
"Buat apa tepung sama minyak goreng bay?" ucap Alvin bingung.
"Buat KFC,...Tanganmu sepertinya bisa di buat KFC kang..." ucap Bayu...
"Anjeeeenng" ucap Alvin.
"Guyoon...Kang.." ucap Bayu.
Bayu membaca sesuatu,setelah itu meniup jari Alvin yang patah.
"Semoga tanganmu normal kembali.." ucap Bayu lalu melepaskan tangan Alvin.
"Emang kamu bisa sembuhin jariku Bay?" ucap Alvin.
"Aku gak bisa kang... Yang bisa itu Allah SWT,tuhan yang aku sembah... Aku hanya bisa mendoakan saja.Kapan sampeyan check up kang?"ucap Bayu.
"3 hari lagi aku check up Bay..." ucap Alvin.
"Semoga saja 3 hari itu tanganmu kembali normal seperti sedia kala..." ucap Bayu.
"Amiiin...." ucap Bimo,Lukman dan Alvin.
" Bay..." ucap Alvin.
"Iya...Ada apa kang?" ucap Bayu.
"Kenapa waktu itu matamu warnanya merah?" ucap Alvin.
"Hem...Mataku kumat sakitnya kang...Makanya memerah,terus kenapa matamu warnanya merah kang?" ucap Bayu.
"Ooo...Sakit...
"Kalau aku karena marah Bay.... Pikiranku hanya satu...Bunuh.." ucap Alvin.
"Berarti sampeyan masih di kuasai amarahmu kang... Coba amarahmu itu kamu yang kuasai,jangan amarah itu yang mengusai sampeyan.." ucap Bayu.
"Cara untuk memguasai amarah itu gimana Bay..?" ucap Alvin.
"Gampang itu... Di puter,di jilat lalu di celupin.." ucap Bayu.
"Bangkek....Itu mah iklan Biskuit."ucap Alvin.
"Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..Ha.. Bayu tertawa.
"Oh iya... Aku mau traktir kalian makan.. Kalian mau makan di mana?" ucap Alvin.
"Terima kasih kang... Aku lagi puasa.Sampeyan ajakin Bimo dan Lukman saja." ucap Bayu.
"Aku gak mau kang jika Bayu gak ikut kang" ucap Lukman.
"Sama kang,aku juga..." ucap Bimo.
"Hem... Kapan kalian bisa?" ucap Alvin.
"Begini saja,sampeyan belikan makanan,lalu berikan pada orang yang mengais rejekinya di pinggir jalan....Sambil berdo'a semoga 3 hari itu tangan sampeyan sembuh dan normal lagi" ucap Bayu.
"Ya sudah deh...Aku pamit pulang dulu ya Bayu,.. Lukman...Bimo" ucap Alvin.
"Iya kang" ucap mereka serempak.
"Asaalam mu'alaikum..." ucap Alvin.
"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.
Bayu,Lukman dan Bimo berjalan menuju kerumah pak Ridwan,karena Bayu ingin mengembalikan sorban milik pak Ridwan.
Setelah sampai di depan rumah pak Ridwan.
"Asaalam mu'aikum..." ucap Bayu,Lukman dan Bimo.
"Wa'alaikum salam..."suara Sulis dari dalam rumah,kemudian Sulis muncul.
"Maaf mbak...Pak Ridwannya ada" ucap Bayu tak mengenali Sulis memakai jilbab.
"Ada... Bentar ya mas..." ucap Sulis lalu membalikkan badannya untuk masuk ke dalam
"Suliss...!!!??? " ucap Bayu ,Bimo dan Lukman terkejut. Mereka kira itu bukan Sulis,meskipun wajahnya hampir mirip Sulis,Begitu berbicara,barulah meraka tahu bahwa wanita yang memakai jilbab itu Sulis.
Sulis membalikkan badannya.
"Iya mas...Ada apa?" ucap Sulis.
"Pangling aku Lis... Maaf aku tidak tahu kalau itu kamu Lis..." ucap Bayu.
"Jelek ya aku mas...? jadi mas pangling sama aku" ucap Sulis.
"enggak... Kamu gak jelek kok....Ya kan Man?" ucap Bayu.
"Iya Bay... Kamu semakin cantik Lis..." ucap Lukman.
"Selamet,yang bilang cantik bukan aku,jika aku sendirian ke sini,malah salah persepsesinya dia lagi."ucap Bayu dalam hati.
"Kamu masuk islam kah Lis.." ucap Bimo.
"Makasih... Aku gak masuk islam..Aku pakai pakaian seperti ini karena aku tinggal di rumah pak Haji... Masa iya aku pakai celana pendek lalu pakai tangtop.." ucap Sulis.
"Kirain kamu islam Lis seperti Hinata.." ucap Lukman.
.
"APAAAA....!!!??? Hinata masuk islam " ucap Sulis terkejut.
"Serius Hinata masuk islam Man?" ucap Sulis tak percaya.
"Iya... Serius..." ucap Lukman.
"Kok kamu tahu kalau Hinata masuk islam ?" ucap Sulis penasaran.
"Masa seh kamu gak tahu Lis... Orang - orang di mesjid juga tahu kok.." ucap Lukman.
"Kapan dia masuk islam Man?" ucap Sulis.
"malam senin setelah shalat magrib." ucap Lukman.
Bayu duduk di lantai,Bimo ikut - ikutan duduk di lantai.
"Ooo... Jadi setelah dia masuk islam,terus dia ke kantor kedutaan jepang itu kah Man." ucap Sulis.
"Iya...Lis.." ucap Lukman.
"Tadi Alvin datang ke mesjid apa enggak Man?" ucap Sulis.
"Datang Lis...Dia sudah minta maaf ke kita.." ucap Lukman.
Ahmad datang membawa makanan ringan dan minuman.Lalu di letakkan di dekat mereka. Ahmad duduk di samping Bayu.
Sulis dan Lukman ikut duduk.
"Ayo di makan..." ucap Ahmad.
"Iya kang " ucap Bayu,Bimo dan Lukman.
Annisa mucul dari dalam rumah,lalu ikut duduk.
"Kamu tinggal di mana Bay..?" ucap Ahmad.
"Perumahan Golden Hills kang nomor 4" ucap Bayu.
"Seriuss .....!!?? ucap Ahmad tak percaya,sebab ia tahu. Perumahan Golden Hilss adalah perumahan super elit. 1 unit rumah harganya minimal 15 milyar.
"Iya kang...Aku tinggal di sana..." ucap Bayu.
"Itu kalau gak salah perumahan elit ya bang..?" ucap Annisa.
"Iya Nis...Itu perumahan super elit... Hanya orang super tajir saja yang tinggal di situ..Masuk perumahan itu aja di kawal sama security..." ucap Ahmad.
Bimo dan Lukman menikmati cemilan yang di bawa oleh Ahmad tadi.
Sulis mencomot kue lapis lalu di berikan pada Bayu.
"Ini mas...Di makan.." ucap Sulis.
"Aku puasa Lis..." ucap Bayu.
"Maaf mas...Aku gak tahu.." ucap Sulis.
"Iya gakpapa...
"Oh iya kang... Ini punya ayahmu,tadi aku di pinjamin sorbannya.." ucap Bayu sambil menyerahkan kain surban bewarna hijau pada Ahmad.
"Ambil aja Bay...Tadi babeku bilang bila Bayu kesini untuk mengembalikan kain surban, jangan mau,itu Babe sudah memberikan pada Bayu. Begitu Bay..." ucap Ahmad.
"Ooo.. Begitu...Suwun yo..." ucap Bayu.
Bayu memakai kain surban tersebut.
"Kamu puasa apa Bay? ini kan hari jum'at.." ucap Ahmad penasaran.
"Mas jadi semakin tampan jika pakai surban itu.." ucap Annisa. melihat penampilan Bayu yang berbeda ketika memakai kain surban.
"Puasa mutih aku kang...
"Aku mirip seperti ayahmu ya Nur?" ucap Bayu.
"Lebih dari babeku mas... " ucap Annisa.
"Puasa mutih? buat apa puasa mutih Bay?" ucap Ahmad.
"Pengen aja kang... Soalnya tiap akhir bulan aku puasa mutih..Agar fisik dan jiwaku kuat.." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu.." ucap Bayu.
Hape Bayu berdering,lalu Bayu melihat siapa yang menelpon. Setelah di cek,rupanya Melisa yang menelpon.
"Haloo..."
"Aku di rumah temanku Mel... Ada apa?"
"Latihan aja dulu sama Daniel Mel..."
"Hem... Setengah jam lagi aku baru pulang.
"Iya ..."
"Wa'alaikum salam warah matullah." ucap Bayu,lalu Bayu mematikan hapenya.
"Kenapa Melisa Bay?" ucap Bimo.
"Itu mau latihan lempar senjata... Dia nyariin aku.." ucap Bayu.
"Kan di rumah ada Daniel sama Ayu.." ucap Lukman.
"Ayu...Melisa...??? gumam Annisa.
"Nah itu dia... Dia malas latihan jika hanya berdua saja.." ucap Bayu.
"Mas..." ucap Sulis.
"Iya Lis.." ucap Bayu.
"Melisa dan Ayu itu siapa?" ucap Sulis.
"Melisa itu cicitnya mbah Zhang.. Gadis yang aku selamatkan waktu penyerangan di kampus itu loh Lis... " ucap Bayu.
"Ooo...Itu...Lalu Ayu itu cewek mana mana mas?" ucap Sulis.
"Ayu itu ya Hinata.." ucap Bayu..
"HAAAAH.....!!!?? SERIUSSSS....!!!??" ucap Sulis dan Annnisa terkejut.
"Iya aku serius,Hinata berganti nama menjadi Nur Ayu Hinata." ucap Bayu.
"Mas... Aku kerumahmu ya...Aku ingin bertemu Hinata.." ucap Annisa.
"Matii aku....Gara - gara cempe... Sulis dan Annisa jadi tahu kalau Hinata ada dirumahku.." ucap Bayu dalam hati.
"Mas Annisa.." ucap Sulis karena Bayu diam saat di tanya tadi.
"Hem.....Ayo kalau mau kesana.." ucap Bayu.
Mau tak mau Bayu mengiyakan saja.
"Bentar mas...Aku siap - siap dulu..." ucap Annisa lalu berdiri kemudian masuk kedalam.
"Aku ikut ya mas.." ucap Sulis .
"Iya.... Kalau kang Ahmad mau ikut juga silahkan..." ucap Bayu.
"Hem....Boleh deh... Aku ganti baju dulu Bay.." ucap Ahmad.
Sulis dan Ahmad berdiri lalu masuk ke dalam rumah.
"Semoga saja dia tidak menginap di rumahku,jika iya bisa bahaya.." ucap Bayu dalam hati.
10 menit kemudian mereka sudah siap.
"Bay aku naik mobil sendiri ya.." ucap Ahmad.
"Iya kang.." ucap Bayu.
Setelah mereka sampai di pintu portal,Bayu memberi tahu pada pihak security bahwa mobil di belakang itu adalah keluarganya. Sehingga Ahmad tidak akan di periksa oleh pihak securty. Hanya memfoto plat mobil,dan juga Ahmad yang sedang mengemudi.
Tak lama kemudian,mereka telah masuk ke dalam halaman rumah Bayu,lalu mereka keluar dari mobil.
Ahmad ,Annisa dan Sulis menghampiri Bayu.
"Ini rumah siapa Bay?" ucap Ahmad.
"Rumahku kang...Ayo masuk..." ucap Bayu lalu berjalan.
Ahmad,Sulis dan Annisa mengikuti Bayu.
"Serius Bay...?" ucap Ahmad tak percaya.
"Iya kang...Ngapain aku bohong.." ucap Bayu .
Hinata melihat Bayu datang dari kejauhan lantas berlari ke arah Bayu.
Melisa melihat Hinata meninggalkan dirinya bersama Daniel menjadi penasaran lalu melihat ke arah Hinata pergi,begitu mengetahui tujuan Hinata,Melisa menyusul Hinata.
"Jadi sekarang,kamu orang kaya dong Bay.."ucap Ahmad.
"Aku gak kaya kang..Ini hanya titipan,dan aku hanya numpang di sini..."ucap Bayu.
Hinata mengenali Ahmad taoi tidak dengan Sukis dan Annisa.Karena Sulis memakai jilbab.
"Bayu san .. Itu siapa?" ucap Hinata.
"Hinata ....!!??" ucap Sulis terkejut melihat penampilan Hinata yang sekarang.
"Hai..." ucap Hinata.
"Aku Sulis..." ucap Sulis.
"Eeee...!!!?? Hinata juga terkejut melihat penampilan Sulis yang sekarang.
Sulis memeluk Hinata,Hinata membalas pelukan Sulis.
"Jadi dia yang bernama Hinata... Orang sangat cantik... Apakah aku bisa bersaing dengan Hinata untuk memperebutkan hati Bayu?" ucap Annisa dalam hati.
Melisa muncul di dekat Bayu.
"Mereka siapa kak?" ucap Melisa.
Ahmad dan Annisa memoerhatikan Melisa.
"Siapa lagi wanita ini? apakah dia juga ingin memperebutkan Bayu..?" ucap Annisa dalam hati.
"Kenalin Ini Melisa...
"Melisa...Ini Ahmad Abangnya Annisa,dan itu Annisa lalu itu Sulis.." ucap Bayu.
Melisa menyodorkan tangan ke Ahmad.
Ahmad menangkupkan tangan.
"Melisa..." ucap Melisa.
"Saya Ahmad.." ucap Ahmad sambil menangkuokan tangannya.
Melisa menyodorkan tangan ke Annisa kemudian ke Sulis.
"Ayu san... Ini Annisa..." ucap Bayu.
Hinata kemudian bersalaman ke Annisa.
"Ayoo masuk..." ucap Bayu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
Melisa berjalan di samping kanan Bayu.Sedangkan di kiri ada Hinata.
"Kak Bayu. " ucap Melisa.
"Iya Mel..." ucap Bayu.
"Tadi Mel latihan sudah bisa menancapkan Shuriken ke target sebanyak 6 kali kak..." ucap Melisa.
"Hebaat kamu Mel..." ucap Bayu.
"Iya dong kak...Tapi itu dari 50 Shuriken yang Mel lempar..Tadi juga ibu ajarin Mel masak di dapur." ucap Mel.
"Ibu...?? Apakah ibunya Bayu ada di sini?" ucap Ahmad dalam hati.
"Assalam mu'alaikum...Bu...Bayu pulang..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara Hana dari dalam.
"Silahkan duduk...Anggap saja di rumah sendiri. Aku mau ganti baju.." ucap Bayu.."
"Iya Bay..." ucap Ahmad.
Annisa,Sulis dan Ahmad duduk di kursi tamu.
"Lis...Bayu itu orang kaya kah?" ucap Annisa.
"Aku gak tahu Nis...
"Taoi filingku seh bukan. Sebab dari penampilan mas Bayu itu sederhana banget,gak seperti orang kaya." ucap Sulis.
"Berati Bayu itu orangnya suka merendah,meskipun dia orang kaya... Gue acungi 4 jempol buat Bayu.. Jarang sekali orang kaya berpenampilan sederhana." ucap Ahmad.
Hana mendatangi mereka,di belakangnya ada Hinata membawa minuman,Melisa membawa buah - buahan.
"Ooo... Kalian,ibu pikir tetangga sebelah.tarnyata anak ibu yang datang." ucap Hana.
"EH...!!!??? Mereka terkejut saat melihat ibunya Hana.Lalu mereka berdiri.
Sulis mencium tangan Hana,lalu Hana memeluk Sulis. Begitu pula dengan Annisa.
Melisa dan Hinata meletakkan minuman dan buah - buahan di meja.
Sedangkan Hana menangkupkan tangannya ke arah Ahmad.
Kemudian mereka duduk.
"Silahkan di minum..." ucap Hana.
"Ibu sudah lama tinggal di sini?" ucap Annisa.
"Belum ada seminggu ibu di sini. " ucap Hana.
"Sial... Jika Hinata bersama sama ibunya Bayu,pasti Hinata bisa memiliki hati Bayu. " ucap Annisa dalam hati.
Tak lama kemudian Bayu mendatangi mereka ,ketika Bayu akan melewati guci yang besar,
PYAAAAAR......Guci itu pecah.
"Atagfirullah.....!!!?? ucap Bayu terkejut karena guci itu pecah sendiri.
Orang - orang berdatangan ke arah Bayu.
"Kok bisa pecah sendiri ya..." ucap Bayu heran dan penasaran,lalu memeriksa guci tersebut.
Lalu melihat guci di dekat Bayu pecah.
"Nak...Kenapa gucinya bisa pecah?" ucap Hana.
"Bayu gak tahu bu..Pas Bayu jalan tiba - tiba pecah sendiri,padahal gucinya tebal loh bu..." ucap Bayu saat melihat ketebalan guci tersebut.
Tiba - tiba air mata Bayu keluar.
Hinata mendekat ke Bayu
"Sayang...Kenapa kamu menangis.." ucap Hana
"Bayu gak tahu bu... Tiba - tiba Bayu merasakan kesedihan sangat mendalam. Seperti kehilangan seseorang. " ucap Bayu sambil mengelap air matanya.
Hana memegang tangan Bayu,lalu menuntunnya ke kursi ruang tamu.
Setelah sampai di kursi,Bayu dan Hana duduk.Hinata duduk di samping Bayu.
"Bu... Gucinya kok bisa pecah sendiri ya...?. Padahal Bayu gak ada ngapa - ngapain,lalu tentang perasaan Bayu... Bayu sangat bingung bu.." ucap Bayu bingung dan penasaran.
"Ibu juga gak tahu sayang..." ucap Hana.
"Ya allah... Semoga saja ini tak ada kaitannya dengan Putri...Dan semoga saja aku cepat di pertemukan oleh putri...Amin ya allah... " ucap Bayu dalam hati.
"Mengapa Hinata begitu dekat dengat Bayu.. Apakah Hinata sudah berhasil memiliki hati Bayu? atau masih berusaha mengambil hati Bayu" ucap Annisa dalam hati melihat Hinata begitu dekat dengan Bayu.
"Kak... Latihan yuk..." ucap Melisa.
"Bentar ya Mel...Masih ada tamu.." ucap Bayu.
"Kalian latihan apa?" ucap Ahmad .
"Lempar Shuriken kak..." ucap Melisa.
"Hem... Boleh aku lihat Shurikennya Mel..?" ucap Ahmad.
"Hem...Boleh... Tapi ada di luar kak shurikennya, kalau mau lihat sekarang ayoo" ucap Melisa.
Ahmad dan Melisa keluar dari ruang tamu menuju tempat latihan.
Setelah sampai,Ahmad melihat banyak sekali Shuriken di peti,lalu mengambil Shuriken tersebut.
"Bagus shurikennya,bahannya kuat.." ucap Ahmad.
Ahmad mencoba melepar Shuriken itu ke papan target.
Wuuuut..... Tapi sayang,tak mengenai sasaran.
"Mel..." ucap Ahmad.
"Iya kak.." ucap Melisa.
"Ini dulunya rumah siapa?" ucap Ahmad.
"Rumah kakek buyutku kak.." ucap Melisa.
"Ooo... Rumah kakek buyutmu.. " ucap Ahmad.
"Berarti Bayu bukan orang kaya,.." ucap Ahmad dalam hati.
"Mel....Kamu menyukai Bayu ?" ucap Ahmad.
"Hem..... Suka kak. Malahan aku lebih suka berada di sini daripada di rumah sendiri kak" ucap Melisa.
"Kenapa bisa begitu...?" ucap Ahmad.
"Di rumah ku hanya ada adikku masih Sd dan TK..Gak teman bermain..Kalau di sini ada kak Bayu,Kak Bimo dan semuanya kak..." ucap Melisa.
----***---
Di sebuah ruangan.
Nampak seorang pria berumur 50an mengetahui hasil usahanya gagal total.
"Siaal.... Mereka memperketat penjagaan...Aku harus mencari cara lainnya.." ucap pria itu sambil meremat kertas laporan di meja kerjanya.
Lalu pria itu nampak berpikir,bagaimana caranya menghancurkan ke dua keluarga itu.
---***----
Di sebuah rumah sederhana yang sangat jauh dari kota jakarta.lebih tepatnya di luar pulau Jawa.
Sebuah bendera putih yang ada tulisan arab di kaitkan pada sebuah kayu lalu di kayu itu di ikat di depan pagar rumah tersebut.
Salah satu anggota keluarga itu meninggal dunia.
Nampak seorang gadis menangis meratapi kepergian ayahnya untuk selama - lamanya. Karena sang ayah terlibat kecelakaan tunggal saat pulang bekerja.
Ayah sang gadis meninggalkan seorang istri dan 2 anak (Wanita dan pria).
"Ayah.......Huuuuuu....." ucap gadis itu sambil menangis.
1 jam kemudian jasad sang ayah di kuburkan. Setelah semua palayat itu pergi. 3 orang masih berada di kuburan.
Sang gadis menangis sejadi - jadinya.
"Nak... Ikhlaskan kepergian ayah ya nak..." ucap sang ibu yang juga menangis.
30 menit kemudian mereka meninggalkan kuburan itu.
Setelah sampai di rumah,sang gadis masuk ke dalam kamar,lalu mengunci pintunya.Ia mengambil 2 foto yang ada di mejanya lalu duduk di ranjang .Lalu melepas cadar dan jilbabnya.
"Ayah...Mengapa ayah meninggalkan aku..." ucap Sang gadis sambil memandang foto ayahnya.
Kaca foto basah terkena air mata sang gadis.
Lalu gadis itu memandang foto di sebelah.
"Sayang... Ayah telah meninggalkan kita... " ucap sang gadis.
Gadis itu mengeluarkan kalung di balik bajunya.
"Sayang... Aku tidak akan meninggalkanmu,hingga nyawaku terlepas dari ragaku.." ucap sang gadis sambil menangis.