SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SIAP.....MAU PAK


Selesai makan Bayu kembali ke tempat berkumpul.


Bayu duduk di rerumputan seorang diri.


" Jika nilaiku sempurna,aku cepat keluar dari sini...Jika nilaiku jelek..."


Xiang muncul lalu duduk tak jauh dari Bayu.


" Azzz... Jancok"


" Masa iya aku di sini terus..."


Bayu menatap langit,kemudian berebah di terik sinar matahari,Bayu tak merasakan hawa panas. Yang ia rasakan hanya sejuk. Dan bila badan Bayu banyak mengeluarkan keringat,badannya tidak mengeluarkan bau badan. Malah tetap wang tanpa parfum.


" Setelah ini,aku akan pergi ke desa saja.Cari ikan lalu jualan." ucap Bayu dalam hati.


Satu persatu para siswa datang.


Bayu yang melihat mereka berdatangan lantas duduk.


Xiang sesekali melihat ke arah Bayu.


Para siswa dan siswi sudah datang. Namun Bayu tidak mau bergabung dengan mereka.


" Kenapa dia sama sepertiku?" ucap Xiang dalam hati. Sebab ia melihat Bayu duduk menyendiri,tidak mau bergabung.


Tak lama kemudian kapten Wong datang.


Priiit...... Suara peluit di tiup.


" Berkumpul dan berbaris.."


Semua irang berkumpul dan berbaris di depan kapten Wong.


Bayu bangkit lalu berjalan,ia mengambil barisan di belakang.Begitu juga dengan Xiang.


" Baiklah....Istirahat di tempat"


Para siswa meletakkan kedua tangan di balik punggung. Bayu yang melihat sikap orang - orang mengikutinya.


" Kita akan latihan menembak..."


Kapten Wong mengeluarkan pistol semi otomatisnya.


" Ini adalah pistol semi otomatis.."


" Ini tombol pengunci...Dan ini adalah tombol mengeluarkan magazin.."


" Jika pengaman ini belum kita buka,maka pistol ini tidak bisa menembak.."


" Siapa di antara kalian pernah menggunakan senjata api angkat tangan.."


Xiang mengangkat tangannya,dan ada seorang pria juga mengangkat tanganya.


" Bagus....Turunkan kembali tangan kalian..."


" Ujung pistol ini dan bagian belakang ini sebagai arahan target kalian.."


" Jika tidak pas..."


" Maka target kalian akan meleset..."


" Buka kunci lalu tarik bagian atas ke belakang..."


" Lalu arahkan ke target.."


" Apa kalian paham..?" ucap kapten Wong.


" Siap...Paham pak..." ucap para siswa dan siswi.


" Mari ikut saya..." ucap kapten Wong.


Kapten Wong berjalan,lalu di ikuti para siswa ke tempat latihan menembak.


Setelah sampai di tempat latihan menembak. Nampak ada beberapa orang tentara yang sudah stanby di dekat meja kecil. Meja itu sudah di siapkan pistol dan juga peluru.


" Yang saya sebutkan namanya...Maju kedepan.." ucap Kapten Wong.


Kapten Wong menyebut nama - nama siswa yang akan menembak.


Bayu berdiri menjaga jarak dengan para siswa dan siswi.


Tak lama kemudian.


Door....Dooor....Dooor...Door...


Door....Door....Dooor....Dooorrr....


Dooor...Door..Door...Doorr... Suara letusan pistol mengarah kepapan target.


Tiba - tiba bayangan tentang Bayu belajar menembak muncul di kepalanya. Ia melihat seorang wanita tanpa wajah mengajari dirinya menembak,dan dirinya menembak karah papan target.


" Aaakkkhhhhh....." Bayu merasakan sakit luar biasa di kepalanya,lalu terduduk sambil memegang kepalanya.


5 menit kemudian.


Bayu tak merasakan sakit di kepalanya lalu berdiri.


" Siapa wanita itu..."


" Mengapa setiap kali bayangan wanita tanpa wajah muncul,kepalaku terasa sakit.." ucap Bayu dalam hati.


" Jiang...." ucap kapten Wong menyebut nama Bayu.


" Siap pak..." ucap Bayu.


Bayu berjalan menuju tentara yang berdiri di samping meja kecil.Setelah sampai,ia memgambil senjata yang sudah di persiapkan.


Bayu melepas pengaman lalu menarik ke belakang. Kemudian mengarahkan ke papan target.


Tentara di samping Bayu mengambil teropong untuk melihat nilai tembakan.


Bayu teringat ucapan wanita tanpa wajah lantas mempraktekkannya.


Dooor....Dooor.....Dooor...Doorrr...


Tentara di samping Bayu melihat Bayu menembak hanya di satu titik saja pada poin tertinggi.


Door...Dooor...Dooor...Doorr...


Doorr...Doorr...


Bayu berhenti menembak karena peluru di magazin habis.


Tentara itu tercengang melihat hasil tembakan pemuda yang bernama Jiang,lalu menulis di buku catatan nilai,tak lupa menambahkan tulisan bahwa Jiang mempunyai bakat menembak.


Selesai menembak,Bayu segera menyingkir lalu duduk agak menjauh dari rombongannya.


" Huuuf...."


" Selesai sudah...Tinggal menunggu yang lainnya selesai menembak.." ucap Bayu dalam hati.


Satu persatu di panggil sesuai abjad.


Ada yang pergi meninggalkan temoat itu,tapi sebelum pergi,mereka minta izin dulu. Bayu melihat orang - orang yang meminta izin.


Bayu melihat jam tangannya,waktu sudah menunjukkan waktu untuk sujud. Lalu Bayu berdiri dan berjalan ke arah kapten Wong.


"* Maaf pak...Izin mau ke kamar mandi.." ucap Bayu.


" Iya.. Setelah itu kembali ke sini." ucap kapten Wong.


Bayu berjalan meninggalkan tempat latihan menembak. Kemudian berlari agar ia memiliki waktu untuk sujud.


Setelah selesai shalat,Bayu kembali ke tempat latihan menembak.


Bayu melihat semua orang berbaris dan kapten Wong sedang berbicara membacakan hasil nilai.


Bayu berjalan ke barisan terakhir.


" Jiang..." ucap kapten Wong.


" Siap pak..." ucap Bayu.


" Apakah sebelumnya kamu pernah menembak?" ucap kapten Wong.


" Siap...Tidak ada pak.."ucap Bayu.


" Mengapa kamu bisa menembak satu titik saja?" ucap kapten Wong.


" Siap...Bapak yang mengajarkan ke aku bagaimana menembak,jadi aku praktekkan saja pak. Apakah nilaiku jelek pak?" ucap Bayu.


" Nilaimu sempurna.." ucap kapten Wong.


Xiang yang berada di damping Bayu menoleh ke arah Bayu.


" Sepertinya dia cocok jadi pengawalku.." ucap Xiang dalam hati yang tertarik dengan Bayu. Karena mendengar ucapan kapten Wong.


Setelah selesai mengumumkan nilai.


" Besok adalah pelatihan rintangan..."


" Kalian harus bisa melewati rintangan itu... Apa kalian mengerti..." ucap kapten Wong.


" Siap...Kami mengerti pak.." ucap semua orang.


***


Malam hari.


Bayu yang tidur cepat karena bingung mau melakukan apa,tiba - tiba tengah malam terbangun,ia melihat jam tangan pukul 2.20.


Bayu kembali memejamkan mata,namun tak bisa.


" Jancook...Aku gak bisa tidur lagi.." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu memutuskan untuk pergi keluar.Tak lupa mengambil botol berisi air minum yang ia ambil dari keran.


Sesampai di luar,Bahu duduk di rerumputan. Lalu meminum air tersebut.


Glek....Glek...Glek...


Selesaminum,Bayu menutup lagi botolnya.


Ia kembali mengingat wanita tak memiliki wajah yang muncul dalam ingatannya.


" Kamu ini siapa?"


" Memgapa setiap kali hadir,kepalaku sakit..."


" Apakah kamu keluargaku... Atau temanku" ucap Bayu dalam hati.


30 menit kemudian Xiang keluar dari baraknya,karena terbangun. Lalu melihat seseorang duduk di rerumputan.


" Siapa ya...?"


" Aku datangin sajalah..."


Xiang berjalan ke arah Bayu.


" Ternyata dia.." ucap Xiang dalam hati setelah melihat wajah Bayu.


Bayu melihat ke arah Xiang lalu melihat ke arah depan.


"* Kenapa kamu keluar...?" ucap Bayu.


" Aku terbangun dari tidurku.."


" Memgapa kamu ada di sini? "ucap Xiang.


" Sama...Aku juga terbangun. Kemudian mencoba tidur lagi gak bisa..." ucap Bayu.


" Apakah kamu sebelumnya pernah memegang senjata api?" ucap Xiang.


" Belum pernah...Baru kali ini aku pegang dan menembak.." ucap Bayu.


Bayu mengambil batu kerikil,lalu melempar ke tiang lampu.


Wuuut.....


Teeeeeng.... Suara tiang lamou terkena batu.


Lalu Bayu mengambil batu lagi,lalu melempar ke tiang lampu.


Teeeeng....


Xiang ikut mencoba,lalu melempar ke arah tiang lampu.


Namun lemparannya tak memgenai tiang lampu.


Teeeng.....


Teeeng.....


" Lemparannya tak pernah meleset.." ucap Xiang dalam hati.


Seorang tentara menyoroti Bayu dan Xiang memakai senter lalu mendatangi mereka.


" Siapa yang melempar ke tiang listrik." ucap tentara.


"* Aku pak..." ucap Bayu.


" Jangan melemoar batu ke tiang listrik lagi.." ucap tentara itu.


" * Iya pak..." ucap Bayu .


Tentara itu pergi meninggalkan Bayu.


" Asem...."


" Jika begini aku bingung mau ngapain" ucap Bayu dalam hati.


" Kamu tinggal di mana?" ucap Xiang.


" * Aku tak punya tempat tinggal," ucap Bayu.


" Orang tuamu?" ucap Xiang.


" * Mereka sudah tiada ...Aku hanya seorang diri." ucap Bayu.


" Sama...Aku juga begitu.." ucap Xiang.


" * Kamu tinggal sendirian di rumah?" ucap Bayu.


"Tidak...Aku tidak sendirian di rumah.."


" Ada pembatu dan pengawal di rumah.."


" Keluargaku semuanya telah tewas.." ucap Xiang.


" * Kamu masih enak punya rumah dan beberapa orang yang menemanimu..."


"* Sedangkan aku...?"


"* Aku sendirian... Ini aja aku gak sengaja masuk bis ke rombongan teman - temanmu.."


" * Lalu kapten Wong menyuruhku ikut latihan,jika tidak aku di penjara.." ucap Bayu.


" Jadi kamu bukan dari sekolahku ?" ucap Xiang.


"* Bukan...Aku orang nyasar..." ucap Bayu.


"Apakah paman dan bibimu juga sudah tiada?" ucap Xiang.


" *Iya...Mereka gak ada..." ucap Bayu.


" Aku butuh seorang pewangal untuk menemaniku"


"* Maaf...Aku tidak bisa..." ucap Bayu.


" Kamu bisa tinggal di rumahku dan tiap bulan menerima uang.." ucap Xiang.


" * Terima kasih atas tawarannya..."


" * Aku gak bisa menerima tawaranmu itu.." ucap Bayu.


" Kenapa kamu tidak mau?" ucap Xiang.


"* Aku ini tidak pernah sekolah.... Jadi.."


" * Aku gak mau menerima tawaranmu itu.." ucap Bayu.


" Mengapa kamu bicara tidak melihatku?" ucap Xiang yang memperhatikan Bayu tak melihat ke arahnya saat berbicara.


" * Tidak apa - apa..."


" * Hanya saja.." ucap Bayu.


" Hanya apa...?" ucap Xiang.


"* Wajahmu sungguh cantik...Aku takut suka padamu..." ucap Bayu.


" Kamu juga sungguh tampan,ada sesuatu yang terpancar dari wajahmu..."


" Kamu pakai apa?" ucap Xiang.


" * Aku tidak pakai apa - apa...Hanya sabun mandi biasa untuk membersihkan muka.." ucap Bayu.


Bayu dan Xiang diam tak bicara.


" *Oh iya... Apakah kamu punya buku?" ucap Bayu.


" Buku...?" ucap Xiang.


" * Iya...Buku bacaan.."


"* Meskipun aku tidak pernah sekolah,aku bisa membaca dan menulis juga berhitung..."


"* Aku suka membaca buku di saat tidak punya kegiatan.." ucap Bayu.


" Ada...Tapi itu buku pelajaranku.." ucap Xiang.


Bayu melihat ke Xiang.


" * Tidak masalah...Jika boleh pinjam...Jika tidak boleh tidak apa - apa.." ucap Bayu.


" Tunggu sebentar..." ucap Xiang lalu pergi meninggalkan Bayu.


Tak lama kemudian Xiang datang sambil membawa bukunya dan memberikan ke Bayu.


Bayu menerima lalu membuka buku tersebut di halaman yang terdapat pulpen dan buku tulis.


Nampak coretan jawaban pada soal,namun ada beberapa soal yang belum di jawab oleh Xiang.


Bayu melihat soal itu,lalu membalik halaman sebelumnya mencari cara untuk mengerjakannya..


Xiang diam memperhatikan Bayu.


Setelah menemukan cara mengerjakan, Bayu mengisi jawaban tersebut.


" Apa yang kamu lakukan..." ucap Xiang.


" * Memgisi jawaban...Kenapa?"


" * Apakah tidak boleh..?" ucap Bayu.


Xiang mengambil bukunya dan melihat jawaban Bayu. Nampak sebuah tulisan angka cara memgerjakan serta nilai yang di cari.


" Kamu bisa mengerjakan ini?"


" Katamu tadi kamu tidak pernah sekolah.." ucap Xiang heran.


" * Meskipun aku tidak pernah sekolah,aku bisa belajar dari buku. Dengan membaca buku..Maka kita dapat ilmu" ucap Bayu.


" Coba kamu jelaskan soal ini yang belum aku jawab.." ucap Xiang.


Bayu melihat soal tersebut lalu menjelaskan ke Xiang.


" Dia ternyata pintar,cara menjelaskannya sangat mudah aku pahami." ucap Xiang dalam hati.


"* Apa kamu sudah paham?" ucap Bayu.


" Iya..Aku paham.." ucap Xiang.


" Sepertinya dia bisa jadi guru pribadiku,dan aku tak butuh guru les.." ucap Xiang dalam hati.


" Apa kamu mau jadi guru lesku?" ucap Xiang.


"* Maaf aku gak bisa..." ucap Bayu.


" Ayolah...Kamu bisa menjelaskan soal ini dengan mudah. Dan aku paham penjelasanmu. Jika kamu mau...Berapapun duit yang kamu minta akan aku berikan.." ucap Xiang.


"* Hemmm...Akan aku pikirkan nanti.."


Bayu melihat jam tangannya.


"* Aku ke kamar mandi dulu.." ucap Bayu lalu meninggalkan Xiang sendirian.


Setelah selesai shalat Bayu berlari pagi mengitari lapangan,ia tak melihat Xiang . Sementara tak jauh dari Bayu ada kapten Wong melihat ke arah Bayu yang sedang berlari.


" Rupanya dia suka berlari pagi di pagi buta..."


" Pandai menembak..."


" Seandainya dia sekolah.."


" Mungkin aku akan merekomendasikan dia sebagai pasukan sniper..." ucap kapten Wong dalam hati.


2 jam kemudian.


Semua para siswa dan siswi berkumpul jadi satu. Untuk latihan lari menghadapi rintangan.


Seseorang pria yang pangkatnya lebih tinggi dari kapten Wong melihat dari kejauhan. Ia melihat ke arah Bayu. Sebab ia mendapat laporan bahwa seorang pemuda tanpa identitas bisa berlari sangat cepat dan bisa menembak satu titik saja dalam 10 kali tembakan.


Di sisi Bayu.


Bayu melihat siswa yang mulai pertama menghadapi rintangan. Siswa itu berlari,lalu merangkak,kemudian meraih tali lalu melompat. Kemudian memanjat tembok,berjalan di atas kayu yang di ikat.


" Oooo...Seperti itu...."


" Okee...Akan aku coba..."


" Semoga nilaiku bagus..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah menenunggu giliran,kini dirinya maju berlari.


Bayu berlari dengan cepat menuju rintangan pertama. Ia merangkak di bawah tali,yang seharusny itu adalah kawat berduri. Bayu merangkak lebih cepat dari siswa ada di sebelahnya.,setelah keluar dari rintangan pertama,Bayu berlari lalu meraih tali,di depannya ada sebuah parit,dirinya harus melewati parit itu.


Hupp....


Bayu berhasil melewati parit,lalu berlari ke arah tembok kemudian melompat untuk meraih atas tembok tanpa tali.


Tap...


Bayu berhasil meraihnya,lalu ia berusaha naik keatas.


" Lumayan agak tinggi temboknya,untung aku bisa meraihnya..." ucap Bayu dalam hati lalu melompati tembok tersebut,kemudian berlari ke rintangan selanjutnya.


" Ini yang susah....Jancok.." ucap Bayu dalam hati melihat rintangan yang terakhir.


Bayu meraih tali lalu menginjakkan kaki ke kayu bulat yang sisi kanan dan kiri terikat. Jarak antara kayu terikat itu 50 cm.


Perlahan Bayu melewati rintangan tersebut. Hingga akhirnya ia berhasil melewatinya. Lalu berlari menuju garis akhir.


Seorang tentara mencatat waktu yang di peroleh Bayu.


" Cepat juga dia..." ucap tentara yang mencatat waktu Bayu dalam hati.


Seorang tentara menghampiri Bayu.


" Jiang..." ucap tentara itu.


"* Siap..Ada apa pak?" ucap Bayu.


" Ayo ikut aku,ada yang ingin bertemu.." ucap tentara itu .


Bayu berjalan mengikuti tentara itu.


" Ini kan lapangan tembak..."ucap.Bayu dalam hati.


Ada 4 orang tentara berada di lapangan tembak. Salah satunya seorang tentara berpangkat Mayor Jendral. Mayor Jendral menghampiri Bayu.


" Namaku Mayor Jendral Tang Shin..."


" Apakah kamu bernama Jiang..?" ucap tentara itu.


"* Siap pak...Benar pak..Namaku Jiang.." ucap Bayu.


Mayor Jendral Tang Shin lantas memberikan pistol ke Bayu.


" Aku ingin melihat kamu menembak" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu menerima pistol itu.


" *Menembak apa pak?" ucap Bayu.


" Di target itu" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu berjalan,lalu melepaskan pengaman dan mengongkang senjata itu,kemudian membidik target.


Seorang tentara memberikan teropong ke Mayor Jendral agar dapat melihat dengan jelas bidikan Jiang.


Dooor.....Dooorr....Dooorr...Dooorr...


Bayu menembak di satu titik.


Door....Dooor....Doorr..Doorr..


Ceklek...Ceklek...


Bayu melihat pistolnya tak bisa menembak lalu mengembalikan pistol itu ke pemiliknya.


"* Ini pak,pistol anda.." ucap Bayu sambil menyerahkan pistol.


Mayor Jendral Tang Shin menerima pistol itu,lalu tentara di belakangnya menyerahkan sebuah senjata laras panjang yang biasa di pakai oleh Sniper.


" Apakah kamu bisa memakai senjata ini?" ucap Mayor Jendral Tang Shin


"*Siap.. Belum bisa pak.." ucap Bayu.


" Baiklah...Mari aku ajarkam cara memakainya,dan perhatikan baik - baik.." ucap Mayor Jendral Tang Shin


Bayu memperhatikan Mayor Jendral Tang Shin.


Dooorrr....


Senjata itu terhentak saat melepaskan tembakan.


" Buset...Hentakan senjata itu kuat,jadi aku harus kuat menahan hentakan senjata itu" ucap Bayu dalam hati.


" Cobalah..." ucap Mayor Jendral Tang Shin setelah mempraktekkan.


Bayu mengambil senjata itu,lalu mengisi peluru,lalu menarik tuas. Kemudian berdiri untuk membidik target sejauh 200 meter.


Dooor.....


Bayu menahan kuat hentakan senjata itu.


Peluru melesat sangat cepat,lalu mengenai di gambar kepala orang tepat di kening.


" Coba kamu tembak lagi..." ucap Mayor Jendral.


Bayu mengisi peluru,lalu menembak lagi.


Dooorrr....


Peluru mengenai di bawah lubang yang jaraknya 1 cm.


" Dia memang sungguh berbakat,tidak percuma aku datang kemari.." ucap Mayor Jendral Tang Shin. Ia mendaoat laporan dari bawahannya,bahwa ada seorang pemuda tanpa identitas mempunyai bakat menjadi tentara yang ahli dalam menembak.


" *Maaf pak...Aku tidak bisa memakai senjata ini.." ucap Bayu.


" Kamu bicara apa..."


" Kamu pandai menembak..Bagaimana kamu masuk dalam timku..?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


"Jancook...Malah di tawarin lagi.." ucap Bayu dalam hati.


"* Siap..Maaf pak...Aku tidak bisa..." ucap Bayu.


" Mengapa tidak bisa..?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap... Aku tidak pernah sekolah..Taoi aku bisa membaca,menulisa dan berhitung pak.." ucap Bayu.


" Tidak masalah... Yang penting kamu bisa membaca dan berhitung,itu sudah cukup..."


" Di tambah lagi,kamubpandai menembak..."


" Kamu belajar dari mana?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap... Belajar dari kapten Wong pak.." ucap Bayu.


" Besok kamu ikut aku.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap... Ikut kemana pak?" ucap Bayu.


" Ke tempat pelatihan militer.. Kamu di tempatkan sebagai penembak jitu" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap... Maaf pak...Jika aku ikut,aku punya permintaan ke bapak..." ucap Bayu.


" Permintaan apa itu?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" * Setiap kali aku mau sujud,tolong izinkan saya untuk sujud paling lama 10 menit 5 kali sehari. Jika tidak di izinkan..Aku tidak mau pak.." ucap Bayu.Ia takut tidak di izinkan untuk sujud ketika waktunya tiba.


" Sujud 10 menit 5 kali sehari..?"


" Coba kamu lakukan sujud itu.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


"* Siap pak.." ucap Bayu lalu ia mempraktekkan sujudnya.


" Seperti kepercayaan orang islam..Apakah dia seorang penganut agama islam..?" ucap Mayor Jendral Tang Shin dalam hati melihat gerakan yang di lakukan Bayu.


Setelah selesai mempraktekkannya,Bayu berdiri.


" Apa agamamu..?" ucap mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap...Aku tidak tahu pak..." ucap Bayu.


" Tidak tahu...Kamu dapat dari mana gerakan itu?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


"* Siap..Aku tidak tahu,tubuhku bergerak sendiri pak. Jika tak melakukannya maka aku sangat gelisah pak.." ucap Bayu.


" Apakah kamu pernah tak melakukannya?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap.. Pernah pak.. Dan itu membuat aku sangat gelisah,pikiran tidak tenang.." ucap Bayu.


" Jadi itu rahasianya,mengapa dia bisa menembak tepat sasaran " ucap Mayor Jendral Tang Shin dalam hati.


" Baik...Aku izinkan kamu untuk melakukan sujud.. Apakah kamu mau bergabung dalam timku..?" ucap Mayor Jendral.


" Ikut apa enggak ya..Jika gak ikut,aku di buru terus sama orang jahat,mending aku ikut sajalah.Jadi aku akan aman di sini." ucap Bayu dalam hati.


" * Siap...Mau pak.." ucap Bayu.