
Setelah keluarga Hatake kembali ke Jepang.
Bu Hana dan kakek Zhang pergi ke kantor. Kakashi dan kakek Naruto ikut ke kantor kakek Zhang. Karena kakek Zhang ingin bekerja sama dengan perusahaannya keluarga Hatake.
Sedangkan Bayu,Bayu masuk ke dalam rumah bersama istri dan yang lainnya.
Nampak Bayu bersama kedua istrinya duduk di sofa,Diana duduk di sebelah kanan,Putri sebelah kiri.
" Sayang...Ininkan kita gak kuliah." ucap Diana.
" Hemm....Sayang maunya kemana?" ucap Bayu.
" Sebenarnya aku mau jalan - jalan,tapi kita masih berduka..." ucap Diana.
" Setelah Ujian aja kita jalan - jalannya sayang...Gimana?" ucap Bayu.
" Boleh...Kita kemana sayang?" ucap Diana.
" Hemmm.... Sebenarnya aku mau ke Jawa timur sayang...Mau ke pesantrennya pak kyai Mustafa...Beliau menunggu kedatanganku.." ucap Bayu.
" Aissh...Aku gak mau ke pondok pesantren sayang..." ucap Diana.
" Hemmm...Kang Paijo kan di Jawa timur tuh..."
" Nah...Kita di Kediri aja...."
"Kata Mama... Di sana bagus banget mas.." ucap Putri.
" Terus kita tidur di mana?" ucap Diana.
" Tidur di sawah..." ucap Bayu.
" Mas aja yang tidur di sawah,kita di hotel.." ucap Putri.
" Ya gakpapa...."
" Siapa tahu ada cewek datang yang nemenin mas tidur di sawah..." ucap Bayu santai.
Putri dan Diana menatap tajam ke arah Bayu.
" Mas mau adek ikat lalu di kurung di kamar?" ucap Putri.
"He...He....He...He...He...Becanda dek..."
Bayu merangkul ke dua istrinya.
" Aku sudah memiliki kalian sudah cukup kok..."
" Meskipun ribuan gadis cantik menggodaku.."
" Aku gak akan berpaling dari kalian..." ucap Bayu.
Putri mencium pipi Bayu,lalu Diana juga mencium pipi Bayu.
" Kita main yuk yank..." ucap Diana.
" Masih pagi sayang...." ucap Bayu.
" Aku pengen yank....Sudah 4 hari sayang belum menyentuhku..." ucap Diana.
" Baiklah....Ayoo..." ucap Bayu.
" Adek nyusul mama ya mas.." ucap Putri.
" Adek gak mau ikut gabung?" ucap Bayu.
" Enggak mas...Kalian aja yang maen...Adek mau bantu mama..." ucap Putri.
" Maen bertiga kak..." ucap Diana.
" Engggak Ana....Aku mau bantu mama..." ucap Putri lalu berdiri.
Bayu memegang tangan Putri.
" Yakin adek gak mau..?" ucap Bayu.
" Iya mas...Lain kali aja ya mas..."
Putri mencium tangan Bayu.
" Adek berangkat dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Putri.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan Diana.
Setelah Putri Pergi,Bayu dan Diana berjalan ke kamar Diana. Mereka pun bercinta, Diana merasa puas atas permainan Bayu yang gagah perkasa mengaduk - ngaduk lubangnya. Hingga Bayu memuntahkan lahar putihnya ke dalam lubang Diana.
" Yank....Kita ke Cafe yuk..." ucap Bayu.
" Bentar yank...Aku masih capek..." ucap Diana.
Bayu mencabut rudalnya dari dalam lubang Diana.
Nampak lelehan bewarna putih kental keluar dari lubang Diana.
30 menit kemudian.
Bayu dan Diana bersiap - siap pergi menuju Cafe.
" Yank...Naik mobilnya sayang aja ya.." ucap Diana.
" Iya sayang..." ucap Bayu.
Bayu mengambil mobil Lamborghininya.
Kemudian Diana masuk,Bayu menjalankan mobilnya menuju Cafe.
***
Cafe Mantan.
Nampak mobil mewah berhenti di tempat parkir khusus mobil pribadi Bayu.
Kemudian Bayu keluar,lalu membukakan pintu untuk Diana,setelah Diana keluar,Bayu menutup pintu.
Bayu dan Diana jalan bergandengan tangan menuju bangunan Cafe yang Baru.
Nampak sudah ada pengunjung yang datang menikmati hidangan.
Para karyawan Cafe membungkukkan sedikit badannya ketika Bayu dan Diana datang.
" Sayang yang mengajari mereka untuk membungkuk?" ucap Bayu.
" Iya sayang...Supaya mereka menghormati tuannya..." ucap Diana.
Bayu dan Diana melihat - lihat para karyawannya yang sedang bekerja.
Nampak Putri sedang berada di dapur membantu ibunya.
" Mau makan siang apa yank? Nanti aku buatin?" ucap Bayu.
" Ikan panggang aja yank..." ucap Diana.
" Oke...Aku buatin dulu.."
Bayu menghampiri Putri.
" Dek...Mau makan siang apa? Nanti aku buatin.." ucap Bayu.
" Ayam panggang mas...Tapi yang paha..." ucap Putri.
" Siap tuan putri.." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke lemari pendingin,lalu mengambil 4 ekor ikan kakap merah dan 4 potong paha ayam. Lalu membersihkan ikan tersebut. Tak butuh lama Bayu membersihkan ikan.
Kemudian Bayu membuat mengambil bumbu ikan dan ayam. Lalu menyatukan bumbu tersebut kemudian mengoleskan ke ikan.
Bayu mengambil bumbu untuk sambal,sambil menunggu bumbu pada ikan dan ayam itu meresap. Lalu memegang sebilah pisau.
Bayu memainkan pisau itu seperti sebuah pertunjukan akrobat,kemudian memotong bumbu yang sudah di kupas oleh karyawannya.
Nampak Bayu dengan lincah memainkan pisau tersebut. Begitu selesai,Bayu memasukkan bumbu sambal ke dalam wajan.
Di saat Bayu sedang membuat ayam panggang,hapenya bergetar panjang. Ia mengecek siapa yang menelpon.
Nampak istri ke duanya menelpon.
" Assalam mu'alaikum yomesan..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam shujin...Shujin lagi di mana?" suara Ayu.
" Lagi di Cafe...Sudah selesai ujiannya?" ucap Bayu.
" Sudah...Ini baru keluar kelas...Aku ke sana ya shujin.." suara Ayu.
" Iya...." ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." suara Ayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu lalu mengantongi hapenya. Kemudian membalik ayam dan ikan yang di panggang agar tidak gosong.
Setelah ikan dan ayam matang,Bayu meletakkan ke wadah yang sudah di persiapkan.
" Dek...." ucap Bayu.
Putri menoleh ke Bayu.
" Iya mas..." ucap Putri.
" Ayo kita makan siang...Ini sudah matang.." ucap Bayu.
15 menit kemudian.
Bayu bersama Putri dan Diana berada di Gazebo,tempat biasa mereka nongkrong.
" Kita tunggu Ayu dulu ya...Bentar lagi datang." ucap Bayu.
Tak lama kemudian muncul Ayu bersama Melisa memakai seragam sekolah.Kemudian Melisa bersama Bayu. Sementara Ayu bersalam dengan Bayu tak lupa cium tangan. Kemudian Ayu berjalan untuk cuci tangan.
" Waah...Kebetulan...Mel lapar kak..." ucap Melisa lalu mencomot ikan bakar.
Namun,belum sempat menyentuh ikan bakar. Tangan Melisa di tahan oleh Bayu.
" Cuci tangan dulu Mel..." ucap Bayu.
" Bersih kak tangan Mel..." ucap Melisa.
" Mau makan apa enggak Mel? Kalau mau makan cuci tangan dulu.." ucap Bayu dengan lembut.
" Iya....Iya..." ucap Melisa lalu Melisa cuci tangan.
Ayu datang lalu duduk di Gazebo. Kemudian di susul Melisa.
Setelah semua duduk,Bayu mengadahkan tangan membaca do'a makan. Melisa yang hendak mencomot ikan bakar melihat Bayu membaca do'a makan,mau gak mau ikut mengadahkan tangannya.
" Selamat makan..." ucap Bayu selesai membaca do'a.
" Heeemmm....Enak banget kak...."
" Siapa yang buat ikan panggang ini...?" ucap Melisa.
" Cowok Mel....Dia tampan sekali..." ucap Diana.
" Haaah....!!! Serius kak.." ucap Melisa.
" Iya...Aku serius...Mau kenalan kah..?"
" Dia koki baru di cafe kita.." ucap Diana.
" Mau...Mau..kak.." ucap Melisa.
" Nanti aku kenalin kokinya......" ucap Diana.
Bayu mencomot ikan lalu menyuapkan ke Putri.
" Ini ikan apa mas..?" ucap Putri.
" Ikan laut dek..." ucap Bayu lalu menyuapkan lauk ikan yang sudah tercampur sambal ke Diana.
" Adek tahu ini ikan laut...Tapi jenisnya apa mas.." ucap Putri gregetan dengan Bayu suami tercintanya.
" He...He...He...He..."
" Ikan kakap kalau gak salah..." ucap Bayu lalu menyuapi Ayu.
" Kak Bayu....Suapin dong..." ucap Melisa melihat Bayu menyuapi ke tiga istrinya ingin juga di suapi oleh Bayu.
Bayu mengambil terong goreng lalu mengarahkan ke mulut Melisa.
" Masa terong kak...Mel gak mau..." ucap Melisa.
" Kan yang penting di suapi Mel...".
Melisa memasang muka cemberut lalu membalikkan badannya.
" Gitu aja ngambek...Nanti gak di kenalin sama koki tampannya loh..." ucap Bayu lalu mencomot daging ikan panggang..
Melisa membalikkan badannya lagi.
" Mel maunya ikan ba.." ucap Melisa belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di masukin daging ikan panggang oleh Bayu.
Tak lama kemudian muncul bu Intan.
" Romantisnya....Mama jadi pengen..." ucap bu Intan melihat Bayu menyuapi Ayu.
" Duduk sini ma...Kita makan bareng.." ucap Diana.
" Enggak sayang... Mama sudah makan tadi..." ucap bu Intan lalu berjalan meninggalkan Gazebo.
Setelah selesai makan. Bayu memanggil karyawan cafe untuk mengambil peralatan makan yang kotor.
" Ayo kak...Kita ke sana.." ucap Melisa.
" Ke sana mana Mel...?" ucap Bayu.
" Ke dapur..Mel mau lihat koki tampan itu.." ucap Melisa.
" Pijatin pundaknya kak Bayu dulu Mel...Nanti kakak antar ke dapur.." ucap Diana.
" Aiisssh...Gak mau...Mending Mel ke sana sendiri aja.." ucap Melisa lalu berjalan ke arah dapur.
" Tadi gimana ujiannya sayang...?" ucap Bayu kepada Ayu yang sedang meminum teh hangat.
Ayu meletakkan gelasnya.
" Mudah shujin..." ucap Ayu.
" Syukurlah..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian,Melisa datang.
" Gak ada kak...Semuanya jelek..." ucap Melisa.
" Yeeee... Di kasih ngeyel...Makanya pijatin dulu kak Bayu...Nanti aku kenalin..." ucap Diana.
" Iya ya..." ucap Melisa,lalu memgambil posisi di belakang Bayu. Kemudian memijati pundak Bayu.
" Enak banget pijatanmu Mel..." ucap Bayu pura - pura menikmati pijatan Melisa,padahal Bayu tak merasakan pijatan tersebut,hanya seperti di sentuh saja.
" Kak Bayu...Nanti ajarin Mel Fisika ya kak.." ucap Melisa sambil memijati pundak Bayu.
" Wani piroo..." ucap Bayu sambil memainkan tangannya .
" Kak Bayu mau berapa,nanti Mel kasih.." ucap Melisa.
" Aku gak mau uang dari orang tuamu Mel...Aku mau uang dari hasil keringatmu sendiri.." ucap Bayu.
" Mel gak punya kak...." ucap Mel.
" Leherku sakit Mel..." ucap Bayu.
Melisa memijat leher Bayu.
" Apakah keluarganya kak Ayu pulang kak?" ucap Melisa.
" Ada yang belum pulang Mel...Emangnya ada apa?" ucap Bayu.
" Yaaaaah..."
" Mel gak bisa nginap di rumah kak Bayu jika masih ada keluarga kak Ayu..." ucap Melisa.
" Nginap aja gakpapa Mel..."
" Di rumah itu hanya ada nenek Fumeko dan kakek Naruto... Yang lainnya sudah pulang.." ucap Bayu.
Bayu mengeluarkan uang 5 ribu.
" Kirain masih banyak...Ya deh..Nanti Mel nginap.." ucap Melisa.
" Sudah Mel...Gak sakit lagi badanku.."
Melisa menyudahi memijat Bayu.
" Ini upahnya..." ucap Bayu sambil memberikan uang 5 ribu ke Melisa.
" Kok cuman 5 ribu kak...Tangan Mel pegal neh..." ucap Melisa.
" Mel...."
" Berapapun yang di beri kita harus bersyukur.."
" Jangan mengeluh..." ucap Bayu.
" Mel..Dengarin kakak..."
" Suatu saat,kamu akan berumah tangga..."
" Dan pastinya suamimu akan memberi nafkah berupa uang..."
" Berapapun jumlah yang di beri..Mau itu banyak atau sedikit... Harus di syukuri.."
" Jika kita tak pandai bersyukur..."
" Maka hidup kita akan selalu kekurangan.. Padahal nyatanya cukup buat makan sehari - sehari.." ucap Bayu.
" Mampus lu Mel...Di ceramahi sama suamiku..." ucap Diana dalam hati melihat Melisa di ceramahi oleh Bayu.
" Iya kak..." ucap Melisa.
" Dulu waktu kak Bayu masih kecil..."
" Hanya di beri uang jajan 50 rupiah saja oleh ibu..Dan itu pun tidak tiap hari di beri..."
" Kak Bayu tidak mengomel ke ibu...Kak Bayu merasa bersyukur, masih bisa di beri uang jajan oleh ibu.."
" Sementara ada teman kak Bayu yang tidak di beri uang jajan sepeserpun setiap hari...."
" Hanya membawa sebotol air mineral agar tidak haus selama sekolah..."
" Kadang kak Bayu itu puasa,agar bisa menghemat pengeluaran..."
Nampak Melisa meneteskan air matanya.
Bayu merangkul Melisa.
" Kamu adalah adikku paling cantik... "
" Kak Bayu berkata seperti karena kak Bayu sangat sayang ke kamu Mel...Dan ingin kamu menjadi wanita terbaik dan tangguh menghadapi kerasnya kehidupan..."
" Kita bersyukur di lahirkan dalam keluarga kaya raya...Mau ini bisa di dapat,mau itu juga bisa."
" Bagaimana seandainya jika Mel di lahirkan di dalam keluarga miskin "
" Mau beli itu gak keturutan,mau makan enak gak keturutan.."
" Tiap hari makan nasi pakai tahu tempe,jika tak ada,hanya garam saja..."
" Kak Bayu pernah mengalami di posisi seperti itu..."
" Mau beli mainan seperti punya teman,gak bisa beli..."
" Mau makan ayam goreng gak bisa beli.."
" Kak Bayu selalu bersyukur apa yang kak Bayu makan,meskipun makan dengan garam saja..."
" Yang penting perut terisi..."
" Perlahan tapi pasti..."
" Allah memberikan rejeki berlimpah..."
" Kak Bayu tidak serta merta menghabiskan rejeki tersebut,kak Bayu menabungnya..Agar suatu saat nanti ketika di butuhkan masih ada.."
" Saat kak Bayu kelas 4 SD,barulah bisa merasakan apa itu yang namanya ayam goreng.."
" Itu pun tidak tiap hari selalu ada... Tiap hari hanya makan tahu tempe..." ucap Bayu.
" Saat kak Bayu kelas 5..Ibu mencoba membuka toko menjual sembako.Sambil menunggu orang menjahit baju."
" Awalnya sedikit saja isinya,hanya beras,minyak dan sabun.."
" Ibu pandai sekali mengelola keuangan,dan selalu bersyukur ..."
" Kadang ada pemasukan...Kadang tidak ada..." ucap Bayu.
" Iya kak...Maaf ya kak.." ucap Melisa sambil meneteskan air matanya.
" Iya Mel...".
Terdengar suara adzan di mushalla.
Bayu mengeluarkan sapu tangannya,lalu mengelap air mata Melisa.
" Sudah adzan,ayo kita siap - siap.." ucap Bayu melihat ke tiga istrinya.
Nampak ke tiga istrinya juga meneteskan air mata. Ia membayangkan jika itu terjadi pada dirinya.
" Lah...Malah nangis semua..." ucap Bayu dalam hati.
***
Rumah Bayu.
Setelah shalat Ashar.
Bayu mengajari Nenek Fumeko,kakek Naruto dan istrinya. Cara bacaan shalat, serta ayat pendek yang mudah di hapal.
Mereka dengan antusias menyimak ucapan Bayu.
Kemudian Bayu menyuruh mereka mempraktekkan gerakan shalat.
Nampak gerakan Nenek Fumeko salah.
"# Bukan begitu nek... Caranya seperti ini..." ucap Bayu dengan lembut berbicara.
" Emang benar ya kata pepatah..."
" Belajar di usia muda bagaikan mengukir di batu.
" Tapi begitu sudah lanjut usia,bagaikan mengukir di air...Angeel poool..." ucap Bayu dalam hati.
Dengan penuh kesabaran,Bayu mengajari mereka.
Perlahan mereka bisa melakukannya.
Bayu membagi waktunya untuk keluarganya. Setelah shalat magrib,Bayu mengajari ke tiga istrinya mengaji. Setelah shalat Isya',Bayu mengikuti Yasinan setelah Yasinan,bayu mengajari Ayu dan Melisa.
***
Kamis.
Bayu bersama ketiga istrinya dan juga asisten rumah tangganya sibuk membuat makanan untuk Yasinan nanti malam.
Melisa kemudian muncul lalu ikut membantu. Ia meletakkan lauk ke dalam kotak makanan.
" Ini buat apa kak?" ucap Melisa.
" Buat nanti malam Mel.." ucap Bayu.
Kemudian nenek Fumeko dan istri Naruto datang,lalu ikut membantu.
" Ini untuk apa?" ucap nenek Fumeko.
"# Buat nanti malam nenek... Sebab malam ini adalah malam ke tujuh kakek meninggal..."
" # Besoknya tidak ada lagi acara membaca Yasin..." ucap Bayu.
Malam harinya.
Bayu berada di teras rumah menunggu kedatangan pak H.Ridwan dan orang - orang yang akan Yasinan.
Tak lama kemudian muncul rombongan pak H.Ridwan.
Bayu menyambut kedatangan mereka.
" Assalam mu'alaikum warah matullah..." ucap pak H. Ridwan.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu lalu bersalaman tak lupa cium tangan.
Kemudian Bayu bersalaman ke yang lainnya.
Setelah semuanya berkumpul. Bayu masuk ke dalam rumah. Lalu duduk.
Setelah pak H.Ridwan membaca do'a.
Teman - teman Bayu mengeluarkan makanan dari dalam rumah.
" Gak terasa sudah 7 hari kakek meninggal..."
" Cepat banget..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah mereka selesai makan.
" Terima kasih bapak - bapak,dan teman - teman yang hadir dalam pengajian ini dari awal hingga akhir..."
" Semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT.." ucap Bayu.
" Amiiin...." ucapsemua orang.
Teman - teman Bayu membawa palstik berisikan kotak makanan lalu membaginya secara estafet.
Bayu mengeluarkan amplop lalu di berikan kepada pak H.Ridwan yang duduk di sampingnya.
Bayu meraih tangan kanan pak H.Ridwan.
" Terima kasih banyak pak haji..." ucap Bayu.
" Iya nak..Sama - sama...Bapak ikhlas membantu.." ucap pak H. Ridwan menolak amplop pemberian Bayu.
" Gakpapa pak haji... Ini sedekah kami tolong di terima.." ucap Bayu.
Mau gak mau pak H. Ridwan menerima.
Bayu berdiri lalu berjalan ke arah pintu lalu berdiri di luar dekat pintu.
Para tamu undangan satu persatu berdiri,lalu berjalan ke arah pintu.
Bayu telah mempersiapkan amplop berisi uang untuk di bagikan ke para tamu tersebut,di saat Bayu akan bersalaman,bayu mengambil amplop lalu memberikan kepada tamu undangan.
" Terima kasih pak..." ucap Bayu sambil memberikan amplop tersebut saat bersalaman.
" Iya pak Bayu.." ucap orang itu.
---***---
Jogja.
Rumah Sulis.
Nampak mobil sedan berhenti di depan rumah. Mobil itu milik Ahmad suami Sulis.
Ahmad keluar dari mobil untuk membuka pintu pagar.
Nampak ibunya Sulis yang menunggu kedatangan Sulis keluar dari mobilnya.
" Kok lama sekali..." ucap ibunya Sulis.
Sulis keluar dari mobil.
" Maaf bu...Rumah sakit terdekat dokter mata sedang tidak ada...Mau tak mau ke rumah sakit lainnya.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.
" Coba ibu lihat matanya Ayub Lis..." ucap ibunya Sulis mendekati Sulis.
" Sudah kembali normal lagi bu.. Tidak berubah - ubah lagi..." ucap Sulis.
Ibunya Sulis membuka mata Ayub. Nampak mata Ayub normal.
" Terus apa kata dokter..?" ucap ibunya Sulis.
" Dokternya aja bingung bu pas sudah kembali normal..."
" Terus dia bilang kalau matanya Ayub kambuh lagi,segera bawa rumah sakit untuk di periksa.." ucap Sulis.
" Apakah matanya Ayub kelilipan?" ucap ibunya Sulis.
" Enggak bu..."
" Matanya Ayub biasa aja..."
" Kadang normal lalu memerah semuanya,bahkan yang warna hitam aja ketutupan warna merah...Terus normal lagi.."
" Kemudian bola mata yang hitam muncul warna - warni bu..." ucap Sulis.
" Sempat di foto gak Lis?" ucap ibunya Sulis.
" Bentar bu..."
" Bi...Tolong ambil hapeku bi...di dalam tas.." ucap Sulis.
" Iya mi..." suara Ahmad.
Tak lama kemudian Ahmad muncul lalu memberikan hape ke Sulis. Ahmad duduk di sofa.
Sulis menerima lalu membuka folder foto.
" Ini bu..." ucap Sulis memberikan hapenya.
Ibunya Sulis menerima lalu melihat foto mata Ayub.
" Apakah gak berbahaya Lis...Takutnya Ayub kenapa - kenapa.." ucap ibunya Sulis.
" Maaf bu... Apakah di dalam keluarga ibu mempunyai mata seperti Ayub?" ucap Ahmad.
" Setahu ibu gak ada Mad...Ibu baru kali ini melihatnya..."
" Tunggu dulu.."
" Apakah Alvin ada menyentuhmu Lis" ucap ibunya Sulis.
" Gak ada bu...Sudah lama Alvin tidak menyentuh Sulis semenjak putus.." ucap Sulis.
" Emangnya Alvin kenapa bu...?"
" Apakah Alvin mempunya mata seperti Ayub.?" ucap Ahmad.
" Ibu gak tahu..." ucap ibunya Sulis.
" Apakah umi ada bermain di belakangku?" ucap Ahmad curiga bahwa Sulis selingkuh.
" Demi Allah...Aku gak selingkuh setelah kita menikah..." ucap Sulis.
" Nak Ahmad....Ibu mengenal Sulis dari ibu mengeluarkan Sulis dari dalam kandungan hingga sekarang.."
" Sulis berkata jujur..." ucap ibunya Sulis.
" Maafkan aku Ahmad....Aku selingkuh sebelum kita menikah..Dan ini adalah anaknya Bayu.."ucap Sulis dalam hati.
" Baiklah...Abi percaya mi..." ucap Ahmad.
" Ya Allah...Ampuni hambamu ini...Hamba menutupi ayah kandungnya..." ucap Sulis dalam hati.
Sulis hendak memberi tahu ke Bayu mengenai mata Ayub,namun di urungkan.
Malam harinya.
Ahmad duduk di ruang tamu membuka laptopnya,kemudian mencari di internet tentang penyakit Ayub.
Ahmad mencari dengan kata pencarian mata memerah semua.
Muncul web denga keterangan mata merah.
Di blog web itu menerangkan jika mata merah karena iritasi.
" Mata Ayub gak iritasi..."
Ahmad mencari kata pencarian mata hitam semua.
Muncul blog misteri.Ahmad mengklik salah satu bog web tersebut.
Di web itu menjelaskan bila mata hitam semua akibat sang istri di gauli oleh makhluk ghaib yang bernama genderuwo,badannya penuh bulu.
" Ayub badannya gak berbulu ..."
Ahmad kemudian mencari kata pencarian mata warna - warni.
Muncul beberapa blog web di laptopnya.
Salah satunya berbahasa china.
Ahmad mengklik blog web yang berbahasa indonesia.
Di dalamnya tak ada gambar mata pelangi,hanya ada gambar mata bewarna biru dan hijau. Yang di miliki orang keturunan dari negara tertentu saja.
" Lain..."
Ahmad mengklik blog web bahasa china.
Muncul gambar yang sama seperti mata Ayub.
" Eh....!!!?? Ahmad terkejut melihatnya.
Namun terkendala dalam bahasa,akhirnya Ahmad membuka blog web yang lain.
"Bi...." suara Sulis.
" Iya mi..." ucap Ahmad.
" Tolong ambilkan air hangat bi...Ayub habis e'ek( BAB)..." suara Sulis.
" Iya..." ucap Ahmad lalu berdiri kemudian berjalan ke dapur.