
Nampak di langit cuaca kurang bersahabat,yakni mendung.
Rombongan mobil bewarna hitam tiba di rumah Ki Kartolo. Mereka di sambut hujan gerimis.
Para pengawal keluar dari mobil lalu mengamankan area sekeliling. Setelah itu Bayu dan yang lainnya keluar dari mobil lalu berjalan ke rumah Ki Kartolo.
Kakek Naruto melihat rumah ki Kartolo lalu melihat ke arah lainnya.
" Jadi begini rumah di desa itu.." ucap kakek Naruto dalam hati.
Bejo yang duduk di teras melihat ke datangan Bayu segera memanggil ayah tirinya.
Kemudian muncul Ki Kartolo.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Ki Kartolo dan Bejo.
" Tak pikir ora sido rene lee.." ucap Ki Kartolo.
( ku pikir tidak jadi ke sini nak)
Bayu bersalaman ke ki Kartolo,tak lupa cium tangan.
" Ya jadi lah pakde.." ucap Bayu lalu bersalaman ke Bejo.
" Ayo melebu lee.." ucap ki Kartolo.
Bayu dan yang lainnya masuk ke dalam.
" Bayu - chan...Mengapa rumah guru tidak ada penjaganya?" ucap kakek Naruto.
" # Guru tidak butuh penjaga kakek...Beliau adalah orang hebat.." ucap Bayu.
Nadya muncul bersama ibunya membawa minuman dan jajanan khas desa. Kemudian meletakkan di meja.
" Mbahmu ngomong opo lee?" ucap ki Kartolo.
" Kenapa pakde istrinya cuman 1" ucap Bayu.
" Diampuuut.... Siji wae ora entek kok..."
" Monggo di sambi..."ucap ki Kartolo.( Satu aja tidak habis kok).
" Guyon pakde...Tadi itu mbah Naruto tanglet(tanya),kenopo pakde mboten gadah pengawal.." (kenapa pakde tidak punya pengawal)
" Terus Bayu jawab,pakde orang sakti...Mboten butuhke pengawal.." ucap Bayu.
Melisa mengambil kue Nogosari,lalu memakannya.
Kakek Naruto juga ikut mengambil bersama istrinya.
" Oalah...Ngono to.." ucap Ki Kartolo.
" Ayo pakde...Kita berangkat..." ucap Bayu.
" Ojo sek....Sediluk engkas udan deres..." ucap ki Kartolo.( jangan dulu...Sebentar lagi hujan lebat).
Tak sampai 5 menit hujan turun sangat lebat. Pengawal yang berada di luar rumah masuk ke dalam.
" Jiangkreeek.....Udan deres tenanan..." ucap Bayu.
JEEDDDEEEERRRRR......( suara petir.
" Yen awakmu iso mindahin hujan... Yo kita budal.." ucap Ki Kartolo.
" Bayu gak bisa pakde..." ucap Bayu.
" Numpak pesawat,sepur opo mobil Bay?" ucap Ki Kartolo.
" Mobil aja pakde...Bayu pengen lihat suasana desa.." ucap Bayu.
" Suwi loh yen numpak mobil" ucap Ki Kartolo.
" Iyo seh..." ucap Bayu.
" Pakde ya gakpapa...Tapi nesakke mbahmu kuwi..." ucap Ki Kartolo.
" Hemm....Kalau pesawat,Bayu pesan tiket dulu pakde...Terus sampai di sana naik bis.." ucap Bayu.
" Telpon mbah buyutmu...Yen ape numpak pesawat.." ucap Ki Kartolo.
Bayu mengambil hapenya,lalu menghubungi kakek buyutnya.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....
" Assalam mu'alaikum..." suara kakek Zhang.
" Wa'alaikum salam warahmatullah...Mbah..." ucap Bayu.
" Iya..." suara kakek Zhang.
" Maaf Bayu mengganggu...Ini kita sudah sampai di Jogja..."
" Terus rencananya mau ke pondok pesantren di Jawa timur..."
" Bayu mau naik pesawat,tapi bingung...Nanti sampai di sana kita naik bis...Kasian mbah Fumeko dan mbah Naruto mbah..." ucap Bayu.
" Nanti kakek hubungi lagi...tunggu 20 menit ya Bay..." suara kakek Zhang.
" Siap mbah....Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara kakek Zhang.
Bayu mematikan panggilannya lalu mengantongi hapenya.
" Piye lee...?" ucap Ki Kartolo.
" Tunggu 20 menit pakde..." ucap Bayu.
" Oh iyo... Mbahmu meninggal goro - goro opo lee?" ucap ki Kartolo.
" Gak kenapa - kenapa pakde.."
" Mbak Kiyoshi sehat seperti biasanya... Terus pas shalat jum'at di rakaat pertama mau ke rakaat ke dua,mbah Kiyoshi gak bangun dari sujudnya.." ucap Bayu.
" Ooo...Ngono..."
"Jenenge wes takder lee..." ucap Ki Kartolo.
JEEEDDDEERRRRRRR.......( suara petir)
Di luar hujan semakin lebat.
20 menit kemudian.
Hape Bayu berdering nada panggil.
Bayu mengecek hapenya.
" Assalam mu'alaikum mbah.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..."
" Bayu..." suara kakek Zhang.
" Iya mbah.." ucap Bayu.
" Mau naik pesawat atau kereta api?"
" Jika kereta api,maka akan dekat dengan pondok pesantrennya pak Mustafa..."
" Sekalian nanti kalian singgah ke makam kakekmu.." suara Zhang.
" Kakekku? Siapa mbah ?" ucap Bayu.
" Ayah kandung dari ibumu Bayu..."
" Nanti kakek beri tahu alamatnya lewat sms"
" Jika naik pesawat juga bisa...Tapi agak jauh....Kakek akan kirim mobil sewaan ke sana.."
" Jadwal penerbangan ke Juanda adanya sore dan malam hari untuk hari ini..Besok ada pernerbangan pagi..."
" Di sini sedang hujan lebat mbah..." ucap Bayu.
" Heemmm...Coba berikan hapemu ke pakdemu...Kakek mau bicara.." suara kakek Zhang.
" Iya mbah..."
" Pakde...Mbah buyutku bade ngomong kaleh pakde... " ucap Bayu sambil memberikan hapenya ke ki Kartolo.
Ki Kartolo menerima hape Bayu.
" Ono opo..?" ucap ki Kartolo.
" Sampeyan bisa hentikan hujan?" suara kakek Zhang.
" Jancook...Mana iso aku...Woo..semprul.." ucap ki Kartolo.
" Katanya serba bisa..." suara kakek Zhang.
" Diamput...Gelut yook..." ucap ki Kartolo.
" Emmmoh.... Ya sudah kalau gitu... Berikan pilihanmu..Naik kereta api atau naik pesawat" suara kakek Zhang.
" Sepur wae...Yen pesawat aku ora iso rokok an.." ucap ki Kartolo.
" Ya memang gak bisa merokok...Ya sudah kalau gitu...Nanti kalian naik kereta api...Beri tahu aku jika kalian berangkat.." suara kakek Zhang.
" Iyoo..." ucap ki Kartolo.
Panggilan terputus. Ki Kartolo mengembalikan hp ke Bayu. Bayu melihat panggilan sudah terputus.
" Tadi mbah buyutku bilang apa pakde?" ucap Bayu.
" Numpak sepur lee...Yen ape mangkat..Di kon ngebel.." ucap Ki Kartolo.( Naik kereta api nak..Jika mau berangkat..Di suruh nelpon)
" Pakde....Yen nitih sepur niku rodo suwi... Yen pesawat tekone gelis..Mung sejam.." ucap Bayu. ( Jika naik kereta api agak lama...Jika pesawat datangnya cepat..Hanya 1 jam).
" Mosok....Engko suwi..." ucap ki Kartolo.
" Mboten pakde....Kecuali pakde arep nang Jepang.." ucap Bayu.
" Yo wes nak ngono...Numpak pesawat wae..." ucap Ki Kartolo.
Bayu menoleh ke istrinya,nampak Ayu mengobrol dengan nenek Fumeko.
"# Di sini ada Air terjunnya nek...Tempatnya indah sekali..." ucap Ayu.
" Benarkah..." ucap nenek Fumeko.
"# Iya...Tapi masih hujan..." ucap Ayu.
" Nenek ingin lihat ke sana..." ucap nenek Fumeko.
" Pakde...Besok pagi aja kita pergi naik pesawat....Gimana?" ucap Bayu.
" Sak karepmu lee....Nanging sak durunge iku, kowe ngebel Mustafa...Yen mangkat sesok.." ucap Ki Kartolo.( terserah dirimu nak...Tapi sebelumnya itu,kamu nelpon Mustafa... Jika berangkat besok).
" Injih pakde..."ucap Bayu.
" Ojo lali mbah buyutmu.." ucap ki Kartolo.
Bayu kemudian menelpon pak KH. Mustafa untuk memberi tahu bila dirinya besok pagi berangkat memakai pesawat,kemudian menelpon kakek buyutnya.
Selesai menelpon,Bayu melihat jam di hapenya sudah masuk waktu Dzuhur.
" Ayo kita shalat dulu..."
" # Nenek...Kakek... Sudah masuk waktu shalat Dzuhur...Kita shalat dulu.." ucap Bayu.
Mereka kemudian berdiri lalu berjalan ke belakang untuk wudhu. Selesai wudhu,mereka shalat Dzuhur berjamaah.
Selesai shalat berjamaah dan berdo'a,Bayu membalikkan badan.
"# Besok pagi kita berangkat naik pesawat,jika nenek dan kakek ingin melihat air terjun silahkan...Tapi nunggu hujan reda.." ucap Bayu.
2 Jam kemudian.
Hujan berhenti turun dari langit.
Terdengar suara kodok terdengar saling bersahutan.
20 menit kemudian
Bayu dan keluarganya pergi ke tempat wisata air terjun.
Setelah mereka sampai,mereka pun menikmatinya. Bayu menawarkan kue tradisional khas jawa kepada kakek dan neneknya.
" Ini apa Bayu - chan?" ucap nenek Fumeko memegang makanan Cenil.
" # Itu namanya Cenil nek...Yang ini Klepon...
Yang ini Gethuk,yang ini onde - onde,terus ini...Kue lapis" ucap Bayu.
Mereka pun mencoba makanan tersebut.
Nampak kakek Naruto melirik ke arah penjual pecel.
" Itu apa yang di jual?" ucap kakek Naruto.
" # Itu pecel kakek...Bumbunya dari kacang tanah,terus di tabur sayuran yang sudah di rebus...Ada 2 rasa,pedas dan tidak pedas..Kakek mau coba?" ucap Bayu.
" Iya..Kakek mau..Tapi jangan pedas." ucap kakek Naruto.
Bayu membelikan pecel ke kakek dan neneknya,setelah itu mereka pun mencobanya.
" Enak... Di Jepang tidak ada makanan yang seperti ini..." ucap kakek Naruto.
" # Ayah dan paman juga menyukainya kakek...Sampai mereka pesan lagi.." ucap Bayu.
" Kenapa kerupuk ini tidak ada minyaknya?" ucap nenek Fumeko melihat kerupuk yang di goreng pakai pasir.
" # Itu di goreng memakai pasir sungai nek...Pasirnya tidak halus,melainkan kasar...#
"# Lalu tempat penggorengannya terbuat dari tanah liat.." ucap Bayu.
" Sungguh makanan yang sehat...Tidak ada minyak goreng...Hanya saja kacang ini yang tidak sehat jika terlalu banyak.." ucap nenek Fumeko.
" Jika sudah lanjut usia,ya memang rada takut makan makanan yang memgandung kolesterol.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melihat sekeliling,memastika Kumala Sari tidak ada.
Tiba - tiba Kumala Sari muncul di samping Bayu.
" Suamiku..." ucap Kumala Sari.
Bayu menoleh ke samping.
" Diampuut...Tahu aja kalau aku mencari dia...Waasssuu.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu diam tak menjawab.
Kumala Sari memegang tangan Bayu,lalu menariknya.
" Jiangkrek...." ucap Bayu dalam hati.
" Kenapa mas...?" ucap Putri melihat tangan Bayu terangkat.
" Di tarik sama Kumala Sari dek..." ucap Bayu.
" Hajar saja kalau macam - macam sayang..." ucap Diana.
" Kenapa mbak narik tanganku..." ucap Bayu.
Kumala Sari diam tak menjawab,ia terus menarik tangan Bayu untuk menjauhi dari keluarganya,setelah agak menjauh,Kumala Sari berhenti. Ia mengambil cincin yang ada di jari Bayu dengan kekuatannya,lalu menunjukkan ke Bayu.
" Eh...!!!?? Bayu terkejut saat Kumala Sari menunjukkan cincin Merah Delima.
Bayu memeriksa jarinya.Namun tak menemukan cincin yang biasa melingkar di jarinya.
" Diampuut...Dia ambil cincinnya kembali.." ucap Bayu dalam hati.