SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
HAPE SATELIT


KEDIRI.


Nampak kediaman keluarga Arif ramai sekali,ada beberapa warga juga berkerumun melihat rumah tersebut. Sebab ada 22 orang berjaga di teras mengenakan senjata laras panjang,kaca mata hitam,rompi anti peluru,helm khusus, bagaikan pasukan khusus anti teror. Salah satu pengawal memberitahu ke warga bahwa tidak ada kejadian kriminal,hanya pengamanan saja.


Bu Intan dan Paijo duduk di kursi sofa ruang tamu bersama keluarga besar pak Arif.


Pak Arif memperkenalkan keluarga besarnya pada bu Intan dan juga Paijo.


Di salah satu sudut ruangan,terdapat akuarium yang lumayan besar,berukuran 1 x 3 meter yang berisikan ikan Arwana.


" Jo...." ucap Rahman.


Paijo menoleh ke arah Rahman.


"Opo kang...?" ucap Paijo.


"Nang jobo yuuk..." ucap Rahman.( di luar yuk).


"Ayoo..." ucap Rahman.


Rahman dan Paijo lantas berdiri lalu berjalan keluar.


Cintya yang melihat kakaknya dan juga Paijo keluar,ikut juga berdiri dan menyusul.


Paijo dan Rahman duduk di kursi teras. Kemudian Rahman mengeluarkan rokok khas orang Kediri,yaitu rokok Surya.


"Rokok Jo...." ucap Rahman menawarkan rokok.


Cintya melihat ke arah Paijo.


" Prei aku kang..." ucap Paijo.


"Tumben... Biasane mak klupus wae...." ucap Rahman.


Paijo melihat ke arah Cintya. Ia melihat sebuah tatapan yang seolah - olah harimau siap menerkam mangsa.


"Asem... " ucap Paijo dalam hati.


"Oh iyo... Tanggal telung puluh sido mancing gak Jo?" ucap Rahman. ( 30 jadi mancing).


Paijo melihat ke arah Rahman.


"Insya Allah jadi..." ucap Paijo.


Tiba - tiba hape Paijo berdering nada panggilan,Paijo melihat siapa yang menelpon.


Nampak di layar tertera nama Zuko.Paijo menerima panggilan tersebut.


" Assalam mua'alaikum..." ucap Paijo.


"Wa'alaikum salam... Jo..." suara Zuko.


"Opo..." ucap Paijo.


"Aku krungu kabar,yen omahmu di tekani polisi gowo bedil.. Kuwi ono opo to?" suara Zuko( aku mendengar kabar,kalau rumahmu di datangi polisi bawa senjta api.. Itu ada apa seh).


"Gak ono opo - opo,itu cuman pengawalan saja..." ucap Paijo.


"Sopo seng di kawal?" suara Zuko.


"Ibu pejabat negara... Nanti tak telpon maneh,aku lagi nang omahe dulurku...


"Assalam mu'alaikum " ucap Paijo. Lalu mematikan panggilan.


" Kampungmu geger yo Jo...?" ucap Rahman lalu menghisap rokok Suryanya.


"He eh... Di kiro mbokku,aku gawe masalah.." ucap Paijo.


"Ha....Ha....Ha...Ha....Ha.... Rahman dan Cintya tertawa.


"Asem....." ucap Paijo.


" Itu baru tante Intan yang kerumahmu..


"Belum lagi Bayu jika kerumahmu..


"Bisa 1 kompi pasukan yang di bawa tuh..." ucap Rahman.


"He eh...


" Omahku gak muat kalau Bayu datang kerumahku..." ucap Paijo.


"Gimana kabar Bayu Jo...?" ucap Rahman.


" Belum ada kabarnya,aku telpon aja gak bisa..." ucap Paijo..


---***---


JEPANG.


Nampak sebuah kereta api melaju sangat cepat dia atas rel.Di salah satu gerbong terdapat keluarga Hatake dan juga beberapa pasukan. Mereka bertolak menuju Nagasaki untuk membunuh dan melenyapkan clan Uchiha.


Malik yang merupakan mantan anggota khusus ikut serta dalam rombongan itu,tak hanya Malik saja,4 orang bawahannya yang juga mantan anggota khusus juga ikut. Serta beberapa pasukan khusus dari keluarga Han juga ikut.


Zhang Yong Han mendapat sebuah email,email itu berisikan informasi mengenai penyerangan musuh keluarga Kakashi dan juga Bayu ingin menyerang musuh keluarga Hatake. Kemudian Zhang memanggil Malik dan lainnya untuk di berangkatkan ke Jepang. Untuk membantu Bayu dan juga keluarga Hatake dalam menyerang clan Uchiha.


Malik berdiri dari kursinya,lalu berjalan ke arah Bayu yang duduk bersama Hana.


"Bay...." ucap Malik.


" Opo kang..?" ucap Bayu.


Malik mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong jaketnya,lalu di berikan ke Bayu.


Rupanya yang di berikan Malik itu adalah sebuah telpon satelit.


"Ini... Buat nelpon..." ucap Malik.


"Waaah... Kebetulan... Suwun kang..." ucap Bayu.


"Iyoo...."ucap Malik.


"Eh... !!?


"Kode negara kita apa kang?" ucap Bayu.


" Plus enam dua Bay...." ucap Malik.


Malik kembali ke kursinya.


Kemudian Bayu menekan tombol hape satelit tersebut.


Bayu menghubungi Paijo,ingin tahu keadaan Cafe dan juga keadaan ibu mertuanya.


Tuuuut.... Tuuuut... Tuuuut...


"Haloo..." suara Paijo.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam...


"Koyo suarane Bayu..." suara Paijo.


"Iyo.. Iki aku Bayu..." ucap Bayu.


"Alhamdulillah... " suara Paijo


" Panjang umur kamu Bay..." suara Rahman.


"Itu suara kang Rahman... Sampeyan di Cafe atau di rumah pak Arif kang?" ucap Bayu penasaran.


"Tebak Bay... Aku ada di mana?" suara Paijo.


"Juancoook....


"Aku gak bisa nebak cook..." ucap Bayu.


"Aku lagi di Kediri Bay..." suara Paijo.


" kediri ???


" Sampeyan pulang kampung ta..


"Terus mama gimana?" ucap Bayu.


"Iya... Mama ikut sama aku.." suara Paijo.


"Jangan lupa oleh - olehnya Bay..." suara Rahman.


" Di kawal kan kang?" ucap Bayu.


Bayu khawatir jika ibu mertuanya tidak di kawal,takut terjadi apa - apa seperti waktu itu.


" Enggeh kang mas prabu..


"Mama di kawal...


" Sampe tonggoku geger ndelok pasukanmu.." suara Paijo.


" Ha...Ha...Ha....Ha....Ha....." Bayu tertawa.


"Weduuusss....." suara Paijo.


" Jangan sempe lecet loh ya kang..


" Kalau lecet ,nanti Diana yang akan maju dan menyiksamu..." ucap Bayu.


" JUANCOOOOOOK....


"Mbah lan putune podo wae....


"Waasssuuu...." suara Paijo.


"Cafe gimana kang? " ucap Bayu.


"Aman Bay...." suara Paijo.


"Kang Rahman mau oleh - oleh apa?" ucap Bayu.


"Rell pancing aja Bay..." suara Rahman.


" Gak jadi Miyabi kah?" ucap Bayu.


" Jancook... Engko Annisa iso ngamuk Bay..." suara Rahman.


"Yo wess... Itu aja yang mau ku obrolin..." ucap Bayu.


"Pulang tanggal berapa Bay...?" suara Rahman.


" Gak tahu aku kang.. Soalnya ku masih ada perlu...


"Dah dulu ya... Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." suara Rahman dan Paijo.


" Sayang...


"Sepertinya Paijo di rumah pak Arif " ucap Hana.


"Hemm.. Masa seh bu...?" ucap Bayu.


"Iya sayang...


" Di situ ada Rahman,Paijo dan juga mama ( Intan)... " ucap Hana.


"Iya juga seh..." ucap Bayu.


Bayu sempat kepikiran untuk menghubungi kakek buyutnya,menanyakan perihal tentang Malik yang berada di Jepang.Tapi di urungkan.


"Nanti sajalah pas aku sudah sampe rumah..."


" Hem....


"Hubungi mama sajalah...


"Aku takut dia khawatir banget...ucap Bayu dalam hati.


Bayu kembali menekan angka di hape satelit tersebut lalu menempelkan di telinganya.


Tuuuut.....Tuuuut....Tuuuut...Tuuut....


"Halllooo..." suara bu Intan.


"Assalam mu'alaikum mamaku yang cantik..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam mantuku yang ganteng..


" Kenapa baru nelpon nak...


"Mama khawatir sekali...


" Di telpon gak bisa..


"Di sms juga gak bisa..." suara bu Intan.


" Ya maaf ma...


" Hape Bayu gak ada sinyal..


"Ini aja baru di kasih hape yang ada sinyalnya..


"Mama sehat?" ucap Bayu.


"Alhmadulilan sehat nak...


"Oh iya... Putri mana?


"Mama mau bicara.." suara bu Intan.


"Putri sedang pergi ma,bersama keluarga Ayu.." ucap Bayu.


" Putri sehat aja kan nak...?" suara bu Intan.


"Alhamdulillah sehat ma...


"Mama mau oleh - oleh apa?" ucap Bayu.


"Mama mau oleh - olehnya kalian itu sehat - sehat saja nak...


"Dan gak terjadi apa - apa sampe rumah.." suara bu Intan.


"Amiin...


"Sudah dulu ya ma... Nanti Bayu telpon lagi.." ucap Bayu.


"Iya nak..." suara bu Intan.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." suara bu Intan.


----***----


Kediri.


Nampak Paijo,Rahman,Cintya dan juga beberapa pengawal di teras rumah.


" Nanti acar bakar - bakarnya di mana kang?" ucap Paijo.


"Hemm....


" Sembarang... Yang penting bisa bakar ikan dan jagung" ucap Rahman.


" Gimana kalau di puncak " ucap Cintya.


" Macet dek kalau akhir tahun.. " ucap Rahman.


"Kalau ada Bayu enak neh.." ucap Paijo.


"Enak gimana Jo?" ucap Rahman.


"Ya kita naik kapal pesiarnya lagi..


"Siangnya mancing...


"Malamnya kita pesta.." ucap Paijo.


" Iya seh..." ucap Rahman.


Tiba - tiba hape Paijo berdering nada panggilan.


Paijo mengecek hapenya.


Nampak panggilan nomor baru di layar hapenya.


"Siapa ya...


"Angkat... Enggak...Angkat...Enggak...


"Angkat sajalah...." ucap Paijo.


Paijo menekan tombol hapenya.


"Haloo..." suara Paijo.


"Assalam mu'alaikum..." suara Bayu.


"Wa'alaikum salam...


"Koyo suarane Bayu..." ucap Paijo.


"Coba loudspeker Jo..." ucap Rahman.


Paijo menekan tombol loudspeker.


"Iyo.. Iki aku Bayu..." suara Bayu.


"Alhamdulillah... " ucap Paijo


" Panjang umur kamu Bay..." ucap Rahman.


"Itu suara kang Rahman... Sampeyan di Cafe atau di rumah pak Arif kang?" suara Bayu.


"Tebak Bay... Aku ada di mana?" ucap Paijo.


"Juancoook....


"Aku gak bisa nebak cook..." suara Bayu.


"Aku lagi di Kediri Bay..." ucap Paijo.


" kediri ???


" Sampeyan pulang kampung ta..


"Terus mama gimana?" suara Bayu.


"Iya... Mama ikut sama aku.." ucap Paijo.


"Jangan lupa oleh - olehnya Bay..." ucap Rahman.


" Di kawal kan kang?" ucap Bayu.


" Enggeh kang mas prabu..


"Mama di kawal...


" Sampe tonggoku geger ndelok pasukanmu.." ucap Paijo.


" Ha...Ha...Ha....Ha....Ha....." suara tertawa Bayu.


"Weduuusss....." ucap Paijo.


" Jangan sempe lecet loh ya kang..


" Kalau lecet ,nanti Diana yang akan maju dan menyiksamu..." suara Bayu.


" JUANCOOOOOOK....


"Mbah lan putune podo wae....(Kakek dan cucunya sama saja)


"Waasssuuu...." ucap Paijo.


"Cafe gimana kang? " suara Bayu.


"Aman Bay...." ucap Paijo.


"Kang Rahman mau oleh - oleh apa?" suara Bayu.


"Rell pancing aja Bay..." ucap Rahman.


" Gak jadi Miyabi kah?" suara Bayu.


" Jancook... Engko Annisa iso ngamuk Bay..." ucap Rahman.


"Yo wess... Itu aja yang mau ku obrolin..." suara Bayu.


"Pulang tanggal berapa Bay...?" ucap Rahman.


" Gak tahu aku kang.. Soalnya ku masih ada perlu...


"Dah dulu ya... Assalam mu'alaikum...." suara Bayu.


"Wa'alaikum salam..." ucap Rahman dan Paijo serempak.


Panggilan berakhir.