SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KEJUTAN


Di salah satu mobil yang berjalan beriringan.


Nampak Bayu duduk bersebelahan dengan Mei Lien.


"Kenapa di potong habis bi...Nanti istrinya nyariin loh.."ucap Bayu.


"Gakpapa Bayu... Itu buat pelajaran dia seumur hidup,karena telah mengganggu keluarga kita.." ucap Mei Lien.


"Tapi kan gak harus gitu juga bi...Cukup di buat bonyok aja...Kasian istrinya.." ucap Bayu.


"Gampang itu... Di pasar kan ada Terong,pisang,Timun Bay?" ucap Mei Lien.


"Terong...Pisang dan Timun buat apaan bi...?" ucap Bayu.


" Di makan lah Bay..." ucap Mei Lien.


"Ooo...Di makan...Oh iya...Hapeku mana bi.." ucap Bayu.


Hape Bayu di minta oleh Mei Lien sebelum keluar dari mobil,agar Bayu tak memberi tahu ke Alvin bila sudah sampai di rumahnya Sebastian.


Mei Lien memberikan Hape N 73 ke bayu.


"Kenapa kamu masih suka hape itu Bay?"ucap Mei Lien.


"gakpapa bi...Kalau smsan lebih enak pakai ini,tanpa melihat,aku bisa mengetik pesan.Kalau yang tombolnya QWERTY malah ribet..Harus 2 jari." ucap Bayu.


"Iya...Tapi enaknya androi Bayu... kita bisa internetan dengan mudah,bisa kirim BBM,WA,tanpa pulsa,"ucap Mei Lien.


Mei Lien mengeluarkan hapenya Sebastian. Ia ragu untuk menelpon Roy memakai hapenya Sebastian.


"Bay....Ini hapenya Sebastian,di dalamnya ada nomor pembunuh bayaran itu,Aku ragu untuk menghubunginya..Masalahnya dia seperti sangat profesional..." ucap Mei Lien.


Bayu mengambil HP Sebastian di tangan Mei Lien.


"Biar Bayu saja yang menghubungi.. Dia juga gak tahu kan kalau yang nelpon itu bukan Sebastian." ucap Bayu.


"Iya juga seh..." ucap Mei Lien.


"Berapa paswodnya bi..?" ucap Bayu.


"2 2 5 5 1 1 Bay.." ucap Mei Lien.


Bayu menekan paswod di hape Sebastian.


Lalu menekan gambar gagang telpon.


Nampak ada nama Roy,Kak Vino,Alvin.


Bayu menyalin nomor Roy di hapenya.


"Bismilah... Semoga aku bisa menyelesaikan,jika tidak keluargaku juga terancam..Ya Allah bantulah hambamu.." ucap Bayu dalam hati,lalu menekan panggilan


Tuuuuut.....Tuuuut....Tuuuut..


Tuuuut....


"Halooo..." suara wanita.


"Selamat sore bu... " ucap Bayu sopan.


"Sore juga..Maaf anda siapa... Suamiku lagi keluar,hapenya di cas.." suara wanita.


"Kebetulan...." ucap Bayu dalam hati.


"Saya indro dari toko bu..Tadi suami ibu menulis alamat rumah ibu,tapi kertas alamatnya hilang,suami ibu ingin memberi kejutan,tapi jangan bilang - bilang ke suami ibu ya..Takutnya kami di marahi karena menghilangkan kertas alamat" ucap Bayu.


"OOo Begitu...Alamat rumah di jalan Yos sudarso gang merpati no 24 kelurahan R****** Jakarta ******" suara wanita.


"Terima kasih bu..Nanti kami akan memberi bonus karena kesalahan kami..Selamat sore bu.." ucap Bayu.


"Sore juga pak..."suara wanita.


Bayu mematikan hapenya.


"Alhamdulilah....Terima kasih ya Allah,engkau telah membatu hambamu yang hina ini" ucap Bayu dalam hati.


"Roy itu cewek kah Bay?" ucap Mei Lien heran karena Bayu memanggil Roy ibu.


"Cowok bi...Untuk masalah Roy... Serahkan padaku bi...Bibi jangan ikut campur..Sebab bahaya.." ucap Bayu.


"Gak bisa gitu Bayu....Dia harus di bunuh,agar tidak mengancam keluarga Han" ucap Mei Lien.


"Bi...Jangan gegabah... Keluarga Han gak hanya 1 atau 2 orang saja...Mereka itu terlatih... Jadi,Bayu mohon untuk masalah Roy..Biar Bayu saja yang tangani ya..." ucap Bayu.


"Hem....Iya deh...Tapi hati - hati ya..." ucap Mei Lien.


"Iya bi..Setelah sampai di rumah,aku akan mencarinya."ucap Bayu.


----***---


Di rumah sakit.


Nampak seorang pemuda terbaring di ranjang,ia baru saja mengalami musibah.


Perlahan pemuda itu membuka matanya.


Pemuda itu adalah Sebastian..


"Aku di mana" ucap Sebastian melihat pelafon tak sama dengan di rumahnya,lalu ia menoleh ke samping.


Nampak Alvin duduk,di pahanya Alvin ada Angel istri Sebastian. Alvin mengusap rambut Angel karena Angel merasa sangat terpukul atas kejadian yang menimpa dirinya.Sudah di perkossa banyak pria,Sebastian kehilangan pusakanya.


Flasback ON.


Setelah Angel Sadar,ia sangat marah,frustasi,ingin bunuh diri. Karena dirinya merasa kotor. Alvin yanga menjaga Angel dengan sabar menenangkan Angel.


Nampak Alvin berdiri memeluk Angel


"Sabar bi... Ini semua cobaan dari tuhan.." ucap Alvin lembut.


"Aku sudah frustasi Vin... Aku sangat kecewa pada dia..Gara - gara dia,aku di perkossa banyak pria..Aku sudah kotor Vin.." ucap Angel sambil menangis.


"Bi...Tuhan memberikan cobaan pada hambanya,agar iman hambanya itu kuat.." ucap Alvin.


"Aku gak tahu lagi Vin,jika dia gak ceroboh,aku gak akan di perkossa oleh para preman itu Vin..." ucap Angel.


"Preman?" ucap Alvin.


Alvin mengira itu perbuatan keluarga Han yang telah memperkossa Angel,ternyata ia salah menduga.


"Biarkan aku mati saja Vin..." ucap Angel.


Alvin memeluk erat Angel,lalu mengusap rambutnya.


"Jangan bunuh diri ya bi...Nanti tuhan akan marah sama bibi..." ucap Alvin.


"Buat apa aku hidup,jika aku sudah kotor Vin.." ucap Angel.


"Paman Sebastian mungkin akan seperti bibi,karena dia kehilangan burungnya.." ucap Alvin.


"APAAAA.....!!!??? ucap Angel terkejut bukan main sambil melepaskan pelukan Alvin.


"Serius Vin...." ucap Angel tak percaya sambil mengusap air matanya.


"Iya aku serius,ketika aku sampai,aku melihat paman Sebastian tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri,lalu tak memakai celana,ada darah di sela - sela pahanya,begitu aku mendekat,rupanya burungnya terpotong bi." ucap Alvin.


"Dia di mana?" ucap Angel.


"Ada di ruangan sebelah bi..Bi Angel mau menemui paman?" ucap Alvin.


"Nanti saja Vin..Aku akan menggugat cerai dia.." ucap Angel.


"Aku bukan siapa - siapa dalam kehidupanmu bi,tapi aku sarankan,jangan berpisah.. Sebab dia juga merasa terpukul bi..." ucap Alvin.


"Aku tetap memggugatnya Vin...Karena dia aku begini,karena dia hidupku dalam bahaya..." ucap Angel.


"Bibi tinggal di rumahku,aku akan menjaga bibi..." ucap Alvin.


"Aku takut mereka mendatangi rumahmu Vin." ucap Angel.


"Tidak akan bi... Sebab rumahku di jaga...Jadi bibi Aman.." ucap Alvin


Angel memeluk Alvin.


"Terima kasih ya Vin...Kamu baik banget sama aku..."ucap Angel


"Karena kamu adalah bibiku." ucap Alvin.


Angel melepaskan pelukannya.


"Sebentar lagi aku bukan bibimu lagi Vin... Apakah kamu masih melindungiku?" ucap Angel.


"Iya...Aku akan melindungimu bi.."ucap Alvin.


Angel kembali memeluk Alvin.


"Jangan panggil aku bibi Vin,karena aku sudah tak menganggap Sebastian itu suamiku... Itu buat pelajaran untuknya. Karena sebelumnya aku sudah memberitahu dia... Jangan pakai narkoba lagi,tapi dia tetap saja pakai.Dan yang terakhir ini,aku sudah tak sanggup lagi Vin...


Angel kembali menangis...


Hikss....Hikkss....


"Aku kotor..Hikkss....Aku jadi wanita murahan Vin...Hikss...Hiks..." ucap Angel.


"Aku tak menganganggap kamu ini wanita murahan Angel. Jadi jangan beranggapan itu lagi ya.."ucap Alvin.


Angel memeluk Alvin makin erat.


Hikss...Hiks..Hikss...Hikss...


1 jam kemudian Alvin dan Angel ke ruangan Sebastian.


Nampak Sebastian masih belum sadar,lalu Alvin duduk di kursi sofa panjang,Angel duduk di samping Alvin.


Flash Back Off.


Aku di mana" ucap Sebastian melihat pelafon tak sama dengan di rumahnya,lalu ia menoleh ke samping.


Nampak Alvin duduk terpejam,di pahanya Alvin ada Angel istri Sebastian. Alvin mengusap rambut Angel karena Angel merasa sangat terpukul atas kejadian yang menimpa dirinya.Sudah di perkossa banyak pria,Sebastian kehilangan pusakanya.


Sebastian lupa jika burungya di potong habis oleh pasukan keamanan keluarga Han.


Sebastian berusaha untuk duduk.Ia tak merasakan sakit,karena obatnya masih ada,jadi Sebastian tak merasakan nyeri di burungnya.


"Vin..." ucap Sebastian.


Alvin membuka matanya.


"Iya paman..." ucap Alvin.


"Siapa yang membawaku kesini?" ucap Sebastian.


"Ayahku paman,aku hanya membawa bibi Angel saja..Soalnya Paman lukanya parah.." ucap Alvin.


Sebastian memeriksa tangan dan kakinya.Ia merakasan normal saja.


"Gak parah kok Vin..." ucap Sebastian.


"Pusaka paman hilang dari tempatnya.." ucap Alvin.


"Pusaka...?? Aku gak punya pusaka Vin.." ucap Sebastian belum paham.


"Kon*** paman terpotong..." ucap Alvin.


"EH....!!!??? Sebastian terkejut,lalu membuka selimutnya.


Nampak sebuah perban di burungnya,ia tak melihat batang burungnya.


"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAK......."teriak Sebastian.


Sebastian mengira itu hanyalah sebuah mimpi saja,dirinya hanya mendapat oukulan dan tendangan dari seorang wanita.


Angel yang tertidur di pangkuan Alvin terkejut,lalu terbangun.


"Vin....Mana kon***ku Vin..." ucap Sebastian tak percaya apa yang ia lihat.


"Gak tahu paman... Pas kita datang sudah gak ada sambungannya." ucap Alvin.


----***---


Di rumah Roy.


Roy mempunyai 2 hape.


Nampak Roy duduk di luar bersama anaknya bernama Bela


Hape Roy yang di cas bergetar,soalnya Roy menonaktifkan nadanya.


Lalu hape yang Roy kantongi berbunyi.


Roy mengambil hapenya lalu memeriksa,rupanya anak buahnya menelpon.


"Bos... Aku dah sampai di tempat biasa.." suara di telpon.


"Bentar aku ke sana..." ucap Roy.


Roy masuk kedalam rumah.Lalu menurukan Bela.


"Ma...Aku keluar dulu ada perlu..." ucap Roy.


Istrinya yang berada di dapur mendatangi Roy.


"Iya yah...." ucap istrinya Roy.


Roy kemudian pergi.


Ia lupa mengambil hapenya yang di cas di samping tivi.


Suara motor Roy terdengar,lalu perlahan tak terdengar.


Zzzz..... Zzzz...Zzzzz...Suara hape bergetar.


Istri Roy mendengar suara itu,lalu ia mengeceknya.


Nampak nomor itu tak terdaftar di kontak hape Roy.


Istri Roy mengangkat panggilan itu,takut jika penting.Seperti sebelumnya juga pernah,rupanya itu nomor temannya ingin minta di gantikan tugasnya,karena tak bisa masuk kerja


Halooo..." ucap istrinya Roy.


"Selamat sore bu... " suara Bayu sopan.


"Sore juga..Maaf anda siapa... Suamiku lagi keluar,hapenya di cas.." istri Roy.


"Saya indro dari toko bu..Tadi suami ibu menulis alamat rumah ibu,tapi kertas alamatnya hilang,suami ibu ingin memberi kejutan,tapi jangan bilang - bilang ke suami ibu ya..Takutnya kami di marahi karena menghilangkan kertas alamat" suara Bayu.


"OOo Begitu...Alamat rumah di jalan Yos sudarso gang merpati no 24 kelurahan R****** Jakarta ******" ucap istrinya Roy.


"Terima kasih bu..Nanti kami akan memberi bonus karena kesalahan kami..Selamat sore bu.." suara Bayu.


"Sore juga pak..."ucap istrinya Roy..


1 Jam 30 kemudian


Bayu datang kerumah Roy menggunakan motor impresanya,Bayu menggunakan jaket F4 ,memakai masker. Membawa kotak yang berisi kalung cincin dan gelang emas.


Roy duduk santai di depan tivi bersama istri dan anaknya.


Tok....Tok....Tok...suara pintu di ketuk.


Roy berdiri,lalu berjalan ke arah pintu yang terbuka.Bela mengikuti Roy.


Ceklek... Kriiieet.... pintu terbuka.


"Apa benar ini rumah pak Roy?" ucap Bayu.


"EH....!!!??? Roy terkejut,sebab nama Roy itu adalah nama samarannya,bukan nama aslinya.


"Bukan....Anda salah orang,dan anda tolong pergi dari rumah saya" ucap Roy.


Bayu mencueki Roy.


"Adik kecil...Namamu siapa?" ucap Bayu.


"Namaku Bela om..." ucap Bela.


Istri Roy muncul.


"Segera anda pergi dari rumah saya.." ucap Roy merasa curiga terhadap Bayu.


"Jangan dulu mengusir saya bos...Saya kesini mau ngantar paket buat istri anda.."ucap Bayu.


"Apa itu dari pak Indro..pak.." ucap istri Roy.


"Betul sekali bu..." ucap Bayu.


"Siaaal.... Dia ini siapa,apakah dia polisi,aku harus segera pindah rumah?." ucap Roy dalam hati.


Bayu menyerahkan kotak itu pada istri Roy.


"Bawa kembali paketnya..." ucap Roy.


"Ini loh paket yang sampeyan pesan,isinya kalung dan gelang emas pak... Kalau tak percaya silahkan buka.." ucap Bayu.


Istri Roy langsung mengambil kotak itu.


"Terima kasih ya mas...Atas hadiah kejutannya..Aku senaaang sekali.." ucap istri Roy merasa senang di beri kado berupa kalung dan gelang.


"Iya ma.. Coba mama buka.." ucap Roy untuk memastikan apa betul itu kalung dan gelang emas.


Istri Roy membuka kotak tersebut.


"Kok ada cincinnya pak?" ucap istri Roy pada Bayu.


"Itu sebagai tanda maaf kami karena memghilangkan kertas alamat itu bu.." ucap Bayu.


"Ooo..Begitu...Terima kasih pak...." ucap istrinya Roy lalu masuk ke dalam.


"Katakan... Anda ini siapa?" ucap Roy menatap tajam,tangan kanannya berada di balik punggung bersiap untuk menembak.


"Kalau mau tahu siapa saya,Saya akan menjawabnya bila masuk di rumah anda.Masa tamu tidak boleh masuk...Piye to ..." ucap Bayu.


"Tidak... Katakan sekarang..." ucap Roy.


"Ada anak kecil...Kalau dia kaget mendengar letusan bagaimana? ya kalau jantungnya bagus,kalau lemah.... " ucap Bayu.


Mau tak mau Roy memperbolehkan Bayu Masuk ke dalam rumah. Karena ucapannya bersahabat.Bayu perhatian pada Bela.


"Silahkan masuk ..Tapi helm anda di lepas" ucap Roy.


"Di dalam saja saya lepasnya,soalnya kalau saya lepas di sini,maka akan banyak orang yang datang kerumah anda.." ucap Bayu.


"Awas kamu,setelah pulang,aku akan membunuhmu..." ucap Roy dalam hati.


"Ya sudah gakpapa..." ucap Roy.


Roy masuk kedalam rumah di ikuti Bayu.


Roy menutup pintu.


Bayu menggeser badannya ke pintu,lalu ia melepas helmnya,


Setelah itu Bayu perlahan melepaskan maskernya...