
Esok Hari Di Kampus T*****
Sekelompok Mahasiswa dari Unversitas B****** tempat Bayu kuliah,Naik sepeda motor , mereka mengeber - geber motornya di depan gerbang kampus T******
Para mahasiswa dan Mahasiswi T****** yang hendak pulang ketakutan,mereka masuk ke dalam gerbang.
Di gerbang kampus tersebut di jaga beberapa orang polisi.Tak jauh dari pkntu gerbang,ada 2 preman memakai Jaket bertudung,dan memakai masker,mereka memperhatikan para mahasiswa tersebut.
"WOIII...MANA NEH JAGOAN T*******...
"AYOOO KELUAR....
"WOOIII JAGOAN T***** KELUAR LU,JANGAN JADI BANCIII...
"DASAR PENGECUT....
4 orang Polisi mendatangi mereka dan mengusir mereka.
Mereka pun pergi meninggalkan kampus T*****
Salah satu preman memberitahu ke Malik.
----***----
Di Kampus sebelum B*****
Bayu sedang menyimak bu Eva menjelaskan pelajaran mata kuliahnya.
Tiba - tiba hapenya bergetar panjang,kemudian Bayu mengecek siapa yang nelpon.
"Mbah buyut...!!!
Bayu mengangkat tangan kanan,
"Maaf bu..." ucap Bayu.
"Iya..." ucap bu Eva.
"Minta izin mau keluar sebentar,ada yang nelpon.." ucap Bayu.
"Silahkan..." ucap bu Eva.
Bayu berjalan keluar kelar.
Setelah sampai di depan kelas,panggilan dari kakeknya terputus,Bayu menelpon balik.
Tuuuut....Tuuuut....
"Halo mbah...." ucap Bayu.
"Halo juga Bayu...Maaf kakek mengganggumu..
"Kakek mau tanya...Apakah peristiwa di kampus T****** itu ulahmu?" suara Zhang.
"Iya mbah...." ucap Bayu jujur tak di tutup -tutupin.
"Bagus...Sekarang kamu datang ke kantor kakek.. jangan matikan hapenya,berikan pada dosenmu..." suara Zhang.
"Iya mbah...
Bayu berjalan masuk ke dalam menghampiri bu Eva yang sedang mengajar.
"Maaf bu...Kakek saya ingin bicara dengan ibu.." ucap Bayu sambil menyerahkan hapenya.
Bu Eva merasa heran.Mengapa kakeknya ingin bicara padaku,biasanya itu orang tua mahasiswa.
Bu Eva menerima hape Bayu lalu menempelkan di telinganya.
"Halo pak..."ucap bu Eva.
"Halo juga ibu Eva Hartanti Wibowo,saya Zhang Yong Han..
"Eh....!!!??? bu Eva terkejut mendengar namanya di sebut lengkap dan mendengar nama Zhang Yong Han.
"Saya ada perlu dengan Bayu,dia aku suruh datang ke kantor.. Saya berharap ibu mengijinkannya.." suara Zhang.
"Baik pak...Saya mengizinkan Bayu.." ucap bu Eva.
"Terima kasih..." suara Zhang.
Panggilan berakhir. Bu Eva mengembalikan hape ke Bayu.
"Aku mengizinkanmu Bayu..." ucap bu Eva.
"Terima kasih bu...
Bayu berjalan ke kursinya.
"Dek...Mas di suruh datang menemui kakek..Ini mas mau ke sana.." ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Khalisa.
Bayu memasukkan buku dan peralatan tulisnya. Kemudian berjalan menuju parkiran.
----***----
Di sebuah ruangan yang di jaga.
Nampak seorang pria sedang duduk menyendiri,ia menyimpan dendam kepada orang yang telah mencelakai dirinya dan juga keluarganya.
"Aku akan membalasnya.... Keluargamu akan aku bunuh...." ucap pria itu.
----***----
Bayu berjalan ke arah parkiran.Dieinya mendapat sms dari kakek buyutnya perihal tengan ruangannya berada.
"Kenapa aku harus datang kekantornya...
"Kenapa gak di rumah...
Bayu memikirkan kenapa kakek buyutnya memyuruh datang ke kantor.
"Mudah - mudah dia gak marah..
"Kalau marah yo wes....
"Aku juga yang salah,meskipun itu ada benarnya...
Bayu masuk kedalam mobil.
"Pak...Tolong antar aku ke kantor mbah buyut.." ucap Bayu.
"Siap bos...." ucap supir.
Kemudian Bayu lanjut memikirkan perihal dirinya lagi.
"Kalau dia marah,terus fasilitasnya di cabut gak masalah...
"Aku akan pulang ke jogja...
"Jadi petani,malamnya ngajarkan ngaji di mushalla..
Bayu melihat ke arah kaca jendela.
Tiba - tiba hapenya bergetar pendek.
Bayu mengecek hapenya.
From Ahmad.
Bay...Sulis punya masalah apa. Kok kemarin sikapnya gak seperti biasanya.
Bayu memgerti maksud SMS Ahmad itu,Sulis marah karena di hari ulang tahunnya,Ahmad tak ada memberi ucapan selamat.Kemudian Bayu membalas SMS Ahmad tersebut.
To Ahmad.
Kenapa gak tanya langsung ke orangnya kang.
Bayu mengirim pesan tersebut.
Tak lama kemudian Ahmad membalas pesan Bayu.
From Ahmad.
Dia gak mau kasih tahu aku Bay.
Bayu menyimpan hapenya.
"Makanya to...Jangan pernah lupa sama hari spesial pasangannya...Pasti pasanganmu ngambek..
"Untung aku ingat....
30 menit kemudian mobil yang di tumpangi Bayu berbelok di salah satu gedung pencakar langit.
"Wuuiiiih...Gede juga gedung...
Mobil Pajero hitam di depan pintu masuk gedung.
"Di antar sampai ke dalam kah bos?" ucap pengawal.
"Gak usah pak..." ucap Bayu lalu keluar dari mobil,lalu berjalan ke arah pintu.
"Gilaaa...Ini kantor apa hotel seh?"
Saat Bayu berada di Loby melihat suasana kantor. Suasnanya seperti ia memginap di hotel Golden.Kemudian Bayu mencari pintu Lift.
"Pintu Liftnya di mana ya...
Bayu melihat seorang security berdiri tak jauh darinya.
"Maaf pak numpang tanya...Pintu Lift di sebelah mana ya pak" ucap Bayu.
"Ada di sana pak...Oh iya,bapak mau kemana?" ucap Security sambil menujuk.
"Saya ingin menemui seseorang pak,soalnya tadi saya sudah di telpon di suruh datang kesini saat saya kuliah.." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu..." ucap security.
"Terima kasih pak..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Security tadi.
Bayu berjalan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Mirip hotel tapi ini kantor...
Bayu tak sengaja menyenggol seorang bapak - bapak..
"Maaf pak...Maaf... Saya tidak tidak sengaja.." ucap Bayu.
"Lain kali kalau jalan lihat ke depan.." ucap bapak itu.
"Iya pak..." ucap Bayu.
Bayu melihat 3 orang karyawati berdiri di dekat pintu masuk Lift.
Bayu berdiri di sebelah para karyawati sambil melihat papan angka lalu ia menekan tombol .
"Gantengnya cowok itu..." ucap cewek 1
"Iya.....Cowok gue kalah tampan sama itu cowok..."ucap cewek 2
"Apa dia lagi magang di sini ya..."ucap cewek 3
"Semoga aja..." ucap cewek 1
"Dari seragamnya,dia seperti dari universitas B******" ucap cewek 2
"Kok lu tahu..." ucap cewek 1.
"Ya tahulah...Soalnya gue lihat lambang kampusnya...Dan itu gak asing..." ucap cewek 2.
2 orang bapak - bapak berdiri di dekat Bayu.Mereka juga ingin naik Lift.
"Kang..." ucap cewek 3 memanggil Bayu.
Bayu diam saja tak menanggapi.
Bagitu pintu Lift terbuka,nampak beberapa orang keluar dari dalam Lift,setelah mereka keluar,3 wanita Itu masuk di ikuti Bayu.
Salah satu wanita menekan tombol.
Bayu juga menekan tombol angka lantai yang di tuju.2 wanita itu melihat tombol yang di tekan oleh Bayu.
"Maaf bang...Apakah abang magang di sini.." ucap cewek 1.
Bayu diam saja tak menjawab.Lalu melihat sekitar,hanya dirinya saja yang muda,sedangkan 2 orang lainnya bapak - bapak.
"Mbak nanya ke saya?" ucap Bayu sambil menunjuk dirinya.
"Iya..Apakah kamu magang di sini?" ucap cewek 1.
"Enggak mbak...Saya ada perlu sebentar..." ucap Bayu
Pintu lift terbuka, seorang pria masuk ke dalam. Kemudian pintu Lift tertutup.
"Kenapa anda menekan lantai paling atas? apakah anda ini keluarga Han?" ucap Wanita 2.
Semua orang di Lift mendengar ucapan wanita 2 tersebut.
"Saya hanya orang biasa mbak..." ucap Bayu.
"Kalau boleh tahu siapa nama anda?" ucap salah satu bapak - bapak.
"Saya Muhammad Bayu pak,panggilannya Bayu.." ucap Bayu.
Mereka yang awalnya mengira Bayu keluarga Han,begitu mendengar ucapan Bayu,hilanglah rasa penasaran tersebut.Sebab keluarga Han memakai nama cina semua,kebetulan yang ada di dalam Lift belum mengenal ibunya Bayu.
Pintu Lift terbuka,ke 3 wanita itu keluar bersama 2 bapak - bapak. Lalu pintu Lift tertutup.Lift naik ke atas.
"Hadeeh... Mending aku naik tangga aja. Dari pada naik Lift rasanya jantungku seperti mau copot..." ucap Bayu dalam hati.
"Kenapa gak pakai amalanmu aja Bay..." suara Sekar.
"Males mbak..." ucap Bayu.
Saat di lantai 15 pintu Lift terbuka.
Seorang wanita memakai celana panjang longgar,baju lengan panjang,ada Syal melilit di lehernya membawa berkas masuk dalam Lift.
Hana mengeluarkan peraturan tentang pakaian,sehingga para karyawati memakai Celana panjang atau rok panjang yang longgar,di larang memakai rok selutut dan ketat. Jika melanggar akan di potong gajinya.
Wanita itu kaget saat melihat Bayu didalam Lift,ia tak menyangka bertemu lagi dengan Bayu yang telah menolong dirinya.
"Bayuuu....!!" ucap wanita itu.
"Sepertinya aku pernah dengar suaranya... " ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu teringat saat jalan bersama Paijo.
Wanita itu berdiri di samping Bayu.
"Kamu kok di sini?" ucap wanita itu penasaran.
Bayu menoleh sebentar untuk memastikan apakah wanita itu adalah Casandra.
Bayu tersenyum ke wanita itu.Lalu melihat ke depan lagi.
"Asem....Memang dia..." ucap Bayu dalam hati saat melihat wajah wanita itu.
"Saya di suruh datang kesini mbak..." ucap Bayu.
"Siapa yang menyuruhmu...?" ucap Casandra.
"Biasa mbak..." ucap Bayu.
"Ooo...Majikanmu...
"Oh iya..... Waktu itu keluarga Han mengadakan pesta pernikahan di Lampung...Apakah kamu tahu siapa yang menikah? " ucap Casanda.
"Mbak gak datang kesana kah?" ucap Bayu.
"Enggak...Soalnya kebetulan aku ada acara...Jadi gak datang... Siapa seh yang nikah itu Bay?" ucap Casandra.
"Yang nikah itu cicitnya pak bos besar mbak.." ucap Bayu sengaja tak menyebut mbah buyut.
"Ooo....Yang nikah cicitnya...
"Ini kamu mau kemana?" ucap Casandra.
"Di panggil sama bos besar mbak...Padahal saya lagi di dalam kelas..Mbak kerja di sini kah" ucap Bayu.
"Hem...Mbak Sandra?" ucap Bayu.
Casandra menoleh ke Bayu.
"Iya Bay..." ucap Casandra.
"Dia masih tetap tak melihat lawan bicaranya,apakah sifatnya seperti itu? tak mau melihat lawan bicaranya?" ucap Casandra dalam hati heran melihat Bayu melihat depan tanpa menoleh ke dirinya.
"Kalau boleh saya tahu...Bu Hana itu menjabat sebagai apa?" ucap Bayu penasaran,sebab ia tak pernah bertanya tentang jabatan ibunya saat bekerja di kantor.
"Beliu menjabat sebagai Direktur Utama Keuangan Bay .." ucap Casandra.
"Eh.....!!!??? Bayu kaget mendengar jabatan ibunya itu.
"Wuiiihhh...Kereeen...Dirut keuangan..." ucap Bayu dalam hati merasa bangga,padahal ia tahu bahwa ibunya hanya jebolan pesantren saja,tidak mengeyam pendidikan Formal seperti SD,SMP,SMA.
Pintu Lift terbuka,4 orang di dalam Lift keluar lalu masuk 2 orang.
"Kamu tinggal di rumahnya siapa Bay?" ucap Casandra.
"Tinggal di rumah bu Hana mbak..." ucap Bayu.
"Seriuss kamu tinggal di rumah bu Hana?" ucap Casandra tak percaya.
"Serius...Kalau mbak gak percaya tanyakan aja langsung bu Hana." ucap Bayu.
Casandra teringat saat Bayu shalat di dalam mobilnya di kala hujan deras mengguyur Ibu Kota.
Lift berhenti lalu pintu Lift terbuka.
"Aku tinggal dulu ya Bay..." ucap Casandra sambil berjalan keluar Lift.
"Iya mbak.." ucap Bayu.
Kini Bayu sendirian di dalam Lift.
"Asem.... Kok jadi dag dig dug gini ya...
Lift berhenti,lalu pintu Lift terbuka.
Bayu keluar dari pintu Lift.
Nampak Seorang pengawal berdiri di dekat pintu Lift.
"Mari tuan muda...Tuan besar sudah menunggu anda.." ucap pengawal itu.
Bayu berjalan mengikuti pengawal tersebut.
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah pintu ruangan yang di jaga 2 pengawal. seorang pengawal yang berdiri di dekat pintu membukakan pintu.
"Silahkan masuk tuan muda..." ucap pengawal yang membuka pintu.
"Terima kasih pak.." ucap Bayu.
Bayu berjalan masuk ke dalam.
Nampak 21 orang duduk melingkar seperti huruf U.
Zhang Yong Han duduk di tengah.
"Asem.... Lagi rapat begini...
Bayu berdiri di dekat pintu,tak berani mendekat.
"Bayu....
Bayu mendengar suara kakek buyutnya,lantas melihat ke arah kakek buyutnya berada.
Kakek buyutnya melambaikan tangan ke Bayu.
Bayu berjalan mendekat ke kakek buyutnya berada.
Bayu mengenali beberapa orang yang duduk di kursi,sisanya ia tak kenal.
"Kepalaku sakit banget Bay...." ucap Zhang sambil memegang kepalanya.
"Asem.... Jadi mbah buyut manggil aku untuk mijat..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu lantas berdiri di belakang kakek buyutnya,kemudian memijat pundak kakek buyutnya.
Seorang berbicara mengenai pekerjaan di layar proyektor .
Bayu diam saja menyimak mereka mengadakan rapat.
"Ooo... Dia bahas rapat keuangan.." ucap Bayu dalam hati memperhatikan layar proyektor sambil memijat.
Kemudian Bayu melihat ibunya duduk di dekatnya sedang memperhatikan layar proyektor.
Bayu lantas teringat saat dirinya mencari keberadaan buku sekolahnya.
*Flash back On.
Bayu berada di dalam kamar tidurnya berdiri di depan meja belajar.Ia melihat tumpukan buku cetaknya.
Bayu teringat buku yang paling atas adalah buku Fisika,akan tetapi yang ia lihat buku Biologi.
"Perasaaan buku Fisikaku ku taruh paling atas...Kok gak ada ya..
Bayu mencari buku Fisikanya di tumpukan buku. Lalu ia membuka lacinya.
"Jangkreek...
"Kok gak ada...Apa di bawa sama tuyul...
Bayu menggaruk - garuk kepala.
"Bentar... Yang di rumah hanya aku,ibu dan Putri*.
*Saat Khalisa belum pindah rumah dan sering menginap di rumah Bayu jika malam minggu.
"Apa di bawa sama Putri ya....
"Sayang....Tolong jagain toko sebentar nak..Ibu ke kamar mandi..." suara Hana.
"Iya bu....
Bayu berjalan keluar kamar,setelah itu berjalan menuju tokonya.
Saat Bayu duduk di kursi,ia melihat buku Fisika di meja.
"Lah...Ini buku Fisikaku... Kok bisa di sini..
"Perasaan aku gak pernah ninggalin buku sekolah di toko..
Lalu Bayu melihat ada buku tulis yang bukan miliknya dan juga bukan buku catatan hutang tetangga.
Bayu mengambil buku tulis itu lalu membukanya.
Nampak tulisan tangan ibunya menjawab soal - soal pelajaran Fisika.
Bayu memperhatikan jawaban soal tersebut.
"Eh....!!!?? Bayu terkejut,karena jawabanya itu benar semua.
"Buset dah...Kok ibu bisa jawab ya...Padahal ibu hanya jebolan pesantren aja....
Bayu keheranan atas kejadian tersebut.
Tak lama kemudian Hana muncul.
"Kenapa ibu gak bilang kalau ambil buku Fisika Bayu...Bayu pusing tahu bu tadi nyariin buku Fisika.
"Hehehehe...Maaf sayang,habisnya ibu suntuk gak ada buku bacaan,buku TTS ibu dah penuh belum beli yang baru. Jadi ibu ke kamarmu untuk mengambil buku pelajaranmu..." ucap Hana.
"Ooo..Begitu...Ibu kok bisa jawab soal - soal ini,siapa yang ngajarin ibu?
"Ibu belajar sendiri sayang...Oh iya,sayang dah makan" ucap Hana.
"Sudah bu...
"Assalam mua'alaikum..." suara Khalisa.
"Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan Hana.
Khalisa kemudian muncul sambil menggendong tas berisi pakaian ganti,karena ia akan menginap di rumah Bayu.
Khalisa mencium tangan Hana.
"Awan...Kerjain PR yuk..." ucap Khalisa.
"Bentar Put..." ucap Bayu.
Bayu mengambil 2 teh kotak,2 choki - choki 1 bungkus biskuit. Lalu berjalan ke ruang tamu.
Bayu meletakkan makanan dan minuman di meja,lalu berjalan ke dalam kamar untuk memgambil bukunya.
Setelah mengambil buku ia duduk di lantai yang di depan meja ruang tamu.
Bayu dan Khalisa duduk saling berhadapan.
"Put.. Tadi aku nyari buku Fisika di dalam kamar gak ketemu - ketemu,sampe pusing kepalaku mencari.." ucap Bayu.
"Terus...Bukunya sudah ketemu apa belum Wan?" ucap Khalisa.
"Sudah...Pas ibu manggil untuk menyuruh menjaga toko sebentar. Aku lihat buku Fisika ada di toko,terus ku lihat ada buku tulis.
Pas ku buka,ada tulisan ibu..
"Rupanya ibuku jago Fisika Put...Jawabannya benar semua" ucap Bayu.
"Serius Wan....?" ucap Khalisa tak percaya.
"Ngapain aku bohong sama kamu Put...Aku selalu jujur padamu.." ucap Bayu.
"Pantesan aja Awan pintar,ibu Awan juga pintar.." ucap Khalisa.
"Kamu juga pintar kok Put..." ucap Bayu.
"Pintar mengambil hatiku...Aku jatuh cinta padamu Put...Mau gak kamu jadi pacarku" ucap Bayu dalam hati. Ia tak berani memgungkapkan oerasaanya pad Khalisa.
Tak lama kemudian muncul Lukman dan Bimo di pintu masuk.
"Assalam mua'alaikum" ucap Lukman.
"Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan Khalisa.
Lukman dan Bimo berjalan menghampiri Bayu.Lukman membawa kresek hitam lalu di letakkan di meja.
"Kirain mancing...Kok gak muncul - muncul ku tungguin.." ucap Bayu.
"Kebo Lihat ada mangga ada yang masak di pohon depan rumahnya pak Sukimin,terus kita mampir dulu untuk mengambilnya.." ucap Lukman.
"Jancook... Aku mung delok tok,kowe seng gemplang pelemme"ucap Bimo. (Aku cuman lihat aja,kamu yang lempar mangganya).
Khalisa membuka kresek hitam tersebut lalu membawa masuk kedalam dapur untuk di buat rujak.
"Kowe ngomong karo seng duwe opo ora?" ucap Bayu.(Kamu bilang ke yang punya apa enggak).
"Ora.... Kita pakai ilmumu bay...
"Pak Sukimin...Jalok pelemme... Kebo seng nyahutin...Yoo jipuk en wae le...Ngono" ucap Lukman.(minta mangganya...Kebo yang menjawab..Yaa ambilin aja nak..Begitu).
"Jancoook..." ucap Bayu.
"Dari pada di pangan codot,mending tak kita yang makan.." ucap Bimo.
"Bay...Ibumu akeh jahitan opo ora." ucap Lukman.
"Gak ada...Kenapa Man?" ucap Bayu.
"mancing Belut yook.." ucap Lukman.
"Ayooo...." ucap Bayu.
"Eh...Lisa turu nang omahmu maneh kah Bay?" ucap Bimo.(Lisa tidur di rumahmu lagi kah Bay).
"He eh... " ucap Bayu.
Khalisa berjalan sambil membawa 2 piring.
"Awakmu naksir Lisa kah Bay..." Lukman.
"He eh...Tapi aku isin(malu).." ucap Bayu.
Khalisa meletakkan piring itu di meja.
Sejak saat itu,ketika Bayu meletakan tas di dekat meja belajar dan melihat tumpukan buku cetak ada yang hilang,Bayu sudah paham,jika itu perbuatan ibunya untuk membaca. Sehingga Bayu tak pusing mencari.
*Flasback Off.
Rapat pun selesai,satu persatu meninggalkan ruangan.
Tinggallah Bayu dan Zhang Yong Han di dalam ruang rapat.
"Duduk..."
Bayu duduk di kursi yang tadi di duduki ibunya.
"Kenapa kamu melakukan itu,dan apa alasanmu Bay.." ucap Zhan.
"Karena teman - teman Bayu mengajak Bayu tawuran dengan kampus T****** mbah buyut...
"Dari pada mereka ada yang mati,mending mereka Bayu buat babak belur aja." ucap Bayu.
"Kakek beri tahu...Gak usah pikirin mereka yang nakal... Itu urusan mereka...
"Fokuslah belajarmu saja...
"Apa kamu tahu akibat dari perbuatanmu?" ucap Zhang.
"Mereka tidak berani lagi menghina dan mengejek teman - teman dan mereka tak jadi berkelahi.." ucap Bayu.
"Negatifnya...Apakah kamu tahu dari perbuatanmu?" ucap Zhang.
"Nama Kampusku jadi jelek.." ucap Bayu.
"Selain itu?" ucap Zhang.
"Bayu gak tahu mbah..." ucap Bayu.
"Yang kamu lakukan itu bisa mengundang musuh kita...
"Kamu harus memikirkan 2 hal dalam bertindak...
"Pertama hal positif,dan ke dua hal negatif..
"Hal Negatif jangan 1 masalah aja yamg kamu pikirkan,pikirkan masalah lain,apakah itu merugikan kita dalam jangka panjang atau jangka pendek..
"Kakek tahu kamu masih muda,mudah tersulut emosi, bertindak tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya dalam jangka panjang.,Jangan sampai musuh kita mengetahuinya..
"Saat kamu mengamuk di depan Cafe...Itu bisa mengundang mereka,karena kamu sendirian membantai dan membunuh mereka ....Jika kakek tak bergerak cepat,maka semua orang akan tahu,namamu akan jelek di mata masyarakat,dan musuh kita akan datang kemari,untuk merekrutmu menjadi anak buahnya.." ucap Zhang.
"Maaf mbah buyut...Bayu memang tak memikirkan jangka panjangnya... Hanya memikirkan jangka pendeknya saja..." ucap Bayu.
"Fokus saja belajarmu,jangan ikut orang - orang yang berbuat onar,biarkan mereka jika berbuat onar....Kakek tinggal dulu.." ucap Zhang kemudian berdiri dan meninggalkan Bayu.
"Mbah buyut..." ucap Bayu sambil berdiri.
Zhang Yong Han memghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Bayu.
"Ono opo Bay?" ucap Zhang.
"Ibu di lantai berapa ruangannya?" ucap Bayu.
"Di lantai 15 Bay...Oh iya hampir lupa kakek memberi tahumu...
"Kementrian agama sudah membalas surat kakek,mereka akan memberangkatkan Sulistyo Maharani,beritahu dia untuk mempersiapkan dirinya,karena dia ikut Kloter pertama berangkat ke mekkah...." ucap Zhang.
"Iya mbah buyut" ucap Bayu.
"Kenapa kamu gak ikut sekalian Bay?" ucap Zhang
"Hem...Tahun depan aja mbah..." ucap Bayu.
"Ya sudah kalau begitu.." ucap Zhang.lalu berjalan lagi.
"Suwun mbah..." ucap Bayu.