SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PENYERAHAN PIMPINAN CLAN HATAKE.


Sulis dan Ahmad keluar dari ruangan dokter tersebut.


Setelah Sulis dan Ahmad keluar,sang Dokter memgambil hapenya lalu menghubungi seseorang.


" Halloo..." suara pria.


" Selamat siang pak..." Dokter.


" Siang juga,ada apa..." suara pria.


" Maaf menggangu..."


" Saya menemukan ciri - ciri anak yang bapak cari..." ucap Dokter.


" Benarkah....Dimana mereka.." suara pria.


" Mereka sudah pulang pak..." ucap Dokter.


" Kenapa tidak kamu tahan mereka..." suara pria.


" Tapi..." ucap dokter.


" Tapi apa..." suara pria.


" Umurnya baru satu bulan...Bukan satu tahun.."


" Apa kami sudah mengecek tanggal lahirnya.." suara pria.


" Sudah pak....Ada kelainan di matanya..." ucap Dokter.


" Kelainan...Maksud anda gimana?" suara pria.


" Selain warna yang bapak cari,ada juga warna matanya tidak hanya warna pelangi saja.." ucap Dokter.


" Menarik...Warna apa matanya itu?" suara pria.


" Bola matanya menghitam semua dan memerah semua..."ucap dokter.


" Mungkin mereka belum keluar dari rumah sakit,segera kamu kejar mereka.Minta nomor hapenya dan juga alamatnya..." suara pria.


" Untuk apa pak?" ucap Dokter.


" Aku akan memberimu imbalan yang sangat besar...Cepatlah.." suara pria.


" Baik pak..." ucap Dokter lalu segera mengejar Sulis dan Ahmad.


Dokter itu berlari menuju keluar mengejar Sulis dan Ahmad.


Setelah sampai di luar,Dokter itu tak melihat Sulis dan Ahmad.


" Siaal... Mereka sudah pergi..." ucap Dokter.


Dokter itu lantas berjalan masuk ke dalam.


Di saat persimpangan lorong,Dokter berbelok ke arah ruangannya. Tak lama kemudian muncul Sulis dan Ahmad. Mereka habis dari kamar mandi untuk mengganti popok Ayub karena Ayub habis BAB.


Hape Sulis berdering nada panggil,lalu Sulis mengambil hapenya dan mengecek siapa yang menelpon.


" Iya buu..." ucap Sulis.


" Kamu di mana Lis?" suara ibunya Sulis.


" Masih di rumah sakit bu...Ini mau pulang..Ada apa bu..?" ucap Sulis.


" Ibu sudah ada di depan rumahmu..." suara ibunya Sulis.


" Tunggu bu...Kita juga menuju rumah bu.." ucap Sulis.


" Iya...Ibu tunggu..." suara ibunya Sulis.


Panggilan berakhir,Sulis mengantongi hapenya.


" Bi...Kita langsung pulang saja ya..." ucap Sulis.


" Iya mi..." ucap Ahmad.


***


Rumah Bayu.


Setelah pak H. Ridwan dan rombongannya pulang.


Nampak Bayu bersama teman - teman dan keluarganya menggulung karpet kain di ruang tamu,lalu para pengawal membawa ke gudang belakang.


" Bay... Meja sama kursinya di kembalikan lagi kah?" ucap Paijo.


" Hemmm....Bagusnya gimana kang?" ucap Bayu.


" Kalau aku seh gak usah...Kan besok malam di pakai lagi..." ucap Paijo.


" Ya udah...Gak usah di angkat..." ucap Bayu.


Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga sebagian berpencar.


Bayu duduk bersama keluarga Hatake.


" Bayu san..."


" Paman tidak bisa berlama - lama di sini.."


" 3 hari lagi akan ada rapat.." ucap Akiro.


"# Iya paman...Tidak apa - apa..." ucap Bayu.


" Besok pagi kita adakan rapat,siapa yang menjadi pemimpin keluarga kita..." ucap kakek Naruto.


Tiba - tiba Laura muncul seperti biasa di depan Bayu. Bayu bersikap biasa saja.


" Bang...Kok gak kaget.." ucap Laura.


Bayu hanya menggeleng kepala saja.


Seorang gadis yang dapat melihat hantu,melihat sosok hantu muncul di depan Bayu. Gadis itu bernama Misaki


" Kakak Bayu - san..." ucap Misaki.


Bayu menoleh ke Misaki.


" # Ada apa Misaki - chan.." ucap Bayu.


Laura melihat ke arah Misaki.


" Tidak apa - apa" ucap Misaki sambil melihat ke Laura.


Laura menghampiri Misaki.


" Lu ngomong apaan seh? Kok gue gak paham.." ucap Laura.


Misaki yang melihat Laura diam saja lalu melihat ke arah lain,Laura mendekatkan wajahnya ke Misaki.


Misaki lihat ke arah yang lain lagi.


" Lu bisa lihat gue?" ucap Laura.


"# Misaki - chan.." ucap Bayu.


" Iya...." ucap Misaki.


"# Apakah kamu bisa melihat hantu..?" ucap Bayu.


" Dia bisa shujin..." ucap Ayu.


" Iya saya bisa.." ucap Misaki.


" Laura...Jangan ganggu ya.." ucap Bayu.


" Iya bang..." ucap Laura lalu menghilang.


" Anoo...Bayu - san bisa melihat hantu?" ucap Shizuka.


" #Bisa...Ada hantu seorang gadis muncul di depanku,lalu mendekati Misaki...Aku suruh dia pergi... Dia gak jahat.."


" # Anggap saja ini rumah kalian...Jika lapar ambil sendiri tanpa harus menungguku..." ucap Bayu.


Nampak keluarga Hatake berbicara satu sama lain.


Bayu teringat dengan janjinya ke pakde angkatnya. Lalu mengirim sms ke Bejo.


To kang Bejo.


Kang tolong sampaikan ke pakde. Besok aku gak bisa ke pesantrennya pak Kyai Mustafa. Kemarin kakek Kiyoshi meninggal. Insya Allah 2 minggu lagi aku kesana.


Bayu mengirim sms tersebut lalu mengantongi hapenya.


***


Pagi hari.


Pukul 5.30.


Bayu mengenakan kaos partai bergambar pohon Jengkol,celana panjang hendak lari pagi.


" Dek...Aku lari pagi dulu ya..." ucap Bayu.


" Iya mas.." ucap Putri yang sedang merapikan tempat tidur.


Bayu keluar kamar,lalu berjalan menuju teras rumah.


Shizuka yang berjalan bersama Misaki melihat Bayu sedang menuruni tangga.


" Bayu-san..."


Shizuka dan Misaki memghampiri Bayu.


" Mau kemana ?" ucap Shizuka.


" # Mau olah raga,keliling komplek..." ucap Bayu.


" Boleh ikut?" ucap Shizuka.


" Boleh.." ucap Bayu lalu berjalan lagi.


Shizuka dan Misaki mengikuti Bayu.


Setelah sampai di pinggir jalan,Bayu melemaskan otot - ototnya.


" Apakah kak Bayu sering berlari?" ucap Misaki.


" # Sering...Jika tidak hujan..." ucap Bayu,Lalu Bayu berlari lambat.


" Rumah di sini sangat besar dan begitu bagus..." ucap Shizuka mengikuti Bayu berlari.


" Iya...Jika tinggal di sini,pasti enak dan seru..." ucap Misaki.


Nampak Melisa berjalan dengan Nuan Wei di dampingi 2 pengawal memegang senjata laras panjang.


" Itu kan wanita yang pernah ke tempat kita.."


" Kok mereka ada di sini..." ucap Misaki


" # Perumahan ini milik keluargaku...Mereka semua tinggal di sini..." ucap Bayu.


" Kak Bayu..." ucap Melisa.


Bayu menghampiri Melisa.


" Tumben kamu keluar pagi - pagi Mel...?" ucap Bayu.


" Mel datang kerumah jam 4 kak...Dia gedor - gedor pintu kamarku..Katanya terbangun jam 3,terus gak bisa tidur.." ucap Nuan Wei.


" Buset dah...Emang kamu tidur jam berapa Mel?" ucap Bayu.


" Jam 8 kak..."


" Kok mereka ikut juga kak?" ucap Melisa.


" Mereka ingin ikut olah raga Mel..."


" Ya sudah kalau gitu..Aku lanjut lagi ya Mel.." ucap Bayu lalu lanjut berlari lagi.


" Iya kak..." ucap Melisa.


30 menit kemudian.


Bayu berhenti di bawah pohon yang rindang,lalu duduk dengan kaki di selonjorkan. Shizuka dan Misaki ikut duduk di dekat Bayu.


Mereka hanya mengenakan rok selutut dan baju kaos.


" Pulang nanti kita lomba bagaimana?" ucap Shizuka.


" Aku tidak mau..." ucap Misaki.


Shizuka menoleh ke Bayu.


" Bayu -san mau berlomba denganku..?" ucap Shizuka.


Tiba - tiba Bayu teringat saat dirinya berlomba dengan Ayu. Ia kalah dalam balapan berlari.


" Tidak...Aku tidak mau.." ucap Bayu.


" Entar aku kalah lagi,terus dia minta di nikahi...Kan repot..." ucap Bayu dalam hati.


Shizuka merebahkan kepalanya di paha Bayu.


" Diamput,malah tiduran lagi di kakiku..." ucap Bayu dalam hati.


" Tempat ini sungguh indah..."


" Tapi sayang...Tidak ada pohon Sakuranya.." ucap Shizuka.


"# Kenapa gak sekalian di bawa ke sini pohonnya...Terus di tanam di sini.." ucap Bayu.


" Bisa hidup kah pohonnya di sini Bayu - san?" ucap Misaki.


" Tidak tahu...Sebelum di coba.." ucap Bayu.


Muncul sebuah ide di kepala Bayu.


" Hemm...Kalau di tanam di sini. Jadi bagus tuh..Terus aku tanam di Cafe... Jadi ada suasana tersendiri..." ucap Bayu dalam hati.


" Ayo kita pulang..." ucap Bayu.


Shizuka bangun lalu berdiri.


Mereka pun berjalan ke arah rumah Bayu.


" Di mana kak Bayu - san bertemu dengan Hinata?" ucap Misaki.


" # kedai makan... Itu pun tak di sengaja.."


"# Teman - temanku yang mengajaknya ke tempat wisata.." ucap Bayu.


" Apakah Bayu - san tidur bersama waktu itu?" ucap Shizuka.


"# Tidak... Aku tinggal di rumah sewaan.Sedangkan Hinata tinggal di hotel." ucap Bayu.


" Aku dengar Hinata sempat tinggal bersama Bayu - san.." ucap Shizuka.


" # Iya pernah..Hanya kita tidak sekamar..." ucap Bayu.


" Apakah waktu itu kalian sudah pacaran?" ucap Shizuka.


" #Kami tidak pacaran..." ucap Bayu.


" Kenapa kalian bisa menikah jika tidak pacaran?" ucap Shizuka.


" # Ceritanya panjang.. Tanya saja ke Hinata.." ucap Bayu.


Pukul 9.35.


Nampak keluarga Hatake berkumpul di rumah Bayu membahas siapa yang memggantikan kepemimpinan keluarga Hatake.


Bayu ikut hadir dalam rapat tersebut,karena Bayu sudah termasuk bagian keluarga Hatake.


Bayu duduk di samping Ayu dan kakek Naruto.


Di depan kakek Naruto ada sebuah pedang Katana warisan keluarga dan stempel clan Hatake.


" Baiklah...Semuanya sudah hadir.."


" Jujur saja,aku tidak sanggup memimpin kalian semua... Jadi aku Naruto Hiroyuki Hatake mengundurkan diri dari penunjukan kakakku Kiyoshi..." ucap kakek Naruto lalu mendorong ke depan pedang katana tersebut sedikit ke depan.


" Jika paman tidak memimpin,maka siapa yang memimpin keluarga kita..?" ucap Kakashi.


" Paman usul Bayu-chan yang memimpin..." ucap kakek Naruto.


"# Kok Bayu? Bayu tidak bisa kakek..." ucap Bayu.


" Kakek yakin kamu bisa..." ucap kakek Naruto.


"# Tidak bisa kakek...Bayu masih kuliah..."


" # Kenapa tidak paman Hiroshi saja yang memimpin.." ucap Bayu.


Kakashi mengeluarkan kertas dari balik bajunya.


" Ini ada surat..."


" Surat ini milik putriku dari ayah..."


" Di dalam surat ini menyatakan bahwa..."


" Bila putriku mempunyai bayi laki - laki,maka ayah ingin cicitnya itu yang memimpin keluarga kita..." ucap Kakashi.


" Diammpuut...Kenapa Ayu gak bilang ke aku" ucap Bayu dalam hati.


" Jadi bagaimana ?" ucap Kakashi.


" Paman setuju.." ucap kakek Naruto.


" Aku setuju..." ucap Akiro.


" Setuju..." ucap Hiroshi.


Para laki - laki dewasa menyetujui keputusan tersebut.


" Bagaimana jika perempuan?" ucap nenek Fumeko.


" Ya kita harus nunggu Hinata punya bayi laki - laki..." ucap kakek Naruto.


" Juancook...Enak banget mereka...Aku loh mau anakku jadi seorang kyai..." ucap Bayu dalam hati.


" Sementara kepemimpinan keluarga kita,aku serahkan ke Hiroshi.."


"Eh.....!!!?? Hiroshi terkejut. Ia tak menyangka dirinya di tunjuk oleh pamannya.


" Kemarilah..." ucap kakek Naruto.


Hiroshi mau tak mau menerimanya.Ia pun berdiri lalu berjalan,kemudian duduk di depan pamannya.


Kakek Naruto memegang pedang itu lalu menyerahkan pedang tersebut. Kemudian menyerahkan stempel clan Hatake.