SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PERGI BERBELANJA


Bayu berjalan lalu duduk di dekat Naruto.


Kiyoshi lantas berbicara mengenai hasil musyawarah. Sempat mereka debat,karena jika Kakashi tinggal di jakarta,maka musuhya akan mengikuti ke Jakarta lagi seperti waktu itu.


"# Setelah kami berdiskusi...


"# Kami memutuskan bahwa putraku (Kakashi) ...


"Semoga saja mereka mau...Amin ya Allah.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu sangat berharap sekali ayah mertuanya bisa tinggal di jakarta.


"# Tidak bisa tinggal di jakarta " ucap Kiyoshi.


"Siaaaaaall.....


"Aku pikir berhasil,gak tahunya enggak....


"Juancoooook..." ucap Bayu dalam hati lesu.


Pupus sudah harapannya untuk membawa ayahnya Hinata ke Jakarta. Bayu ingin sekali membawa Kakashi tinggal di Jakarta agar Hinata tidak jauh dari ayahnya.


"# Kami mempertimbangkan keselamatan cucuku dan juga keluargamu...


"#Maafkan kami Bayu san..." ucap Naruto.


"# Bayu bisa memperketat penjagaan di rumah kakek... Jadi mereka akan aman..." ucap Bayu mencoba merayu.


"# Tidak bisa Bayu san...


"# Jika kakek menyetujui permintaamu,nanti keluargamu akan celaka...


"# Sedangkan waktu itu saja mereka berhasil memasuki tempat sekolahmu berada,mereka bisa menembus keamanan di sekolahmu..." ucap Kiyoshi.


"# Kalau boleh Bayu tahu... Siapa musuh Kakek?" ucap Bayu.


"# Mereka dari clan Uchiha..."ucap Naruto.


(Maaf,author pakai nama aktor di film Naruto,tapi tidak mirip dengan kemampuan yang ada di film kartun tersebut,hanya nama saja yang mirip).


"# Kakek...Ada di mana kolompok Uchiha itu?" ucap Bayu.


"# Mereka ada di pulau yang sangat jauh dari Osaka,nama pulaunya Kyushu" ucap Naruto.


"Ooo...Di situ...


"Ya..Ya...Ya...


Akhirnya Bayu dapat informasi musuh ayah mertuanya dari kakek Naruto.


" Nantilah...Aku akan membuat perhitungan dengan dia...


"Karena telah membunuh dosenku dan juga para penjaga..." ucap Bayu dalam hati.


"Ayoo Bay...Hajar mereka...


"Bunuh mereka semuanya..." suara Jalu yang tiba - tiba muncul.


"Diampuuut...." ucap Bayu dalam hati.


"#Apakah kakek tahu alamat mereka?" ucap Bayu.


"#Menurut dari mata - mata kakek...


"# Terdapat 4 tempat...


Naruto memberitahu ke empat tempat tersebut.


" # Di antara 4 tempat itu, hanya di kota Nagasaki markas terbesar mereka.." ucap Naruto.


"Oooo... Di Nagasaki...


Bayu teringat tentang sejarah Jepang yang waktu itu di bom atom oleh pasukan sekutu amerika.


"Itu kan kota pernah di bom atom... Terus sama kota Hiroshima..." ucap Bayu dalam hati.


"#Kakek.. Bayu tinggal dulu,mau ke kamar. " ucap Bayu lalu berdiri dan meninggalkan ke dua kakeknya.


"Teleek...Teleek... Tiwas aku ngarep berhasil,jebulle malah gak berhasil...Waassssuuuu" ucap Bayu dalam hati kesal.


Bayu berjalan ke arah kamarnya.Lalu ia berpaspasan dengan Sakura.


"#Bayu san..." ucap Sakura.


Bayu melihat ke Sakura.


"#Iya... Ada apa Sakura san..?"


Sakura menarik tangan Bayu.


"Eh....!!!?? Bayu terkejut dengan sikap Sakura yang berani menarik tangannya.


Mau gak mau Bayu mengikuti Sakura. Lalu mereka masuk di sebuah ruangan. Nampak ada Hinata,Khalisa,Haruka dan Sayuri.


Bayu heran,mengapa ada ke dua istrinya di ruangan itu.


"Ini ada apa yomesan..?" ucap Bayu.


Hinata berdiri lalu menghampiri Bayu.


"Anoo... Saudaraku ingin belajar ilmu tangan api shujin..." ucap Hinata.


Bayu belum memberi tahu ke Hinata soal permintaannya kepada keluarga Hinata bila mau mempelajari tapak geninya.


"Hemm.....


"Yomesan bujuk mereka,bila mau mempelajari ilmu tak geni,mereka harus membujuk kakek Kiyoshi dan kakek Naruto agar ayah yomesan mau tinggal di jakarta...


"Jika mereka berhasil,aku akan mengajari mereka...Gimana yomesan? Bagus gak ideku...


Nampak Hinata berpikir.


"Tadi keluarga yomesan ingin juga mempelajarinya,akan tetapi aku minta persyaratan jika mau bisa seperti yang kulakukan maka ayahnya yomesan harus tinggal di jakarta. Tapi sayang....


"Mereka menolaknya dengan alasan keamanan.." ucap Bayu.


"Jika kakek Kiyoshi yang menolak,maka kita tak bisa membantahnya shujin..." ucap Hinata.


Hinata kemudian memberitahu kepada Haruka,Sakura,dan Sayuri apa yang di ucapkan oleh Bayu.


Nampak mereka tertunduk lesu.


"Siapa yang memberitahukan mereka yomesan?" ucap Bayu penasaran.


"Paman Akhiro shujin... Terus mereka bertanya padaku.. " ucap Hinata.


"#Sakura...Sayuri... Dan Haruka...


Ketiga gadis itu melihat ke arah Bayu.


"# Maaf aku tak bisa mengajari kalian..


"# Akan tetapi...


"#Jika kalian berlibur pergi ke Jakarta... Aku akan mengajari kalian." ucap Bayu.


"# Benarkah itu Bayu san...?" ucap Sakura.


"# Iya... Itu benar...


"#Hem.... Kalau kesana,beri tahu aku,aku akan menjemput kalian..."ucap Bayu lalu tersenyum.


Ketiga gadis itu memeluk Bayu.


"Diampuut... Malah aku di peluk sama mereka"


Bayu melihat ke arah Khalisa lalu ke Hinata.


"Kok dia gak marah atau cemburu ya..? " ucap Bayu dalam hati.


Ke tiga gadia itu melepaskan pelukannya.


"Aku ke kamar dulu ya..." ucap Bayu lalu pergi dari ruangan tersebut.


***


Kamar Hinata.


Mereka baru saja selesai shalat magrib.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


"Diana tidur sama ibu ya mas...?" ucap Khalisa.


"Iya dek...Dia pengen tidur sama ibu.." ucap Bayu.


"Oooo... Begitu" ucap Khalisa


Bayu tidak berani mengatakan hal sebenarnya tentang mengapa Diana tidur bersama ibunya,sebab itu adalah rahasia keluarga besarnya.


Hinata mengambil Al Qur'an,lalu duduk di depan Bayu.


Bayu pun mengajari Hinata ngaji. Setelah Hinata selesai,lalu giliran Khalisa.


Took....Tokk...Took... (suara pintu di ketuk).


Hinata berdiri lalu berjalan ke pintu.


Cekleek...Krriiiieeet....


Nampak Sakura berdiri di depan pintu.


"# Maaf onee chan... Tadi aku dengar ada suara aneh.. Itu suara apa ya..?" ucap Sakura.


"# Kita sedang shalat Sakura chan.." ucap Hinata.


"# Itu suara apa?" ucap Sakura mendengar Khalisa memgaji.


"#.Apakah kamu penasaran?


Sakura menganggukkan kepala.


"# Silahkan masuk jika kamu penasaran.." ucap Hinata.


Sakura masuk ke dalam kamar.


Ia melihat Bayu duduk berhadapan dengan salah satu istri Bayu. Ia diam memperhatikan.


"#Mereka sedang apa ya.." ucap Sakura dalam hati.


"# Dalam agama islam itu di sebut mengaji.


"# Mengaji itu membaca kitab suci.." ucap Hinata.


"# Apakah Hinata kun juga mengaji?" ucap Sakura.


"Salah dek...Itu seharusnya berhenti,jangan di teruskan..." ucap Bayu.


"# Iya...Barusan saja selesai.." ucap Hinata.


Khalisa mengulangi bacaanya.


Tak lama kemudian Khalisa selesai belajar ngajinya,lalu Bayu menoleh ke arah Sakura.


"# Ada apa Sakura san..?" ucap Bayu.


"# Eeee... Mari kita kumpul Bayu san untuk makan malam bersama..." ucap Sakura.


Mereka kemudian keluar kamar,Bayu masih mengenakan sarung dan pakaian muslimnya tak lupa songkok hitam menempel di kepala.


"Mel...


Melisa menoleh ke Khalisa.


"Ibu sama Diana kemana?" ucap Khalisa tak melihat keberadaan Hana dan Diana.


" Ada di kamar kak..." ucap Melisa.


Keluarga ayah mertua Bayu melihat ke arah Bayu. Sebab Bayu memakai pakaian muslim.


"# Apakah ada yang salah?" ucap Bayu.


"# Tidak... Benda apa yang di kepalamu itu Bayu san?" ucap Kiyoshi penasaran.


Bayu mencopot songkoknya.


"# Di tempat Bayu... Ini namanya songkok kakek..." ucap Bayu lalu memakai songkoknya kembali.


"# Ibumu di mana Bayu san?" ucap Hiroshi.


"# Di kamar paman..


"#Istriku Diana sedang tidak enak badan,jadi ibuku menemaninya...." ucap Bayu


Mereka kemudian makan bersama.


Sebelum magrib,Hana membantu memasak di dapur untuk makan malam bersama. Lalu minta izin membawa makanan ke kamar untuk Diana yang sedang tidak enak badan.


Selesai makan malam,Bayu pamit ke kamar.


***


Kamar Hana.


Bayu duduk di samping Diana yang tiduran di kasur.


Diana nampak lemah tak bertenaga,bola matanya berubah - ubah,kadang warna warni kadang hitam. Bayu mengusap pelan rambut di kepala Diana.


"Rasanya gimana yank?" ucap Bayu sambil mengusap rambut Diana.


"Lemas yank...." ucap Diana.


Bayu mencium kening Diana.


"Selamat ulang tahun ya sayang..." ucap Bayu.


"Terima kasih sayang...I love you." ucap Diana.


" Love you to..." ucap Bayu.


Tak lama kemudian Hinata,Melisa dan Khalisa masuk kedalam kamar.


Diana berpura - pura tidur saat mendengar langkah kaki mendekat. Bayu menarik tangannya dari rambut Diana.


Khalisa dan Hinata duduk di dekat Bayu.


"Bu...Dik Diana sakit apa?" ucap Khalisa.


"Hanya gak enak badan saja Put.." ucap Hana.


Khalisa belum pernah melihat warna mata Bayu saat tiap Hari lahirnya Bayu,sebab saat Khalisa menjenguk,Bayu berpura - pura tidur,agar Khalisa tidak melihat warna matanya.


"Oooo...Begitu" ucap Khalisa.


Khalisa menyentuh kening Diana,ia merasakan tak panas.


***


Pagi Hari pukul 7.30.


Setelah selesai sarapan,Bayu bersama ketiga sahabatnya berada di halaman,mereka melihat beberapa orang membersihkan tumpukan salju.


" Bim..." ucap Bayu.


"Opo Bay..." ucap Bimo.


"Awakmu jek naksir Mayumi?" ucap Bayu.


Daniel mendekati salah satu anak buah Kiyoshi yang memegang sekop membersihkan salju.


"Hem.... Bingung aku Bay.." ucap Bimo.


"Bingung kenapa?" ucap Bayu.


"Kalau Mayumi ke Jakarta aku takut dia selingkuh atau gak dia meninggalkan aku.." ucap Bimo.


" Kalau gak mau dia selingkuh...Kasih perhatian lebih pada dia.." ucap Bayu.


"Hemm...Kalau dia bertemu cowok orang kaya gimana? Terus aku juga gak bisa bahasa jepang." ucap Bimo.


"Hemm..Nanti kita lanjut lagi obrolan ini.... Sekarang kita bantuin mereka..." ucap Bayu.


Mereka kemudian membantu membersihkan salju yang menumpuk.


Sementara,mata - mata musuh yang mengawasi rumah Kiyoshi tetap berada di mobil,mereka berjaga secara bergantian.


Daniel membentuk tumpukan salju itu menjadi sebuah boneka di tempat pembuangan salju.


"Niel...." ucap Bayu sambil mendorong gerobak lalu menumpahkan isi dalam gerobak yang bermuatan salju.


"Opo Bay?" ucap Daniel.


" Mau buat es campur enggak? Mumpung banyak es di sini " ucap Bayu.


"Aseeemm....Yang ada malah tambah dingin Bay..Ini aja sudah dingin kok." ucap Daniel.


Bayu berjalan lagi untuk mengambil tumpukan salju.


"Eh Bay.... Bentar lagi kan natal tuh...." ucap Lukman sambil menyekop salju lalu di masukkan dalam gerobak.


"Iya... Teruss...?" ucap Bayu.


"Ya kuda Nil gak bisa merayakan natal bersama keluarganya.." ucap Lukman.


Bayu melihat ke arah Daniel.


Nampak Daniel memegang benerapa ranting pohon lalu menancapkan ke boneka salju.


Setelah selesai menancapkan ranting pohon.


"Ha....Ha...Ha....Ha...Ha....Ha... Ha....


"Akhirnya aku bisa buat boneka salju..."ucap Daniel nampak senang.Ia baru kali ini membuat boneka.salju,sebelumnya hanya melihat di tivi saja saat orang - orang membuat salju di luar negeri.


Daniel mengambil kameranya untuk memfoto hasil karyanya.


Bayu dan Lukman melihat ke Daniel lalu Bayu melihat ke Lukman,Lukman melihat ke Bayu.


Lukman menaruh jari telunjuk di kening,lalu di gerakkan naik turun secara miring.


" Streess..." ucap Lukman.


Bayu mengambil salju membentuk bola,lalu melempar ke arah Daniel.


Wuuuuussh......


Buuuugghh..... Bola salju mengenai kepala Daniel.


"Juancooooook....." suara Daniel.


Daniel membalikkan badannya.


Bayu bersikap biasa seolah - olah tidak terjadi apa - apa.


" Kita kan keluarga Daniel juga Man.." ucap Bayu.


"Iya memang dia keluarga kita Bay, .." ucap Lukman.


" Jarang - jarang dia rayakan natal bersalju begini..." ucap Bayu.


Daniel membentuk salju menjadi bola lalu di lempar ke arah Bimo yang tak jauh darinya.


"Diaaampuuut...." ucap Bimo kesal karena kena mukanya.


Ha....Ha...Ha....Ha....Ha....Ha...Ha... Bayu dan Lukman tertawa.


"Wedus seng gemplang kowe...Uduk aku..." ucap Bimo.( kambing yang lempar kamu... Bukan aku)


"Yo maaaf Bo...Tak pikir awakmu seng gemplang..." ucap Daniel.


Bimo membentuk salju jadi bola lalu melempar ke Bayu.


Bayu menghindar.Bola salju mengenai Lukman.


"Waaasssuuuu....." ucap Lukman.


Lukman membentuk bola salju lalu melempar ke Bimo.


Daniel melempar bola salju ke arah Bayu.


Bayu menghindar.


Terjadilah aksi saling lempar bola salju di antara mereka.


Bayu melempar bola salju ke arah Daniel.


Daniel menghindar,lalu melempar ke arah Lukman yang akan melempar ke arah Bimo.


Wuuuuussh..... Buuughhh. Lukman terkena lemparan bola salju.


Anak buah Kiyoshi diam saja memperhatikan mereka saling melempar salju dan juga Kakashi yang tak jauh dari Bayu.


Kemudian muncul niat jahil Bayu.


Bayu membuat 6 bola salju sambil berlindung di balik gerobak.


Lalu di lempar ke arah ayah mertuanya.


Kakashi menghindar dari lemparan Bayu.


"Man bantu aku lempar ke arah ayah mertuaku.." ucap Bayu.


"Wookeeee..." ucap Lukman.


Bayu dan Lukman menyerang Kakashi.


"# Curang... Kalian maen keroyok..." ucap Kakashi.


Kakashi mau tak mau membalas serangan Bayu dan Lukman.Ia membuat bola salju. Lalu di lempar ke arah Bayu.


Bayu dan Lukman berlindung di gerobak,karena di serang 3 orang.


Kakashi berjalan maju sambil memegang bola salju. Lalu melempar ke arah Bayu yang bersembunyi.


Buuuuhh.... Bayu terkena bola salju.


"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Kakashi tertawa.


Bayu memegang sebuah bola salju lalu melempar ke muka Kakashi saat tertawa.


Pluuuk.... Wajah Kakashi tertimpuk salju.


"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.... Gantian Bayu tertawa sambil berdiri.


Kakashi mengeluarkan salju yang masuk dalam mulut.


Bayu menghindar serangan bola salju yang di lempar oleh Bimo.


Kakashi jadi teringat saat menemani putranya bermain salju. Kejadiannya sama persis yang ia alami saat ini.


"# Ayah tidak apa - apa?" ucap Bayu.


Kakashi menggeleng - gelengkan kepala.


Hinata dan Khalisa datang menghampiri.


"Mas... Kita mau belanja... Antarin kita mas.." ucap Khalisa.


"Hem...Ayoo..


Bayu menoleh ke tiga sahabatnya.


"Kalian mau ikut belanja apa enggak?" ucap Bayu.


"Gak punya uang yen aku Bay..." ucap Lukman.


"Podo.. Aku ra duwe duit jepang.." ucap Bimom


"Tenang...Nanti aku bayarin..." ucap Bayu.


"Ya sudah...Aku ikut." ucap Lukman.


"# Ayah...Bayu tinggal dulu... Mau belanja." ucap Bayu.


"#Berhati - hatilah..." ucap Kakashi.


"Tunggu...


"Bim...Fotoin aku dulu..." ucap Daniel sambil menyerahkan kameranya ke Bimo.


Daniel berpose di samping boneka salju yang ia buat.


Mereka kemudian berjalan kaki menuju mini market.


" Kita belanja di mana yomesan?" ucap Bayu sambil berjalan.


"Di mini market shujin..." ucap Hinata.


"Kenapa tidak pakai mobil saja.?" ucap Bayu.


" Kami sudah terbiasa berjalan kaki ketika berbelanja..." ucap Hinata.


Mereka di ikuti anak buah Kakakshi dari belakang yang berjumlah 2 orang.


"Jauh gak Yuk?" ucap Bimo.


"Dekat " ucap Hinata.


Hinata dan Khalisa memakai jilbab dan masker.


Mata - mata musuh yang berada di mobil melihat Bayu dan lainnya keluar dari pagar rumah Kiyoshi,lalu memfoto rombongan Bayu.Lalu hasil foto di kirim ke bosnya.


Di balik mantel Bayu dan Hinata terdapat shuriken untuk berjaga - jaga.


Setelah kelompok Bayu berjarak 40 meter,2 orang keluar dari mobil,lalu mengikuti Bayu.


Rombongan Bayu melewati sebuah bangunan besar yang bertingkat.


Bayu membaca plang yang ada di dekat pagar.


"Ooo...Ini sekolah SMA..." ucap Bayu dalam hati.


"Itu bangunan apa Yuk?" ucap Daniel.


"Sekolah kak.." ucap Hinata.


"Fotoin aku donk Bay..." ucap Daniel sambil menyerahkan kameranya.


Bayu menerima,lalu Bayu memfoto. Tak hanya Daniel,yang lain juga minta di fotoin.


"Kamu mau masuk gak Niel?" ucap Bayu.


"Masuk kemana?" ucap Daniel.


"Tuh sekolahan..." ucap Bayu.


"Emmooh... Aku gak bisa bahasa jepang...


"Oh iya...Tempat bermain ice skatingnya di mana yuk?" ucap Daniel.


"Ada di sana..." ucap Hinata sambil menunjuk.


Mereka melanjutkan lagi perjalanan ke mini market.


"Kita ke sana yook habis belanja..." ucap Daniel.


"Kamu punya sepatunya gak Niel?" ucap Lukman.


"Enggak... Aku mau cari ikan yang terperangkap aja..." ucap Daniel.


"Jangkreek..." ucap Lukman.


"Di rumah kakekku ada sepatu khusus untuk bermain ice skating..." ucap Hinata.


"Nah...Itu bagus tuh... Ayoo nanti kesana.." ucap Lukman.


"Besok aja kita kesananya..." ucap Bayu.


"Kenapa besok Bay?" ucap Bimo.


"Diana sedang gak enak badannya...


"Masa iya kita senang - senang sementara ada yang sakit.." ucap Bayu.


Saat di persimpangan jalanBayu melihat ada kendaraan membersihkan salju di jalanan yang sedang bekerja.


"Hem....Mereka pakai alat itu to..." ucap Bayu dalam hati.


"Ya sudah...Besok aja kita kesana.." ucap Daniel.


Tak lama kemudian mereka sampai di mini market. Lalu mereka masuk kedalam.


Bayu melihat mini market tersebut nampak sama saja seperti di indonesia,hanya yang membedakan tulisannya saja.


Bayu mengambil Troli lalu berjalan.


"Seandainya saja ini tulisannya di ganti rupiah... Pasti ku borong semuanya neh.." ucap Bayu melihat harga tertera di setiap barang harga murah bila di tulis rupiah bukan yen.


"Bay... 1 Yen berapa rupiah..?" ucap Lukman.


"Emmbooh Man...Aku tahunya cuman pakai saja..." ucap Bayu.


"Kalau di indonesia sudah langsung ludes ini barangnya jika di tulis rupiah..." ucap Daniel.


"He eh...Murah - murah. Ada spidol gak Niel" ucap Bimo.


"Spidol buat apa Mo?" ucap Daniel.


"Mau ganti tulisan menjadi rupiah... Terus tak borong...Mumpung aku gowo duwet Nem atus ewu(600 ribu)" ucap Bimo.


"Jancook...." ucap Daniel.


Hinata mengambil daging sapi lalu memasukkan dalam troli yang di dorong Bayu.


Bayu mengeluarkan 30 ribu yen,lalu memberikan ke tiga sahabatnya. Masing - masing mendapat 10 ribu yen.


"Neh buat kalian..." ucap Bayu sambil memberikan uang Yen.


"Suwun Bay..." ucap Daniel,Lukman dan Bimo.


Mereka kemudian berpencar setelah menerima uang dari Bayu.


Hinata nampak melihat daftar barang yang harus di beli. Lalu berjalan ke tempat barang yang akan di beli. Bayu dan Khalisa mengikuti Hinata.


Salah satu mata - mata musuh mendekati Bimo,lalu bertanya.


"# Apa yang kalian lakukan di rumah itu(Rumah Kiyoshi)?" ucap pria itu lirih sambil memegang barang di depan rak.


"Kulo nyuwun ngapunten pak...Kulo mboten ngertos panjenengan ngendiko nopo..." ucap Bimo.( saya minta maaf pak...Saya tidak paham anda berbicara apa).


"# Eee... Kamu bicara memakai bahasa apa? aku tidak paham." ucap pria itu.


"Panjenangan bade tumbas nopo?" ucap Bimo.


"#Kamu berasal dari negara mana.." ucap pria itu bingung Bimo bicara apa.


"# Terasi...? emboh yoo,nangkene ono terasi opo ora.." ucap Bimo.


Bimo menoleh ke Bayu yang jaraknya 10 meter darinya.


"Bay...


Bayu melihat ke arah Bimo.


"Aku dijak ngobrol boso jepang,tapi aku gak mudeng dia ngomong opo.." ucap Bimo agak nyaring.


Bayu melihat seorang pria di dekat Bimo. Pria itu memakai masker jaket tebal. Kemudian pria itu meninggalkan Bimo.


Bimo melihat pria yang bertanya kepada dirinya lantas pergi menjauh.


"Bales gawe boso jowo wae Bim.." ucap Bayu.


Bimo melihat ke arah Bayu lagi.


"Wes tak bales Bay" ucap Bimo.


"Yo wess..." ucap Bayu.


"Jarene golek terasi...Nang kene ono terasi kah Bay?" ucap Bimo.


"Emboooh..." ucap Bayu.


"Jadi teringat waktu aku di jawa mas... Aku gak ngerti bahasa jawa..." ucap Khalisa.


"Sak iki jek iso boso jowo kan dek?"ucap Bayu. (Sekarang masih bisa bahasa jawa kan dek).


"Yo iso lah mas...Cuman boso kromo inggil adek gak bisa.. " ucap Khalisa.


Teman yang bertanya pada Bimo menghampiri Lukman.


Pertanyaannya sama,Lukman pun menjawab memakai bahasa jawa kromo inggil. Pria itu juga memakai masker.


"Niel... Ndelok softex gak?" ucap Lukman bertanya pada Daniel yang tak jauh darinya.


" Fumuki lagi dapet kah?" ucap Daniel.


"Ora... Bapak iki takon softex di deleh endi.." ucap Lukman.(Bapak ini tanya,softex di taruh mana)


Salah satu pengawal mendatangi pria yang mendekati Lukman.


"# Ada yang bisa saya bantu?" ucap pengawal.


"# Tidak... Ini bukan urusan anda.." ucap pria itu lalu pergi.


"#Tunggu...." ucap pengawal.


Pria itu terus berjalan ke arah pintu keluar.


Pengawal itu tak mengikuti pria itu,sebab ia menjaga keluarga Bayu dan teman - temannya.


Bayu diam memperhatikan saja.


"Aneh... Kalau dia bertanya ke temannku lalu tidak paham, kenapa di ajak ngobrol sama pengawal malah pergi... Seharusnya kan bertanya pada pengawal yang asli orang sini" ucap Bayu dalam hati heran.


Bayu melihat coklat batangan,lalu mengambil 10 biji kemudian menaruh dalam troli.


Ketika berjalan di rak minuman,Bayu mencoba mencari teh Kotak.Ia celingukan ke atas ke bawah.


Namun Bayu tak menemukannya.


"Jancoook...


"Minumanku gak di jual di sini... Coba kek di jual,pasti aku beli..." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu melihat gelas terbuat dari stenlis.


"Nah...Bisa neh buat teh pakai gelas ini..." ucap Bayu dalam hati lalu memgambil gelas tersebut.


Setelah selesai mengambil barang,mereka pun membayarnya.


Nampak ke tiga sahabat Bayu membeli makanan ringan.


"Niel..." ucap Bayu.


"Opo Bay?" ucap Daniel.


"Gak beli pohon natal kah ?" ucap Bayu.


"Enggak... " ucap Daniel.


"Kenapa gak beli?" ucap Bayu.


"Mau di taruh mana Bay? Lagian aku di sini kan numpang saja,masa iya rumahnya orang tak taruh pohon natal,nanti mereka marah lagi" ucap Daniel.


"Bay...Ini makanan mengandung babi gak?" ucap Lukman sambil menyodorkan makanan yang ia ambil.


Bayu mengambil makanan di tangan Lukman lalu melihat komposisinya.


"Gak ada Man..." ucap Bayu.


"Weeee... Ono duit receh sekaline nang kene Bay.." ucap Daniel saat menerima kembalian.(Ada uang logam sekalinya di sini Bay.)


"Ya ada lah Niel... Nanti buat kerokan bagus itu.." ucap Bayu.


"Emmoooh.... Ini mau ku buat kenang - kenangan" ucap Daniel.


Salah satu teman mata - mata musuh berdiri tak jauh dari rombongan Bayu sambil berpura - pura mengambil barang lalu menaruh di kera jang belanjaan. Bos pria itu memerintahkan anak buahnya pergi menuju Fukushima. Mereka masih dalam perjalanan.


Setelah rombongan Bayu membayar semua barang belanjaan,mereka pun berjalan keluar. Sementara pria yang merupakan mata - mata musuh mengembalikan barang yang ia ambil Barusan,lalu membayar makanan dan minuman yang ia ambil buat cemilan di mobil.


"Pantesan aja tadi ngajakin aku,gak tahunya banyak juga di beli" ucap Bayu dalam hati membawa barang belanjaan di kedua tangannya.


Di jalan,Bayu melihat mobil sedan bertulisakan polisi melintas bewarna hitam dan putih.


"Kirain di sini gak ada polisinya... Ternyata ada to.." ucap Bayu dalam hati.


"Bim..." ucap Bayu.


"Opo Bay...?" ucap Bimo.


"Mau naik mobil polisi jepang gak?" ucap Bayu.


"Emangnya kita boleh naik mobil polisi Bay?" ucap Bimo.


"Ya boleh lah...Siapa bilang gak boleh..


"Mau gak? Kalau mau nanti kamu naik mobil polisi,terus polisinya cewek,cakep lagi... Nanti kamu foto - foto buat kenang - kenangan.." ucap Bayu.


"Mau...Mau Bay..." ucap Bimo.


" Itu ada tanda larangan merokok.. Merokok aja di situ...Nanti kamu naik mobil polisi.." ucap Bayu.


"JUAAANCOOOOOOK......


" Aku malah di tahan kalau begitu caranya Bay...Weduuss . " ucap Bimo.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha... Ha... rombongan Bayu tertawa.


"Waaaassssu... " ucap Bimo.


"Ceweknya cantik - cantik loh Bim... Ya kan yomesan.." ucap Bayu.


"Iya shujin.." ucap Hinata.


"Ben ayune mirip artis.. Emmoh Bay..


"Mosok aku foto - foto karo cewek ayu ,aku melebu nang jero penjara..." ucap Bimo.(Masa aku foto - foto sama cewek cantik,aku masuk di dalam penjara).


"Kan buat kenang - kenangan..." ucap Bayu.


"Diampuuut... Coba wenehi saran kuwi seng apik Bay,wenwhi saran kok jerumuske..." ucap Bimo ( coba kasih saran it


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah.


Bayu meletakkan barang belanjaan di dapur lalu berjalan ke tempat kamar ketiga sahabatnya berada sambil membawa coklat yang ia beli.


Di kamar Bimo.


"Bim...." ucap Bayu


Tok...Tok...Tok...


Ceklek....Kriiieeeet...Pintu kamar terbuka.


Nampak di lantai jajanan yang di beli oleh Bimo ada di depannya Mayumi.


"Masuk Bay..." ucap Bimo.


Bayu masuk ke dalam kamar Bimo kemudian duduk menjaga jarak dengan Mayumi,lalu Bimo menutup pintu. Setelah menutup pintu,Bimo berjalan dan duduk di depan Bayu.


***


Di kamar Hana.


Khalisa berdiri di depan pintu sambil membawa buah - buahan yang di beli di mini market.


Tok...Tok...Tok..


"Bu...Ini Putri..." ucap Khalisa.


" Iya.. " suara Hana.


Ceklek...Kriiiieeet.... Pintu terbuka.


Nampak Hana memakai Jilbab dan cadar.


"Masuk Put..." ucap Hana.


Khalisa masuk ke dalam,lalu duduk di samping Diana yang pura - pura tidur.


"Diana belum sembuh ya bu..." ucap Khalisa.


" Belum Put... Paling nanti sore dah baikan.." ucap Hana lalu duduk menyender tembok di dekat Diana.


"Dik....


Khalisa memegang lengan Diana agar Diana bangun.


"Ini ku bawakan buah..." ucap Khalisa .


"Sial...


" Kalau kubuka mataku,nanti dia tahu lagi.." ucap Diana dalam hati.


" Biarkan Diana istirahat Put..." ucap Hana.


" Iya bu..." ucap Khalisa.


Khalisa memperhatikan bulu mata Diana.


Nampak bulu mata Diana bergerak gerak.


"Pura - pura tidur...


"Kenapa dia pura - pura tidur ya...


"Kerjain ah..." ucap Khalisa dalam hati.


"Dik...Jangan bergerak,di rambutmu seperti ada ulat bulunya." ucap Khalisa.


"Eh....!!!?? Diana terkejut.


Seketika Diana membuka matanya,ia tak bisa bangun,karena tak ada tenaganya. Dirinya hanya makan dan minum sedikit saja agar tidak bolak balik ke kamar mandi.


"Tolong kak.... Aku takuut..." ucap Diana ketakutan. Meskipun usiannya lebih tua dari Khalisa,Diana harus memanggil Khalisa dengan sebutan kakak,karena Khalisa istri pertama.


"Siaaaal....


Khalisa melihat bola mata Diana nampak hitam putih.


"Kalau dia tahu nanti jadi kacau.." ucap Hana dalam hati.


"Put....." ucap Hana.


"Iya bu...."


Khalisa menoleh ke Hana lalu melihat ke Diana.


"Maaf dik...Aku memgerjai....


Khalisa tak melanjutkan ucapannya saat melihat bola mata Diana berubah warna - warni yang awalnya hitam saja. Tak lama kemudian normal kembali.