SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGHADIRI PERNIKAHAN SULIS


Kampus.


Senin pagi Hari.


Bayu bersama Khalisa berjalan menuju kelasnya. Sedangkan Sulis tak masuk kuliah.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Ya dek..." ucap Bayu.


"Terasa ada yang kurang ya.." ucap Khalisa.


"Apanya yang kurang dek?" ucap Bayu.


"Biasanya kita selalu bertiga berjalan ke kelas...Ini hanya berdua saja.." ucap Khalisa.


"Iya seh...." ucap Bayu.


Sesampai di dalam kelas,Bayu menghampiri teman - temannya untuk bersalaman. Teman yang beragama islam mengucapkan Minal Aidin walfaidzin.


"Lu mudik kemana Bay?" ucap Wendi teman sekelas Bayu.


"Ke Jogjalah Wen..Lah sampeyan mudik kemana?" ucap Bayu.


"Gue mah kagak mudik..." ucap Wendi.


Vivi muncul di balik pintu,ia berjalan ke arah Bayu.Posisi Bayu membelakangi Vivi,lalu Vivi menutup mata Bayu.


Bayu mencium aroma parfum seperti yang di gunakan Sulis.


"Sulis...." ucap Bayu.


"Salah..." ucap Wendi.


Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmo untuk melihat siapa yang menutup matanya itu.


Setelah memgetahui,sukmanya kembali lagi.


"Vivi..." ucap Bayu.


Vivi melepaskan tangannya.Lalu berjalan di samping Bayu.


"Kok lu tahu itu gue Bay?" ucap Vivi.


"Ya tahu lah...Masa kamu lupa waktu aku datang kerumahmu waktu itu" ucap Bayu.


"Oh iya...Sory...


"Hem...Met hari raya idul fitri ya Bay..." ucap Vivi.


"Iya makasih ya Vi..." ucap Bayu.


"Lebaran ke 2 lu kemana Bay...? gue mau kerumahmu kata penjaga gerbang lu gak ada di rumah.." ucap Vivi.


"Aku ke Jogja Vi..." ucap Bayu.


Alex datang bersama Gery,lalu memghampiri Bayu.


"Pantesan..." ucap Vivi.


"Hampir aja aku bakar menyan Lex biar kamu muncul... kamu dah datang duluan..." ucap Bayu.


"Anjeeeng...Lu kira gue ini setan apa.." ucap Alex.


"He eh..." ucap Bayu.


Bayu menyodorkan tangannya ke Alex. Alex menyambut tangan Bayu. Lalu bersalaman ke Gery.


"Kamu mudik kah Lex?" ucap Bayu.


"Gue mah kagak mudik..Neh si Gery yang mudik" ucap Alex.


"Mudik kemana kamu Ger?" ucap Bayu.


"Ke Manado lah...Daripada bete' liburan ketemu sama Alex melulu memding gue mudik..." ucap Gery.


"Bajingan...Jadi lu dah bosan ya berteman ama gue?" ucap Alex.


"Ya kagak lah Lex..." ucap Gery.


"Manado sebelah mana kamu Ger?" ucap Bayu


"Malalayang Bay...Kamu ada keluarga di Manado kah?" ucap Gery.


"Ada,dari istriku..." ucap Bayu.


"Khalisa dari Manado kah Bay?" ucap Alex.


"Iya...Dia dari Manado di daerah Bailang...


"Itu dekat dengan rumahmu apa jauh Ger?" ucap Bayu.


"Mayan jauh seh dari tempatku Bay...Lebaran Lu mudik ke Jogja atau ke Manado Bay ?" ucap Gery.


"Ke Jogja Ger..." ucap Bayu.


Bu Eva dosen mereka masuk ke dalam kelas memakai pakaian jilbab tanpa cadar.


"Bu Eva datang..." ucap Alex yang melihat bu Eva.


Bayu dan yang lainnya berjalan ke kursi.


"Assalam mua'alaikum warah matullahi wabarakatuh..." ucap bu Eva.


"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh.." ucap semua orang di dalam kelas.


"Selamat pagi semua...." ucap bu Eva.


"Selamat pagi buu.." ucap semua orang.


"Hari ini,tak ada kegiatan mengajar,kalian semua di suruh oleh pal Rektor untuk berkumpul di lapangan.Tas kalian taruh di dalam kelas... Jangan ada yang pulang" ucap bu Eva lalu berjalan keluar kelas.


Bayu dan semua orang keluar kelar menuju lapangan.


"Tumben di suruh kumpul..." ucap Bayu.


"Mungkin mau di kasih angpao..." ucap Alex.


"Bisa jadi..." ucap Bayu.


Setelah mereka tiba di lapangan,rupanya tak hanya Fakultas Bayu saja yang di suruh kumpul. Semua Fakultas juga di suruh kumpul di lapangan.


Mereka di minta berbaris sesuai Fakultasnya masing - masing.


Bayu melihat sekilas ada Sambo ikut dalam rombongan bersama teman - temannya.


"Itu kan Sambo..." ucap Bayu.


Alex yang berdiri di samping Bayu celingukan mencari Sambo.


"Mana Bay?" ucap Alex.


"Itu di sana..." ucap Bayu sambil menunjuk.


Alex melihat arah yang di tunjuk Bayu.


Tak lama kemudian setelah mereka berbaris rapi.Pak Rektor maju ke depan Podium,lalu memberi sambutan.


Rupanya pak Rektor sengaja memgumpulkan mereka semua,baik yang masuk pagi maupun siang dalam satu lapangan untuk Halal bihalal. Meskipun ada yang beragama non Islam tetap di suruh kumpul.


Setelah pak Rektor selesai memberi sambutan,Semua orang di sana bersalaman secara baris berbaris,yang awalnya belum pernah bertemu akhirnya bertemu karena beda jam masuk kampus.


Bayu berjalan dalam barisannya,di depannya ada Khalisa di belakangya ada Alex,vivi,gery Wendi Dll. Bayu menjabat tangan ke mahasiswa,sedangkan ke mahasiswi tidak. Begitu pula dengan Khalisa.


Orang - orang yang belum pernah melihat Bayu kaget,mereka pikir Bayu adalah pertukaran mahasiswa dari luar negeri.


Saat Bayu bertemu dengan Diana,Diana mencium tangan Bayu. Lalu ketika Alex menyodorkan tangan ke Diana,Diana hanya menangkupkan tangannya saja.


"Bay..." ucap Alex sambil bersalaman.


"Ya Lex..." ucap Bayu.


"Habis ini kan kita langsung pulang tuh... Kita nongkrong yuk.." ucap Alex.


"Ide yang bagus... Kita nongkrong di Cafe gimana?" ucap Bayu.


"Cafe mana dulu.." ucap Alex.


"Cafe Mantan..." ucap Bayu.


" Cafe Mantan..???Tempatnya di mana itu Bay..?" ucap Alex.


"Dekat aja...Gak sampai sejam dah sampai jika gak macet.."ucap Bayu.


Mereka bertemu dengan Sambo.


Sambo menjabat tangan Bayu dengan erat.


"Sombong lu... Gak ada maen kerumah.." ucap Sambo.


"Maaf kang...Aku sibuk.. Kita mau nongkrong,mau ikut gak kang?" ucap Bayu.


"Kemana?"ucap Sambo.


"Entar aku sms alamatnya.." ucap Bayu.


Setelah mereka selesai bersalaman,mereka kembali ke kelas masing - masing.


Sesampainya di kelas,Bayu mengambil hapenya lalu mengetik sms ke Sambo alamat Cafe Mantan,lalu mengirim pesan tersebut.


Alex menghampiri Bayu bersama Gery.


"Di sana tempatnya bagus gak Bay?" ucap Alex.


"Hemm...Menurutku seh Bagus.. Di sana jual menu makanan Khas Makasar,ada juga makanan Khas Jepang " ucap Bayu.


"Serius lo..." ucap Alex tak percaya.


Teman - teman Bayu mendengar ucapan Bayu.


"Iya...Aku serius Lex...Bukanya jam 9 sampai jam 8 malam... Hari Jum'at bukanya jam 2 tutup jam 10 malam." ucap Bayu.


"Makanan khas Makasar itu apa aja Bay?" ucap Gery.


"Coto Makasar sama sop konro Ger" ucap Bayu.


"Kalian mau kemana?" ucap Vivi.


"Ke Cafe...Mau ikut kah Vi?" ucap Bayu.


"Gue ikut boleh gak Bay..."


"Di mana itu tempatnya Bay..."


"Ikut dong..."


Bayu tersenyum pada teman - temannya yang ingin ikut.


"Kalau mau ikut ayo..." ucap Bayu.


"Jauh gak Bay tempatnya?" ucap Vivi.


"Gak sampai sejam Vi..." ucap Bayu.


"Gue ikut Bay..." ucap Vivi.


Mereka kemudian keluar kelas menuju parkiran. Sebagian teman - teman Bayu ikut ke Cafe Mantan. Mereka mengikuti mobil yang di tumpangi Bayu.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai.


Alex memghampiri Bayu yang turun dari mobil.


"Bay...Gak salah kah?" ucap Alex.


"Enggak...Kenapa Lex?" ucap Bayu heran.


"Ini tempat banyak hantunya...Gue pernah dengar ada orang kesurupan saat nebang pohon beringin..." ucap Alex.


"Pohon Beringinnya sudah gak ada Lex...Jadi tenang aja..." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk. Anak buah Bayu menyambut dengan ramah di pintu masuk.


Setelah mereka melewati pintu masuk,Mereka terpesona melihat bangunan Cafe tersebut.


"Wuuiihh....Keren..."


"Iya...Keren banget.."


"Bangkek...Ini ada ikan Arwana mahal gaeess..."


Mereka melihat ke arah akuarium.


"Cantiknya...."


"Kira - kira berapa ini harga ikannya?"


"Gak tahu...Yang jelas lebih 50 juta lah.."


Sambo yang ikut dalam rombongan itu melihat ke arah ikan Arwana.


"Bay...Lu beli sama Rahman ya?" ucap Sambo.


"Enggak...Itu di kasih kang Rahman..." ucap Bayu.


Sebagian ada yang melihat ke kandang burung,karena mendengar suara kicauan burung.Sebagian lagi ada yang duduk di kursi lalu melihat menu yang di sajikan.


"Lu tahu dari mana Cafe ini Bay..?" ucap Sambo penasaran.


"Dari teman kang..." ucap Bayu.


Mereka kemudian duduk lalu memesan makanan dan minuman.


Bayu berjalan ke Gazebo.


Nampak ada Vivi,Khalisa,dan Diana telah lebih dulu duduk di sana. Gazebo tersebut tak di buka untuk umum.Hanya keluarga Bayu dan sahabat Bayu saja yang menempati tempat itu.


Nampak teman - teman Bayu menikmati makanan yang mereka pesan. Berbagai obrolan mereka bicarakan.


Salah satu anak buah Bayu datang menghampiri.


"Bos...dan nyonya - nyonya bos mau pesan apa?" ucap anak buah Bayu.


"Jus alpukat..." ucap Khalisa.


"Jus Kiwi..." ucap Diana.


"Teh hangat" ucap Vivi.


"Makanannya?" ucap anak buah Bayu.


"Engggak...Aku gak lapar kang" ucap Bayu.


"Sama..." ucap Khalisa dan Diana.


"Sop Konro bang.." ucap Vivi.


Anak buah Bayu lantas berjalan meninggalkan Bayu.


"Hemm... Cafemu bagus banget Bay..." ucap Vivi.


"Ini semua berkat teman - temanku Vi...Mereka yang membangun tempat ini..." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,pesanan Bayu datang.


Setelah mereka selesai makan,mereka mengobrol. Sambo dan teman - temannya datang menghampiri Bayu setelah mereka membayar di kasir.


"Kenapa lu gak bilang kalau ada tempat sebagus ini Bay? Makanannya enak lagi..." ucap Sambo.


"Ini baru di buka kemarin kang..." ucap Bayu.


"Ooo...Baru buka kemarin..." ucap Sambo.


"Bay..." ucap Alex.


"Opo Lex.." ucap Bayu.


"Pelayan di sini gue lihat kok ada tattonya ya..Terus yang ada yang badannya kekar begitu.." ucap Alex.


"Meskipun mereka punya tatto,tapi mereka ramah kan Lex...?" ucap Bayu.


"Iya ramah Bay.." ucap Alex.


"Jangan pandang orang dari fisiknya saja,tapi lihat hati dan ketulusannya....." ucap Bayu.


Paijo datang menghampiri Bayu lalu duduk di dekat Bayu.


"Bay..." ucap Paijo.


"Opo kang...?" ucap Bayu.


" Ono pulsamu gak Bay? Aku lali isi pulsa.." ucap Paijo.


"Bentar...


Bayu mengambil hape samsungnya,lalu mengirim pulsa ke Paijo.


"Tuh...Dah ku isi pulsamu kang" ucap Bayu.


Paijo mendengar nada pesan di hapenya,lalu mengecek.


"Suwun Bay..." ucap Paijo lalu pergi meninggalkan Bayu.


Teman - teman Bayu satu persatu pulang.


Sambo duduk di samping Bayu.


"Gue pernah makan di restoran Jepang. Rasanya sama persis yang gue makan tadi...


"Malah lebih enak di sini...Apakah yang punya Cafe ini orang Jepang nikah sama orang sulawesi Bay?" ucap Sambo.


Tiba - tiba muncul Hinata bersama Melisa yang di kawal 4 orang pengawal.


"Gak tahu aku kang" ucap Bayu.


Hinata mencium tangan Bayu,lalu Melisa ikut mencium tangan Bayu.


Sambo memperhatikan Hinata dan Melisa.


"Keluargamu Bay?" ucap Sambo.


"Iya kang...


"Kok kalian cepat pulangnya" ucap Bayu.


"Di sekolah acara halal bihalal kak,setelah itu pulangan..Besok baru masuk seperti biasa.." ucap Melisa.


"Ooo...Begitu.." ucap Bayu.


Sambo dan yang lain berpamitan pulang.


***


Hari Minggu.


Bayu beserta keluarga dan teman - temannya datang menghadiri dia acara pernikahan Sulis.


Meskipun bu Intan hadir di pesta pernikahannya Sulis,Cafe Mantan tetap berjalan seperti biasa.


Bayu duduk bersama ke tiga istrinya menyaksikan Ahmad mengucapkan ijab kabul di dalam rumah Sulis.


Nampak Sulis datang memakai pakaian serba putih,memakai jilbab .


"Jancook...Kenapa aku gak rela ya kalau Sulis nikah sama orang lain..." ucap Bayu dalam hati.


Sulis melihat ke arah Bayu lalu tersenyum.


Tatapan mata mereka saling bertemu. kemudian Sulis melihat ke arah Ahmad,lalu duduk di samping Ahmad.


"Kalau kamu gak rela,kenapa gak kamu nikahi dia Bay..." suara Jalu.


"Ya Bayu gak rela aja pakde.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu merasa lega dan juga kehilangan,lega Sulis telah menikah,dan kehilangan orang yang selalu menemani bersama.


Bayu teringat saat dirinya pertama kali melihat Sulis. Lalu bertemu lagi di kossan hingga ia melakukan hubungan badan tanpa sadar,lalu teringat saat ia mengajari Sulis mengaji,ilmu fiqih.


Terdengar suara dari pak penghulu memulai acara.


Bayu menoleh ke istrinya.


Nampak wajah Khalisa sama cantiknya seperti Sulis,hanya memakai bedak tipis dan lipstik.


Khalisa menoleh ke Bayu.


"Ada apa mas...?" ucap Khalisa.


"Gakpapa....Tadi aku lihat nyamuk hendak nempel di pipimu dek " ucap Bayu.


"Gimana saksi" ucap pak penghulu setelah Ahmad mengucapkan ijab kabulnya.


"SAAAH....." ucap semua orang termasuk Bayu.


Nampak air mata Sulis keluar, setelah Ahmad selesai mengucapkan ijab kabulnya. Kini Sulis secara resmi menjadi istri Ahmad. Dalam hati kecil Sulis masih mencintai Bayu. Tanpa ia sadari, dirinya tengah hamil. Sulis tak mengetahui perihal kehamilannya itu,karena ia menjalani hari demi hari biasa saja.


Bayu dan yang lainnya keluar dari rumah Sulis.Ahmad ikut juga keluar.


Bayu duduk di teras mushalla bersama Khalisa,sambil menunggu Ahmad memakai pakaian adat jawa.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


"Hem.... Gak jadi..." ucap Khalisa.


Khalisa mengambil hapenya,lalu memgetik.


Tak lama kemudian hape Bayu bergetar pendek.


Bayu mengecek hapenya. Nampak sebuah pesan masuk.


From Putri istriku.


Mas...Aku pikir Sulis akan menjadi istri ke empat mas,karena kita bertiga sudah membicarakannya. Kita bertiga ikhlas dan rela jika Sulis menjadi istri ke empat,tapi kita gak berani mengatakan hal ini pada mas. Maaf y mas.


Bayu menoleh ke Khalisa.Lalu merangkulnya.


"Mas sudah cukup memiliki kalian bertiga.." ucap Bayu lirih.


"Preeeet.... " suara Jalu.


"Jancook..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah Ahmad memakai pakaian adat jawa.


Rombongan pengantin pria berjalan menuju tempat acara.


Ketika jaraknya 15 meter dari tempat acara,nampak beberapa orang berbaris rapi sambil membawa Rebana. Lalu mereka menabuh Rebana tersebut. Salah satu orang menyanyikan shalawat,menyambut kedatangan pengantin pria.


Ketika Ahmad dan Sulis sudah duduk di kursi pelaminan,rombongan pengantin pria mengambil makanan yang telah di sediakan.


Bayu mengambil makanan,lalu duduk di kursi bersama ke tiga istrinya.


Lalu muncul Rahman bersama Annisa dan Zahra.Mereka duduk di meja yang sama dengan Bayu.


"Sepertinya mereka sudah resmi menjalin hubungan.." ucap Bayu dalam hati melihat hubungan Annisa dan Rahman semakin dekat.


"Nur..." ucap Bayu.


"Ya mas.." ucap Annisa.


"Kang Rahman sudah bilang ke babe belum?" ucap Bayu.


"Bilang apa mas?" ucap Annisa tak paham.


"Itu...


"Katanya Bulan depan Kang Rahman mau melamarmu..." ucap Bayu.


Uhuuk...Uhuuuk....Uhuuuk... Rahman kesedakan,lalu minum.


"Belum ada mas..." ucap Annisa.


"Diampuut....Kapan aku bilang begitu Bay?" ucap Rahman.


"Waktu itu loh...Masa sampeyan lupa" ucap Bayu.


"Asem..." ucap Rahman.


"Cintya mana kang?" ucap Bayu karena tak ada melihat Cintya dari tadi.


"Gak mau ikut dia Bay...


"Oh iya... Cafemu bisa pesan antar gak Bay?" ucap Rahman.


"Hem...Pesan antar belum tersedia kang.." ucap Bayu.


"Kalau bisa seh ada layanan pesan antarnya Bay..


"Jadi...


"Orang - orang yang agak jauh bisa pesan...


"Seperti contoh ikan yang ku jual,orang - orang bisa pesan" ucap Rahman.


Saat ini belum ada yang namanya Gojek, Gober, Grab dll.


"Harus nambah karyawan dan kendaraan dong.." ucap Bayu.


"Ya harus lah,masa iya yang ngantar pesanan jalan kaki." ucap Rahman.


"Menurutku...Idenya bang Rahman bagus juga yank...


"Jadi orang - orang yang ingin pesan bisa telpon." ucap Diana.


"Nantilah aku bicarakan sama kang Paijo " ucap Bayu.


"Kalau ada pesan antar kan enak,aku tinggal telpon,lalu datang deh pesananku.." ucap Rahman.


"Kalau pesan antar maka biaya yang di keluarkan lumayan besar,buat ongkos antarnya." ucap Bayu.


"Ya iyalah Bay... Kita hitung jaraknya. Kalau dekat aja ongkosnya agak murah,yang penting gak rugi bensin...Pakai aja kendaraan yang irit BBM..." ucap Rahman.


"Hem...Nanti aku pakai kuda kang...Jadi gak usah beli bensin.." ucap Bayu.


"Jancook...Pakai kuda lagi...Terus yang naik kudanya itu siapa?" ucap Rahman.


"Nur sama Zahra..." ucap Bayu asal.


"Eh.....!!!??? Annisa dan Zahra terkejut.


"Jiangkreeek.... " ucap Rahman.


"Yook kita kesana..." ucap Bayu.


Mereka pun berdiri lalu berjalan ke pelaminan.


Saat Bayu berdiri di depan Sulis.Bayu menatap wajah Sulis lalu menyodorkan tangannya. Sulis menyambut tangan Bayu.Lalu Sulis hendak mencium tangan Bayu.


Bayu menahan Sulis agar tak mencium tangannya.


"Selamat ya Lis...Semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian.." ucap Bayu.


"Iya mas... Makasih ya..." ucap Sulis lalu memeluk Bayu.


Sulis melepaskan pelukannya.


"Asem...Malah meluk aku di depan Ahmad lagi.." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu beralih ke Ahmad.


Ahmad menyambut tangan Bayu lalu memeluknya.


"Jangan marah ke Sulis loh ya kang..." ucap Bayu lirih.


"Iya... Santai aja Bay...Thanks ya dah datang.." ucap Ahmad.


Ahmad melepas pelukannya.


"Seandainya kamu tahu bahwa Sulis dah aku cicipi berulang kali,mungkin kamu gak bakalan menikahi Sulis Mad.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah salaman,mereka foto bersama. Kemudian Bayu meninggalkan pesta pernikahan tersebut bersama keluarga dan teman - temannya.