SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
AISYAH


Bayu mengambil ponsel lalu menelpon Ling Ling.


Tuuuut....Tuuut....Tuuuut....


" *Halo bi....Ini aku Jiang..." ucap Bayu.


" Jiang....Kenapa baru menghubungiku,aku menunggu kabarmu..." suara Ling Ling.


" Maaf baru bisa menelpon,di mana paman Fai Long..? Aku ingin bicara padanya" ucap Bayu.


"Sebentar..." suara Ling Ling.


" Jiang jancook...Kenapa baru menelponku.." suara Fai Long.


" * Paman di rumah?" ucap Bayu.


" Tentu saja,ini lagi mempersiapkan dagangan..Ada apa ? Apakah kamu mau kemari?" suara Fai Long.


" *Aku akan ke sana jika paman pergi keluar.."ucap Bayu.


" Sebentar..."


Terdengar suara kendaraan .


" Kamu di mana?" suara Fai Long.


" Berarti bukan Fai Long." ucap Bayu dalam hati.


" *2 hari lagi aku akan ke sana paman..." ucap Bayu.


" Jancok....Aku pikir kamu ada di sini.." suara Fai Long.


Bayu mematikan ponselnya.


" Ada apa Jiang?" ucap teman Bayu.


" * Di radio aku mendengar suara yang familiar,aku pikir itu temanku..Ternyata bukan.."


" * Ayo kita bergerak..." ucap Bayu.


Bayu dan timnya bergerak lagi menyusuri tiap ruangan.


Nampak 2 orang berdiri berjarak 30 meter dari tim Bayu.


2 orang itu saling menjaga jarak sambil menenteng senjata laras panjang.


Bayu mengambil 2 anak panahnya,lalu membidik perampok di dekatnya.


Wuuuussshh...


Lalu Bayu cepat - cepat mengambil anak panah lagi,kemudian membidik perampok satunya.


Wuuusshh...


Jleebb...


Jleeeb...


Anak panah berhasil menancap di leher ke 2 perampok.


2 perampok tumbang.


Bayu berjalan perlahan,lalu melihat ke lantai bawah.


Nampak 7 perampok dan puluhan sandera berada dalam satu tempat.


Para sandera duduk di lantai,sementara para perampok ada yang berdiri,ada pula yang duduk di meja sambil memegang senjata api.


Bayu memberi aba - aba pada teman - temannya untuk segera membidik para perampok itu.


Teman - teman Bayu segera mengambil tempat,mereka merangkak agar tidak ketahuan,setelah itu membidik para perampok. 2 teman Bayu berdiri tak jauh sambil mengawasi mereka.


" *Apakah kalian siap" ucap Bayu.


" Siap..." suara di radio.


"* Tembak..." ucap Bayu.


Bayu bersama teman - temannya menembak para perampok.


7 perampok tewas tertembak.


Setelah mereka menembak ke 7 perampok,mereka segera bergerak lagi.


Bayu tak lagi memakai panahnya,ia menggunakan senjata serbu.


Satu persatu perompok di tembak oleh Bayu dan timnya.


Tim Bayu memberi tahu ke Tim yang lain,bahwa keadaan di dalam aman terkendali.


Tim yang berada di luar gedung baik itu polisi maupun tentara segera masuk ke dalam gedung.


Sedangkan Bayu berjalan bersama 2 orang temannya menyurusi ruangan yang belum ia datangi,untuk mencari perampok.


Saat Bayu berjalan ke lorong bawah tanah.


Mereka di kejutkan oleh 2 orang perampok memegang senjata laras panjang dan tas besar.


2 perampok menembakkan sejatanya.


Dooorr...Doorr....Doorr...Doorr...


Bayu dan 2 temannya segera berlindung.


Dooor....Doorr....Doorr...Doorr...


" Jancook.." ucap Bayu. Lalu melemparkan granat tangan ke arah 2 poerampok.


Booom....


Setelah bom granat meledak,Bayu keluar dari tempat perlindungan dan menembakkan senjatanya. 2 teman Bayu juga keluar dari temoat perlindungan serta menembakkan senjatanya.


Dooor....Dooor....Doorrr....Dooorr.....


Dooor....Dooor...Doorrr...Doorrr...


Dooorr....Dooorr....Doorr...Doorr...


2 perampok itu tumbang dan tewas.


"* Berhenti..." ucap Bayu.


Bayu bersama 2 temannya lanjut menyusuri tiap lorong.


1 Jam Bayu bersama timnya menyusuri lorongbtak menemukan lagi perampok itu,Bayu bersama timnya berkumpul.


Bayu melihat mayat perampok yang di kumoulkan oleh petugas kepolisian.Ia memperhatikan wajah perampok tersebut.


" Syukurlah...Aku pikir diantara mereka ada Fai Long.." ucap Bayu dalam hati menjadi lega.


***


Siang hari.


Setelah berhasil menumpas para perampok,Tim Bayu kembali ke markas menggunakan pesawat Helikopter.


Saat ini Bayu berada di depan kedai milik Fai Long memakai seragam lengkap militernya.


Nampak kedai itu masih tutup.


Bayu mengambil ponselnya,lalu menghubungi Ling - Ling.


Tuuut...Tuuuut....Tuuut...


" Haloo Jiang..." suara Ling Ling.


"* Apakah bibi ada di rumah...?" ucap Bayu.


" Tentu saja di rumah...Ada apa?" suara Ling Ling.


" *Aku di depan pintu bi...Bukain dong pintunya.." ucap Bayu.


" Serius...?" suara Ling Ling.


Bayu menggedor pintu roling dor.


Doook...Dook...Dok...


" * Itu aku yang menggedor pintu bi.." ucap Jiang.


" Sebentar.." suara Ling Ling.


Tak lama kemudian pintu samping Roling dor terbuka.


Lalu Ling Ling dan Fai Long keluar dari pintu melihat ke arah Bayu.


Ling Ling menghampiri Bayu lalu memeluknya.


Bayu merasakan ada yang mengganjal di bagian perut Ling Ling.


Ling Ling melepas pelukannya.


Bayu melihat dan memperhatikan perut Ling Ling.


Nampak perut Ling Ling sedikit membesar.


" Kenapa tak memberi tahuku,jika kamu mau ke sini.." ucap Ling Ling.


" * Apakah paman Fai tidak memberi tahu ke bibi?" ucap Bayu.


" Aku pikir kamu bercanda Jiang.." ucap Fai Long.


" Jancook..." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


" Kamu semakin tampan memakai seragam itu.." ucap Ling Ling.


" * Aku jelek bi..." ucap Bayu.


" Oh iya...Apakah kamu sudah bertemu dengan ibumu?" ucap Ling Ling.


" * Ibuku...?" ucap Bayu.


" Iya...Ibumu..." ucap Ling Ling.


Ling Ling menceritakan saat Hana berkunjung kerumahnya hingga Hana pulang.


Deg....Bayu terkejut mendengar cerita Ling Ling dan Fai Long.


"Berarti dia benar ibuku." ucap Bayu dalam hati.


" * Tapi...Kenapa dia membawa senjata..?" ucap Bayu.


" Senjata...!!?" ucap Ling Ling dan Fai Long Serempak.


Bayu menceritakan saat dirinya bertemu dengan Hana.


Fai Long mengeluarkan pistol di balik punggung dan meletakkan di meja.


" Aku juga punya senjata Jiang...Aku pakai buat jaga diri..." ucap Fai Long.


" Apakah paman punya surat izin?" ucap Bayu.


" Aku tak membutuhkan itu..." ucap Fai Long.


" Telpon ibumu...Pasti dia sangat mencemaskanmu..." ucap Ling Ling.


Bayu mengambil ponsel yang biasa di gunakan untuk menghubungi Aisayah,aedang ponsel lainnya untuk berkomunikasi ke Xiang dan lainnya.


Saat Bayu menelpon,hanya suara operator yang menjawab.


"* Tidak aktif..." ucap Bayu.


" Bibi lihat saat memasukkan kartu ponsel,ada nomor panggilan keluar..Itu nomor siapa Jiang?" ucap Ling Ling.


"* Aku tidak tahu bi...Jari - jariku yang mengetik nomor itu..." ucap Bayu.


Bayi teringat tentang dirinya yang tiba - tiba bisa menyetir,memasak dan shalat.


" Apakah aku sering melakukannya" ucap Bayu dalam hati.


Lantas Bayu menekan nomor yang dulu ia ketik saat pertama kali mendapatkan ponsel.


Namun nomor itu tak bisa di hubungi.


" Oh iya...Aku kan orang indonesia..." ucap Bayu dalam hati,lantas memasukkan kode negara.


Fai Long dan Ling Ling diam memperhatikan Bayu memainkan ponselnya.


Tuuut....


Panggilannya terhubung.


Tuuut....Tuuut...


" Halooo..." suara pria.


" Haloo...Ini siapa? Apakah kamu mengenalku?" ucap Bayu.


" Embooh...Kowe seng nelpon kok" suara pria.


" Jancoook...." ucap Bayu.


" Kowe sopoo.." suara pria.


" Aku Jiang..." ucap Bayu.


" Jiang..."


"Sek...Sek... Aku ora kenal kenal Jiang..."


" Tapi aku pernah kerungu songko Diana.." suara pria.


" Diana itu siapa?" ucap Bayu.


" Bojone Bayu..." suara pria.


Deeg....Bayu terkejut mendengar nama aslinya di sebut.


" Aku Bayu..." ucap Bayu.


" Kowe ojo ngapusi...Bayu loh lagi keluar kota.." suara pria.


" Jancook...


" * Sebenarnya kamu ini siapa? Dan Diana itu siapa?" ucap Bayu.


" Eh...!!!"


" Jancook...Wasssu...Ora guyon cook.." ucap Bayu.


" Aku Bimo...Mosok kowe lali Bay..?" suara pria ternyata Bimo.


" Bimo...?" ucap Bayu.


" Iyoo..Aku Bimo...Kowe nangdi Bay..."


" Opo kowe wes ngerti yen bojomu meninggal..?" suara Bimo.( Apa kamu sidah tahu jika istrimu meninggal?)


" Aku nang cino,sopo bojoku ?" ucap Bayu.( Aku di cina,siapa istriku)


" Putri.." suara Bimo.


" Puutrii?" ucap Bayu.


" He eh...Dia kecelakaan.." suara Bimo.


" Apakah ada ibuku di sana?" ucap Bayu.


" Ora ono..Aku nang Cafe Bay.." suara Bimo.


" Berapa nomor hapenya..?" ucap Bayu.


" Sek...Tak delok sek..."


" 0856******** Kuwi nomorre.." suara Bimo.


" Yo wes...Suwun.." ucap Bayu lalu mematikan panggilan,kemudian menekan kode negara lalu memasukkan nomor ponsel yang di berikan oleh Bimo.


Tuuuut....Tuuut....Tuuut...


" Halloo..." suara Hana.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Bayuuu....." suara Hana.


" Iya...Ini Bayu bu.." ucap Bayu.


" Sayang...Syukurlah kamu menelpon ibu nak..Ibu senang sekali nak.." suara Hana.


" Maaf bu...Ini aku berada di rumah bibi Ling ling,dan mereka menceritakan saat ibu datang."


" Lalu menelpon nomor yang biasa aku ketik,namanya Bimo. Dia memberitahu nomor ibu. Karena tadi aku menelpon tidak aktif.." ucap Bayu.


" Ibu tidak membawa ponsel itu sayang..."


" Apakah kamu sudah mengingat kembali..?" suara Hana.


" Belum...Tadi Bimo mengatakan bahwa aku punya istri bernama Putri..." ucap Bayu.


" Iya sayang...Kamu punya istri bernama Outri,dia kecelakaan dan nyawanya tidak tertolong..." suara Hana.


" Apakah dia memakai penutup kepala ?" ucap Bayu.


" Iya sayang..." suara Hana.


" Siaaal...."


" Bayangan wanita itu adalah istriku...Dan dia telah meninggal.." ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba ponsel Bayu yang lainnya bergetar,Bayu mengecek siapa yang memanggil.


Nampak nama Xiang muncul.


" Nanti aku hubungi lagi bu.." ucap Bayu lalu mematikan panggilan itu,lalu menerima panggilan dari Xiang.


"* Hallo sayang..." ucap Bayu sambil mematikan ponsel yang habis menelpon Hana.


" Sayang ada di mana?" suara Xiang.


" * Di hatimu..." ucap Bayu.


" Serius sayang..." suara Xiang.


" * Lagi di rumah bibi angkatku...Ada apa sayang?" ucap Bayu.


" Tidak apa - apa....Kangeen..." suara Xiang.


" * Aku akan ke sana..." ucap Bayu.


" Berapa lama sayang ke sini?" suara Xiang.


"*Kira - kira 2 jam lebih lah sayang.." ucap Bayu.


" Baiklah...Hati - hati ya sayang.." suara Xiang.


" * Iya sayang.."


Panggilan berakhir. Bayu melihat ke arah Gai Long dan Ling Ling.


" *Paman...Bibi...Maaf aku sebenarnya ingin berlama - lama di sini..Tapi pacarku menelpon dan menyuruhku ke sana.." ucap Bayu.


" Iya..Tidak apa - apa..."


" Jika kamu mau ke sini,telpon bibi dulu ya...Takutnya kita tak dirumah.." ucap Ling Ling.


" * Iya bi...Oh iya..Bibi hamil?" ucap Bayu.


" Iya...Kok kamu tahu?" ucap Ling Ling.


"* Tadi pas meluk aku,perut bibi sedikit berbeda dari sebelumnya.." ucap Bayu.


" Iya...Aku hamil " ucap Ling Ling.


Bayu berpamitan keemudian berjalan keluar menuju mobil dinasnya.


Bayu masuk ke dalam mobil,lalu menjalan mobil itu ke arah rumah Xiang.


" Sial...Sial...."


" Aku punya istri...Dan dia telah meninggal.."


" Dan ternyata wanita yang aku temui itu adalah ibuku..." ucap Bayu.


Bayu bingung harus mengambil keputusan yang mana,antara pulang ke indonesia atau tetap di China.


Jika pergi ke indonesia,otomatis negara China akan mencurigai Bayu sebagai mata - mata,karena Bayu bebas keluar masuk markas besar tentara China dan juga istana presiden.


Jika tetap di China,dirinya tak bisa mengetahui jati dirinya.


" Jancook..Aku tambah mumet...Aku iki sopo sakjane.." ucap Bayu dalam hati.


" Jenengmu yo Bayu sempruul..." suara Jalu.


" Ehhh....!!! Bayu terkejut mendengar suara itu,sebab dirinya hanya sendirian di dalam mobil.


Bayu menepikan mobilnya.


" Kamu siapa...? Tunjukkan dirimu..." ucap Bayu sambil mengeluarkan pistolnya.


" Aku yo wong..Lapo...Kowe golek i aku ta?" suara Jalu.


" Jancook...."


" Jangan buat aku seperti orang gila.."


" Tunjukkan dirimu.." ucap Bayu sambil melihat sekeliling.


" Piye rasane lubang prawan ? Enak too..." suara Jalu.


" Jancoook..." ucap Bayu kesal. Sebab tak menemukan orang yang bicara pada dirinya.


" Yen kowe wes eling...Pasti roh jenengku.." suara Jalu.( Jika kamu sudah ingat. Pasti tahu namaku)


" Wassuuu..." ucap Bayu.


" Ternyata kamu lebih perkasa daripada Sandi..Aku acungi 5 jempol untukmu Raja lendir..." suara Jalu.


" Wess...Emboh..." ucap Bayu.


Bayu mengganti prosneling sambil menginjak kopling,lalu menginjak gas. Ia tak mau lagi menjawab suara yang terdengar di telinganya itu.


" Aku bangga menjadi gurumu...Kamu berhasil melakukannya pada setiap gadis.."


" Teruslah mencari lubang sempit wahai Raja lendir.." suara Jalu.


Bayu diam tak menjawab,ia fokus menyetir,karena kecepatan mobilnya berada di 90km/jam kadang melebihi 120km/jam.


Sebuah mobil polisi yang sedang berpatroli melihat mobil dinas tentara melaju di kecepatan tinggi membiarkan saja. Jika itu mobil sipil,maka polisi itu segera mengejarnya.


Tak sampai 2 jam. Bayu telah tiba di rumah Xiang.


Bayu turun dari mobil lalu berjalan kearah pintu rumah yang terbuka. Ia melihat Xiang berjalan ke arahnya.


Xiang memeluk Bayu,Bayu membalas pelukan Xiang. Lalu mereka berciuman.


Setelah berciuman,mereka berjalan di ruang keluarga.


Bayu mengambil minuman kemasan di atas meja,lalu duduk di sofa.


Xiang menduduki Bayu yang sedang minum.


Lalu melepaskan bajunya. Nampak 2 buah gunung kembar milik Xiang. Bentuk ya masih padat berisi,meskipun Bayu sering memainkan gunung tersebut.


Bayu yang paham maksud Xiang,lantas menaruh minumannya,lalu memainkan gunung kembar tersebut.


Xiang memegang kepala Bayu sambil menikmati mulut Bayu yang sedang bermain di gunungnya.


30 menit kemudian.


Tubuh mereka tak memakai sehelai benang pun.


Xiang membuka kedua pahanya,lubangnya telah basah akibat serangan Bayu.


Bayu memasukkan rudalnya.


Blesss...


Kemudian Bayu menggerakkan pinggulnya naik turun.


" Aah...Aahh..Aaah...Ouuhh..Enak sayang..."


" Oouhh...Aahh..Heemm...Terus sayang..." ucap Xiang saat rudal Bayu menghajar lubangnya.


Hingga akhirnya,Bayu menumpahkan cairan lahar putih kental di dalam lubang Xiang.


Xiang merasakan nikmat yang begitu hebatnya,sebab ia jarang bersetubuh dengan Bayu. Setiap seminggu sekali,Xiang rutin berkunjung kerumah dinas Bayu.


Bayu mencabut rudalnya.


Nampak cairan putih kental merembes keluar dari lubang Xiang.


" Enak sekali sayang..." ucap Xiang.


" * Iya...Aku kangen sama kamu sayang.." ucap Bayu lalu duduk di samping Xiang lalu berbaring. Sebab sofa yang di tiduri Xiang panjang dan lebar.


" Sama...Aku juga kangen sama sayang...Makanya itu aku langsung ingin bercinta dengan sayang.." ucap Xiang lalu merebahkan kepalanya di dada Bayu..


Xiang mencium aroma wangi di tubuh Bayu meskipun berkeringat.


"* Apakah sayang mau lanjut lagi?" ucap Bayu.


" Istirahat dulu sayang...Jika langsung lanjut,punyaku nanti linu..Aku tidak bisa menikmatinya.." ucap Xiang.


" Jika aku bilang ke Xiang ...Bagaimana reaksinya ya..?"


" Dia tahunya kedua orang tuaku meninggal..."


" Jika aku jujur...Dia pasti marah...Dan melaporkan aku..." ucap Bayu dalam hati.


" Sayang masih memakai 3 gadis itu?" ucap Xiang.


Di rumah dinas Bayu,ada 3 orang gadis yang melayani kebutuhan hasrat Bayu. Mereka umurnya di bawah Xiang.


"* Masih sayang..."ucap Bayu.


" Apakah sayang mau menggantinya..Jika iya,akan aku carikan lagi.." ucap Xiang.


"* Nanti saja sayang..."


" * Oh iya...Apakah kamu benar - benar memcintaiku?" ucap Bayu.


" Iya sayang...Aku benar - benar mencintaimu. Kenapa sayang bertanya seperti itu..?" ucap Xiang.


" * Jika aku menyukai wanita selain sayang .Apakah sayang masih mencintaiku?" ucap Bayu.


Xiang lantas terbangun dan menatap tajam ke arah Bayu.


" Siapa wanita itu sayang?" ucap Xiang seperti tidak menyukai jika ada wanita di sukai Bayu.


" * Itu hanya perumpamaan saja sayang...Jangan marah ya.." ucap Bayu.


" Aku tidak mau sayang membagi cinta ke wanita lain..." ucap Xiang.


" Mati aku..." ucap Bayu dalam hati.


Sebenarnya Bayu juga menyukai Aisyah. Gadis Malaysa yang ia temui.


" Aku sudah memberikan sayang banyak gadis untuk sayang nikmati,agar sayang tetap menjadi milikku,ketika kita menikah.. Sayang bebas melakukannya ke gadis lain,asal sayang tidak mencintai gadis lain.." ucap Xiang.


" * Iya sayang...Makasih ya..." ucap Bayu.


Xiang mengambil ponselnya,lalu menghubungi seseorang.


" Bawa dia ke sini.." ucap Xiang lalu menutup ponselnya.


Xiang melihat ke arah Bayu.


" Sebentar lagi dia akan datang.." ucap Xiang.


" * Siapa sayang ?..." ucap Bayu.


Xiang tak menjawab.


Tak lama kemudian,muncul 2 orang pria membawa seorang gadis cantik.Kulitnya putih mulus,wajahnya sungguh cantik.


Bayu sangat terkejut melihat gadis itu.


" Aisyaaaah.....!!?" ucap Bayu.


.


.


BERSAMBUNG.