
Pukul 16.30.
Bayu duduk di ruang keluarga sambil menonton tivi sendirian,di mulutnya terdapat choki - choki. Xiang Wei sudah kembali kerumah. Ia hanya bermain ke rumahnya Bayu karena Willy ingin menemui Bayu.
Bayu melibat koran Lalu mengambil koran yang tergeletak di meja.
" Gak ada yang menarik..."
Bayu membalik halaman koran.Hingga ia membaca berita mengenai kecelakan serta foto kejadian.
" Ini kan motonya Bimo..."
Bayu melihat plat motor yang ringset.
" Bajingaan.....Coba aku tahu siapa yang nabrak... Dah ku siksa dia...." ucap Bayu dalam hati.
Marilah seluruh rakyat Indonesia 🎶
Arahkan pandanganmu ke depan🎶
Raihlah mimpimu bagi nusa bangsa🎶
Satukan tekadmu 'tuk masa depan🎶 ( suara di tivi).
Bayu membaca berita tentang Bimo tersebut.
Berita itu menyebutkan bahwa korban di tabrak mobil sedan . Akan tetapi saksi tidak melihat dengan jelas plat kendaraan tersebut karena kondisi jalan gelap
Bayu membalik lagi halaman koran setelah selesai membaca berita kecelakaan Bimo.
" Lowongan kerja..." gumam Bayu.
Karena tak ada yang menarik,Bayu meletakkan kembali koran tersebut. Lalu melihat ke tivi.
Putri datang menghampiri Bayu.
Kemudian duduk di samping Bayu.
" Kasihan Bimo ya mas.." ucap Putri.
Bayu melepas Choki - choki yang ada di mulutnya.
" Iya dek..."
" Kita hanya bisa berdo'a saja..." ucap Bayu.
" Sampe sekarang Bimo belum siuman..." ucap Putri.
" Kalau dia di hajar sama cowok yang naksir ke Clara,ku rasa Bimo mampu melawan...Lah ini di tabrak... Ya langsung keok lah." ucap Bayu dalam hati.
2 hari kemudian.
Cafe Mantan.
Pukul 14.40.
Bayu berada di Cafe,duduk bersama Diana,sedangkan Ayu dan Putri tergeletak di belakang Bayu dengan mata terpejam.
Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil. Bayu mengambil hapenya yang ia kantongi.
Nampak nama pengawalnya yang menelpon.
" Assalam mu'alaikum kang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam bos..Maaf ganggu..."suara pengawal
" Gak ganggu kok...Ada apa kang?" ucap Bayu.
" Teman bos si Bimo sudah siuman..." suara pengawal.
" Alhamdulilah...Apakah dia bisa bicara..?" ucap Bayu.
" Untuk sementara dokter melarang siapa saja untuk bertemu kecuali orang tuanya. Tunggu Bimo merasa fit. Baru bisa di jenguk bos.." suara pengawal.
" Ooo.. Begitu..."
" Ya sudah... Kabarin aku bila Bimo bisa di jenguk ya kang " ucap Bayu.
" Siap bos... Assalam mu'alaikum..." suara pengawal.
" Wa'alaikum salam warah matullah..."
Bayu mengatongi hapenya lalu menoleh ke Diana.
" Bimo sudah siuman yank..." ucap Bayu.
" Alhamdulilah...." ucap Diana.
" Tapi belum bisa di jenguk..." ucap Bayu.
Bayu melihat ke arah pengunjung yang sedang menyantap makanan yang mereka pesan.
Tiba - tiba ada rombongan datang,salah satunya membawa kamera. Salah satu di antara rombongan itu merupakan artis ibukota.
" Siapa yang kasih izin masuk untuk meliput?" ucap Diana lalu berdiri.
" Kenapa yank?" ucap Bayu.
Seorang pengawal yang melihat rombongan itu segera menghampiri.
" Aku gak mau ada wartawan masuk sayang..." ucap Diana.
" Biarkan saja... Mungkin dengan artis itu datang kesini,pasti tempat ini menjadi sangat ramai..." ucap Bayu.
" Enggak...Aku gak mau... Nanti dia meliput yang aneh - aneh..." ucap Diana.
" Begini saja...Beri tahu ke dia jangan meliput yang aneh - aneh...Beres dah..." ucap Bayu.
" Baiklah...." ucap Diana lalu memakai cadarnya,kemudian mendatangi rombongan yang meliput Cafe Mantan.
Bayu diam memperhatikan Diana dari Gazebo.
"Matikan kameranya..."
" Siapa yang mengizinkan kalian meliput di Cafe ini?" ucap Diana kepada rombongan yang sedang meliput.
" Tidak ada...Kami hanya ingin meliput untuk acara saya..." ucap seorang wanita dan juga merupakan artis.
" Kalian harus izin dulu... "
2 pengawal yang membawa senjata lengkap menghampiri Diana.
" Saya bisa menuntut kalian,dan juga bisa menutup usaha kalian bila meliput tempat ini tanpa izin..." ucap Diana.
" Maafkan kami bu... " ucap wanita itu lagi.
" Iya...Saya maafkan kalian."
" Jika kalian datang untuk makan tidak apa,tapi...."
" Kalau meliput secara diam - diam apa lagi berkata yang tidak - tidak mengenai Cafe ini..."
" Saya tidak tinggal diam..."
" Pengacara saya dan anak buah saya akan mendatangi kalian..." ucap Diana.
" Apakah ibu manajer Cafe ini.." ucap wanita itu.
" Bukan....Saya istri pemilik Cafe ini..." ucap Diana.
" Maaf sekali bu...Saya meliput cafe ibu secara diam - diam tanpa izin..."
" Kami hanya penasaran akan berita mengenai sebuah Cafe yang menjual masakan nusantara,dan juga ada masakan Jepang dan Amerika dengan harga yang terjangkau..Serta ada personel polisi yang menjaga dengan senjata lengkap."
" Maka dari itu kami datang ke sini untuk mengetahui kebenaran berita itu.." ucap wanita itu.
" Oke.... Kalian boleh meliput,..."
" Tapi..."
" Jangan menyiarkan berita yang tidak - tidak " ucap Diana.
" Terima kasih bu..."
" Boleh saya wawancara bu.." ucap wanita itu.
" Tidak...Saya tidak mau di wawancarai..."
" Satu hal lagi..."
" Mengenai pasukanku yang membawa senjata api,jangan kalian liput. Apa kalian paham?" ucap Diana.
" Paham bu...." ucap rombongan wanita itu.
" Baiklah...Saya tinggal dulu."
" Pak...Awasin mereka...." ucap Diana.
Diana berjalan ke arah Bayu.
" Sudah yank..." ucap Diana lalu duduk di samping Bayu.
" Iya sayang..."
" Oh iya sayang.... Besok aku kan gak ada jam kuliah..."
" Aku mau menyelidiki kasusnya Bimo.."
" Ku datangin Clara di apartemennya.." ucap Bayu.
" Jangan sayang.... Tunggu Bimo bisa bicara,lalu kita tanya langsung.."
" Apakah ada pria yang menyukai Clara atau pacarnya Clara..."
" Jika Bimo menjawab ada...Maka kita cari pria itu.."
" Jika sayang pergi ke apatemennya,nanti sayang malah kecantol"ucap Diana.
" Iya deh...Aku nunggu Bimo siuman..."
" Sayang takut ya jika aku ke pincut sama Clara"ucap Bayu.
" Gak takut yank...Cuman marah,jika itu terjadi,maka ku kirim pengawal untuk membunuh Clara,dan kita tak kan membiarkan sayang keluar rumah.." ucap Diana.
" Sadis reek...." ucap Bayu dalam hati.
" Aku sudah cukup merasa senang dan bahagia memiliki kalian bertiga..Dan akuvtak mudah berpaling dari kalian..."
" Buktinya.... Dari Putri meninggalkanku ...
" Aku tetap menjaga cintaku,karena akubyakin...Suatu saat aku akan bertemu." ucap Bayu.
" Aku percaya sayang tidak melirik cewek lain..."
" Tapi aku takut ada cewek yang memanfaatkan sayang saat lengah...Sayang di beri obat tidur,lalu di ikat .."
" Ini ibu kota sayang...Kejahatan ada dimana - mana.."ucap Diana.
***
Rumah Bayu.
Pukul 20.10.
Seperti biasa Bayu berkumpul di balkon lantai 2 bersama teman - temannya. Namun kali ini sedikit berbeda. Bimo tidak ikut kumpul karena masih di rawat.
" Sesuk jenguk Bimo kah?" ucap Daniel.
" Tunggu infomasi dulu Niel..."
" Soalnya tadi siang pengawal bilang Bimo sudah siuman.."ucap Bayu.
" Alhamdulilah...." ucap Lukman dan Paijo.
" Puji tuhan....Akhirnya Bimo siuman...Terima kaaih tuhan..Engkau telah mengabulkan permintaan hambamu.." ucap Daniel.
" Dokter bilang, Bimo belum bisa di ganggu.."
" Tunggu dia merasa fit..." ucap Bayu.
" Polisi ada kasih informasi apa belum Bay?" ucap Paijo.
" Belum kang..."
" Soalnya saat Clara di wawancarai oleh polisi,dia bilang gak punya pacar... Hanya Bimo seorang pacarnya,lalu pas di tanya mantan juga gak punya" ucap Bayu.
" Aneh...."
" Seharusnya...Cewek secantik Clara itu punya gebetan." ucap Paijo.
" Cantikan mana... Cintya atau Clara kang?" ucap Lukman.
" Yo jelas Cintya dong..." ucap Paijo.
" Kalau aku seh cantikan Clara..." ucap Lukman.
" Beda orang beda pendapat Man..."
" Apa lagi orang yang di mabuk asmara..."
" Telek kucing aja dia bilang wangi kok.." ucap Bayu.
" Jancok..." ucap Paijo.
" Iyo seh..."
" Eh ngomong - ngomong... Anak buahmu ada yang naksir Fitri gak Bay?" ucap Lukman.
" Gak tahu Man...Kenapa?"
" Kamu naksir Fitri kah?" ucap Bayu.
" Hemm.. Aku cuman pedekate aja seh Bay..."
" Kalau cocok ya ku jadikan pacarku.." ucap Lukman.
" Kalau dia gak mau?" ucap Daniel.
" Yo aku cari yang lain...Gitu aja kok repot..." ucap Lukman.
" Seandainya Bimo pakai mobil..."
" Pasti Bimo masih selamat..." ucap Daniel.
" Namanya juga musibah Niel..."
" Kita gak tahu,kapan musibah itu datang..."
" Seperti halnya Jodoh,maut dan rejeki.. Itu hanya tuhan yang tahu..." ucap Bayu.
" Injih pak Kyai..." ucap teman - teman Bayu.
" Oh iyo..Aku hampir lali..."
" Waktu itu pas hujan deras kita mau oergi ke kuliah,kita kan naik mobil. Terus kita dalam perjalanan pulang kan juga naik mobil dari Cafe Bay..."
" Nah...Di tengah perjalanan berhenti.."
" Aku tanya kenapa berhenti pak..."
" Terus dia jawab,ada sebuah mobil mengikuti kita,lalu pak sopir turun menghampiri mobil itu.."
" Belum aja sampai,mobil itu pergi Bay..." ucap Daniel.
" Apa kamu ingat plat mobilnya Niel?" ucap Bayu.
" Enggak...Aku cuman lihat itu mobil sedan warna merah...Mereknya aku gak tahu.." ucap Daniel.
" Platnya pakai mika warna hitam Bay..Jadi gak seberapa jelas.." ucap Lukman.
" Nah betul tuh..." ucap Daniel.
" Apakah Bimo ada cerita sama kalian selama Bimo pacaran dengan Clara?" ucap Bayu.
" Gak ada Bay..." ucap Daniel.
" Kamu Man..?" ucap Bayu.
" Gak ada juga..." ucap Lukman.
" Apa jangan - jangan mobil itu pacarnya Clara ya..." ucap Paijo.
" Bisa jadi kang... Secara Clara itu orang kaya..."
" Pasti pacarnya juga kaya..." ucap Lukman.
" Besok aku akan mencari informasi tentang pria itu..." ucap Bayu.
" Besok kan kamu kuliah Bay..." ucap Paijo.
" Aku izin aja kang.." ucap Bayu.
" Wes ngomong po durung sama para nyonya..?" ucap Lukman.
" Durung,baru ke Diana...Dia gak izinin.." ucap Bayu.
" Paling Ayu lan Putri juga gak izinin Bay...Secara Clara itu cantik..." ucap Daniel.
" Iya seh...." ucap Bayu.
" Ayu itu cemburu akut Bay....Hanya Putri yang enggak..." ucap Lukman.