
Malam harinya.
Agus Irawan duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan istri dan anaknya.
Ia sangat gelisah dan cemas,dan sambil berdo'a agar Bayu tak menelpon dirinya.
Lalu Agus berdiri,lalu berjalan mondar mandir.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bening saat muncul di pintu bersama istrinya.
Agus Menoleh ke asal suara.
"Wa'alaikum salam..."
Agus menghampiri Desi.
Bening mencium tangan Agus.Lalu masuk ke dalam rumah.
"Apakah kamu mengirim seseorang untuk membunuh Bayu,dan mengirim makanan ke Lisa...." ucap Agus Irawan sambil menatap istrinya.
"Heeeh.....!!!?? Ciuss tuh berita paa.." ucap Desi.Terkejut dan tak percaya.
"Iya aku Serius..." ucap Agus.
"Mama memang berencana akan membunuh mereka Ta..." ucap Desi tapi belum selesai melanjutkan ucapannya tiba - tiba.
Plaaaaaak.......Agus menampar istrinya.
Desi memegang pipinya yang nampak merah bekas tamparan Agus.Air matanya memgalir,sebab baru kali ini ia di tampar oleh Agus.
"Apa kamu tidak berpikir lebih jernih... Bayu bisa membunuhmu dan keluarga ini...
"Kamu gak ingat malam itu saat kita kerumah Lisa..
"Pengawal kita terbunuh semua,mereka mati di bunuh oleh pasukan bayangan Bayu.." ucap Agus nyaring.
"Eh...!!!??? Desi terkejut.
"Kenapa kamu berubah paa....Semenjak bertemu Bayu...." ucap Desi nyaring sambil berderai air mata.
"Karena Bayu adalah darah dagingku...
Agus merebut tas kecil milik Desi.
"Mulai sekarang... Fasilitasmu aku cabut" ucap Agus kemudian mengambil kartu ATM dan kartu kredit beserta kunci mobil,hape,dan STNK.
"Asal papa tahu...Mama tidak melakukan apa yang papa tuduhkan...." ucap Desi.
"Serius...Kamu tidak melakukannya?" ucap Agus tak percaya.
"Sumpah demi Tuhan paaaa....Aku tidak melakukannya.
"Memang aku berniat untuk mencelakai mereka.. Tapi itu tidak aku lakukan.
"Dan soal makanan itu,aku tidak ada mengirimnya...
"Jika papa benar - benar kembali ke Hana..Maka aku akan melakukannya,karena aku tak ingin papa membagi cinta ke wanita lain.....
"Dan asal papa tahu saja....Mama sangat senang ada orang yang membunuh mereka..." ucap Desi.Air mata Desi masih mengalir.
"Fasilitasmu tetap aku cabut...Kamu diam di rumah saja...Jika kamu keluar rumah...Maka aku akan menceraikanmu karena keluar rumah tanpa seizinku...Ini peringatan pertama dan terakhir...Jika kamu bertobat dan berubah..Aku akan memgembalikan lagi." ucap Agus lalu berjalan meninggalkan istrinya.Agus berbuat demikian agar istrinya tak membayar orang untuk mencelakai Bayu.
"AAAAAAAAAA........" Desi teriak lalu mengambil vas bunga di atas meja,lalu melemparkan ke lemari kaca.
Pyaaaaaar........
Desi kemudian duduk di Sofa.
"Bajingan.....Gara - gara dia...Hidupku menjadi hancur begini..." ucap Desi.
Bening muncul lalu memghampiri ibunya.
"Maa...." ucap Bening.
"Kamu mau ikut - ikutan memarahi mama?" ucap Desi.
Bening duduk di samping ibunya.
"Enggak ma....Adek tak mau memarahi mama. Adek tidak memihak pada papa dan juga mama...
"Jika mama di posisi Bayu...Apa yang mama lakukan...
Desi terdiam sambil menunduk tak melihat ke arah anaknya.
"Bayu sudah lama berpisah dengan papaa...
"Bayu juga sangat membenci papa..
"Jika mama tetap melakukan itu... Bening juga akan mati...Apa mama ingin adek mati?" ucap Bening.
Desi memeluk putrinya.
"Tidak nak...Mama gak ingin kamu mati..." ucap Desi.
***
Di kamar tidur Agus.
Setelah menyimpan kartu ATM,kartu Kredit,uang dan hape milik Desi ke dalam lemari besi.
Agus mengambil hapenya,lalu menekan nomor Bayu,kemudian menempelkan hapenya ke telinga.
Tuuuut....Tuuuuut....Tuuuut....
"Assalam mua'alaikum..." suara Bayu.
"Wa'alaikum salam...
"Nak Bayu...Ayah sudah tanya pada istriku,bahwa dia tak melakukannya,dia hanya ingin melakukannya. Dan dia bersumpah demi Tuhan..
"Soal makanan dia tak pernah mengirimnya.
"Semua fasilitasnya yang ayah berikan padanya...sudah ayah tarik agar dia tak bisa mencelakaimu.." ucap Agus.
"Baiklah...Saya memaafkan anda....Tapi..
"Bila ada keluarga Mahendra lainnya yang mencoba mengusik keluargaku... Saya tak segan - segan membunuh mereka...
"Assalam mua'alaikum..." suara Bayu.
"Wa'alaikum salam nak.."ucap Agus.
"Ayah..." suara Bayu.
Panggilan terputus.
"Eh...!!!??? Agus terkejut karena Bayu memanggil dirinya ayah.
Tak terasa air matanya keluar.
"Terima kasih nak...Kamu mau memaafkan ayah...Ayah sangat senang kamu memanggilku ayah...
----***---
Di rumah Bayu.
Nampak Bayu bersama Hinata,Hana dan Zhang.
"Jangan buru - buru kesana mbah buyut..Nanti mbah buyut capek...Kalau dekat aja ya gak masalah...Tunggu informasi dari dia." ucap Bayu.
"Baiklah...Oh iya Hana...Beri tahu pada Bayu...Kakek pulang dulu..." ucap Zhang.
"Iya kek..." ucap Hana.
"Assalam mua'alaikum.." ucap Zhang.
"Haaaaaa...." Hana dan Bayu menjatuhkan rahangnya kebawah,sebab mereka baru kali ini mendengar Zhang memgucapkan salam.
"Kok gak di jawab...Aku dah belajar ngucapin salam seperti kalian loh..." ucap Zhang.
"Wa'alaikum salam ..." ucap Bayu dan Hana.
Zhang kemudian keluar kamar Bayu tak lupa menutupnya.
"Tumben mbah buyut ngucapin salam...Ada angin apa bu?" ucap Bayu heran.
"Entahlah sayang...Ibu juga gak tahu.." ucap Hana.
"Mbah buyut cerita apa seh bu..?" ucap Bayu.
Hinata kemudian turun dari tempat tidur hendak keluar kamar.
"Nak Ayu di sini saja...Sebab kamu adalah anak ibu..." ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Hinata.lalu duduk kembali ketempat tidur.
"Leluhur kita marga Han..
"Sempat menguasai sebagian besar daratan china saat Dinasti Han berjaya mengalahkan Dinasti Qin..
"Kejayaan itu tak abadi sayang,Dinasti Han runtuh..
"Karena banyak musuh yang mengincar untuk di lenyapkan,maka Leluhur kita berganti marga Ming.. Agar tak di bunuh.
"Perlahan Leluhur kita meghimpun kekuatan kembali untuk menguasai daratan China.
"Akhirnya Dinasti Ming berjaya..
"Lalu membalas dendam...Mereka menghabisi semua musuhnya...Akan tetapi ada yang selamat..
"Nah yang selamat itu ada yang mengenali salah satu Leluhur kita dan dia heran mengapa Leluhur kita awet muda..
"Kemudian mereka mencari tahu informasi itu...
"Begitu tahu bahwa leluhur kita memounyai mata pelangi ...Mereka memburu keluarga leluhur kita dengan kerja sama diantaranya ada keluarga Qing untuk merebut kekuasaan leluhur kita.
"Akhirnya kekuasaan Leluhur kita runtuh...
"Orang yang tahu mengenai kekuatan kita,menangkap leluhur kita...Lalu mereka melakukan ritual tanpa di ketahui kekaisaran Qin.
"Mereka berhasil melakukannya,karena yang di ambil leluhur kita adalah seorang gadis masih berusia 15 tahun,dan masih perawan.
"Kemudian mereka hendak mengulanginya lagi,akan tetapi sebagian berhasil kabur,sebagian lagi di penjara.dan akan di eksekusi oleh kaisar Qing
"Orang itu melakukan negosiasi pada kaisar Qing,membebaskan 2 wanita untuk di jadikan ritual lagi,sisanya terserah mau di apakan karena sisanya hanya pria saja.
"Sang kaisar setuju,karena orang itu ikut serta dalam meruntuhkan kelaisaran Ming.
"Lalu orang itu memgadakan ritual lagi untuk saudaranya..Akan tetapi gagal,karena wanita yang di jadikan tumbal,sudah tidak perawan.
"Lalu orang itu menyelidikinya kenapa ritualnya tidak berhasil,setelah ketemu masalahnya,mereka menjadikan wanita satunya untuk di jadikan budak nafsu,agar melahirkan anak.
"Orang yang berhasil memiliki kekuatan kita,juga ikut serta menikmati leluhur kita..
"Akan tetapi,berhubung dia memgambilnya melalui ilmu hitam..Maka leluhur kita tewas..
"Orang itu menulisnya di sebuah buku,agar tidak lupa.
"Bertahun -tahun kemudian..Salah satu leluhur kita yang selamat tak sengaja menemukan sebuah buku saat mengembara,...Lalu ia kembali kerumah.
"Saat tiba di rumah kakek buyut ibu melihat mayat - mayat bergelimpangan dan sudah membusuk....Termasuk keluarganya...
"Lalu dia segera pergi menjauh...Agar tak di buru...Ia mendengar dari warga yang selamat,bahwa pasukan kaisar Qing datang.Mereka memburu orang yang marganya Ming.
"Akhirnya kakek buyut ibu mengganti marganya menjadi Ling..
"Bertahun - tahun kemudian,Kekaisaran Qing runtuh.
"Kakek buyut ibu mendengar itu merasa senang dan bahagia...
"Tetapi kebahagiaan itu sirna...
"Kelompok yang memburu keluarga kita mengetahui keberadaan kakek buyut ibu..
"Mereka kemudian berperang...
"Kakek buyut menyuruh istrinya pergi menjauh sambil membawa kakek yang masih bayi...
"Ketika kakek sudah besar,kakek punya saudara tiri,sebab ibunya menikah lagi..
"Ibunya kakek menceritakan kisah itu pada kakek seorang,sedangkan ke yang lain tidak di beri tahu...
"Kakek kembali memakai marga Han saat berada di indonesia...
"Makanya...Sayang jangan menunjukkan kekuatan sayang di muka umum,bila sayang memperlihatkan pada orang lain,maka orang itu harus mati jika tidak,keluarga kita akan di datangi oleh musuh besar kakek......
"Sayang pakai saja apa yang ibu ajarkan dan sering - seringlah berlatih..." ucap Hana.
Bayu merebahkan ke kasur.Kemudian menghela nafasnya.
"Iya bu...
"Bayu kangen hidup di desa bu...Dari pada di sini. Bayu selalu mendapat masalah..." ucap Bayu.
Hana ikut berebah di samping Bayu.
"Ibu juga inginnya seperti itu sayang...
"Tapi ini ada hikmahnya...Sayang bisa bertemu Putri lagi.. Iya kan sayang....." ucap Hana.
Hinata berebah di samping Bayu.
"Iya bu...Hanya saja...
"Bayu lebih betah tinggal di desa...Padahal Bayu itu ingin jadi petani yang sukses,terus bisa bantu warga,..." ucap Bayu.
Nampak Hinata perlahan menutup matanya karena mengantuk.
"Hem...Gimana kalau kita tinggal di desa saja sayang...Tanpa pengawalan..." ucap Hana.
"Terus keluarga kita gimana bu...?
"Dalang penyerangan ini belum terungkap...Pasti mereka akan memburu kita.." ucap Bayu.
"Iya juga seh ...
Hana memiringkan badannya ke arah Bayu.
"Kalau pelakunya sudah tertangkap....Sayang tinggal di desa saja...Nanti kelurga Malik akan ibu belikan rumah baru buat mereka.." ucap Hana.
"Hinata gimana bu...?" ucap Bayu.
"Setelah Hinata lulus...
"Ibu pikir,kerja di kantoran itu enak,tinggal duduk santai..
"Ternyata kerja di kantoran itu memeras otak sayang.." ucap Hana.
Bayu memiringkan badannya ke arah ibunya.
Mukanya saling bertatapan.
"Mbah buyut punya bisnis apa seh bu...? Kok duitnya banyak gitu?" ucap Bayu heran dan penasaran.
"Bisnisnya itu banyak sayang...
"Waktu leluhur kita berkuasa di China,mereka menyimpan emas di tempat rahasia,hanya keluarga Leluhur kita saja yang tahu.
"Kakek mengambil emas itu untuk modal bisnis,sebagian ada yang ketahuan oleh orang luar tanpa sengaja,karena saat itu perang dunia ke 2...
"Bisnis kakek itu ada tambang batu bara,bisnis alat berat,terus spare partnya,tambang Nikel,Penyewaan alat berat,Hotel, Perkapalan,perkebunan sawit,Rokok,..
"Apa lagi ya..Pabrik baja,pabrik Semen, Memasok bahan pembuatan senjata, kendaraan tempur di PT. PINDAD,terus telemunikasi" ucap Hana.
"Banyak juga ya bu..." ucap Bayu mulai mengantuk,lalu menelentangkan lagi badanya.
Kemudian memejamkan mata.
Tangan Hana di letakkan di dada Bayu.
"Banyak sayang...Dulu kakek juga turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini...." ucap Hana.Ia pun mulai mengantuk.
Hana ingin keluar kamar Bayu tapi terasa berat,sehingga ia memutuskan tidur bersama Bayu.
10 menit sebelum waktu shalat Ashar .
Tok...Tok...Tok... Suara pintu kamar Bayu di ketuk.
"Pak Kyai....Shalat bareng apa enggak" suara Lukman.
Bayu membuka matanya begitu pula dengan Hana.
Bayu melihat ibunya dan juga Hinata memeluk dirinya.
"Iya Man..." ucap Bayu.
Hana kemudian bangun.
Bayu menyingkirkan tangan Hinata.Lalu melihat wajah Hinata.
"Kalau dia tidur,mukanya imut dan cantik,tapi kalau marah...Ampun dah...Genderuwo aja kalah seram mukanya...
"Ngomong - ngomong soal genderuwo...Kok aku jadi kangen sama pocong dan mbak Kunti.." ucap Bayu dalam hati
"Yank...Bangun.." ucap Bayu sambil menggoyangkan bahu Hinata.
Hana berjalan keluar kamar tak lupa menutup pintu.
Hinata membuka matanya.
"Shalat yank...Dah Ashar..." ucap Bayu.
"Iya sayang...
Hinata bangun,begitu pula Bayu.
"Oh iya...Apakah Bayu pernah berhubungan badan dengan ibu?" ucap Hinata.
"Heeeeeh....!!!???"
Bayu memegang kening Hinata.
"Bangun tidur kok pertanyaanya begitu seh yank..." ucap Bayu.
"Sebab..Aku lihat,ibu masih nampak muda..Lalu tak menikah lagi.." ucap Hinata.
"Dalam agama islam,itu di larang sayang kecuali,bila Ibu dan anak terpisah dari bayi,lalu mereka bertemu kemudian mereka menikah,ya gak masalah karena sama - sama tidak tahu.Jika salah satu tahu ya tidak boleh.Emangnya di jepang ada yang begitu ya sayang?" ucap Bayu.
"Ada sayang..." ucap Hinata.
"Jangkreek....Incest donk....
"Ayoo kita shalat...Bangun tidur kok malah nanyanya begitu.." ucap Bayu lalu berdiri,di susul Hinata.
"Kan aku tidak tahu yank makanya bertanya..." ucap Hinata.
"Iya...Nanti kuajari sayang ilmu agama yang lainnya." ucap Bayu.
Setelah itu mereka shalat berjamaah.
Mei Lien ikut serta dalam shalat itu. Ia memakai mukena milik Hana,karena tingginya sama.
Bayu bertindak sebagai imam.
Lalu mereka pun shalat berjamaah.
Selesai shalat berjamaah,Bayu mengajari Mei Lien,Sulis dan Hinata tentang hukum Fiqih.
Mereka diam menyimak penjelasan Bayu.
Mei Lien memgangkat tangannya,karena tidak paham. Lalu menanyakan perihal yang tak di pahami.
Bayu menjelaskan apa yang selama ini ia pelajari di pondok pesantren serta dari buku yang ia baca. Serta memberi tahu cara berwudhu pada Mei Lien.
Selama 1 jam 40 menit Bayu memberikan pelajaran ke mereka.
"Cukup sekian dulu...Nanti malam kita lanjut mengaji,sekarang aku mau makan...Siapa yang mau ikut?...
Mereka menunjuk tangan ke atas.
"Ayoo...Kita makan bareng.." ucap Bayu.
Kemudian mereka masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.
Bayu melepas Baju kokonya,dan sarungnya,ia hanya memakai kaos dan celana pendek,lalu keluar kamar menuju ruang makan.
"Setelah sampai di sana,ia melihat Mei Lien sudah ada duduk di kursi meja makan,tak memakai jilbab seperti biasanya.Lalu Bayu duduk di kursi. Tak lama kemudian datang Sulis dan Hinata.
Setelah mereka duduk,mereka pun makan bersama.Hinata mengambilkan nasi,sedangkan Mei Lien mengambil sayur dan lauk.Sulis menuangkan air putih.
"Seperti raja saja aku ini,di layani para wanita..Tapi kenapa Sulis ikut juga ya.." ucap Bayu dalam hati heran.
"Lis...Maaf sebelumnya,bukannya aku gak mau kamu melayaniku..Aku senang saja kamu melakukan itu.Tapi kenapa kamu melakukan hal itu padaku?"ucap Bayu.
"Karena aku ingin belajar cara melayani suami mas...Kan gak lama lagi aku jadi istri bang Ahmad.." ucap Sulis.
"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
"Syukur deh kalau begitu,jika dia ingin menjadi istriku juga,bisa kacau..." ucap Bayu dalam hati.
"Besok pagi aku akan ke Lampung menemui Putri.." ucap Bayu.
"Aku boleh ikut gak sayang..." ucap Mei Lien.
"Boleh...Tapi nanti tunggu di mobil dulu setelah aku selesai bicara pada Putri. Baru masuk ke dalam rumah." ucap Bayu.
"Aku ikut dong mas...
"Aku pengen lihat..Putri itu gimana seh orangnya,yangbtelah merebut hati mas..." ucap Sulis.
"
Kemudian mereka makan.
"Aku harus menemukan pelakunya,jika bukan istri Agus yang melakukannya..
"Tapi gimana caranya...
Bayu makan sambil memikirkan cara untuk menangkap pelaku utama yang mneyerang dirinya dan juga meneror keluarga bu Intan.
Sementara teman - teman Bayu belajar mengendarai mobil,mereka di ajari oleh pengawal mengitari komplek perumahan Golden Hills memakai mobil rental yang murahan,agar jika menabrak tak menimbulkan kerugian yang besar.
Tiba - tiba muncul sebuah ide di kepala Bayu.
"Ahaaa...Aku tahu...Aku akan memancing mereka keluar untuk mencelakaiku...Lalu aku tangkap hidup - hidup kemudian aku siksa dia..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah selesai makan,para wanita mengangkat gelas dan piring ke dapur,lalu mencucinya.
"Tumben Mei Lien ikut bantu angkutin piring.." ucap Bayu dalam hati melihat Mei Lein membawa piring kotor ke dapur.
Bayu berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah Gazebo. Hinata melihat Bayu meninggalkan ruang makan.
Setelah sampai di Gazebo,Bayu mengambil senjata Kunai lalu melempar kuat - kuat ke arah papan target sejauh 40 meter.
Wuuuut....Sebilah Kunai melesat ke arah papan target.
Jleb....Kunai menancap tapi tak mengenai tengah sasaran.
"Ooo...Ini Kunai berat ya...Jadi harus pakai perhitungan.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mengulangi lagi sambil memperhitungkan lemparannya.
wuuut......
Jleb....Kunai menancap tepat sasaran.
Hinata dan Mei Lien menghampiri Bayu.
"Yess...Berhasil....
Bayu menoleh ke arah calon Hinata dan Mei Lien.
"Setelah sayang nikah,sayang mau gak berlatih menembak..?" ucap Mei Lien.Ia tak sungkan lagi memanggil Bayu dengan panggilan sayang.
"Mau sayang...
"Oh iya...Nama sayang tetap Mei Lien Han atau di ganti yank...?" ucap Bayu.
"Menurut sayang,bagusnya gimana? diganti atau enggak " ucap Mei Lien.