
Bandara Osaka.
Kepempimpinan Kakasahi di berikan kepada Hiroshi adik kandung Kakashi. Karana Kakashi akan pindah ke Jakarta atas permintaan Bayu dan Ayu serta keputusan keluarga Hatake. Kiyoshi,Naruto serta istrinya juga ikut bersama mereka Karena mereka sangat penasaran dengan agama islam . Kakashi membawa 2 orang koki untuk di pekerjakan di Cafe milik Bayu.
Rombongan Bayu sudah tiba di bandara. Lalu Bayu menghampiri Ki Kartolo.
" Pakde... " ucap Bayu.
" Opo lee?" ucap Ki Kartolo.
" Nanti jika sudah berada di dalam pesawat,pakde jangan merokok ya.." ucap Bayu.
" Hemm... Emboh lee...Yen pakde pengen yo merokok langsung..." ucap Ki Kartolo.
" Diampuuut..." ucap Bayu dalam hati.
" Yen pakde ngerokok,engko aku nyuruh Kumala Sari nemenin pakde loh..." ucap Bayu.
" Mana wani dek e karo pakde..." ucap Ki Kartolo.
" Asem....Gak mempan .." ucap Bayu dalam hati.
Tak lama kemudian muncul rombongan keluarga teman - teman Bayu.
" Ada yang ketinggalan gak?" ucap Bayu kepada teman - temanya.
" Enggak Bay...Aman.." ucap Lukman.
" Syukurlah..." ucap Bayu.
Mereka kemudian masuk ke dalam bandara untuk chek in. Sementara sebuah mobil pick berisi minuman Sake pesanan keluarga Han sudah lebih dulu masuk dalam bandara. Tak hanya Sake saja,ada beberapa bumbu masakan dan barang lainya di bawa ke Indonesia.
Setelah rombongan Bayu check in. Mereka menunggu untuk pemberangkatan.
" Gak keroso yo...Padahal 7 hari di Jepang.." ucap Lukman.
" Awakmu pengen suwi nang kene to Man?" ucap Paijo.( Dirimu ingin lama do sini kah Man).
" Pengennya..." ucap Lukman.
" Tinggal aja di sini...Ya gak Bay.." ucap Paijo.
" He eh...Aku setuju..." ucap Bayu.
" Emmohh..." ucap Lukman.
Tiba - tiba Bayu teringat saat Melisa di sirep oleh pakde.,lalu Bayu menghampiri Bejo.
" Kang..." ucap Bayu.
" Opo..?" ucap Bejo.
" Melu aku...Dilut " ucap Bayu.( ikut aku ...Sebentar)
Bayu dan Bejo berjalan agak menjauh.
" Ngene kang..."
" Kan bapakmu kuwi susah kalau di kasih tahu untuk tidak merokok.."
" Apakah sampeyan bisa menyirep bapakmu kang?" ucap Bayu.
" Hemm...Gak iso aku Bay..."
" Soalle aku pernah arep ngerjain bapakku..."
" Bapakku ngerti yen aku arep nyirep.."
" Terus bapak bilang,kowe ora iso nyirep bapak lee...Ngono .." ucap Bejo.
" Aiisssh...Kirain bisa..."
" Kalau kita ikat gimana kang?"ucap Bayu.
" Aku gak bawa tali Bay..." ucap Bejo.
" Iyo juga seh...Ya sudah kalau gitu." ucap Bayu.
Bayu menghela nafasnya.
" Gagal deh...Semoga aja nanti pakde gak ngerusuh di ruang pilot" ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke tempat duduk di ikuti Bejo.
Sesampai di kursi,Bayu mengeluarkan papan scanner lalu kertas HVS dan spidol khusus kaligrafi.
Bayu menulis Al Qur'an sambil menunggu keberangkatan. Selesai membuat 1 lembar ayat Al Qur' an,Bayu menulis terjemahan dalam bahasa Jepang di pinggirnya.
" Nulis apa yank?" ucap Diana.
" Lanjut nulis Al - Qur'an yank..." ucap Bayu sambil menulis.
"Ooo...Begitu..." ucap Diana.
Tak lama kemudian terdengar suara di speker berbahasa Jepang bahwa penumpang pesawat tujuan Indonesia segera memasuki pesawat,lalu di lanjut memakai bahasa inggris.
Bayu mengambil tas punggungnya,lalu berdiri.
" Ayoo...Kita ke pesawat..." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan kearah pesawat.
Sesampai di dalam pesawat,Bayu melanjutkan lagi menulis Al Qur'an.
Ayat demi ayat Bayu tulis. Hingga tak terasa pesawat tinggal landas.
" Seandainya saja santri pak kyai Syukron ada yang bisa bahasa Jepang...Aku akan meminta bantuannya..." ucap Bayu dalam hati sambil menulis.
" Bay...Maen lagi kah?" ucap Lukman.
Bayu menoleh ke arah Lukman.
" Enggak Man...Aku lagi nulis" ucap Bayu.
" Nulis opo to..."
Lukman menghampiri Bayu.
" Oalah....Nulis Al Qur'an to..." ucap Lukman.
" He eh...Jika sudah jadi,aku mau cetak,terus di sebar di Jepang.." ucap Bayu.
" Ooo....Begitu..." ucap Lukman lalu kembali ke kursinya.
Tak lama kemudian,datang Pramugari membagikan makanan dan minuman.
" Dek....Tolong sambut ya...Mas lagi nulis..." ucap Bayu sambil menulis.
" Iya mas..." ucap Putri.
Putri menerima makanan dan minuman tersebut.
" Nduk aku jaluk kopi ireng yoo..." suara Ki Kartolo.
" Semoga aja pakdeku kuat...Yen gak kuat,aku harus minta tolong ke mbak Sekar..." ucap Bayu dalam hati.
" Minta tolong apa Bay..." suara Sekar.
" Itu nah mbak ....Pakdeku di dalam pesawat merokok..."
" Di dalam pesawat ini ada larangan gak boleh merokok,tapi pakdeku kepala batu kalau di bilangin mbak..." ucap Bayu dalam hati sambil menulis,iaembagi fokusnya menjadi 2.
" Oooo....Begitu.." suara Sekar.
" Bayu minta tolong ke kang Bejo untuk menyirepnya...Tapai pakdeku tahu ...Jadi gagal deh..." ucap Bayu dalam hati.
" Sirep...? Bentar - bentar Bay..."
" Apakah si Bejo dukun atau pendekar gitu" suara Sekar.
" Kang Bejo itu anak tiri dari pakdeku mbak..."
" Pakdeku itu paranormal..." ucap Bayu dalam hati.
" Oooo...Paranormal..."
" Dukun ya..." suara Sekar.
" Iya mbak...Mbak bisa gak buat pakdeku tunduk..." ucap Bayu dalam hati.
" Jika pakdemu memiliki kekuatan supranatural yang kuat,maka akan susah Bay.."
" Terus tenagamu akan terkuras habis.." suara Sekar.
Bayu menghentikan menulisnya.
" Iya juga seh,kalau aku lemas gak bisa apa - apa...Belum lagi jika pakde berontak..." ucap Bayu dalam hati.
" Emang umur pakdemu berapa tahun Bay?" suara Sekar.
" Sekitar 50 atau 60 ya..."
" Gak tahu aku mbak..." ucap Bayu dalam hati.
" Ya sabar aja Bay...Jika usia 60 ke atas,biasanya sifat kekanakan akan muncul..." suara Sekar.
" Kenapa mbah buyutku enggak mbak...?" ucap Bayu dalam hati.
" Kan keluargamu memiliki mata pelangi Bay..."
" Sehingga sifat itu akan muncul sangat lama sekali..." suara Sekar.
" Sayang...Coba pergi ke ruang pilot." suara bu Hana.
" Iya bu..." ucap Bayu.
Bayu memejamkan mata lalu merapalkan ajian Rogoh Sukmonya.
Setelah sukmanya keluar,Bayu segera melesat ke arah ruang Pilot.
Nampak Ki kartolo memperhatikan ke dua pilot tersebut,Bayu memghampirinya.
" Ono opo pakde?" ucap Bayu.
" Pakde penasaran lee...Pedal gasse seng endi..." ucap Ki Kartolo.
" Jangan di otak atik loh pakde...Nanti pesawatnya rusak..." ucap Bayu.
" Ora...Paide mung penasaran,pedal gasse seng endi..." ucap Ki Kartolo.
" Pakde pengen merokok?" ucap Bayu.
" Durung,paling engko...Pesawat iki kok iso mabur yo lee" ucap Ki Kartolo.( belum,mungkin nanti..Pesawat ini kok bisa terbang ya nak).
" Kan wonten mesinne pakde.." ucap Bayu.
" Oooo...Ngono...Terus Iki alat opo?" ucap Ki Kartolo sambil menunjuk.
" Bayu gak tahu pakde...
"Gak usah ke sini pakde...Nanti tubuh pakde di apa - apain loh sama ibu Bayu.." ucap Bayu.
" Jiangkreek..." ucap Ki Kartolo lalu kembali le raganya.
Bayu juga kembali ke raganya.
Setelah sukma Bayu menyatu,Bayu membuka mata lalu lanjut menulis lagi.
" Mas...Makan dulu..." ucap Putri.
Bayu menoleh ke Putri.
" Mas masih kenyang dek...Jika adek mau...Makan aja punya mas..." ucap Bayu.
" Endi rokokku..."
" Buk ee...Sopo seng jimuk rokokku?" suara Ki Kartolo.( Siapa yang mengambil rokokku).
" Ibune Bayu pak e..." suara istri Ki Kartolo.
" Diampuuut..." suara Ki Kartolo.
" Berati tadi ibu yang ambil rokoknya pakde...Syukurlah.." ucap Bayu dalam hati lalu lanjut menulis lagi.
Sejam kemudian.
Ki Kartolo menghampiri Bejo.
" Endi ududmu lee..." suara Ki Kartolo.
" Pak tua...Jangan merokok di dalam pesawat" suara bu Hana.
" Mulutku kecut,wes telung jam luweh gak ngudud " suara Ki Kartolo.
" Jika kamu tetap merokok,aku akan menghajarmu..." suara bu Hana.
Bayu melihat ke arah Ki Kartolo.
" Endi rokokmu lee..." suara Ki Kartolo.
Bejo memberikan rokoknya pada ayah tirinya.
Ki Kartolo lantas berjalan ke kursinya kembali setelah mendapatkan rokok, lalu menaruh rokok di bibirnya tanpa di bakar.
" Awas kalau kamu bakar rokoknya.." suara bu Hana.
" Ora - ora...." suara Ki Kartolo.
1 jam kemudian.
Nampak asap muncul dari kursi Ki Kartolo.
" PAK TUAAA...MATIKAN ROKOKMU SEBELUM AKU MENDATANGIMU..." teriak bu Hana.
" Iyooo..." suara Ki Kartolo.
30 menit kemudian muncul asap lagi.
Bu Hana menghampiri Ki Kartolo,lalu berusaha merebut rokok dari tangan Ki Kartolo.
Ki Kartolo memainkan tangannya menghindari agar rokoknya tak di ambil oleh Hana.
Bu Hana tak berhasil mengambil,lalu memukul dada Ki Kartolo.
Ki Kartolo menangkis.
" Asem....Malah berkelahi..." ucap Bayu melihat ke arah ibunya yang sedang berusaha menyerang Ki Kartolo.
Tak hanya Bayu,sebagian penumpang melihat ke arah mereka.
Bayu berdiri lalu meletakkan papan scanner,lalu memghampiri ibunya yang sedang menyerang Ki Kartolo.
" Tolong hentikan bu...Pakde..." ucap Bayu.
Mereka terus melakukan jual beli pukulan. Pukulan mereka bukanlah pukulan seperti orang biasa . Tak ada yang berani memisahkan mereka berdua.
Bayu langsung berdiri di tengah - tengah mereka karena mereka tak mau berhenti. Bayu berpikir pukulan mereka biasa saja.
Bu Hana melesatkan pukulan,begitu juga Ki Kartolo.
BUUUGGGHHH....
BUUUGGGHHH....
Bayu merasakan pukulan ibunya dan juga pakde angkatnya di luar dugaannya.
BUUUGGGHHH...
BUUUGGHHHH...
BUUUGGGHHH...
BUUUUUGGHHH...
" Eh....!!!??? Mereka terkejut Bayu berada dia antara mereka.
" Diampuuut....Pukulannnya sakit banget..." ucap Bayu dalam hati merasakan pukulan ibunya dan Ki Kartolo bagaikan dirinya di tabrak mobil dari dua sisi.
" Sayang...Kenapa kamu berdiri di depan ibu.." ucap bu Hana.
Ki Kartolo mengambil rokok yang ada di bibirnya.
" Lee...Nyopo kowe ngadek nang kono.." ucap Ki Kartolo. ( kenapa kamu berdiri di situ).
" Bayu gak ingin ibu dan pakde berkelahi.." ucap Bayu.
Ketiga istri Bayu datang menghampiri.
Bayu memuntahkan seteguk darahnya.
Hoooeeeekk....
" Sayang.....Maafkan ibu nak..." ucap bu Hana lalu memeluk Bayu.
" Ibu gak salah kok..." ucap Bayu.
" Pak tua...Matikan rokokmu..Jika Bayu kenapa - kenapa...Aku tidak akan memaafkanmu...Dan aku akan membunuhmu " ucap bu Hana sambil menatap tajam ke Ki Kartolo.
Ki Kartolo mematikan rokoknya.
" Jangan berkelahi ya bu..." ucap Bayu.
" Enggak sayang..." ucap bu Hana,tak terasa ia meneteskan air matanya. Sebab baru kali ini ia memukul Bayu dengan sangat keras sekali. Selama ini bu Hana tak pernah memukul Bayu.
" Pantas saja,orang yang di hajar ibuku langsung KO,pukulannya sakit banget...." ucap Bayu dalam hati.
" Hikks...Hiksss...Hikkss..Huuu...Maafkan ibu sayang..." ucap Hana.
" Iya bu...Bayu maafkan ibu kok.." ucap Bayu.
Bu Hana melepaskan pelukannya.
" Apakah masih sakit sayang..Hikkss...Hikkss?" ucap bu Hana masih menangis.
" Sudah mendingan bu..."
" Ibu jangan bersedih ya..." ucap Bayu.
" Iya sayang..."
Bu Hana mengantar Bayu ke kursinya di ikuti ke tiga istri Bayu.
" Apakah masih sakit sayang?" ucap bu Hana.
" Hemmm...Sudah enggak seberapa bu..." ucap Bayu.
" Buka perutmu sayang.." ucap bu Hana.
Bayu menaikkan bajunya,lalu bu Hana mengambil minyak kayu putih di kantong bajunya kemudian mengolesi bagian perut yang terkena pukulannya.
Bayu melihat ke arah ibunya,nampak masih meneteskan air mata.
" Bu...Jangan nangis bu..Bayu gakpapa kok." ucap Bayu.
" Ibu sedih sayang.... "
" Sejak kecil...Ibu gak pernah memukulmu.."
" Dan baru kali ini ibu memukulmu dengan keras sekali sampai sayang memuntahkan sedikit darah...."
" Hati ibu sakiiit...Nak" ucap bu Hana.
Setelah selesai bu Hana mengolesi minyak kayu putih. Bayu menurunkan bajunya.
" Iya seh...Ibuku memang gak pernah memukulku...Paling banter mengomel " ucap Bayu dalam hati.
Bu Hana berjalan ke arah kursi.
" Awas jika kamu merokok lagi..." suara bu Hana.
Tak ada suara jawaban dari Ki Kartolo.
" Mas...Mas gakpapa...?" ucap Putri.
" Mas gakpapa dek..." ucap Bayu.
" Mana yang sakit sayang?" ucap Diana.
" Gak ada sayang..." ucap Bayu.
Ketiga istri Bayu kemudian berjalan kekursinya lalu duduk.
Bayu menyenderkan kepalanya lalu mengatur kursinya agar nyaman untuk di buat tidur.
" Mas mau tidur?" ucap Putri.
" Iya dek..." ucap Bayu lalu memejamkan mata.
Tak lama kemudian Bayu terlelap ke dalam alam mimpinya.
Tak terasa waktu berjalan cepat,hingga akhirnya pesawat mereka tiba di Indonesia,dan sebentar lagi akan mendarat.
Putri menyentuh tangan Bayu.
" Mas....Sudah sampai mas..." ucap Putri.
Bayu perlahan membuka matanya lalu menoleh ke Putri.
" Sampai mana dek?" ucap Bayu.
" sampai di Jakarta..." ucap Putri.
" Ooo...Sampai di jakarta..." ucap Bayu lalu kembali tidur lagi.
" Kok tidur lagi mas?" ucap Putri.
" Katanya dah sampai di jakarta...Belum sampai di rumah kan dek.." ucap Bayu sambil memejamkan matanya.
" Mas...Kita gak naik mobil,tapi pesawat.." ucap Putri.
Bayu kembali terbangun.
" Oh iya....Kita di pesawat ya.."
" Tadi pakde sama ibu ribut lagi gak dek?" ucap Bayu.
" Enggak mas..." ucap Putri.
" Syukurlah..." ucap Bayu.
Setelah pesawat itu mendarat dan berhenti. Bayu dan yang lainnya memgambil tas mereka masing - masing,lalu berjalan keluar.
Ki Kartolo memghampiri Bayu.
" Sepurane yo lee...Pakde gak sengojo mukul awakmu.." ucap Ki Kartolo.
" Injih pakde..." ucap Bayu.
" Kowe gakpopo kan?" ucap Ki Kartolo.
" Mboten nopo - nopo pakde..." ucap Bayu.
" Syukurlah..." ucap Ki Kartolo.
" Untung Bayu kuat...Kalau gak kuat bisa modar...Terus aku di pateni(bunuh) karo Hana.." ucap ki Kartolo dalam hati.
Sesampai di tempat pengambilan tas koper,mereka menunggu tas mereka muncul.
" Seminggu lagi kita ujian ya Mel " ucap Ayu kepada Melisa.
" Iya kak..."
" Kak Bayu..."
Bayu menoleh ke Melisa.
" Nanti ajarin Mel ya kak..." ucap Melisa.
" Iya Mel..." ucap Bayu.
" Aku juga kak..." ucap Fhengyin.
" Iya...Datang aja kerumah.." ucap Bayu.
Tak lama kemudian muncul tas besar satu persatu.
Bayu melihat tas koper miliknya dan juga milik keluarganya,lantas memgambilnya.
" Ini Mel punyamu..."
" Fhengyin..
" Yomesan...
" Sayang...
" Dek...
" Nuan Wei...
" Olivia..." ucap Bayu.
Setelah semuanya mendapatkan tas koper masing - masing,mereka berjalan ke arah pintu keluar.
" Gak terasa hampir setahun tinggal di Jakarta..." ucap Bayu dalam hati.
" Kak Bayu..." ucap Olivia.
Bayu menoleh ke arah Olivia.
" Iya.." ucap Bayu.
" 3 hari lagi,datang kerumah ya kak..Aku mengadakan pesta kecil - kecilan..." ucap Olivia.
" Hem....Insya Allah..." ucap Bayu.
Setelah mereka sampai di luar,para pengawal memghampiri mereka,ada yang membawakan tas terutama para wanita keluarga Han.
Melisa menyerahkan tas kopernya ke pengawalnya,begitu juga dengan Olivia dan yang lainnya.
Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil.
Setelah mereka masuk dalam mobil,satu persatu mobil keluarga Han meninggalkan bandara.