SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
APAKAH ITU BENAR


(note. : Gak terasa sudah setahun cerita Sang Penerus..Gilaaaaaak..Aku baru ngeeh pas lihat tanggal bab pertama Tanggal 23 /5/22. Sudah 926 ribu kata aku ketik. Aku ucapkan banyak - banyak terima kasih kepada pembaca setia ceritaku ini..Dan terima kasih atas dukungan kalian. Maaf jika banyak typo bertebaran. Aku usahakan cerita ini sampai bertitel TAMAT. Sekali lagi terima kasih.)


.


.


Bandara Sepinggan.


Sore hari.


Sebuah pesawat Lion Air mendarat dengan mulus di landasan pacu bandara Sepinggan.


Setelah pesawat itu berhenti,pintu pesawat terbuka,kemudian para penumpang turun menggunakan tangga( belum ada garbarata pesawat).


Di antara para penumpang yang turun dari pesawat,ada 2 orang beda lawan jenis menuruni tangga secara bersama - sama. Mereka adalah Bayu dan Ida.


Langit mendung menghiasi kota Balikpapan.


" Asemm...Mau hujan...Semoga aja hujannya gak lama" ucap Bayu dalam hati melihat gumpalan awan hitam.


Bayu dan Ida berjalan ke arah pintu masuk.


Setelah mereka mengambil tas,mereka berjalan ke emperan Bandara.


Bayu melihat orang - orang sibuk dengan aktifitasnya masing - masing.


Beberapa orang menghampiri Bayu menawarkan jasa untuk mengantar,mereka adalah supir taksi gelap,bukan supir resmi bandara.


Bayu langsung memberi tahu tempat tujuannya.


" Bayar berapa pak?" ucap Bayu.


" Dekat itu mas..Aku pikir ke Samboja atau samarinda.." ucap pria yang di tanya oleh Bayu.


" Yo wes..." ucap Bayu.


Bayu menghampiri mobil taksi bandara,setelah itu Bayu dan Ida naik ke dalam mobil tersebut.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Ida dan Bayu sampai di depan gang. Lalu mereka keluar dari mobil.


Ida memakai pakaian berjilbab dan masker.


" Alhamdulillah sampai.." ucap Bayu lalu berjalan ke rumah Ida.


" Kak Bayu langsung pulang?" ucap Ida sambil berjalan di samping Bayu.


" Iya....Kalau sempat..." ucap Bayu.


" Besok aja gin kakak buliknya.." ucap Ida.


" Lihat situasi dulu dek.."


" Dek Ida ingat kan pesanku tentang amplop itu?ucap Bayu.Ia berpesan ke Ida,untuk tidak memberitahukan dulu tentang uang yang di tabung dan berpesan untuk tidak memberitahu ke siapapun. Kecuali orang tuanya jika mengetahui tabungan tersebut.


" Ingat kak aai.." ucap Ida.


" Pinter.." ucap Bayu.


Bayu melihat Fuad duduk di teras bersama 2 orang pria,Fuad menoleh ke arah Bayu.


Rintik air dari langit mulai turun,Bayu terkena air tersebut. Di saat Bayu dan Ida masuk ke emperan rumah,rintik air sangat banyak lalu menjadi sangat deras.


Bayu menyerahkan tas milik Ida dan melepas kacamata. Kacamata di selipkam di kerah baju bagian depan.


" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.


JEEEDDDEEEEERRRRR ..... Suara petir menggelegar.


" Wa'alaikum salam..." ucap Fuad .


Bayu bersalaman ke Fuad,sementara Ida langsung masuk ke dalam rumah.


" Ku pikir malam baru bulik.." ucap Fuad.


" Enggak kang...Kalau malam,takutnya kemalaman.." ucap Bayu.


" Mana Ida Bay..?" ucap Fuad .


" Laah..Tadi itu Ida baru masuk kang.." ucap Bayu.


" Heeeh....!!!Seriuss tadi itu Ida?" ucap Fuad tak percaya.


" Enggeh kang..Serius...Kalau gak percaya,datangin aja.." ucap Bayu.


" Ayoo masukk..."


Fuad menoleh ke teman - temannya.


" Bentar yaa.." ucap Fuad.


" Kita pulang aja bro.." ucap salah satu teman Fuad. Lalu 2 pria itu pergi meninggalkan rumah Ida.


Fuad dan Bayu masuk ke dalam rumah.


Bayu berjalan masuk kerumah sambil melepas maskernya.


Muncul pak Anwar dari dalam rumah bersama istrinya. Bayu menghampiri,lalu bersalaman ke pak Anwar.


Pak Anwar memeluk Bayu,lalu melepas pelukannya.


Bayu menangkupkan kedua telapak tangan.


" Silahkan duduk..."


Bayu duduk 1 meter dari pak Anwar.


" Bapak ucapkan terima kasih lah telah membawa dan mengantar Ida pulang.." ucap pak Anwar.


" Sama - sama pak..." ucap Bayu.


Ibunya Ida masuk ke dalam rumah.


Pak Anwar berdiri lalu berjalan ke arah saklar lampu.


Ceklek...Ceklek..Ceklek..


Pak Anwar melihat lampu.


" Aisshh...Mati lampu.." ucap pak Anwar.


" Beli genset aja pak...." ucap Bayu.


" Nanti lah ulun beli.." ucap pak Anwar lalu duduk kembali.


Tak lama kemudian muncul Dewi membawa teh lalu di letakkan di depan Bayu.


" Terima kasih Dewii.." ucap Bayu.


" Enggeh kak..." ucap Dewi lalu masuk ke dalam.


" Ulun pikir malam kalian pulangnya.." ucap pak Anwar.


Bayu melepas maskernya.


" Kalau malam,jam sepuluhan pak sampeknya.."


" Renacanaku setelah mengantar Ida,malamnya bisa langsung pulang..." ucap Bayu.


" Menginap saja dulu di sini..."


" Oh iya..Di minum tehnya.." ucap pak Anwar lalu mengeluarkan rokoknya.


" Iya pak..." ucap Bayu.


" Ibu piyan kada ikut?" ucap pak Anwar.


" Gak bisa ikut pak...Soalnya masih ada acara.."


" Pas saya tinggal saja,acaranya belum selesai.." ucap Bayu.


" Maaf...Jika ulun merepotkan piyan.." ucap pak Anwar.


" Gakpapa pak..Aku gak merasa di repotin.." ucap Bayu.


" Apakah Ida sudah memberikan jawaban itu ke piyan.." ucap pak Anwar.


" Sudah pak..." ucap Bayu.


Mereka terdiam. Lalu muncul Ida yang telah mengganti pakaiannya . Ida tak lagi memakai jilbab,hanya kaos lengan pendek dan celana panjang terbuat dari kain katun.


Ida duduk di samping Bayu.


" Kak..." ucap Ida pelan.


" Opo Daa..?" ucap Bayu.


" Sekarang apa nanti?" ucap Ida pelan.


" Besok aja pas kakak pulang ya.." ucap Bayu pelan.


Muncul Fuad membawa piring,gelas berisi kopi dan lilin,kemudian duduk.


Fuad menyalakan lilin lalu meletakkan di piring.


" Bisa bahaya loh kang jika di letakkan di piring.." ucap Bayu.


" Aman ini Bay..." ucap Fuad sambil meneteskan cairan lilin ke piring.


Setelah selesai meletakkan lilin di piring,Fuad mengambil rokok dan menyalakan rokok tersebut.


" Malam ne kamu tidur di sini aja .." ucap Fuad.


" Lihat keadaan kang..Kalau jam setengah 9 reda,aku pulang...Kalau gak reda ya aku tidur di sini..." ucap Bayu.


" Daa...Kamu di Jakarta sudah kemana aja?" ucap Fuad.


" Ke Dufan,Mall sama lihat air terjun.." ucap Ida.


" Wuuiiih... Enak tuh..."


" Eh...Tunggu..Emang di Jakarta ada air terjunnya?" ucap Fuad.


" Kadada kak ae...Air terjunnya di Jogja.." ucap Ida.


" Ke Monas?" ucap Fuad.


" Kada sempat..." ucap Ida.


" Ayolah kita shalat dulu..Sudah magrib.." ucap pak Anwar.


Pukul 20.14.


Hujan belum menampakkan tanda berhenti.


Bayu duduk di ruang tamu bersama Ida,ia baru saja selesai makan bersama dengan keluarganya Ida. Sementara yang lainnya ada di dalam.


" Kak..." ucap Ida pelan.


" Iya..Opo Da....?" ucap Bayu.


Ida ingin mencium pipi Bayu,namun takut di lihat ayahnya atau kakaknya jika muncul.


" Kada jadi...." ucap Ida.


Muncul ide Ida,Ida mematikan lampu lilin. Sehingga ruang tamu menjadi gelap.


Ida duduk kembali di samping Bayu,lalu mendekatkan wajahnya ke Bayu.


Bayu melihat Ida hendak mencium dirinya.


" Jangan cium..." ucap Bayu pelan.


Ida memundurkan wajahnya,saat Ida memundurkan wajahnya,Bayu mencium pipi Ida.


Cuuuph...


" Iissssh...Kakak neh...Curang.." ucap Ida pelan.


" Maen tebak - tebakkan yok.." ucap Bayu.


" Tebakan apa kak.." ucap Ida.


" Jumlah jari..." ucap Bayu.


" Mana bisa kak..Gelap begini..." ucap Ida.


" Bisa...Coba aja.." ucap Bayu.


" Ini berapa?" ucap Ida sambil mengarahkan jari tangannya ke Bayu.


" Empat.." ucap Bayu..


" Ini..." ucap Ida.


" Tujuh..." ucap Bayu.


" Ini..." ucap Ida mengacung 2 jari telunjuknya.


" Dua.." ucap Bayu.


" Kok kak Bayu bisa tahu...?" ucap Ida bingung. Sebab keadaan gelap.


" Bisa dong.." ucap Bayu.


Ida menaikkan kaosnya,


" Diamput...Malah buka baju,kalau tiba - tiba listrik nyala terus bapaknya atau kakaknya muncul,mampus aku..." ucap Bayu dalam hati.


" Jangan buka baju..Nanti masuk angin.." ucap Bayu.


" Gatal kak..."


"Kok kak Bayu tahu jika adek naikin baju?" ucap Ida.


" Latihan......" ucap Bayu.


" Mas Awan.." ucap Ida.


" Iya Put...Eeh Da.." ucap Bayu.


" Asem...Kenapa dia manggil aku pakai nama itu lagi seh....Aku jadi semakin kangen sama kamu Puut.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berharap bisa memutar waktu kembali,di mana ia tidak akan pergi ke China. Namun sayangnya tak bisa. Melihat Ida yang mirip dengan Putri membuat dirinya terasa semangat lagi,namun sayang,Ida bukanlah Putri. Meakipun wajahnya sama,tapi sifatnya berbeda,di tambah ibunya tidak merestui.


" Jika emak adek setuju..Apakah istri kak Bayu membolehkan kak Bayu nikah lagi?" ucap Ida.


" Gak usah mikirin itu..Pikirin sekolahmu dulu Da.." ucap Bayu.


" Mas Awan gak mau ya...?" ucap Ida.


" Lulus dulu ya dek.." ucap Bayu.


Muncul Fuad sesekali menyalakan korek mencari lilin,setelah dapat,lilin pun menyala. Ruangan menjadi terang.


" Kak Fuad.." ucap Ida.


" Ya..." ucap Fuad.


"Kak Bayu bisa menebak jari yang kita acungkan dalam ke adaan gelap.." ucap Ida.


" Ah yang benar.." ucap Fuad.


" Bujur kak ae...Ulun kada botek..Coba aja.." ucap Ida.


" Oke..."


Fuad meniup lampu lilin,lalu menunjukkan jari ee Bayu.


" Ini berapa bay?" ucap Fuad.


" Empat di kanan...satu di kiri..Jadi 5.." ucap Bayu.


"Kok kamu bisa tahu Bay ?" ucap Fuad penasaran.


" Latihan kang...Waktu di desa,aku sering maen tebak - tebakkan tanpa lampu penerangan.."ucap Bayu.


" Ooo...Begitu..." ucap Fuad lalu menyalakan lilin dan duduk di samping Bayu.


" Sampeyan jadi cutinya kang?" ucap Bayu.


" Nanti aja lah aku cuti.." ucap Fuad.


" Kalau cuti kan ku ajakin mancing.." ucap Bayu.


" Di sana ikannya besar - besar kah?" ucap Fuad.


" Besar - besar kang...Sampeyan tinggal pilih.." ucap Bayu.


" Itu di pasar..." ucap Fuad.


" He eh..." ucap Bayu.


"Asssuuuuu...." ucap Fuad.


" Kalau Ida liburan sekolah aja kang,jadi kita bisa mancing rame - rame..." ucap Bayu.


" Muat berapa orang kapalnya?" ucap Fuad.


" Muat banyak kang... " ucap Bayu.


" Kapal yang waktu kita mancing itu besaran mana?" ucap Fuad.


" Agak besar lagi kang..."


" Oh iya...Ada payung gak kang? "ucap Bayu.


" Ada...Mau kemana kamu Bay?" ucap Fuad.


" Beli odol sama sikat gigi...Tasku tak tinggal di Jogja.." ucap Bayu.


" Pakai aja punyaku.." ucap Fuad.


" Ogaaaah...." ucap Bayu.


" Sebentar..Ku ambil dulu.."


Fuad berdiri lalu berjalan untuk mengambil payung.


Tak lama kemudian Fuad munvul sambil membawa payung.


" Neh payungnya.." ucap Fuad sambil menyerahkan.


Bayu berdiri lalu menerima payung tersebut.


" Ku pinjam dulu..." ucap Bayu.


" Hati - hati kak.." ucap Ida.


Setelah Bayu pergi.


" Da...Rumahnya Bayu besar apa kecil?" ucap Fuad.


" Sederhana aja kak..." ucap Ida,ia berkata seperti itu atas saran Bayu. Jangan memberi tahu kondisi rumah yang sebenarnya.


" Terus...Bini - bininya tinggal serumah lah..?" ucap Fuad.


" Iyaa...Mereka akur kak aee..."


" Waktu itu aku buat wadai nastar,sama itu wadai semprot.." ucap Ida.


" Sempat jalan - jalan kemana aja ?" ucap Fuad.


" Dufan,KFC, terus sama itu tuh lihat air terjun kak ae .." ucap Ida.


" Air terjun? Di Jakarta ada air terjun kah?" ucap Fuad.


" Kadada kak ae...Air terjunnya di Jogja kak.." ucap Ida.


" Ooo...Di Jogja..."


" Istrinya Bayu jualan wadai?" ucap Fuad.


" Enggak..Wadainya itu buat acara kawinan.." ucap Ida.


" Rame lah yang datang acara kawinan itu?" ucap Fuad.


" Rame banget kak aee...Yang ngantar aja sampai puluhan mobil terus di anu polisi.." ucap Ida.


Bayu masuk ke dalam rumah sambil menenteng kresek dan duduk di dekat Fuad.Kemudian memberikan rokok ke Fuad.


" Beli di warung mana Bay?" ucap Fuad.


" Depan gang sana kang...Yang dekat tutup.." ucap Bayu.


" Cepat amat..." ucap Fuad.


" Lari kang..." ucap Bayu,padahal ia memakai ilmu menghilangnya untuk berpindah tempat. Sehingga cepat sampai. Di tambah kondisi teras rumah Ida gelap. Jadi Bayu merasa aman.


" Besok jam berapa kamu pulangnya Bay?" ucap Fuad.


" Lihat keadaan kang.." ucap Bayu.


" Oh iya...Kamu mau bikin perahu kah Bay?" ucap Fuad.


" Rencana kang...Tapi gak tahu jadi apa enggak.." ucap Bayu.


" Harga perahu di sana mahal - mahal kah?" ucap Fuad.


" Gak tahu aku kang...Soalnya aku gak pernah nanya ke penjual kapal.Punya temanku ituuu.."


" Kalau gak salah di atas 200 juta kang...Bukan perahu kayu..Modelnya itu perahu pesiar.." ucap Bayu.


" Ya kalau kapal pesiar emang mahal Bay..."


" Terus jika punya kapal rajin di rawat biar gak cepat rusak..."


" Jika aku masih punya kapal,hujan deras gini aku langsung ke kapalku Bay..."ucap Fuad.


" Kenapa sampeyan hujan - hujan ke kapal kang? " ucap Bayu.


" Kalau gak di lihat,bisa tenggelam kapal Bay,gara - gara kemasukan air hujan..." ucap Fuad.


" Kasih tutup terpal kang...Biar airnya gak masuk..." ucap Bayu.


" Susah Bay...Jika ada kapal lain yang ingin melewati kapal kita,terhalang sama terpal.." ucap Fuad.


" Iya seh...Tapi kenapa perahu pesiar kalau hujan deras di biarin aja kang?" ucap Bayu.


" Beda bahan Bay..Kapal kayu kan banyak sela - selanya tuh. Air lewat sela papan. Jika kapal pesiar gak akan kemasukan air..." ucap Fuad.


" Kak Bayu...Besok sore aja kakak pulangnya..." ucap Ida.


" Aku ada kerjaan Daa..."


" Ini aja kerjaanku di pegang Fitri..Semoga aja dia bisa mengatur semua.." ucap Bayu.


" Anak buahmu Bay?" ucap Fuad.


" Iya..."


" Biasanya itu temanku,tapi dia mau nikah..Jadi kerjaannya aku kerjakan sama Fitri.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu..." ucap Fuad.


Hooooaaaammmm..... Ida menguap.


" Kalau ngantuk tidur aja Da..." ucap Bayu.


" Nanti kak..." ucap Ida.


Bayu melihat jam dinding. Pukul 21.45.


" Aseem...Hujannya awet banget..Jika aku di rumah,enaknya kelonan hujan - hujan begini..." ucap Bayu dalam hati.


" Kelonin aja si Ida itu Bay...Pasth dia mau kok.." suara Jalu.


" Diampuut..."


" Mbak Sekar...Coba pakde Jalu ini di suruh tidur...Besok kan pakde sekolah.." ucap Bayu dalam hati.


" Aseemm...Jamanku itu gak ada sekolah Bay..."


" Aku bebas mau tidur jam berapa,bangun kesiangan juga gak masalah.." suara Jalu.


" Pantesan..." ucap Bayu dalam hati.


" Pantesan apa Bay?" suara Sekar.


" Omongane mesum tok..." ucap Bayu dalam hati.


" Diampuuut...Waasssuu..." suara Jalu.


"Ada PR gak Da...?" ucap Bayu.


" PR...??"


Ida menepuk keningnya.


" Oh iya...Tadi itu Rasna sms,jika ada PR metik..." ucap Ida.


" Ambil bukumu...Nanti aku bantu bila susah jawabnya.." ucap Bayu.


Ida berdiri lalu berjalan.


Sementara Fuad menyalakan rokoknya.


Tak lama kemudian Ida datang.


" Kak..Jauh - jauh nah kalau merokok.." ucap Ida.


" Iya...Iya..." ucap Fuad lalu pindah tempat duduk.


Ida duduk di samping Bayu dan meletakkan buku pelajaranannya.


Bayu melihat Ida mengerjakan PR tersebut.


" Kenapa pilih IPA Daa...?" ucap Bayu.


" Iseng aja kak aee...Ternyata malah jadi susah amat...Amat aja kada susah..." ucap Ida.


" Ya emang susah...Tapi,jika di tekuni..Itu membuat nilai plus..."


" Perusahaan sekarang rata - rata merekrut yang jurusannya IPA... Posisinya juga lumayan tinggi daripada anak IPS.." ucap Bayu.


" Emang kak Bayu sekolah jurusannya apa?" ucap Ida.


" IPA..." ucap Bayu.


" Pantesan kakak bisa ngerjakan soal Fisika..." ucap Ida.


Ida kembali mengerjakan soal matematika.


" Ibuku lebih jago lagi dek...Aku aja kalah..." ucap Bayu.


Ida menoleh ke Bayu.


" Ibunya kakak juga anak IPA..?" ucap Ida.


" Enggak...Ibuku anak pesantren..."


" Padahal di Pesantrennya itu ibuku gak di ajarin Fisika..." ucap Bayu.


" Wuuiihh...Ibumu hebat dong Bay.." ucap Fuad.


" Iya...Aku aja bingung kang...Pas aku lagi nyari - nyari buku Fisika gak ketemu. Ternyata ada di warung di taruh sama ibuku.."


" Pas ku ku lihat buku Fisikaku,ada coretan ibuku ngerjakan soal .."


" Pas aku cek...Benar semua.." ucap Bayu.


" Buah jatuh gak jauh dari pohonnya.."ucap Fuad.


" Jika di rumah..Aku gak berani merokok di dalam rumah kang..." ucap Bayu.


"Iya...Ibumu gak suka asap rokok kan?" ucap Fuad.


" Iya.... Pak Kades datang bertamu terus menyalakan rokoknya,ibuku merebut rokok itu dan membuang di luar,sama bungkus rokok dan koreknya kang.." ucap Bayu.


" Galak juga ya ibumu Bay.." ucap Fuad.


" Enggak kang....Ibuku itu gak galak..Hanya karena rokok aja,ibuku jadi galak.."ucap Bayu.


" Kenapa kamu gak di marahi sama ibumu jika merokok.." ucap Fuad.


" Ibuku ya marah kang...Jika aku merokok di dalam rumah..Aku di suruh merokok di luar aja.."


" Kalau merokok di dalam rumah,aku dapat omelan..." ucap Bayu.


" Kak...Yang ini gimana ngerjainnya.." ucap Ida sambil menunjuk.


Bayu melihat soal yang di tunjuk. Setelah itu memberitahukan caranya untuk mengerjakan dengan angka lain. Agar Ida bisa mengerjakan soal teesebut.


" Pahamm?" ucap Bayu selesai memberi contoh soal dan cara mengerjakan.


" Paham kak...." u ap Ida.


" Coba kerjakan soal itu.." ucap Bayu.


40 menit kemudian.


Ida selesai mengerjakan PRnya,lalu masuk kedalam kamar tidur. Listrik pun telah menyala. Hujan di luar telah berhenti. Fuad telah tidur di ruang tamu,menemani Bayu.


Bayu berjalan ke kamar mandi untuk gosok gigi dan wudhu.


Di saat Bayu sedang wudhu muncul Ida.


"Siapa di dalam...?" ucap Ida di depan pintu kamar mandi.


" Aku..." ucap Bayu.


" Cepetan kak..Aku mau pipis,gak tahan.." ucap Ida.


Dengan terpaksa Bayu menghentikan wudhunya,lalu keluar.


Baru saja Ida hendak masuk,tiba - tiba lampu kembali padam.


" Kak....Temenin..Adek takut.." ucap Ida.


" Iya...Aku tungguin di sini.." ucap Bayu.


Ida berjalan,namun kakinya ke sandung,Bayu sigap menahan tubuh Ida karena mau terjatuh.


" Pelan - pelan jalannya..." ucap Bayu.


" Gelap kak aee..Kada bisa melihat..." ucap Ida.


Bayu menuntun Ida ke kloset.


" Pelan - pelan..." ucap Bayu.


" Di situ aja kak....Jangan pergi.." ucap Ida sambil melorotkan celananya.


" Iya..." ucap Bayu memalingkan wajah,sempat ia melihat isi dalam celana tersebut.


Bayu berjalan 2 langkah agar tak terkena cipratan air dan membalik badannya.


Terdengar suara khas wanita buang air kecil.


" Asemm...Kalau dia tahu aku bisa melihat dengan jelas,pasti dia marah - marah.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu bisa melihat dalam keadaan gelap gulita,namun bayangan yang ia lihat seperti tivi warna hitam dan putih.


" Kak..." ucap Ida.


" Iya..." ucap Bayu.


" Kirain pergi.." ucap Ida.


" Enggak...Sudah belum?." ucap Bayu.


" Sudah..." ucap Ida sambil menaikkan celananya.


Bayu membalikkan badan,lalu membantu Ida berjalan.


" Tungguin ya..Aku wudhu dulu.." ucap Bayu.


Ida memeluk Bayu. Ia merasakan sesuatu yang menonjol di celana Bayu,karena Bayu memakai celana pendek.


" Kak... Bawa adek ke Jakarta ya.." ucap Ida.


" Tadi kan sudah..." ucap Bayu.


" Adek pengen tinggal sama kakak.." ucap Ida.


" Gak bisa Da...."


" Yukk...Ku antar ke kamar.."ucap Bayu sambil melepaskan pelukan Ida


Bayu menuntun Ida ke kamarnya,saat berjalan menuju kamar,ibunya Ida keluar dari kamar tidur sambil memenang lilin yang menyala.


" Nah....Jalan sendiri ya..Aku mau wudhu.." ucap Bayu lalu meninggalkan Ida.


" Dari mana Da?" ucap ibunya Ida.


" Kamar mandi mak...Kebelet pipis,pas handak masuk..Eeeh..Lampunya mati lagi.." ucap Ida.


Pukul 3.10.


Bayu terbangun,seperti biasa ia meminum air putih yang ia beli. Lalu wudhu dan shalat sunnah.


Di saat Bayu sedang membaca hapalannya,ia mendengar suara kaki melangkah,lalu ia melihat ibunya Ida berdiri melihat ke arahnya,lalu Bayu menundukkan kepala lagi sambil membaca hapalannya.


" Rupanya dia rajin shalat tahajud.." ucap ibunya Ida dalam hati. Ia terbangun karena mendengar suara tak seperti biasanya,lalu ingat jika Bayu menginap di rumah,ia pun segera bangun untuk mengecek. Takutnya Bayu dan Ida melakukan sesuatu,karena Bayu menyukai Ida,dan Ida juga menyukai Bayu.


Ibunya Ida berjalan lagi ke arah kamarnya dengan hati lega. Prasangka buruk terhadap Bayu hilang setelah melihat Bayu duduk di atas sajadah.


---0.0.0---


CHINA.


Siang Hari di warung makan Phe Chel A Yam.


Fei Long membuat bumbu untuk merebus ayam. Setelah bumbunya jadi, Fei Long menyerahkan ke anak buahnya untuk memasukkan bumbu itu ke dalam panci.


Fei Long duduk di kursi,lalu mengambil rokoknya dan membakar rokok tersebut.


Sambil menikmati nikotin yang ia hisap,Fei Long melihat ke arah depan Ruko.


2 buah mobil berhenti dengan cat khusus yang berbeda dengan mobil lainnya. Mobil itu hanya di miliki oleh pihak militer.


" Siapa lagi yang datang...Apakah si kakap merah?" ucap Fei Long dalam hati.


Pintu terbuka,lalu beberapa pria keluar memakai pakaian militer.


" Jancoook...." ucap Fei Long kesal saat melihat orang - orang berseragam militer berjalan ke arahnya.Ada pria yang tak memakai seragam Militer,dia adalah Thou Ling Feng.


Fei Long mengenal 2 orang yakni Sang Jendral bernama Han Lie Xing dan Thou Ling Feng sisanya tidak ia kenal.


Fei Long melihat ke arah anak buahnya.


" Matikan kompor,dan keluarlah...Nanti aku telpon " ucap Fei Long.


" Kenapa bos?" ucap anak buahnya.


" Cepat..Tidak usah banyak bicara atau gajimu aku potong.." ucap Fei Long.


Anak buahnya langsung mematikan kompor dan keluar.


Setelah anak buah Fei Long keluar,pintu roling dor di tutup seorang pria berseragam militer.


Sang Jendral dan Detektif Feng berjalan ke arah Fei Long.


Fei Long mematikan rokok dan berdiri tegap kemudian memberi hormat.


Sang Jendral duduk,di ikuti Detektif Feng.


" Duduklah.."


Fei Long duduk.


" Aku harus memanggil nama aslimu atau samaranmu?" ucap Jendral Han Lie Xing.


" Siap...Samaran saja pak.." ucap Fei Long.


" Baiklah..Fei Long.."


" Kata detektif Feng..Jiang pernah tinggal denganmu.."


" Apakah itu benar?" ucap Jendral Han Lie Xing.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.