SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DATANG GAK DI JEMPUT,PULANG GAK DI ANTAR


Nampak suasana rumah kediaman Kiyoshi yang awal damai dan tentram,kini berubah tegang. Mata - mata clan Uchiha berhasil memgetahui kediaman oramg tua Kakashi.


Clan Uchiha saat ini di ketuai oleh Uchiha Madara Kumurosaki. Biasa di panggil Madara.


Madara adalah sosok yang berperangai jahat,ia akan melakukan apapun demi ambisinya. Ia juga mempunyai banyak bisnis di kota Nagasaki. Ia ingin menambah wilayah bisnisnya ke daerah Osaka dan sekitarnya,akan tetapi terhalang oleh Kakashi.


Madara juga ingin mengusai pulau Shikoku,tapi tak bisa,karena di kuasai oleh Naruto, lalu ia ingin menguasai Osaka dan Kyoto. Madara juga tak berhasil.


Pernah juga Madara mengirim beberapa anak buahnya menyerang kediaman Kakashi, tapi hasilnya gagal. Belum sempat anak buahnya menginjakkan kaki di dalam rumah ,sudah tak bernyawa duluan di halaman rumah.


Kini clan Uchiha mengetahui letak kediaman orang tua Kakashi. Lalu ia mengirim banyak anak buahnya yang terlatih untuk membunuh mereka semua atau menyandera salah satu anggota keluarga Hatake agar wilayah kekuasaan Clan Hatake bisa di ambil alih.


Berkat Bayu,para penjaga yang berjaga malam hari terasa ringan. Karena Bayu juga ikut mengawasi sekitar tanpa terlihat. Kini mereka menunggu kehadiran musuh yang akan melewati para penjaga yg berjaga di luar pagar rumah Kiyoshi.


Salah satu musuh nampak berlari di atap.


Tap....Tap.... Tap....Tap.... ( suara langkah musuh)


Lalu anak buah Kiyoshi yang standby di lokasi persembunyiannya yang mendengar lalu melihat musuh langsung melesatkan busur panahnya.


Wuuussh....Wuuusshh.....( anak panah melesat)


Jleeeb..... (musuh terkena panah dan terjatuh)


Satu persatu pasukan ninja musuh di habisin.


Namun ada sebagian yang lolos dari penjagaan di luar wilayah rumah Kiyoshi.


***


Di dalam rumah Kiyoshi.


Nampak Bayu mengenakan Penutup mulutnya,lalu mengambil senjata di bawah meja.Bayu memakai pakaian putih seperti ninja, di kepalanya di ikat kain warna hitam,dan sarung tangan. Pakaian itu pemberian dari Kiyoshi. Pakaian tersebut mampu menahan hawa dingin,karena terbuat dari bahan khusus.


"Ya Allah... Aku tak ingin keluargaku selalu di ganggu. Maafkan hambamu yang hina ini terpaksa membunuh makhluk ciptaanmu ya Allah...Aku melakukannya ini karena terpaksa...


Aku menghirup nafas dalam - dalam.Lalu menghembuskannya.


"Bismillah....."


Setelah mengucapkan bismilah,aku menutup Al Qur'an yang kubaca tadi,kemudian bangkit,lalu berjalan menuju halaman rumah.


Tiba - tiba suara makhluk yang ku panggil pakde Jalu muncul saat kuberjalan menuju halaman depan rumah.


"Mau ku bantu gak Bay?" suara Jalu.


"Gak usah pakde..." ucapku dalam hati karena aku mampu mengatasinya.


Ku merasakan seorang pasukan bayangan yang tak jauh dariku berada,melihat aku berjalan keluar dari ruangan lantas keluar dari persembunyian ,karena ia di tugaskan menjagaku.


" Aissh... Tanganku gatel tau Bay...." suara Jalu.


"Gatel ya di garuk to pakde..." ucapku dalam hati.


"Jiangkreeekk....Waaasssuuuuuu......" suara Jalu.


Ku yang mendengar umpatan Jalu ingin sekali tertawa,tapi ku tahan. Sebab nanti aku di kira orang gila yang tertawa sendiri tanpa lawan bicara.


Sampailah aku di pintu yang tertutup ,lalu kumembuka pintu lalu berjalan ke halaman.


Ceklek.... Kriiiiiieeett...


Kumerasakan dari tanganku yang belum memakai saraung tangan sangat dingin suhunya di bandingkan siang hari. Karena aku baru kali ini keluar rumah tengah hari. Yang seharusnya ku tidur berpelukan dengan istriku dalam kehangatan,kini aku kedinginan. Padahal aku memakai Baju 3 lapis agar tak kedinginan. Tapi nyatanya,rasa dingin tersebut masih terasa.


"Jancoooook... Adem poool....."


Ku melihat area sekitar rumah sambil mengeluarkan sarung tangan dan memakainya.


Halaman rumah Kiyoshi lumayan luas,malah lebih luas halaman Kiyoshi daripada rumah Bayu.


Tiba - tiba terdengar suara dentingan pedang beradu yang berada di luar pagar.


Traang....Traaang.....Traaanggg....


Lalu ada muncul 2 sosok ninja putih melompati pagar rumah.


Penjaga Kakashi yang berjaga melihat ada musuh masuk ke dalam halaman rumah,menarik busur panahnya.


Wuuusssshhh.... Wuuusssshhh.....


Salah satu ninja putih itu menghindar,namun sayang. Temannya terkena karena tak sempat menghindar.


Jleeeb.....Jleeeeb.....


Ninja putih yang selamat melihat Bayu tak jauh darinya,langsung melesat ke arah Bayu sambil mengeluarkan pedang katananya.


"Weeee...


"Datang gak di jemput...


"Pulang gak di antar...." ucapku pelan.


"Jailangkung dong..." suara Jalu.


"Bukan... Itu pendekar mesum pakde..." ucapku dalam hati sambil memegang gagang pedang lalu berlari ke arah musuh.


"Waaassssssu...." suara Jalu.


Penjaga yang hendak menyerang lagi,mengurungkan niatnya karena melihat Bayu berlari ke arah musuh.


Ketika jarak semakin dekat,aku berhenti,musuh mengayunkan pedangnya ke arahku.


Ku tak tinggal diam,segera ku tarik gagang pedang.


Traaaang.... Traaaangg....


Traaang....Traaang.....


Kakashi yang berada tak jauh dari Bayu,melihat Bayu bertarung dengan salah satu musuh.


Aku menjaga jarak,kemudian muncul niat isengku.


"# Pak...Ikan apa yang bisa terbang...." ucapku .


"# Heeeeh......!!!???? Ninja itu terkejut.


Ku gunakan jurus yang di ajarkan oleh istriku.


Nampak mata Bayu yang awalnya hitam putih,kini menjadi hitam semuanya.


Setelah merasa kekuatanku bertambah,ku segera melesat ke arah musuh sambil berbicara.


"# Ikan Indosiar pak...." ucapku.


Ku arahkan pedangku ke leher musuh.


Musuh mengetahui arah seranganku,lalu menangkisnya.


Traaang..Traaang....Traaang...


Aku merunduk sambil menebas kaki musuh...


Craasssh... Musuh terkena seranganku


Segera ku jaga jarak,lalu melesat menyarang lagi.


Traaaaang.....


Musuh menahan seranganku hingga pedangya menempel di pakaiannya. Ia berusaha mendorong pedangku,


"Lumayan kuat.....


"Tapi ....


Kemudian ku tendang tepat di selangkangannya.


Buugghhh.....


Tendanganku berhasil mengenai salah satu titik kelemahan.


Nampak musuh meringis kesakitan,akibat burungnya terkena tendanganku.


Pertahanannya goyah,lalu ke tebas lehernya.


Craaaasaah.....


Pedang pemberian kakek Kiyoshi dengan mudahnya memenggal leher musuh.


Ku merasakan saat menebas leher musuh terasa ringan tak ada hambatan. Tak sama dengan pedang yang dulu aku gunakan saat membebaskan ibu mertuaku.


Kepala musuh terpisah dari badannya,lalu jatuh.


Duughhh....


Darah mengucur deras dari leher yang terpotong.


Nampak ninja yang barusan terpenggal kepalanya kejang - kejang. Tak lama kemudian berhenti.


"Titip salam sama malaikat pencabut nyawa ya pak...


"Katakan padanya... Aku akan memberinya dia tugas lagi..."


Ku melihat lagi halaman rumah. Untuk mengecek apakah ada musuh lagi apa tidak.


Aku tidak memggunakan amalanku untuk membunuh ninja tersebut,karena orang yang ku bunuh tidak banyak.


Nampak 30 meter ada ninja putih melompat,lalu penjaga melesatkan panah saat ninja itu melompat.


Wuuusssshhh....Wuuuussshhh...


.Wuuussshhh... Wuussshhhh....


Ninja putih mengayunkan pedangnya untuk menghalau serangan.


Dari 4 panah yang melesat,3 berhasil di halau,namun satu lagi tak bisa di halau.


Jleeeebb....


Panah itu menancap di dadanya.


Ninja itu mendaratkan kakinya di tanah.


Penjaga melesatkan panahnya lagi.


Wuuusshh.... Wuuusshh....


Wuussshhh....Wuuusshh....


Jleeeb....Jleeeb... Jleeb.....Jleeeb...


4 panah menancap di tubuh ninja putih,lalu ambruk. Sebab salah satu panah mengenai jantungnya.


Tiba - tiba aku merasakan kehadiran sosok di belakangku. Sosok itu bukan penjaga,karrna aku tahu penjagaku berada agak jauh dariku.


Segera ku ayunkan kaki kananku.


Namun,aku tak merasakan sesuatu di kakiku saat aku menendang.Lalu ku melihat ke belakang sambil waspada.


Meskipun aku kebal senjata tajam,tapi aku tetap waspada,karena ku tak kebal racun yang terhirup maupun yang masuk dalam mulutku.


Tak ada seorang pun di belakangku saat aku melihat ke belakang.


"Aneh....


ku mencari sosok yang tadi ada di belakangku yang tiba - tiba muncul.


Yang ada hanya anak buah Kiyoshi yang jaraknya 30 meter dariku.


"Tadi itu siapa yang di belakangku...??


Tiba - tiba ku merasakan lagi sosok itu di belakangku.


Langsung ku tarik pedangku lalu ku ayunkan ke belakang.


Namun yang ku lihat tak ada seorangpun. Di dekatku.


"Jangkriik......


"Waaasssuuuu......


---****----


Jakarta.


Cafe Mantan.


Pukul 17.30.


Nampak Paijo berjalan bersama Fitri menuju pintu keluar.


Seperti biasa,Fitri membawa bungkusan makanan untuk di bawa pulang.


"Mau ku antar pulang Fit?" ucap Paijo menawarkan jasa.


"Hem...Gak usah pak.. " ucap Fitri.


Fitri gak mau merepotkan bosnya,karena harus putar balik pulang.


"Gakpapa....." ucap Paijo.


Akhirnya Fitri mengiyakan saja. Karena dirinya juga capek bila jalan kaki menuju rumah.


Ketika sampai di parkiran,Paijo memberikan helm pada Fitri. Lalu Paijo menggunakan helmnya,kemudian naik.


Paijo menstarter motornya,lalu Fitri naik ke motor paijo duduk mengangkang,karena Fitri memakai celana panjang.


"Sudah?" ucap Paijo memastikan Fitri sudah siap.


"Sudah pak..." ucap Fitri.


Paijo menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di depan rumah Fitri.


Nampak Fitri turun dari sepeda motor lalu melepaskan helmnya dan memberikan ke Paijo.


Paijo menerima dan menyerahkan kantong plastik berisikan makanan ke Fitri.


"Terima kasih pak..." ucap Fitri.


"Kalau di luar jangan panggil pak..


"Panggil Kang,atau mas ya Fit..." ucap Paijo.


"Iya mas...


"Hemm...Mampir dulu mas.." ucap Fitri.


"Aku langsung pulang Fit... Cucianku numpuk..Assalam mu'alaikum" ucap Paijo.


"Wa'alaikum salam...." ucap Fitri.


Paijo menyalakan motornya lalu menjalankan motornya.


Fitri berjalan ke rumah kontrakan.


Baru mau mengetuk pintu rumah,pintu rumah terbuka sendiri.


Nampak ibunya Fitri yang membuka pintu.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Fitri.


"Wa'alaikum salam...


"Kenapa gak di suruh masuk Fit..." ucap ibunya Fitri.


Ibunya Fitri menutup pintu lalu mengikuti Fitri yang berjalan ke dapur.


"Sudah mak... Tapi katanya mas Paijo ada cucian yang menumpuk.." ucap Fitri.


"Apakah sudah ada kepastian di terima kerja di situ?" ucap ibunya Fitri


Fitri meletakkan plastik berisi makanan di meja.


"Belum mak... Lagian kerjaanku belum selesai...." ucap Fitri.


"Kapan kepastiannya itu Fit..?" ucap ibunya Fitri.


"Nunggu yang punya Cafe itu datang mak.." ucap Fitri.


"Yang punya Cafe itu siapa? cewek apa cowok?" ucap ibunya Fitri.


"Yang punya pak Bayu mak..." ucap Fitri.


"Sudah punya istri apa belum?" ucap ibunya Fitri.


"Sudah mak... Fitri mandi dulu mak...Gerah.." ucap Fitri.


****


Rumah Bayu.


Nampak Paijo membilas pakaian yang tadi ia cuci.


Terdengar suara ring toon khas ho Nokia yang tak jauh dari Paijo.


Paijo meletakkan pakaian yang ia bilas untuk melihat siapa yang menelpon.


Setelah mengambil hapenya,Paijo melihat nomor baru yang tidak tersimpan.


"Siapa ya....


"Angkat saja deh....


Paijo menerima panggilan tersebut.


"Hallooo...." ucap Paijo.


"Assalam mu'laikum ..." suara pria.


"Wa'alaikum salam... Maaf... Anda siapa?" ucap Paijo.


"Iki aku Suko.... Mosok lali karo suaraku.." suara pria mengaku Suko.


"Suko arek endi?" ucap Paijo.


"Jancook....


"Aku arek ndeso Datengan..." suara Suko.


"Waasssuuuu.... Kowe to ***....


"Piyee kabare....." ucap Paijo baru ingat dengan temannya.


"Apikk... Ngono yo.. Wes sukses lali karo koncone..." suara Suko.


"Ora lali...Cuman gak eling..." ucap Paijo.


"Podo wae... Eh Jo..." suara Suko.


"Opo ***...?" ucap Paijo.


" Nang kono ono lowongan kerjaan gak?" suara Suko.


"Akeh... Cuman rodo angel(Agak susah)..


"Kowe arep nang jakarta kah? " ucap Paijo.


" Oraa.... Iki loh Desy ape golek kerjaan... " suara Suko.


"Desy adekmu?" ucap Paijo


"Iyo.....


"Kan kowe nang Jakarta,aku jaluk tulung adekku nginep nang kossanmu selagi golek kerjaan.. Yen wes intuk kerjaan,engko adekku ngekos dewe " suara Suko.


"Hemm... Gimana ya Ko...


"Aku iki numpang nang omahe koncoku..." ucap Paijo.


"Tulung lah Jo..." suara Suko.


"Nanti ku tanya dulu ke temanku.." ucap Paijo.


" Oke... Tak tunggu yooo.. " suara Suko.


"Iyo... Tapi rodo suwi loh." ucap Paijo.


"Loh kok ngono?" suara Suko.


"Koncoku lagi liburan.. Paling awal bulan sudah pulang.."ucap Paijo.


"Heemm... Yo wess... Tak tunggu.. " suara Suko.


"Iyoo..." ucap Paijo.


Panggilan berakhir,Paijo meletakkan hapenya lalu lanjut lagi membilas pakaian yang ia cuci.


Paijo tak bisa menghubungi Bayu,karena nomornya tidak aktif ketika pergi ke Jepang.Sehingga ia harus menunggu Bayu pulang dari Jepang.


---***----


Jepang.


Muncul sosok makhluk halus,yaitu hantu pria,mengenakan pakaian perang jaman Edo. Mukanya hancur,ada beberapa panah di dadanya.


"Oalah....


"Sampeyan to...


Hantu samurai itu diam tak bergeming.


Ku lihat kakinya tak menyentuh tanah sambil menyarungkan pedang katana.


"Lapo rene? ( Kenapa kesini)


Hantu tersebut diam.


"Jaluk di cabut ta panahmu?..


Muncul 4 ninja putih 40 meter dari Bayu.


"Hem.... Datang lagi...


4 ninja itu mendapat sambutan puluhan anak panah yang melesat cepat kearahnya.


Wuussh.... Wuuusshhh... Wuuusshhh...


Wuuusshh.... Wuuusshh.....Wuussh.....


Ku melihat asal panah yang melesat itu.


Nampak beberapa anak buah Kiyoshi memegang busur panah,mereka menarik tali busur itu lalu melesatkan anak panahnya di dalam kegelapan.


Jleeb....Jleeb....Jleeb.... Jleeb.... Jleebb...


Jleeb... Jleeb...


Ada yang berusaha menangkis serangan panah. Akan tetapi tak semua bisa di tangkis,karena anak panah itu datang terus menerus.


Hingga akhirnya ke 4 ninja putih itu tumbang terkena serangan panah.


"Sudahlah... Biarin aja mereka yang bertugas..


Ku memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


Ku balikkan badanku lalu berjalan menuju pintu masuk rumah.


Baru 4 langkah ku berjalan,tiba tiba..


Dooor....Dooorrr....Dooorr.....Dooorr....


"Ehh.....!!!??? Aku terkejut,segera ku balikkan badanku.


Nampak 3 ninja putih menembak ke arah pasukan panah.


"JANCOOK.....


Segera ku melesat ke arah 3 ninja putih tersebut.


Ku tak menyangka musuh yang datang ada yang membawa senjata api.Aku pikir hanya senjata ninja saja seperti pedang, shuriken, kunai dan lain - lain.


Dooorr....Dooor....Dooorr....Dooorrr.....


Door....Dooorr....Dooorr


Ku lihat siapa yang menembak sambil berlari ke arah musuh.


Saat ku melihat,rupanya itu berasal dari ayah mertuaku.


"Dobool..


"Awas yoo Uchiha....


"Aku akan buat perhitungan denganmu...


2 penjaga terkena tembakan musuh.


Aku sangat marah sekali kepada clan Uchiha karena telah berani menyerang keluarga istriku.


Dulu aku merasa kesepian hanya punya ibuku seorang tanpa sanak famili. Tapi kini, aku memiliki begitu banyak keluarga. Aku gak ingin jika keluargaku di ganggu apa lagi menyangkut nyawa.


Dooorr.... Dooorrr...Dooorr...


Salah satu ninja tak terkena tembakan,lalu melihat Bayu berlari ke arahnya menembakkan pistolnya.


Ku rasakan bahaya menghampiriku,segera ku menghindar.


Jarakku semakin dekat dengan musuh.


Dooor....Dooorr....Doooorr....


Begitu jarakku 3 meter,langsung ku tarik pedang katana sambil ku arahkan ke musuh.


Tiba - tiba sekelebat bayangan hitam melewatiku.


Dooorrr....Dooorr...Doorrr... (suara letusan senjata api di luar pagar rumah)


Bayangan hitam itu menyerang ninja putih yang akan ku bunuh.


Ku hentikan langkahku.


Bayangan hitam berhasil melumpuhkan musuh yang akan ku bunuh,lalu bayangan hitam itu melompati pagar dengan mudahnya.


"Heeee......!!!!???...


Dooorr..... Dooorrr.....Dooorr....


Dooorr....Dooorr....Dooorrr...


Ku mendengar lagi suara letusan senjata api yang agak jauh dari tempatku berdiri.


"Tadi siapa ya....?


Aku melihat bayangan hitam itu merasa bingung dan penasaran,siapa sosok bayangan hitam itu.


Aku sempat berpikir bayangan hitam itu adalah ibuku,namun ku tepis. Karena ibuku sedang menjaga ke tiga istriku dan ke tiga sahabatku.


"kecepatannya sangat cepat...


Ku menoleh ke tempat ayah mertuaku berada lalu berjalan kearahnya.


"#Ayah...Apakah tadi ayah lihat bayangan hitam tadi?" ucapku ketika sampe di dekat ayah mertuaku.


"# Iya lihat.. Apakah kamu tahu siapa dia?" ucap Kakashi.


"Jangkreek...


"Kok malah nanya siapa dia... Terus aku tanya ke siapa? Masa ku tanya ke hantu samurai yang tadi muncul.." ucapku dalam hati.


"#Bayu tidak kenal ayah ...


Terdengar suara sirine khas mobil polisi.


"Asem... Polisinya muncul...


Ku berlari kearah pintu masuk rumah,karena tak ingin berurusan dengan polisi Jepang.