihan..." ucap Bayu dalam hati. Ia tak begitu tega membunuh Xiang.


Bayu menutup pintu,lalu menuntun Xiang ke kursi dan duduk. Sementara pengawal Xiang berada di luar.


Bayu mengusap airmata Xiang,ia tidak tega melihat wanita di depannya menangis,di tambah Bayu dulu juga mencintai Xiang. Namun sekarang tidak lagi,karena sudah tahu siapa Xiang sebenarnya. Ia membiarkan Xiang menangis hingga berhenti.


" Kenapa tidak memberitahuku?"


" Tahukah kamu.."


" Aku sangat sedih sekali ketika mendengar kamu tewas sayang.." ucap Xiang sesenggukan.


" # Maaf..Itu aku lakukan karena aku kecewa pada mereka yang tak mencariku.." ucap Bayu.


Xiang bersender di dada Bayu.


" Jangan pergi jauh lagi..." ucap Xiang.


"# Iya...Sudah makan apa belum?" ucap Bayu.


" Belum..." ucap Xiang.


" # Tadi aku memasak ayam goreng..Ada sambalnya.." ucap Bayu.


" Tunggu..Aku ingin bersender di bahumu suamiku..." ucap Xiang.


"# Baiklah...." ucap Bayu.


Cuuuphh...Xiang mencium pipi Bayu lalu bersender kembali.


Bayu melihat ke arah Xiang.


" Ya Allah..Apa yang harus hamba lakukan..."


Bayu bingung apa yang harus ia lakukan terhadap Xiang.


" Jika aku membunuhnya.."


" Aku tak tega..Dia tak berbuat salah.."


" Jika aku bawa dia ke Indonesiaa...."


" Tidak...Tidak...."


" Aku gak boleh bawa dia ke Indonesia.." ucap Bayu dalam hati. Sebab bila membawa ke Indonesia,rahasia besar keluarganya akan di ketahui oleh Xiang.


" Sebelum aku tidur.."


" Aku selalu melihat fotomu..." ucap Xiang.


" #Apakah kamu menikah lagi setelah aku tidak ada?" ucap Bayu.


Xiang menegapkan badannya.


" Tidak..Sampai saat ini aku belum ada menikah dengan pria lain.." ucap Xiang.


" #Maaf..Aku pikir kamu telah menikah dengan pria lain setelah aku tidak ada.." ucap Bayu.


Xiqng kembali menyenderkan kepalanya di dada Bayu.


" Banyak pria yang tampan,tapi tidak ada yang sama seperti dirimu.."


" Mereka hanya menginginkan uang milikku.."


" Tapi kamu tidak...Dan"


" Kamu sangat pintar dan juga kuat..."ucap Xiang.


"# Memang aku menyukaimu bukan karena harta atau uangmu.."


" # Aku mencintaimu tulus apa adanya..." ucap Bayu.


" Tadi pagi ketika mau pergi kuliah..."


" Aku menerima telpon bahwa sayang telah kembali.."


" Aku tak percaya..Dan mereka memberi alamat kepadaku..."


" Aku langsung meluncur untuk memeriksanya.."


Kruucuk...Kruucukk...


" Dan ternyata benar..." ucap Xiang.


Bayu memegang tangan Xiang.


"# Ayoo makan.." ucap Bayu.


" Kita makan di luar" ucap Xiang.


" #Boleh...Tunggu sebentar..." ucap Bayu lalu berdiri kemudian berjalan ke dalam menuju dapur.


Sementara Xiang masih duduk di kursi sofa..


Bayu muncul sambil membawa magic com dan gelas,lalu membuka pintu,setelah itu kembali lagi.


???? Xiang.


Bayu muncul lagi membawa piring,mangkuk dan lauk serta sambal lalu kembali ke dapur lagi.


Bayu muncul kembali membawa botol berisi air mineral,kain selimut.


" Apa yang sayang lakukan?" ucap Xiang.


"# Sebentar..."


Bayu berjalan keluar lalu kembali lagi ke arah Xiang.


"# Ayoo kita makan di luar.." ucap Bayu.


Setelah melewati pintu,xiang melihat barang yang di bawa Bayu berada di lantai,persis seperti orang sedang piknik.


" Kita makan di sini?" ucap Xiang.


"# Iya..."


Bayu duduk beralaskan kain selimut.


" # Duduklah..."


Xiang menggelengkan kepala.


"# Katanya mau makan di luar.."


Bayu berdiri lalu memegang pundak Xiang.


"# Nanti kamu sakit..." ucap Bayu.


" Iya...Tapi bukan di teras rumah ini suamiku..."ucap Xiang.


" # Mau makan di bawah pohon kah? Sebentar aku angkutin dulu.."


Xiang menarik tangan Bayu sebelum menyentuh magic com.


"# Loh...Itu gak di bawa ?" ucap Bayu.


" Kita makan di restoran.." ucap Xiang tetap menarik tangan Bayu.


" # Sebentar..Sebentar...Aku tidak pakai alas kaki,dan juga rumah belum aku kunci..." ucap Bayu.


Para pengawal yang melihat Bayu dan Xiang ingin tertawa namun mereka tahan.


Xiang menghentikan langkah lalu melepaskan tangan Bayu.


Bayu berjalan kembali.


" # Tolong bantu aku masukin semua ini..." ucap Bayu kepada pengawal Xiang.


Para pengawal Xiang membantu Bayu memasukkan kembali apa yang di keluarkan oleh Bayu.


Setelah semuanya masuk,Bayu memakai alas kaki yang di bawa dari Indonesia,yakni sandal Jepit merk Swallow. Ia mengunci pintu lalu berjalan ke arah Xiang.


Xiang menatap kaki Bayu yang memakai sandal jepit.


" Apakah sayang tidak punya sepatu?" ucap Xiang.


"# Apakah kamu malu berjalan bersamaku memakai ini? Jika iya.. Makan di rumah saja.." ucap Bayu.


"Tidak..." ucap Xiang lalu memegang lengan Bayu dan berjalan menuju mobil.


" Pantesan aku di kasih libur sehari,rupanya Jendral memberitahu Xiang...."


"Jancok...Jancook.." ucap Bayu dalam hati.


"Berarti Jendralmu pengertian itu Bay,dia pengen kamu ngentuin Xiang.." suara Jalu.


" Aseem...Dia bukan istri sahku pakde.." ucap Bayu dalam hati.


" Kalau aku jadi kamu,dah ku gagahi dia Bay...Pasti enak tuh jepitannya.." suara Jalu.


Bayu tak menjawab ocehan suara Jalu.


Setelah masuk ke dalam mobil,mobil iringam Xiang segera meninggalkan perumahan tesebut.


" Selama ini sayang ada di mana?" ucap Xiang sambil menyenderkan kepalanya di bahu Bayu dan memegang lengan Bayu.


"# Di hatimu..." ucap Bayu.


Emmuaachh....


Emmuaaachh... Xiang mencium pipi Bayu.


Ketika Xiang hendak mencium bibir Bayu.


" #Oh iya..Aku tadi mencharger ponsel..Gak aku cabut" ucap Bayu.beralasan.Agar Xiang tak mencium bibirnya.


" Biarkan saja?" ucap Xiang.


" # Nanti Jendral menelponku.." ucap Bayu.


" Tidak akan....Kan sayang libur"ucap Xiang lalu menyenderkan kepalanya lagi.


" Fiuuuh....Untung aja..."


" Tapi....Jika sudah di rumah..."


" Mampus aku..." ucap Bayu dalam hati. Ia tahu apa yang akan terjadi bila di rumah berduan saja. Pasti Xiang minta di genjot. Tak mungkin Bayu akan melakukan lagi perbuatan itu,karena tahu itu perbuatan sangat tercela.


Sesampai mereka di restoran mewah.


Orang - orang melihat ke arah Bayu,sebab Bayu tampil seperti orang gembel,hanya memakai kaos putih,celana panjang dan sandal jepit,berbeda dengan Xiang yang berpakaian mewah berhiaskan perhiasan mahal. Cincin berlian,kalung berlian,anting berlian.


Bayu yang merasa di tatap oleh orang - orang di sekitarnya cuek saja.


Setelah sampai di meja,Bayu menarik kursi untuk Xiang,kemudian pengawal menarik kursi untuk Bayu saat Bayu hendak duduk.


Xiang membaca menu dalam hati.


"Sayang pesan apa ? ucap Xiang.


" #Daging steak aja...Minumnya teh hangat" ucap Bayu.


" Teh? Kenapa tidak pesan anggur saja sayang?" ucap Xiang.


" # Maaf,aku tidak bisa.." ucap Bayu.


" Minuman khomar (Alkohol ) mana bisa aku minum..Dulu seh iya..Pastinya aku minum.." ucap Bayu dalam hati.


Xiang memberitahu ke pelayan restoran,kemudian pelayan restoran pergi.


" Sayang tinggal di mana dan sama siapa?" ucap Xiang.


" # Di rumah orang,tapi tidak menetap.." ucap Bayu.


" Apakah sayang ingin menetap di sana?" ucap Xiang.


"#Aku selalu berpindah - pindah. Kadang tidur di Mesjid.." ucap Bayu.


" Oh iyaaa...Apakah sayang bertemu dengan gadis Malaysia itu( Aisyah)?" ucap Xiang.


Pelayan datang membawa minuman anggur,lalu menuangkan ke dalam gelas.


"# Tidak... Aku fokus mencari orang yang pernah bertemu denganku.." ucap Bayu.


" Sayang mencari siapa?" ucap Xiang lalu menenggak anggur.


"# Kenthir Katrok.." ucap Bayu.


" Siapa dia?" ucap Xiang.


"# Dia kenal dengan ayahku...Dan dia warga negara Indonesia..."


"# Aku mendapat informasi bahwa dia yang terakhir bersama ayah dan ibuku..Setelah itu aku kehilangan mereka.."


"# Dia pernah memberiku alamat tinggalnya di Indonesia.."


"# Saat aku menemukannya.. Rumahnya sepi.."


" # Rumah di sampingnya memberitahuku bahwa dia bekerja di Singapura.,ada pula yang bilang kerja di Rusia...." ucap Bayu.


Makanan mereka tiba,lalu mereka makan bersama.


" # Bagaimana pekerjaanmu?" ucap Bayu sambil memotong daging steak.


" Pusing..Banyak kendala..." ucap Xiang.


"# Aku akui...."


"# Kamu wanita yang terhebat di dunia ini.."


"# Mampu mengatasi semua cobaan.." ucap Bayu.


"Kuat menghadapi pisang ambonmu ya Bay.." suara Jalu.


" Mana kuat dia pakde..." ucap Bayu dalam hati.


" Kemarin aku memecat Manajer Wong.." ucap Xiang.


" # Apakah dia berbuat kesalahan?" ucap Bayu.


" Iya..." ucap Xiang.


Bayu menyodorkan daging steak ke Xiang,Xiang membuka mulutnya.


" # Apakah kamu sudah bisa menguasai semuanya?" ucap Bayu.


" Belum..."


" Apakah besok kamu akan bertugas kembali?" ucap Xiang.


"# Aku di beri libur selama sehari,setelah itu di suruh datang..." ucap Bayu.


" Aku akan mengusahakan agar sayang berhenti...Dan kita tinggal bersama..." ucap Xiang.


"# Aku sudah mengatakan itu pada Jendral Han.."


"# Namun.."


"# Dia menolak permintaanku itu..."


Bayu meletakkan sendok dan pisau di piring,karena daging steaknya telah habis.Lalu meminum teh hangat dan meletakkan kembali di meja,ia melihat ke arah Xiang yang sedang menyantap makanannya.


"# Apakah tadi pagi tidak makan?" ucap Bayu.


" Aku tidak sempat sarapan.."ucap Xiang.


Bayu menggeser kursinya di samping Xiang,lqlu mengambil piring dan menyuapi Xiang.


Xiang diam tak protes melihat perlakuan Bayu.


" Mengapa sayang tidak menelponku?" ucap Xiang.


"# Nanti saja itu di bahas..Sekarang waktunya makan." ucap Bayu.


Setelah selesai makan,Xiang memanggil pelayan,lalu membayar tagihan memakai kartu.


" Kenapa juga Xiang di kasih tahu...Coba diam aja,biar aku cepat pergi dari sini.."


" Kalau begini kan makin repot urusannya.."ucap Bayu dalam hati.


Pelayan itu datang sambil membawa alat,Xiang memasukkan kode,selesai membayar Xiang berdiri.


" Ayo sayang..." ucap Xiang.


Bayu berdiri.lalu berjalan keluar. Xiang mengapit lengan Bayu.


" Nanti aku minta ke mereka tugasnya tak jauh dari rumahku.." ucap Xiang.


" # Iya sayang..." ucap Bayu.


Sesampai di mobil,pengawal membuka pintu,Xiang masuk lebih dulu,lalu Bayu masuk ke pintu sebelahnya.


Mobil yang di tumpangi Bayu berjalan meninggalkan restoran.


" # Kita kemana?" ucap Bayu.


" Kembali ke rumah.." ucap Xiang.


Tak ada obrolan sepanjang perjalanan,Xiang selalu menyender di bahu Bayu dan tertidur.


Sesampai di rumah dinas Bayu.


Bayu membangunkan Xiang dengan cara menggoyangkan lengannya.


Mata Xiqng terbuka.


" # Sudah sampai..Ayoo turun..." ucap Bayu.


Mereka kemudian turun dan masuk ke dalam rumah.


Xiqng memeluk Bayu dari belakang,dirinya ingin sekali bercinta dengan Bayu,lalu ia pun memasukkan tangannya ke dalam celana Bayu.


" # Aku mau ibadah dulu..." ucap Bayu sambil menahan tangan Xiang,meskipun tangan Xiang telah berhasil memegang pisang ambon milik Bayu.


" Aku ingin sekarang..." ucap Xiang.


Bayu menarik tanganya Xiang,lalu membalikkan badan.


" # Aku ibadah dulu..." ucap Bayu seperti biasa saat masih bersama Xiang.


Xiang pun duduk di kursi,Bayu berjalan ke kamar mandi.


" Aku akan menghipnotisnya,biar dia gak ngajakin bercinta.." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.


" Jangan Bay...Lebih baik di ladenin saja..." suara Jalu.


" Emmoh..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah selesai shalat,Bayu menghampiri Xiang. Xiang berdiri dan berjalan ke arah Bayu.


" # Tunggu...Aku ingin mengatakan sesuatu.." ucap Bayu.


" Baiklah..Apa yang sayang ingin katakan?" ucap Xiang.


" # Agamaku islam..Di dalam ajaran agamaku.."


"# Aku tidak boleh berhubungan badan dengan wanita yang bukan istriku.." ucap Bayu.


" Aku ini istrimu.." ucap Xiang.