SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERANGKAT MENUJU JEPANG


Hari Sabtu pagi.


Pukul 7.30.


Bayu berada di kamarnya bersama Khalisa sedang menaruh pakaian untuk di bawa ke Jepang.


Paijo, dan bu Intan tidak ikut ke Jepang,sebab mereka mengurus Cafe.


Bayu memasukkan sarung dalam tas.


"Dek...Kira - kira di sana musim apa ya?" ucap Bayu.


"Mungkin musim salju mas....Ini kan bulan Desember....


Khalisa melihat Bayu memasukkan sandal jepit ke dalam tas.


"Bisa neh nanti aku coba sirup campur salju..." ucap Bayu dalam hati lalu membayangkan.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Ya dek..." ucap Bayu.


"Kira - kira Sulis ngapain ya...?" ucap Khalisa.


"Paling di toko...Terus kang Ahmad ganti oli pelanggan..." ucap Bayu asal menjawab.


Bayu hanya tahu jika Ahmad membuka bengkel dan toko.Tapi tidak tahu rumahnya.


---***---


Jogjakarta.


Di salah salah daerah kawasan Jogjakarta,pinggir jalan raya,terdapat sebuah bengkel motor di sebelahnya ada toko kecil - kecilan.


Nampak seorang pria sedang menuangkan oli mesin di motor Shogun.


"Haaaaah....Haaaa...Haaciuuuuuhh..... Pria itu bersin.


Pria itu bernama Ahmad Zakaria.


"Alhamdulillah ..


"Kok aku tiba - tiba bersin ya...Padahal aku gak flu..


Ahmad menutup knop tutup oli mesin,lalu mengelap tangannya memakai kain.


"Sudah pak...


Seorang bapak - bapak pemilik sepeda motor yang di ganti olinya itu menyodorkan uang 50 rb.


Ahmad berjalan mengambil uang kembalian.


Setelah memberikan uang kembalian,Ahmad duduk memperhatikan anak buahnya mengganti ban. Lalu melihat penjual bubur kacang hijau yang mendorong gerobaknya mau lewat ,ia pun berjalan ke toko.


"Yank..." ucap Ahmad.


"Iya kang mas.." ucap Sulis.


"Mau bubur kacang hijau gak?" ucap Ahmad.


"Mau kang mas..." ucap Sulis.


----***---


Rumah Bayu.


Di dalam kamar Bayu.


Bayu selesai memasukkan barang yang ia akan bawa untuk ke jepang,serta selesai memeriksa barang bawaan agar tak ketinggalan.


Pesawat mereka akan terbang siang hari pukul 10. 20.


"Ada yang ketinggalan gak dek?" ucap Bayu.


Bayu memakai pakaian bermerk,sebab akan pergi ke luar negeri,jika hanya di jakarta saja,Bayu memakai baju yang jelek.


"Hemmm....Gak ada mas..." ucap Khalisa.


"Ya sudah...Ini ku bawa keluar dulu ya dek.." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Khalisa.


Bayu keluar kamar sambil membawa tas koper. Tas itu ada roda bagian bawahnya,sehingga cukup di tarik saja untuk membawanya.


Saat Bayu berjalan,ia melihat Bimo menarik tas kopernya.


"Bay...." ucap Bimo.


"Opo Mo.." ucap Bayu.


"Hem...Di sana ada jual rokok Surya gak ya..." ucap Bimo.


Mereka masuk lift untuk turun.


"Gak tahu...Bawa aja dari..Tapi


"Jangan banyak - banyak..." ucap Bayu.


"Aku cuman bawa 1 slop aja..." ucap Bimo.


Pintu lift terbuka lalu mereka berjalan ke pintu depan.


Nampak semuanya sudah berkumpul di ruang tamu sambil menunggu yang lain. Khalisa,Diana dan Melisa belum muncul. ke 3 sahabat Bayu memakai jaket yang sama seperti yang di pakai Bayu.


Hinata memakai cadar atas saran Hana,agar tidak di ketahui oleh musuh ayahnya.


"Paspor dan tiket jangan sampe ketinggalan loh .." ucap Bayu.


"Tenang Bay....Sudah ku Bawa..." ucap Lukman.


"Aku baru kali ini loh mau naik pesawat terbang..." ucap Bimo.


"Podoo...." ucap Bayu,Lukman dan Daniel.


"Kira - kira pas di pesawat itu ada penjual asongan gak yoo..." ucap Bimo.


"Ada Bim ..Nanti kamu buka pintu pesawat terus lompat " ucap Paijo.


"Diampuuut...Ya mati aku..." ucap Bimo.


"Oh iya yomesan... Di sana ada jual rokok buatan indomesia tidak?" ucap Bayu


"Ano shujin ..Di jepang ada peraturan bila belum berumur 20 tahun tidak boleh merokok..


"Dan di sana tidak di jual bebas...Lalu tidak boleh merokok sembarang tempat..


"Bila melanggar akan di kenai denda..." ucap Hinata.


"Buset dah..." ucap Bimo.


"Kalau mau merokok,di rumahku saja...


"Jangan bawa Shuriken lebih dari 30...Jika lebih 30 maka nanti di tangkap..


"Asem....Aku Bawa 40 Shuriken..." ucap Bayu dalam hati lalu mengeluarkan Shurikennya.


"Lebih baik jangan membawa Shuriken ataupun senjata,di rumahku sudah ada..." ucap Hinata.


Diana,Khalisa dan Melisa muncul. Diana dan Khalisa memakai jilbab serta cadar.


Bimo mengeluarkan rokoknya dari dalam tas.Begitu juga dengan Daniel dan Lukman.


"Sudah siap semuanya?" ucap Hana.


"Siaaap bu..." ucap mereka semua.


"Kang...Titip yoo..." ucap Bimo sambil menyerahkan rokoknya.


Lukman dan Daniel juga menyerahkan rokoknya pada Paijo.


"Diampuut....." ucap Paijo.


"Kang...Tolong Shurikenku taruh di lemari di Gazebo samping rumah ya..." ucap Bayu memyerahkan shurikennya.


"Yoo...


"Ayooo siapa lagi yang mau nitip?" ucap Paijo.


"Yank...Kamu bawa pistol gak?" ucap Bayu.


"Bawa yank..." ucap Diana.


"Tinggalkan saja di rumah yank...Jangan bawa senjata api.." ucap Bayu.


Diana dan Melisa membuka tasnya.


Diana mengeluarkan pistol serta amunisinya.


Melisa mengeluarkan senjata laras panjang serta amunisinya.


"Buseet daaah.....Ini pergi liburan apa mau perang..." ucap Bayu dalam hati.


"Sadiiss reek....Melisa..Senjatanya laras panjang..." ucap Lukman dalam hati.


"Juangkreeek... Melisa bawa senjata gak nangung - nanggung..." uncap Bimo dalam hati.


Hana geleng - geleng kepala melihat Melisa membawa senjata api laras panjang,jika pistol wajar lah,ini laras panjang yang di bawa.


"Mel... Mel...Kamu ini mau pergi liburan atau berperang..." ucap Hana dalam hati


Diana dan Melisa menyerahkan senjata itu pada Paijo


"Waaasssuuu.....Aku jadi penitipan barang.." ucap Paijo.


"Kang...Aku titip rumahku.." ucap Bayu.


"Rumahmu loh gak kemana - mana Bay..." ucap Paijo sambil memegang senjata api.


Bayu bersalaman pada bu Intan lalu mencium tangannya.


Bu Intan memeluk Bayu.


"Hati - hati ya Wan..." ucap bu Intan sambil memeluk Bayu.


"Injih ma..." ucap Bayu.


Yang lain juga ikut bersalaman ke bu Intan.


paijo meletakkan senjata api di meja. Lalu bersalaman ke Bayu.


"Sampeyan nitip opo kang?" ucap Bayu.


"Hem...Sake aja Bay..." ucap Paijo.


"Kok Sake..." ucap Bayu.


"Aku pengen ngerasain ..." ucap Paijo.


"Berapa gentong kang?" ucap Bayu.


"Jangkreek....Mana bisa aku minum sebanyak itu... Botol kecil aja Bay...


"Aku penasaran sama rasanya..." ucap Paijo.


"Yoo wess... Nanti aku bawakan..." ucap Paijo.


Setelah mereka bersalaman,mereka berjalan ke teras rumah lalu masuk dalam mobil.


Saat mereka sudah masuk semua,mobil yang berbaris rapi perlahan bergerak.


"Oh iya...Nanti paman Hiroshi jemputin kita apa enggak?" ucap Bayu.


"Hem....Tidak Yomesan..Kita datang seperti turis lainnya...


"Kata ibu...Jika di jemput oleh paman Hiroshi maka akan ada mata - mata musuh yang akan melihat kita.." ucap Hinata.


"Ooo..Begitu..." ucap Bayu.


"Betul juga seh...Jika di jemput maka musuh bisa mengetahuinya." ucap Bayu dalam hati.


"Nanti kita di jemput oleh anak buah paman yang menyamar..." ucap Hinata.


"Gimana cara mereka mengetahuinya jika itu kita dik?" ucap Khalisa penasaran.


"Memakai kata sandi rahasia kak..." ucap Hinata.


"Ooo...Begitu..." ucap Khalisa.


"Oh iya...Di sana saat ini musim apa yomesan?" ucap Bayu.


"Musim dingin shujin..." ucap Hinata.


"Mas....Nanti kita buat boneka salju yuk.." ucap Khalisa.


"Ayoo..." ucap Bayu.


"Sekalian aku mau buat es sirup..." ucap Bayu dalam hati.


"Oh iya...Sebelum masuk islam,dik Ayu agamanya apa ?" ucap Khalisa.


"Shinto kak..." ucap Hinata.


"Ooo...Shinto.." ucap Khalisa.


"Sinto...???? Sepertinya aku pernah dengar...


Bayu mengingat - ingat kata sinto


"Aaaah...Iya...


Bayu teringat kata sinto tersebut


"Film Wiro Sableng..


"Masa seh gurunya Wiro Sableng jadi kepercayaan orang jepang...


Bayu memegang dagunya.


"Jika iya...Berarti penganutnya jadi sableng semua dong..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat ke jendela mobil.


"Di sana itu paling besar penduduknya beragama apa dik?" ucap Khalisa.


"Hem...Tidak beragama sama agama Shinto,sisanya ada Budha,ada juga agamanya islam." ucap Hinata.


"Buseeet dah...Pantesan aja di sana banyak memproduksi film biru..." ucap Bayu dalam hati.


"Film biru itu film apa Bay?" suara Sekar.


"Itu loh mbak...Film yang mempertontonkan adegan di ranjang mbak.." ucap Bayu dalam hati.


"Serius Bay..." suara Jalu.


"Asem...Kalau bahas ranjang aja tanpa di undang langsung nongol..." ucap Bayu dalam hati.


"Lah gimana gak nongol,awakmu wae bahas dunia perlendiran kok" suara Jalu.


"Diampuut...Bayu gak ada bahas film itu pakde..


"Hanya saja Bayu merasa heran kenapa film biru banyak dari jepang.. Rupanya mereka sebagian tak ada agamanya... Begitu..." ucap Bayu dalam hati.


"Ya mang begitu Bay...Jika orang tak memiliki agama maka mereka berbuat apa saja..." suara Sekar.


"Bay...Cari mangsa Bay...Siapa tahu ada yang mau di ajak mojok..." suara Jalu.


"Watashi wa dekimasen pakde.." ucap Bayu dalam hati. (saya tidak bisa)


"Jiangkreeek...Jangan pakai bahasa planet Bay.. Wooo...Weduusss..." suara Jalu.


"Sokorin...


"Ha....Ha...Ha....Ha.." suara Sekar.


"Emang kamu tahu artinya..." suara Jalu.


"Tahulah..." suara Sekar.


"Tadi itu artinya apa? " suara Jalu.


"Rahasia pendekar mesum..."suara Sekar.


"Diampuut..." suara Jalu.


"Ha...Ha....Ha...Ha...Ha....Ha..." suara Sekar tertawa.


Tak terasa mereka akhirnya tiba di bandara.


"Coba aja ada jalan Tol di laut.." ucap Bayu dalam hati.


Waktu pertama kali naik pesawat,jantung Bayu rasanya mau copot saat pesawat tinggal landas dan akan mendarat. Apalagi saat pesawat menurunkan ketinggiannya.


Bayu merasakan jantungnya naik keatas.


Mereka turun dari mobil. Para pengawal menurunkan tas.


Satu persatu mengambil tasnya masing - masing.


Bimo yang baru pertama kali ke Bandara merasa takjub.


"Wuuihh...


"Bay..." ucap Bimo.


"Opo Bim..." ucap Bayu.


"Pesawate ono nangdi?" ucap Bimo.


"Jek nang pasar Bim...Golek sego pecel.." ucap Bayu.( Masih di pasar Bim...Mencari nasi pecel).


"Jiangkreeek..." ucap Bimo.


Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam bandara.


"Ada di parkiran lah Bim..." ucap Bayu.


"Awakmu wes pernah numpak pesawat kah Bay?" ucap Lukman.


"Pernah Man..Aku baru satu kali naik pesawat." ucap Bayu.


"Kapan awwkmu numpak pesawat?" ucap Bimo.


" Waktu aku ke Lampung Bim" ucap Bayu.


Mereka kemudian Chek In.


"Bay..." ucap Lukman.


" Opo Man...." ucap Bayu.


"Kok aku jadi takut ya..." ucap Lukman.


"Takut kenapa?" ucap Bayu.


"Pas pesawatnya terbang terus tiba - tiba nyungsep" ucap Lukman.


"Ya berdo'a aja pesawatnya gak kenapa - kenapa" ucap Bayu.


Mereka antri satu persatu di periksa barang bawaannya.


Saat Bimo melewati palang pintu . Lampu menyala.


"Maaf pak...Keluarin barang yang ada di dalam kantong.." ucap petugas.


Bimo mengeluarkan korek gas,dompet,permen Milton kemasan kaleng,dan uang receh.


"Korek gak boleh di bawa ya pak.. Ini kami sita.." ucap petugas sambil mengambil korek milik Bimo lalu meletakkan dalam kardus,lalu memeriksa permen Milton yang wadahnya bulat.Setelah tahu isinya permen saja,petugas mengembalikan lagi.


"Buseet dah....Korekku di sita..." ucap Bimo.


"Gak boleh bawa korek Bo... Kalau kamu bawa korek,mereka khawatir kamu bakar bandara ini..." ucap Bayu.


Selesai mereka menjalani pemeriksaan di pintu masuk,mereka berjalan ke ruang tunggu.


Saat pengawal keluarga Han akan masuk di pintu pemeriksaan,mereka mengeluarkan kartu anggota serta KTP. Merekapun lolos masuk ke dalam meskipun membawa senjata api. Karena kartu anggota dan KTPnya sesuai. Jika tak sesuai maka di larang masuk.


"Ada bule Bay..." ucap Lukman melihat turis mancanegara.


"Di kampung loh banyak bule Man..." ucap Bayu.


'Itu bulek...Bukan bule. " ucap Lukman.


Mereka berjalan ke arah ruang tunggu. Tas yang mereka bawa telah di serahkan kepada petugas bandara.


Sesampainya di ruang tunggu.


" Bay...Kalau gak salah Jepang itu punya 4 musim kan..


"Terus sekarang ini musim apa Bay?" ucap Lukman.


"Musin dingin Man.." ucap Bayu.


"Aiiisshh.... Kirain musim semi.." ucap Lukman.


"Kenapa emangnya Man? " ucap Bayu.


"Mau lihat bunga Sakura..." ucap Lukman.


Bayu mengambil hape Nokianya kemudian memfoto keluarga dan teman - temanya yang sedang duduk menunggu pesawat.


"Pak...Tolong fotoin dong.." ucap Bayu pada salah satu pengawalnya.


Pengawal Bayu lantas memfoto Bayu dan keluarganya.


Berbagai macam pose di lakukan.


Selesai memfoto,pengawal itu mengembalikan hp Bayu.


Bayu melihat hasil foto tersebut.


"Mayan...Buat kenang - kenangan..." ucap Bayu dalam hati.


Tak lama kemudian,suara speaker bandara berbunyi agar semua penumpang pesawat Garuda agar masuk ke dalam pesawat.


"Yook...Kita berangkat." ucap Bayu.


Mereka kemudian berjalan menuju pesawat.


Ke tiga sahabatnya melihat beberapa pesawat yang terparkir.


"Wuuiii....Gedi yooo pesawatte...Tak kiro cilik..." ucap Bimo.


"Ya gede lah Bim...Kalau kecil...


"Kamu gak bakalan muat..." ucap Diana.


Saat mereka akan masuk dalam pesawat,para pengawal keluarga Han tidak ikut masuk kedalam pesawat.


Ke tiga sahabat Bayu celingukan saat berada di dalam pesawat.


"Wuuuiiih.... Luas juga yaaa..." ucap Bimo.


Mereka berada di kelas bisnis.


Bayu duduk dekat jendela,di depannya ada Bimo.Di samping Bayu ada Lukman.


Bimo membuka pelindung kaca.


"Seandainya si mbok melu nang Jepang..." ucap Bimo.


"Lapo gak di jak Bim?" ucap Bayu mendengar ucapan Bimo( kenapa gak di ajak Bim?).


Bimo menoleh ke Bayu.


"Emange oleh Bay?" ucap Bimo(Emangnya boleh Bay?)


"Ya boleh lah..." ucap Bayu.


"Engko sek tak telpon mbokku...Siapa tahu gelem melu.." ucap Bimo.


"Ne mau berangkat Bim..Kapan - kapan wae di jak..." ucap Bayu.


Suara di speaker di pesawat berbunyi,seluruh penumpang di harapkan duduk dan memasang sabuk pengaman serta mematikan alat elektronik.


Nampak 2 orang Pramugari mengecek semua penumpang satu persatu,untuk memastikan semua penumpang berada di kursi dan memakai sabuk pengaman. Tak lama kemudian,Pesawat yang mereka tumpangi perlahan bergerak.


Bimo melihat kearah jendela.


"Begini ya rasanya naik pesawat itu Bay.." ucap Lukman.


"Iyoo..." ucap Bayu.


"Bay....


Bayu melihat ke arah Daniel.


"Kira - kira berapa lama kita sampainya Bay?" ucap Daniel.


"Gak tahu Niel.." ucap Bayu.


Pesawat berada di landasan pacu. Kecepatan pesawat semakin lama semakin cepat.


"Mboook...Aku naik pesawat mbook..." ucap Bimo saat pesawat tinggal landas.


"Juancoook...." ucap Lukman berpegang erat.


"Santai aja Man..." ucap Bayu.


"Kamu belum ngerasain saat pesawat tiba - tiba menurunkan ketinggiannya Man..." ucap Bayu dalam hati.


"Bay..." suara Sekar.


"Iya mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Setelah sampai di jepang,aku pengen lihat suasana di sana... Boleh gak aku pinjam tubuhmu..


" Sebentaaaaaaaar... saja.." suara Sekar.


"Boleh mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Aku Ju...." suara Jalu


Bayu memotong ucapan Jalu.


"Pakde gak boleh..." ucap Bayu dalam hati.


"Waaassuuuu...." suara Jalu.


"Kalau pakde nongol...Yang ada mesumin para gadis ABG" ucap Bayu dalam hati.


"Haha...Ha...Ha...Ha...Sokorin...


"Makanya jangan mesum terus...Ha...Ha...Ha..Ha..." suara Sekar.


"Wuuiiih....


"Bentuk awan seperti permen kapas...


Bimo menoleh ke arah Bayu.


"Bay....Aku pengen ngambil awan itu...Boleh gak ya..." ucap Bimo.


"Boleh...Tapi...


"Kamu nanti ambil awannya pakai parasut..." ucap Bayu.


"Terjun payung dong..." ucap Bimo.


"Ho oh... Aku tinggal da da saja saat kamu lompat..." ucap Bayu.


"Diampuut...." ucap Bimo.


"Bay..." ucap Lukman.


"Opo Man..." ucap Bayu.


"Tukar tempat duduk dong...Aku pengen lihat..." ucap Lukman.


Bayu melepas sabuk pengaman lalu bertukar tempat duduk dengan Lukman.


"Mas..." suara Khalisa.


Bayu menoleh ke arah Khalisa.


"Opo dek..." ucap Bayu.


"Kata Ayu sekitar 6 jam lebih kita sampai di Jepang..." ucap Khalisa.


"APAAAAAAA......!!!!??? ucap Bayu,Bimo,lukman dan Melisa terkejut.


"Juangkreeeek..... Suwine..." ucap Lukman.


"He eh... Tak kiro angger sejam wae,dilalah 6 jam...Waaassssuuu..." ucap Bayu.( kupikir hanya sejam saja,ternyata 6 jam..)


Bimo berdiri dari tempat duduknya.


"Niel...." ucap Bimo.


"Opoo..." ucap Daniel.


"Gowo kertu opo ora?" ucap Bimo.(Bawa kartu apa enggak)


"Bawalah....Aku tahu pasti kalian akan menanyakan aku bawa kartu apa enggak..Mau maen kah?" ucap Daniel.


"Mantaap...


"Man...Dolanan kartu yook..." ucap Bimo.


"Ayoo..." ucap Lukman.


Daniel mengambil kartu di dalam jaketnya.


Mereka lantas duduk di lantai untuk bermain kartu.


"Bay...Ikut apa enggak?" ucap Daniel.


"Hem...Yang kalah ngapain?" ucap Bayu.


"Duduk jongkok..." ucap Daniel.


"Ayoo..." ucap Bayu.


Bayu ikutan bermain kartu dengan teman - temannya.


Mereka di lihat oleh penumpang lain. Nampak mereka sebagian dari mereka geleng - geleng kepala.


Salah satu penumpang yang seorang gadis berambut pirang berjalan ke arah mereka.


" Excuse me... May I join you guys " ucap gadis tersebut. (permisi... Bolehkah saya ikut bergabung dengan kalian)


"Of course, please have a seat " ucap Daniel. ( tentu,Silahkan duduk)


"My name is Grace...." ucap gadis itu sambil menyodorkan tangan ke Lukman.


"Lukman..." ucap Lukman saat berjabat tangan dengan Grace.


Saat Grace menyodorkan tangan ke Bayu.


"My name is Bayu.." ucap Bayu.


"what are you playing " ucap Grace.


"Poker...


" the loser, sitting squat like this "ucap Daniel. Lalu mempraktekkan duduk jongkok.


"you don't use money ?" ucap Grace.(Kalian tidak menggunakan uang).


Diana dan Hinata memperhatikan gadis tersebut.


"no...This is just an entertainment game. Not gambling " ucap Daniel. ( tidak...Ini hanya permainan hiburan saja. Bukan judi)


"Okee... Saya ikut.." ucap Grace.


"Jancook...Bisa bahasa indonesia..." ucap Lukman.


"Bisa...Hanya sedikit saja ..


"Eee...What is jancok?" ucap Grace.


"Jancok itu happy expression...


"Example..Horeee...Begitu.." ucap Daniel.


"Ooo....


"Jancooook..." ucap Gracee sambil tepuk tangan.


Bayu melihat Grace di kerjai ingin sekali tertawa tapi ia tahan.


"Huaha...Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." diana tertawa melihat gadis bule di kerjai oleh Daniel.