SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERTEMU PRESIDEN


Setelah Bayu pergi meninggalkan kediaman rumah pak Ihsan.


Aisyah membeli bingkai untuk memasukkan gambar yang di berikan pada Bayu. Dalam setiap lembar,hanya ada 1 lukisan saja,di baliknya masih kosong.


Aisyah memasukkan kertas bergambar Bayu lalu dirinya. Setelah itu memajang di dinding.


Aisyah menatap gambar lukisan Bayu yang memakai seragam lengkap militernya.


" Saya akan menunggumu...." ucap Aisyah.


---***---


China.


Berita tentang kemenangan Tim Bayu menyebar dengan cepat di tubuh Militer China,hingga presiden China bernama Hu Jintao. Mereka sangat senang sekali,negaranya menjadi pemenang dalam ajang lomba tersebut.


Di sisi Bayu.


Bayu telah sampai di rumah Xiang.Ia berjalan memasuki rumah yang pintunya di bukakan oleh pengawal sambil menarik tasnya.


" Terima kasih..." ucap Bayu kepada pengawal yang membuka pintu untuk dirinya.


Bayu melihat Xiang berdiri memakai pakaian seksi.


Xiang berjalan ke arah Bayu,setelah sampai,ia memeluk Bayu. Bayu mendekatkan bibirnya ke bibir Xiang.


Selesai berciuman,mereka melepaskan pelukannya.


" Aku dengar dari paman Tang Shin,tim sayang menang ya..."ucap Xiang.


" * Iya sayang....." ucap Bayu.


" Aku jadi senang mendengarnya.."


" Ayoo sayang...Kita makan..."


" Tadi aku sengaja memasak makanan untukmu.." ucap Xiang.


" * Kebetulan...Aku belum makan sayang..." ucap Bayu.


Bayu meninggalkan tas kopernya,lalu Xiang memegang lengan Bayu kemudian berjalan ke ruang makan.


Sesampai di ruang makan,tak ada siapapun di sana.


Bayu menarik kursi untuk Xiang,lalu Xiang duduk.


Bayu menarik kursi di seberang Xiang. Hanya terdapat 2 kursi saja di meja makan tersebut.


Bayu melihat makanan di atas meja.Ada ayam panggang dan ikan panggang kesukaannya lalu mengambil nasi dan lauk,serta sambal.


Di saat makanan masuk ke dalam mulut Bayu,dirinya merasakan asin.


" Jancok...Asin banget.."


" Ini ayamnya atau sambalnya.."


Bayu mencolek sambal lalu memasukkan dalam mulutnya.


" Ooo...Sambalnya.." ucap Bayu dalam hati.


" Bagaimana sayang...? Enakkan..." ucap Xiang melihat Bayu makan,sementara dirinya belum menyentuh makanan itu.


"* Enak sayang...Kamu pandai memasak" ucap Bayu.


Xiang mendengar Bayu memuji masakannya menjadi senang,sebab ia sengaja membuat masakan itu khusus untuk Bayu. Lalu Xiang ikut juga makan.


Di saat Xiang mencocolkan daging ayam mke sambal,lalu memakannya. Xiang membuang makanan itu ke lantai.


" Asiin..." ucap Xiang.


" * Jika mau buat lagi,garamnya cukup seper empat sendok saja sayang..Ayamnya pas,juga ikannya." ucap Bayu.


" Iya sayang...Maaf...Tadi aku memakai 2 sendok makan garam.." ucap Xiang.


Setelah selesai makan,mereka pergi ke kamar.


Bayu duduk di tepi ranjang di samping Xiang.


" Di sana itu lombanya apa saja sayang?" ucap Xiang.


" * Menembak,merakit senjata,menyelam,dan kerja sama tim sayang...Oh iya..Aku bawa oleh - oleh untukmu.." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu mengambil tas kopernya.


Setelah itu membuka tas koper,lalu mengambil pakaian dan gantungan kunci.


Bayu berjalan lalu duduk di samping Xiang.


"* Ini sayang..."


Bayu menyerahkan oleh - oleh tersebut.


Xiang menerima.


"* Maaf,aku bingung mau beli apa.."


" * Beli makanan,di sini juga banyak makanan,beli bunga..."


"*Nanti layu...Jadi ya aku belikan baju kaos bertuliskan Malaysa dan gantungan kunci aja. Biar awet..."


"* Soalnya di sini tidak ada baju seperti itu..." ucap Bayu.


" Terima kasih sayang...Ini bagus...Aku suka.." ucap Xiang.


Xiang membuka plastik pembungkus. Lalu berdiri,kemudian melepas semua pakaian atasnya,lalu memakai kaos tersebut.


" Bagaimana sayang?" ucap Xiang sambil memainkan tubuhnya.


" * Kamu jadi semakin cantik sayang..." ucap Bayu.


Xiang mencium bibir Bayu,lalu Bayu merebahkan tubuh Xiang. Mereka pun bergumul di ranjang.


Di saat Bayu akan melepas kaos Xiang.


" Jangan di lepas,aku ingin bercinta memakai kaos ini.." ucap Xiang.


Bayu menuruti ucapan kekasihnya,ia hanya melepaskan pakaian bawah Xiang,lalu melepas semua pakaiannya sendiri.


Bayu membuka lebar kaki Xiang dan bermain di lubang Xiang.


Di saat Bayu menggenjot Xiang,nampak wajah Aisyah yang ia lihat. Bayu menjadi semangat menggenjot Xiang,seolah - olah dirinya sedang bercinta dengan Aisyah.


Xiang meracau tak jelas ketika lubangnya di hajar oleh Bayu.


Mereka berganti - ganti gaya dalam bercinta. Xiang nampal kewalahan menghadapi gempuran Bayu.


Hingga akhirnya Bayu memuntahkan lahar panasnya di dalam lubang Xiang.


" Sayang....Kenapa kamu berbeda?" ucap Xiang.


" * Berbeda gimana sayang?" ucap Bayu lalu mencabut rudalnya dari dalam lubang Xiang.


" Kamu begitu semangat,aku sampai lemas..."


" Tidak sanggup lagi.." ucap Xiang.


" Gimana gak semangat,yang aku lihat Aisyah,.." ucap Bayu dalam hati.


" * Kita lama tidak bercinta,jadi aku semakin bersemangat sayang.." ucap Bayu lalu berebah di samping Xiang,kemudian memeluk Xiang.


Emmmuaaach... Bayu mencium pipi Xiang.


" *Kamu semakin cantik sayang..." ucap Bayu.


" Kamu juga semakin tampan sayang..."


Xiang membelai wajah Bayu.


" Aku beruntung mempunyai kekasih seperti dirimu.."


" Tampan,pintar dan dapat memuaskanku " ucap Xiang.


" *Sayang juga cantik,pintar dan...Lubang sayang sangat enak sekali..." ucap Bayu.


" Burung sayang juga enak,besar dan panjang.." ucap Xiang


Xiang memegang burung Bayu yang sudah lemas,lalu memainkannya.


Lama kelamaan burung Bayu menegang kembali.


Bayu menindih tubuh Xiang,ia membasahi burungnya dengan ludahnya,lalu memasukkan ke dalam lubang Xiang.


" Dia kuat sekali...Baru saja selesai,kini kembali menyetubuhiku.." ucap Xiang dalam hati.


Bayu menggerakan pinggulnya.


Xiang tak bisa menikmati permainan Bayu karena lubangnya terasa linu.


Setelah selesai bercinta,mereka tidur.


Tak terasa waktu sudah malam hari.


Nampak Bayu mebaca buku,sementara Xiang mengerjakan tugas,baik itu tugas sekolah,maupun tugas kantor dan lain lain.


Xiang melihat amplop dari sebuah Bank.Lalu mengambil dan membukanya.


Rupanya amplop itu pemberitahuan tentang tagihan kartu kredit.


Xiang melihat ke arah Bayu.


" Sayang..." ucap Xiang.


Bayu melihat ke arah Xiang.


" *Ya sayang...Ada apa?" ucap Bayu.


" Kenapa kartu kredit milik sayang ini tagihannya sedikit,apakah sayang tidak memakainya?" ucap Xiang.


" * Aku pakai,tapi jarang sayang..." ucap Bayu.


" Pakai saja buat belanja yang sayang suka..."


" Aku tidak akan marah padamu jika sayang membelanjakan duit yang aku punya..." ucap Xiang.


Bayu meletakkan buku yang ia baca,lalu menghampiri Xiang.


" * Semua kebutuhan sudah sayang berikan padaku,mobil,pakaian,jam tangan dan semua yang sayang berikan padaku itu sudah cukup,jadi aku tak perlu beli lagi." ucap Bayu.


" Apakah sayang tidak bosan memakai itu - itu terus?" ucap Xiang.


" * Tidak... "


" * Lihatlah jam tangan ini.."


Bayu memperlihatkan jam tangannya ada banyak goresan akibat gesekan.


" * Jam ini masih berfungsi meskipun sudah lecet.."


" * Aku tetap memakainya.." ucap Bayu.


" Di ganti saja sayang...Nanti orang lain lihat bagaimana?"


" Orang itu pasti menghina sayang dan juga menghina aku.." ucap Xiang.


" * Aku akan menghajar orang yang menghina sayang,bila perlu..Aku akan membunuhnya.." ucap Bayu.


" Ternyata dia tidak memanfaatkanku..." ucap Xiang dalam hati menjadi semakin cinta ke Bayu,dan tak mau melepaskannya.


" Sayang..." ucap Xiang.


" * Iya..." ucap Bayu.


" Heemm...Aku mau jujur padamu.." ucap Xiang.


" * Jujur tentang apa?" ucap Bayu.


" Sebenarnya aku..."


" Aku kewalahan menghadapimu dalam bercinta,lubangku terasa nyeri..." ucap Xiang.


" * Kenapa sayang tidak bilang padaku..?" ucap Bayu.


" Aku takut kamu marah..." ucap Xiang.


" *Aku tidak akan marah" ucap Bayu lalu memasukkan tangan di dalam baju Xiang,lalu memainkan puncak gunung Xiang. Kemudian mencium leher Xiang. Dirinya ingin bercinta lagi dengan Xiang.


" Sayang...Aku lagi ngerjakan tugas..." ucap Xiang.Sebenarnya dirinya tidak ingin bercinta,sebab lubangnya masih terasa linu.


" * Baiklah.." ucap Bayu lalu berjalan ke tempat ia duduk membaca buku.


" Jancook....Padahal aku lagi pengen,tapi dia gak mau.." ucap Bayu dalam hati kesal.


Xiang melihat Bayu berjalan.


" Sayang..."


Bayu menghentikan langkahnya,lalu memutar tubuhnya.


" Apakah sayang marah padaku?" ucap Xiang.


"* Tidak...." ucap Bayu.


Xiang berdiri dari tempat duduknya,lalu berjalan ke arah Bayu.


" Bagaimana jika sayang bercinta dengan wanita lain untuk menggantikanku selama aku tidak bisa bercinta dengan sayang.." ucap Xiang.


" Heeeh....!!! Bayu terkejut.


" Tapi sayang jangan jatuh cinta pada wanita itu...Sayang hanya menyalurkan hasrat sayang saja dan jangan sampai hamil" ucap Xiang.


"* Aku tidak mau..." ucap Bayu.


" Punyaku masih linu sayang...Kan barusan kita bercinta.."


Bayu tak menjawab.


" Sayang marah..?" ucap Xiang.


"* Tidak...Aku tidak marah..Tapi aku takut kamu cemburu melihatku bercinta dengan wanita lain." ucap Bayu.


" Aku tidak cemburu,asal wanita itu adalah pilihanku...Bagaimana..?" ucap Xiang.


" * Baiklah..." ucap Bayu.


" Sayang mau yang seperti apa?" ucap Xiang.


" Terserah sayang aja,asal wanita itu tidak tua..." ucap Bayu masih merasa kesal karena Xiang tak mau meladeninya.


Xiang berjalan ke tempat duduknya,lalu mengambil ponsel. Ia mengirim pesan ke salah satu anak buahnya untuk mencarikan wanita,dari yang muda hingga berusia 25 tahun.


Bayu menghampiri Xiang.


" * Aoakah sayang mengalami kesulitan?" ucap Bayu.


" Tidak sayang... Berkat dirimu...Aku bisa mengerjakan ini semua.." ucap Xiang.


Bayu melihat buku kamus bahasa inggris di atas meja,lalu mengambilnya. Setekah itu duduk di lantai.


" Kenapa sayang duduk di lantai?" ucap Xiang.


" * Kursi sayang muat atau tidak jika aku duduk di situ?" ucap Bayu.


" Ya tentu tidak muat sayang..." ucap Xiang.


"* Aku gak mau duduk jauh darimu..." ucap Bayu.


***


Besok paginya.


Xiang akan berangkat ke sekolah,dan setelah pulang sekolah,ia akan pergi ke kantor,jadi dirinya tak bisa berduaan dengan Bayu.


Di samping Xiang ada Bayu. Mereka berjalan menuruni anak tangga.


Begitu sampai di bawah. Ada 6 orang gadis. Mereka berbeda - beda usianya.Tubuh mereka sangat ideal.


" Sayang..." ucap Xiang.


" * Iya sayang..." ucap Bayu.


" Ini adalah gadis yang aku pesan...Selama aku tidak ada di rumah,sayang bebas bercinta dengan mereka. Sayang tinggal pilih saja." ucap Xiang.


" * Serius?" ucap Bayu.


" Iya...Aku serius sayang...Tapi sesuai ucapanku yang tadi malam." ucap Xiang.


" *Baiklah..." ucap Bayu.


Bayu dan Xiang berjalan ke teras,


Bayu mencium kening Xiang.


Xiang berjalan ke mobil setelah keningnya di cium oleh Bayu.


" Aku berangkat dulu ya sayang.." ucap Xiang.


"* Iya...Hati - hati..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke dalam rumah setelah Xiang pergi,ia menghampiri 6 gadis tersebut satu persatu.


" Heemmm..."


" Aku coba sajalah..." ucap Bayu dalam hati.


" * Kalian semua ikut aku.." ucap Bayu.


Ke enam gadis itu mengikuti Bayu.


Hingga masuk kamar. Bayu memilih kamar lain. Bukan kamar Xiang.


" * Lepas semua pakaianmu.." ucap Bayu.


Ke 6 gadis itu melepas semua pakaiannya.


Ada yang ***** hingga toge.


Hasrat Bayu muncul ketika melihat tubuh ke 6 gadis itu.


" * Bersihkan dulu lubangmu,setelah itu kembali ke sini..." ucap Bayu.


Ke 6 gadis itu menuruti ucapan Bayu.


Setelah membersihkan tubuhnya,mereka kembali berbaris.


Bayu menarik gadis barisan sebelah kanan.Lalu gadis di sebelah. Kemudian membaringkan di kasur.


Ke 4 gadis yang tak di tarik oleh Bayu hanya bisa diam saja,namun diantara gadis itu ada yang masih prawan.


***


Markas Bayu.


Setelah libur 3 hari,Bayu kembali ke markasnya.


Nampak Bayu duduk di kursi bersama rekan - rekannya.


Mayor Jendral Tang Shin datang.


Bayu bersama teman - temannya berdiri lalu memberi hormat. Setelah itu duduk setelah mayor Jendral Tang Shin duduk.


" Berita kemenangan kita telah tersebar ke mana - mana...."


" Dan di muat di koran dan telivisi..."


" Pak presiden menelponku,beliau memberi selamat pada kita,terutama untuk Jiang..."


" Pak presiden ingin menemuimu" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


"* Siap pak...Maaf,teman - teman yang lain bagaimana pak?" ucap Bayu.


" Mereka juga di undang..."


" Seminggu lagi kalian akan berangkat ke istana presiden..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


***


H - 1 sebelum Bayu berangkat bertemu dengan presiden.


Nampak Bayu menghampiri Xiang yang baru pulang dari kantor.


" * Bagaimana tadi di kantor sayang?" ucap Bayu.


" Capek....Aku pengen tidur sayang.." ucap Xiang.


Bayu segera menggendong Xiang.


" Eh....!!! Xiang terkejut dengan tindakan Bayu.


Bayu menggendong Xiang hingga ke kamar.Lalu meletakkan di kasur. Setelah itu melepas sepatunya.


" Sayang mau bercinta denganku?" ucap Xiang mengira Bayu akan menyetubuhinya seperti biasa.


" * Tidak...." ucap Bayu.


Xiang bangkit,lalu Bayu duduk di belakang Xiang,setelah itu memijat pundaknya.


" Sakit sayang...." ucap Xiang.


" * Maaf..Aku hanya ingin memijati sayang." ucap Bayu lalu memijat pelan.


" Ternyata dia masih peduli denganku, meskipun dia bercinta dengan gadis lain..." ucap Xiang dalam hati.


" Aku semakin cinta padamu sayang..." ucap Xiang.


" * Aku juga sayang...."


"* Oh iya...Besok aku berangkat " ucap Bayu.


" Menemui pak presiden ya sayang?" ucap Xiang.


" * Iya sayang..." ucap Bayu.


" Yang ini sakit sayang..." ucap Xiang sambil memegang yang sakit.


Bayu memijat yang di tunjuk oleh Xiang.


20 menit kemudian.


" * Apakah sayang masih sakit?" ucap Bayu.


Xiang menggerakkan badannya.


" Sudah tidak terlalu sakit sayang...."


" Terima kasih ya sayang...Kamu sangat peduli denganku.." ucap Xiang.


"* Iya...Kan aku kekasihmu..." ucap Bayu.


" Kakiku terasa sakit sayang..." ucap Xiang.


Bayu beralih ke kaki Xiang.


"* Oh iya...Sayang..Aku hampir lupa.."


" * setelah aku baca buku tentang wanita,kenapa sayang memberiku 3 gadis prawan?" ucap Bayu sambil memijat.


" Tidak apa...Supaya sayang suka...Apakah sayang tidak suka dengan gadis yang masih prawan?" ucap Xiang.


"* Suka sayang..." ucap Bayu.


" Bagaimana rasanya sayang?" ucap Xiang.


" * Sempit sekali sayang...Tapi enak.." ucap Bayu.


" Apakah sayang mau merasakannya lagi?" ucap Xiang.


" * Besok aku berangkat sayang..." ucap Bayu.


" Setelah sayang pulang.."


" Dari 6 gadis itu,apakah sayang ada rasa cinta?" ucap Xiang.


" * Tidak sayang...Aku hanya mencintaimu saja.." ucap Bayu.


" Sayang tidak membuangnya di dalam kan?" ucap Xiang.


" * Tidak sayang....Kan aku sudah berjanji padamu.." ucap Bayu.


" Sayang..." ucap Xiang.


" * Iya.." ucap Bayu.


" Aku ingin bercinta denganmu..." ucap Xiang.


" * Katanya sayang tadi capek..." ucap Bayu.


" Sudah enggak sayang...Sayang mau atau tidak?"


" Atau sayang sudah bosan denganku setelah bermain dengan 6 gadis itu.." ucap Xiang.


" * Tidak sayang...Aku tidak bosan denganmu..."


" * Aku hanya khawatir,sayang masih capek terus bercinta..Nanti sakit.." ucap Bayu.


" Sudah tidak sayang.." ucap Xiang.


Bayu menyerang Xiang. Xiang dengan senang hati menerima serangan Bayu.


***


Pagi hari.


Bayu memeluk Xiang,lalu mencium ke dua pipi Xiang.


Emmmuaach....


Emmmuaaach...


" * Aku pergi dulu ya sayang..." ucap Bayu.


" Iya sayang....Jika mau pulang,telpon aku.." ucap Xiang.


" * Iya sayang..." ucap Bayu lalu masuk ke dalam mobil.


Malam hari


Di Istana presiden China.


Bayu dan rombongannya berjalan bersama. Mereka di arahkan salah satu petugas.


Setelah sampai di salah satu ruangan,mereka di suruh duduk dahulu,karena pak presiden sedang dalam perjalanan.


30 menit kemudian.


Pak presiden memasuki ruangan itu bersama para bawahannya salah satunya ada Jendral yang waktu itu menyematkan tanda pangkat ke Bayu.


Bayu bersama rombongannya berdiri.


Pak Presiden duduk di kursi,lalu Bayu dan yang lainnya duduk.


" Maaf,telah lama menunggu..."


" Oh iya...Aku pribadi dan atas nama bangsa ini mengucapkan selamat."


" Kalian telah menjadi juara dalam ajang itu.."


" Aku akan memberi sesuatu kepada kalian "


Salah satu bawahan pak Presiden membagikan sebuah amplop.


" Itu untuk kalian..."


" Hemm...Yang namanya Letnan Kolonel Jiang berdiri" .


Bayu berdiri tegap ketika di suruh berdiri.


" Aku mendapat informasi bahwa kamu sanggup di dalam air selama 10 menit. Apakah informasi itu benar?" ucap pak presiden.


" * Siap...Itu benar pak.." ucap Bayu.


" Aku ingin kamu membuktikannya..." ucap pak president.


" * Siap...Aku bersedia untuk membuktikannya pak.." ucap Bayu.


" Mari ikut aku..." ucap pak president lalu berdiri dan berjalan.


Bayu mengikuti pak president.


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah kolam renang.


Bayu mengeluarkan barang elektronik dan juga dompetnya. Kemudian melompat ke kolam.


Pak presiden melihat jam tangannya ketika Bayu sudah di dalam air.


Bayu duduk jongkok di dasar kolam.


" Kenapa dia minta buktikan seh..."


" Asem...Asem.." ucap Bayu dalam hati.


Lalu bayangan Aisyah kembali muncul.


" Jancok...."


" Kenapa dia muncul..."


" Oh iya...Aku belum ada menghubunginya ya.."


" Hemmm..."


" Nanti lah...setelah ini aku akan nelpon dia..." ucap Bayu.


Tak terasa sudah 30 menit Bayu di dalam air. Bayu tak melihat jam tangannya saat masuk ke dalam air.


Bayu memikirkan tentang Aisyah. Gadis cantik yang ia sangka itu kekasihnya.


Tiba - tiba ada seseorang menceburkan diri lalu memghampiri Bayu yang sedang duduk jongkok.


Ternyata yang menghampiri Bayu adalah Jendral.


Jendral itu menyangka Bayu tewas karena sudah 30 menit di dalam air.Begitu sampai di depan Bayu. Jendral itu kaget,karena Bayu masih hidup.


Bayu di tarik keluar oleh sang Jendral.


Sesampai di permukaan.


" Jancoook...."


"* Kenapa anda menarik aku pak?"


" * Belum 10 menit aku di dalam air..." ucap Bayu.


Pak President yang melihat Bayu masih hidup kaget. Ia mengira Bayu juga sudah tewas di dalam air.


" Sudah 30 menit anda berada di dalam air.."


" Kami menyangka anda sudah tewas.." ucap sang Jendral.


"* 30 menit?"


" * Anda jangan bohong pak....Perasaan baru 5 menit pak..." ucap Bayu lalu masuk ke dalam air lagi sambil melihat jam tangannya.


Pak president dan bawahannya nampak bengong melihat ulah Bayu.


" Tarik dia..Katakan sudah cukup.." ucap pak president.


" Siap pak..." ucap sang Jendral yang masih di dalam kolam renang,lalu menyelam lagi.


Tak lama kemudian Bayu dan Jendral itu muncul.


"* Kenapa anda tarik lagi pak..Baru 2 menit pak.." ucap Bayu.


" Sudah cukup...." ucap pak presiden.


" *Kata bapak 10 menit...Bagaimana seh bapak ini...Saya baru 5 menit pak di dalam air.Tunggu 10 menit lagi pak" ucap Bayu.


" Tidak perlu...Aku percaya kamu dapat menahan nafas selama 10 menit.." ucap pak presiden.


" Wong koclok kok dadi president.."( orang bodoh kok jadi presiden.)


" Lha wong aku nyelem lagek limang menit wes di kon mentas nang kolam..Jancooook.." ( Aku menyelam baru lima menit sudah di suruh keluar dari kolam renang


"pengen tak pites endasse kok" ucap Bayu pelan sambil keluar dari kolam renang yang dalamnya 3 meter.


Sang Jendral yang di dekat Bayu mendengar ucapan Bayu ,ia heran Bayu sedang bicara apa,sebab bahasa yang di ucapkan Bayu tidak ia pahami.


" Dia bisa aku andalkan untuk menyelesaikan misi yang berat.." ucap pak president dalam hati. Sebab ia melihat profil Bayu. Nilai akademiknya sangat memuaskan,serta tahan terhadap suhu dingin.


Bayu di berikan baju ganti oleh bawahan president.


Pak presiden berjalan mendekati Bayu.


" Aku akan menempatkanmu di satuan khusus.." ucap pak presiden.


Bayu melihat ke arah pak presiden.


" Jancok...Kalau aku pindah,pasti jauh dari Xiang. Kalau menolak di sangka aku berhianat." ucap Bayu dalam hati.


" Bagaimana? Apakah anda mau?" ucap pak presiden.


" * Siap...Saya mau pak.." ucap Bayu.


" Bagus...."


Pak presiden mencopot tanda pangkat Bayu. Lalu memggantinya dengan yang baru.


" Sekarang pangkatmu Kolonel.." ucap pak president.


Bayu memberi hormat.


" Aseek...Pangkatku sekarang Kolonel...."


" Kenapa gak sekalian Jendral sekalian pak.." ucap Bayu dalam hati.


" Ini surat penugasanmu.." ucap pak presiden sambil memberikan amplop coklat.