
Tak terasa ku mengajari kakek buyutku sudah masuk waktu Isya' karena ku lihat di jam dinding
" Mbah...Sudah masuk isya' ..Kita sudahan dulu.." ucapku.
30 menit kemudian.
Shalat isya' selesai. Ku belum beranjak dari tempat shalat ,Di belakangku ada pak Ihsan bersama istrinya dan juga Aisyah sedangkan sisanya entah kemana.
" Nak Bayu,Saye mau bertanya..ape sebenarnya terjadi.." ucap pak Ihsan.
" Maksud bapak apa? " ucapku belum paham pertanyaan ayahnya Aisyah.
" Begini..."
" Masa tu.. Aisyah pernah ke Indonesia,tapi tak kemari,melainkan pergi ke suatu tempat yang sangat jauh dari keramaian.." ucap pak Ihsan.
Ku mendengar ucapan pak Ihsan jadi paham,aku pikir beliau bertanya masalah Aisyah di bawa ke China.
"Oooo...Itu... Apakah Ibuku atau keluarga saya ada cerita mengenai Putri istri saya pertama" ucapku.
" Tak ada kisah, hanya Aisyah kata bahwa anda punya 3 istri tapi yang satunya telah meninggal." ucap pak Ihsan.
"Nah...Itu dia pak masalahnya.."
" Istri saya yang pertama yang bernama Putri meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, Putri berniat pergi ke kuburan ayahnya yang ada di Lampung Sumatra."
" Ada sebuah mobil truk menyenggol mobil yang di tumpangi Putri ...Truk itu kabur.."
" Para penjaga yang mengantar mengejar si penabrak itu,saat itu hujan deras,tapi ada truk di belakang truck,truck itu menghalangi penjaga mengejar pelaku.."
" Nyawa Putri tak bisa di selamatkan.."
" Saat kejadian saya lupa ingatan,dan tidak ada di sini.."
" Ku berpikir bahwa yang menyenggol mobil Putri telah sengaja,jika tidak.."
" Maka pelaku tidak mungkin menyenggol,sebab jalan di arah berlawanan tak ada mobil"
" Maka dari itu ibu saya dan istri saya pindah dari rumah ini..."
" Agar kejadian itu tak terulang kembali. Pelakunya sampai saat ini belum tertangkap." ucapku.
" Ooo...Begitu..." ucap pak Ihsan.
" Saya ke kamar dulu ya pak.." ucapku lalu beranjak dari ruang shalat.
Ku buka kamar Ayu,nampak tak ada penghuninya. Endi bojo,terus ku berpikir mungkin ada di kamar Diana.
Lalu ku berjalan ke kamar Diana yang dulu di tempati sebelum ku pergi le china.
Ceklek...Kriiieeet...
Nampak Sulis berbicara kepada Diana,lalu mereka terdiam dan melihat ke arahku.
" Sudah makan apa belum Mi...?" ucapku.
" Sudah bi..." ucap Diana.
" Ya sudah, aku makan dulu ya.." ucapku lalu menutup pintu kembali.
Sambil berjalan,ku lihat sekeliling,dimana empat semprul ini. Kok gak ada kelihatan,apa mereka pindah rumah.
Ku lihat ibuku menaiki tangga.
" Sayang...Ibu mau bicara sebentar padamu.." ucap ibuku.
" Di mana bu? " ucapku.
" Di kamar ibu..." ucap ibuku.
Aku pun mengikuti ibuku.
Sesampai di dalam kamar ibuku.
" Tadi itu apakah orang tua Aisyah ada bertanya tentang musuh kita..? ucap ibuku.
"Enggak bu...Hanya tanya masalah rumah saja,mengapa saat Aisyah bertemu dengan ibu ada di desa,dan mereka penasaran kenapa tidak tinggal di sini.." ucapku.
"Sayang jawab apa" ucap ibuku.
"Ya Bayu jawab jika Putri meninggal karena sengaja di tabrak,lalu pelakunya belum tetangkap,untuk menghindari hal yang sama. Maka tinggal di desa.."
" Oh iya bu...Kemana empat teman Bayu bu..Kok mereka gak ada kelihatan.
" Mereka ada acara di kampus. Hemmmm...."
" Sayang tadi mau makan?" ucap ibuku.
" Kok ibu tahu kalau Bayu mau makan? " ucapku.
Ibuku memencet hidungku sambil berkata" Aku kan ibumu, ibu tahu apa yang kamu lakukan.." Lalu melepaskan jarinya di hidungku.
" Tapi kenapa ibu tak datang saat Bayu kesepian bu..?" ucapku.
" Kalau ibu tahu sayang ada di mana,pasti ibu datangi.."
" Kan sayang jauh terus itu...Ibu belum menemukanmu sayang." ucap ibuku.
" Kapan Bayu nikahnya bu..?" ucapku.
" Seharusnya hari ini,berhubung kamu lagi ada ke sibukan ya ibu undur hari rabu."
" Bagaimana?" ucap ibuku.
" Terserah ibu saja.." ucapku.
" Oh iya..Mobil yang sayang pakai taruh saja di sini,sayang beli mobil biasa saja."
" Dan kalau mau sedekah,sebaiknya di luar desa pakai sepeda motor. Agar kita tak di pandang keluarga kaya raya..."
" Ibu ingin cucu ibu setelah besar tak manja,akan kemewahan..."ucap ibuku.
" Iya bu..." ucapku.
" Bukannya ibu ingin mengatur sayang dalam hal berumah tangga atau pun sedekah."
" Sayang boleh memanjakan Imam dan Bintang"
" Tapi jangan keseringan,agar dia bisa hidup sederhana seperti kita dulu.."
" Dan masukkan ke pondok pesantren" ucap ibuku.
" Iya ibuku sayang.." ucapku lalu aku memeluk ibuku.
" Pinterrr..." ucap ibuku.
" Bu..."
" Aku khawatir Xiang akan kemari bu,dan menemukan kita.." ucap Bayu.
" Kalau sayang tinggal di Jakarta.."
" Cepat atau lambat mereka akan mengetahuinya.."
Ke lepaskan pelukanku.
" Maka dari itulah kita jangan tinggal di Jakarta."
" Apa sayang masih mencintai Xiang?" ucap ibuku.
" Masih bu...Dia kan istri Bayu,meskipun pernikahan Bayu tidak sah dalam agama. " ucapku.
" Lupakan dia.." ucap ibuku.
" Iya bu..Bayu makan dulu ya" ucaku menurut saja,sebab dalam prinsipku. Ibuku yang ke dua dalam hal aku patuhi akan perintahnya,yang pertama tentu saja Allah lalu Ibuku.
Tiba - tiba muncul Laura di sampingku,hantu gadis cantik yang ku temui di rumah sakit.
" Iya" ucap ibuku.
" Bang...Bang Bayu kemana saja.."
" kok baru muncul.." ucap Laura.
" Aku ada perlu Laura" ucapku lalu berjalan keluar menuju dapur.
Laura mengikutiku.
" Keperluan apa bang..?" ucap Laura.
" Keperluan keluarga..." ucapku.
Setelah sampai di meja makan. Tak ada makanan di meja.
" Jiangkreeek...Wasssuuu...Dah habis..." ucapku dalam hati.
Ku putuskan untuk membuat sendiri,aku cek magic com masih ada nasi. Muncul ide untuk masak nasi goreng saja.
Di saat aku mengaduk nasi di wajan yang sudah tercampur bumbu, ku lihat Aisyah menghampiriku.
" Ya habib albi.."
" Sepertinya istri habib albi tak menyukaiku.." ucap Aisyah.
Ku menoleh ke Aisyah.
" Itu hanya perasaanmu saja ya amar.Jika sudah lama kenal,pasti tahu sifatnya seperti apa." ucapku sambil mengaduk nasi.
" Kenape jika bersama Sulis mereka akrab?"ucap Aisyah.
Ku angkat wajan lalu ku tuangkan nasi goreng ke piring.
" Sulis itu sudah lama di kenal sama mereka,sebelum saya menikah dengan Ayu dan Diana.."
" Sulis sempat tinggal di sini.." ucapku.
" Tinggal di sini? Apakah kamu... " ucap Aisyah ku potong ucapannya.
" Aku tak melakukan apa yang kamu pikirkan,selama Sulis tinggal di sini ya biasa saja bersama 4 kawanku yang pernah ke Bali waktu itu.."
" Sudah makan apa belum?"ucapku.
"Sudah..." ucap Aisyah.
Ku berjalan ke meja makan sambil membawa piring dan teh Kotak. Aisyah mengikutiku.
Saat aku duduk di kursi,dia pun juga duduk di kursi sebelahku.
" Bagaimana dengan Xiang?" ucap Aisyah.
" Bismillah,Allhumma bariklana fima razak tana waqina adzabannar..."
" Setelah kita nikah,kita tinggal di desa..." ucapku lalu makan.
" Kenapa tak tinggal di sini je ? " ucap Aisyah.
" Apakah keluargaku ada memberitahukanmu, kenapa saya bisa pulang ke indonesia?" ucapku tapi tak menatap ke Aisyah.
" Tak..Mereka tak ada kisah.." ucap Aisyah.
" Nanti aku ceritakan,sekarang aku makan dulu ya..keburu dingin gak enak ku makan.." ucapku.
Meskipun tanganku tak bisa membedakan mana panas dan dingin,lidahku masih merasakannya. Jika panas,di lidah terasa hangat.
Setelab selesai,ku habiskan semua nasi goreng yang kubuat. Lalu meminum teh Kotak.
Heeekk.....
" Alhamdulillah..."
ku menoleh ke Aisyah.
" Kita bicara di Balkon lantai 2" ucapku lalu berjalan ke dapur sambil membawa piring kotor dan bungkus teh Kotak.
Di saat ku berjalan menaiki tangga bersama Aisyah .
" Kaaaaak...." suara Melisa.
Ku menoleh ke arah suara.Nampak Melisa berjalan ke arahku. Memakai rok selutut,baju kaos tapi yang longgar.
" Ada apa cantik..?" ucapku.
Melisa melihat ke arah Aisyah.
" Dia kok ada di sini kak? " ucap Melisa.
" Ngobrolnya di atas ya Mel..." ucapku.
Akhirnya aku bawa aja mereka ke studio musik.
Setelah sampai,kami pun duduk.
" Nah..Ada apa Mel?" ucapku.
" Hemm... Mel dengar,kak Bayu mau nikah ya.." ucap Melisa.
" Iya Mel...Kakak mau nikah" ucapku.
" Kak...." ucap Melisa sambil memainkan jari tangannya,aku tahu dia sedang ingin mengatakan sesuatu,tapi tak berani.
" Ada apa Mel? Ngomong saja...Gak usah takut.? Ucapku.
" Tapi dia keluar dulu kak.."
Aku melihat ke Aisyah.
Aisyah paham,lalu berdiri.
" Tunggu saja di depan.."ucapku.
" Iye.." ucap Aisyah.
Setelah Aisyah keluar.
Melisa berpindah duduk di sampingku.
" Kaak..." ucap Melisa.
Ku usap rambut Melisa.
" Ada apa...Ngomong aja.." ucapku.
" Mel sudah putusin pacar Mel.." ucap Melisa.
" Teruuss.." ucapku.
" Dia selingkuh ,tapi dia masih mengejar Mel kak.." ucap Melisa.
" Ya gak usah di ladenin.." ucapku.
" Kak..."
" Aku...."
" Aku.."ucap Melisa.
" Aku apa Mel...Ngomong aja." ucapku.
" Aku hamil kak..."ucap Melisa.
" APAAAAA.....!!!!"ucapku terkejut.
Darahku mendidih ketika Melisa mengatakan utu,bagaiamana tidak. Dia telah ku anggap sebagai adik kandungku,tega - teganya ada yang menghamili Melisa. Aku akan membuat perhitungan ke pria itu.
" Siapa yang menghamilimu Mel.."
Melisa terdiam sambil memainkan tangannya.
" Cepat katakan.."
" Biar kakak hajar cowok brengsek itu..." ucapku emosi.
" Kakak jangan marah ya.." ucap Melisa.
" Kenapa bisa begitu?" ucapku heran,kok bisa - bisanya aku gak boleh marah. Padahal sudah jelas dia hamil.
" Kakak gak marah...Cepat katakan Mel,siapa yang telah menghamilimu.." ucapku lembut.
" Kak Bayu..." ucap Melisa.
Bagaikan ada petir tiba -tiba muncul yang suara menggelegar. Jantungku hampir copot ketika Melisa mengatakan hal itu padaku.
Aku yang sudah menahan emosiku hendak menghajar cowok yang telah menghamili Adikku,tapi nyatanya cowok itu adalah aku.
" A...A...Aku Mel?" ucapku sambil menunjuk diriku.
"Iya kak...Setelah kakak menyetubuhi Mel.."
" Mel telat datang bulan kak,hingga sekarang.."ucap Melisa.
" Matii aku..." ucapku dalam hati.
Aku ingat saat aku menyetubuhi Melisa,aku menyemprotkan cairan kental ke dalam lobangnya atas permintaan Melisa sendiri,dan itu tak hanya sekali. Semalaman,ku semprotkan cairan kental di lubang Melisa.
" Sial....Kenapa waktu itu aku mau saja menuruti ucapan Melisa." ucapku dalam hati.
Melisa membuka kaosnya.
" Lihatlah kak.." ucap Melisa.
Ku melihat perut Melisa. Nampak sedikit membesar dari biasanya.
" Ya Allah...Apa yang harus aku katakan sama Ayu dan Diana.." ucapku dalam hati.