
Pasar.
Bayu dan Fai Long berjalan di pasar.
Fai Long berjalan sambil waspada dengan sekitarnya.
Bayu membawa barang belanjaan.
Sebuah vas bunga kecil melesat ke arah seorang pria,pria itu menghindar. Lalu vas bunga itu melesat ke wajah Bayu karena jaraknya hanya 2 meter dari Bayu pria yang menghindar lemparan vas tersebut.
Bayu memiringkan kepalanya,inginnya Bayu menangkap tapi kedua tangan memegang belanjaan. Lalu pria yang menghindar lantas menyerang orang yang melempar vas bunga itu.
Orang itu segera menggunakan jurus langkah seribu setelah melempar vas bunga.
" Dia gesit juga menghindari vas itu" ucap Fai Long dalam hati melihat Bayu menghindari vas bunga.
" Apakah kamu ingin membeli sesuatu Jiag?" ucap Failong.
" Enggak ada paman..." .
Bayu melihat seorang pria mengambil dompet ke seorang wanita
" PENCURII....." teriak Bayu lalu meletakkan barang belanjaan kemudian mengejar pria itu.
Pria itu terkejut ada yang mengetahui aksinya.
Lalu berlari agar tidak tertangkap.
Bayu berlari meninggalkan barang belanjaannya.
" Hadehh..."
" Aku juga yang bawa belanjaan...." ucap Fai Long dalam hati mengambil barang belanjaan yang tadi di bawa oleh Bayu.
Wanita yang di copet itu terkejut melihat wajah pemuda yang berlari.
" Bayu....!!!??? " ucap wanita itu lalu mengejar Bayu.
" Tapi..Apakah itu Bayu Han..lebih baik aku kejar saja.." ucap wanita itu dalam hati untuk memastikan.
Pria pencuri itu masuk gang. Bayu masih melihat pencuri masuk gang berlari ke arah gang.
Di pertigaan jalan Bayu kehilangan jejak pencuri.
" Asem..."
Bayu bingung mau
" Kanan atau kiri..."
" Kanan ajalah..." ucap Bayu lalu berlari cepat.
Tak sampai 3 menit,wanita itu sampai di pertigaan jalan.
" Siaal...Aku kehilangan jejak.." ucap wanita itu lalu berlari ke kiri.
Wanita itu melihat pria yang mengambil dompetnya bersembunyi,lantas wanita itu menghampiri.
Di sisi Bayu.
Bayu kehilangan jejak pencuri tersebut.
" Jancoook...Aku kalah cepat. Jika banyak tikungan sangat membingungkan..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memutuskan kembali ke Fai Long dengan berlari.
Setelah sampai di tempat semula,Bayu celingukan mencari Fai long.
Nampak Fai Long duduk di trotoar sambil menikmati es krim.
Bayu menghampiri Fai Long.
" Sudah dapat pencurinya?" ucap Fai Long.
" *Hilang paman..." ucap Bayu.
" Ayo pulang..." ucap Fai Long lalu berdiri dan berjalan.
" Asem...Aku yang di suruh bawa barangnya"
" Dia gak bawa apa - apa..Cuman es krim doank...Jancook.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mengambil barang belanjaan lalu mengikuti Fai Long.
10 menit kemudian.
Wanita yang kehilangan dompet datang di tempat semula,celingukan mencari Bayu.
" Siaal..."
" Aku harus lapor dulu...Semoga saja dia Bayu yang di cari" ucap wanita itu lalu memgambil hapenya.
***
Di rumang Fai Long.
Bayu membersihkan ayam potong. Bayu membeli 10 ekor saja untuk percobaan menjual pecel ayam.
Ayam itu masih utuh,hanya bagian dalam saja yang sudah kosong. Di tangan kanan dan kiri Bayu memegang kepala ayam.
" * Kutang....Kamu sedang apa di sana.."
Bayu memainkan ayam itu sambil memggerakkan kepala ayam.
Bayu mengubah suaranya seperti bermain dalam drama.
" * Aku sedang menenggak racun..."
"* Apa kamu mau..?"
" * Tentu saja aku mau...Bawa sini racunnya.."
Ling Ling muncul melihat apa yang di lakukan Bayu,sebab ia mendengar Bayu berbicara.
" * Kurang banyak kutang..."
" * Sudah habis...Apa kamu suka dengan racun"
Ling Ling memgambil panci lalu melempar di dekat Bayu.
" * Suka lah..."
Praaaaang.... Suara panci.
" Jancook..." ucap Bayu lalu menoleh ke Ling Ling.
" Kenapa kamu buat main ayamnya?" ucap Ling Ling.
"* Hiburan bi..." ucap Bayu lalu mengambil pisau untuk memotong leher dan kaki ayam.
" Hiburan itu ke diskotik,ke Mall..Atau ke pantai..." ucap Ling Ling.
" * Ada pantai kah di sini bi..?" ucap Bayu.
" Ada...Tapi lumayan jauh.." ucap Ling Ling.
Bayu meletakkan panci besar yang sudah terisi air ke kompor. Lalu menyalakan kompor.
" Apakah kamu pernah ke diskotik?" ucap Ling Ling.
"* Tidak pernah bi..." ucap Bayu.
" Nanti aku akan mengajakmu ke sana" ucap Ling Ling.
" *Aku maunya ke pantai aja bi... " ucap Bayu sambil membersihkan ayam lalu meletakkan di keranjang.
Sementara Fai long memasang spanduk iklan di lantai 2. Tulisannya PHE CHEL A YAM dan di sampingnya ada gambar menu masakan tersebut.
" Tadi Fai Long cerita kamu mengejar pencuri.." ucap Ling Ling.
" * Iya bi...Tapi tidak ketemu.." ucap Bayu.
" Hati - hati..."
" Di sini tidak seperti di desa..." ucap Ling Ling.
"* Iya bi..." ucap Bayu.
" Berapa usiamu?" ucap Ling Ling.
" * Tidak tahu bi...Mungkin usiaku 100 tahun" ucap Bayu.
Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...
" Mana ada orang usianya 100 tahun tapi masih muda begitu.." ucap Ling Ling.
" *Ada bi..." ucap Bayu.
" Siapa itu..?" ucap Ling Ling.
" * Aku sendiri..." ucap Bayu.
" Usiamu bukan 100 tapi 1 juta tahun..." ucap Ling Ling.
" * Usia itu maksimal berapa tahun bi...?" ucap Bayu.
" 80 tahun..." ucap Ling Ling.
Bayu memasukkan bumbu ke dalam panci.
" * Ada yang sampai 100 tahun gak bi ?" ucap Bayu.
" Ada...Bahkan lebih seratus tahun.." ucap Ling Ling.
" *Siapa itu bi..?" ucap Bayu.
" Jiang..." ucap Ling Ling.
" Ooo...Jiang..."
" *Tinggal di mana dia bi..?" ucap Bayu.
" Tinggal di rumahku..." ucap Ling Ling.
" *Serius bi.." ucap Bayu.
" Iya... Aku serius..." ucap Ling Ling.
"* Yang tinggal di sini... Aku,bibi Ling Ling dan paman Fai Long..." ucap Bayu.
"* Jiang bi...."
" Eh....!!!!??
" Jancoook..." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.... Ling Ling tertawa melihat sikap polos Bayu.
" Jancok itu apa?" ucap Ling Ling.
" Itu ungkapan jika kita kesal atau jengkel bi.." ucap Bayu.
Ling Ling lantas pergi meninggalkan Bayu.
***
Sore hari.
Kedai makanan milik Fai Long di buka.
Bayu duduk santai sambil mengotak atik hape yang ia dapat tadi malam.
Ling Ling memghampiri Bayu.
" Jiang.."ucap Ling Ling.
Bayu menoleh ke Ling Ling.
" *Iya.." ucap Bayu.
" Tidak ada apa- apa.." ucap Ling Ling lalu duduk di depan Bayu.
Bayu meletakkan hapenya. Lalu Ling Ling mengambil hape Bayu.
" Kenapa tidak di pasang kartu?" ucap Ling Ling melihat tak ada sinyal.
"* Belum beli bi..." ucap Bayu.
Datang 2 orang berkunjung.
" Ada orang mau beli.." ucap Ling Ling.
" * Datangin lah bi..."
"* Kan aku yang masak.." ucap Bayu.
" Oh iya...Lupa.." ucap Ling Ling.
Bayu berjalan ke arah dapur. Ling Ling menghampiri 2 orang tersebut.
Ling Ling berjalan ke arah Bayu setelah menanyakan 2 orang yang berkunjung.
" 2 porsi...Minumannya es teh.." ucap Ling Ling.
" * Siap..." ucap Bayu lalu membuatkan pesanan tersebut.
Setelah jadi,Ling Ling mengantar makanan tersebut ke pengunjung. Lalu kembali menghampiri Bayu.
"* Ada apa bi?" ucap Bayu.
" Tidak ada apa - apa" ucap Ling Ling.
" *Oh iya bi..Aku hampir lupa.."
"* Jam 18.40 dan jam 20.10 aku gak bisa memasak selama 10 menit.." ucap Bayu.
" Kenapa begitu...?" ucap Ling Ling.
" * Ada yang aku kerjakan..." ucap Bayu.
Tak terasa waktu shalat Magrib telah masuk.
Bayu melepas dan meletakkan pakaian memasaknya,lalu pergi ke kamar. Kebetulan tidak ada pembeli yang datang.
Ling Ling menghampiri Fai Long yang duduk di depan rumah.
" Aku ke lantai atas dulu...Mau lihat Bayu..." ucap Ling Ling lalu pergi ke lantai 3.
Di dalam kamar. Ling Ling melihat ke layar CCTV.
Nampak Bayu berdiri,lalu sujud di lantai.
" Apa yang kamu lakukan Bayu..." ucap Ling Ling.
Ling Ling melihat Bayu shalat hingga selesai,lalu keluar kamar. Ia penasaran apa yang di lakukan Bayu karena tidak bisa melayani di jam tersebut,ia pikir,Bayu menghubungi seseorang tanpa sepengetahuan mereka. Tapi ternyata salah.
Ling Ling segera keluar kamar setelah melihat Bayu keluar kamar.
Tak terasa sudah tengah malam.
Fai Long menutup pintu roling dor.
Lalu menghampiri Bayu yang sedang membersihkan peralatan.
" Sisa 4 potong ya Jiang?" ucap Fai long melihat ayam di etalase.
"* Iya Paman... Aku pikir sisa separo.." ucap Bayu sambil mencuci wajan.
"Ini sudah untung Jiang.."
" Malah aku berpikir tak ada yang beli...Karena iklannya sangat aneh.." ucap Fai Long.
" * Yang masak kan orang aneh...Ya tulisannya juga aneh lah paman..." ucap Bayu.
" Betul juga ....Kamu kan manusia aneh yang baru ini aku temukan.." ucap Fai Long.
" Jancook..." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha... Fai Long tertawa.
Setelah selesai membersihkan peralatan,Bayu pergi ke kamarnya.
Di dalam kamar Bayu.
Bayu mengambil buku kamus bahasa china ke indonesia.
1 Jam membaca. Bayu memutuskan tidur.
Pagi hari.
Bayu melakukan rutinitasnya membersihkan lantai bawah.
Setelah selesai,Bayu duduk di kursi.
" Enaknya ngapain ya.."
" Hemm..."
" Lari sajalah.." ucap Bayu dalam hati
Bayu membuka pintu,kemudian menutup kembali.
Nampak jalanan belum ramai.
" Lari ke sana....Atau kesana.."
" Hemm...Kesana ajalah.." ucap Bayu dalam hati lalu berlari sedang.
Bayu berlari tak menggunakan alas kaki mengelilingi komplek pertokoan.
Nampak beberapa remaja mengenakan seragam sekolahnya keluar rumah toko( Ruko).
Bayu melewati remaja tersebut.
" Kenapa aku belum ingat siapa diriku ya..."
" Jika begini terus..."
" Aku bisa gila..."
"Hemm..."
" Bulan depan sajalah aku akan pergi meninggalkan mereka...Siapa tahu aku menemukan keluargaku..." ucap Bayu dalam hati sambil berlari.
2 jam kemudian.
Bayu kembali ke rumah Fai Long setelah puas berkeliling.
Nampak Fai Long berdiri di depan rumahnya.
" Kamu dari mana Jiang?" ucap Fai Long.
" *Lari paman...Agar sehat..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
" Lain kali bilang ke kami jika pergi keluar.." ucap Fai Long.
" *Maaf paman...Tadi langsung pergi" ucap Bayu.
" Mandi dan ganti bajumu..Kita akan pergi.." ucap Fai Long.
" * Siap paman.." ucap Bayu lalu masuk ke dalam rumah.
Setelah mandi dan berganti pakaian,Bayu segera menyusul Fai Long.
***
Di pasar.
Bayu dan Fai Long berbelanja.
30 menit mereka berada di pasar.
Nampak 2 orang pria dan wanita celingukan di pasar mencari sosok yang mirip dengan orang di cari,yaitu Bayu.
Pria itu melihat sosok yang mirip dengan Bayu.
" Itu dia..." ucap pria itu sambil menunjuk ke arah pemuda yang mirip Bayu sesuai foto.
Pria itu lantas berlari ke arah orang yang mirip Bayu. Wanitu lantas mengejar rekannya.
Pria itu berhasil menghampiri pria yang mirip dengan Bayu lalu menyentuh pundak orang yang mirip.
" Bayu..." ucap pria itu.
Orang yang di sentuh oleh pria itu menolehkan wajahnya.