SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
GAK ADA KERJAAN KAH DI SANA?


Kota Shanghai.



penampakan Xiang.


Nampak 5 buah mobil berjalan beriringan. Salah satu mobil itu di tumpangi Bayu dan Xiang memasuki sebuah gedung perkantoran.


Rombongan itu berhenti,lalu orang - irang di dalam mobil keluar dari mobil.


2 orang membuka pintu mobil di kedua sisi.


Bayu dan Xiang keluar dari mobil.


Xiang berjalan ke arah Bayu,lalu memegang lengan Bayu setelah itu berjalan ke arah pintu masuk.


Orang - orang berdiri di depan pintu masuk membungkukkan setengah badannya ketika Xiang berjalan.


Hari ini Xiang di jadwalkan bertemu dengan beberapa kolega. Ia di dampingi oleh orang - orang kepercayaannya yang dari anak buah keluarganya yang selamat dari pembunuhan. Sebab mereka bukan keluarga Zue Ling.


Mereka berjalan ke arah pintu lift.


" Begini ya orang - orang kerja di kantoran itu" ucap Bayu sambil melihat - lihat sekeliling.


Pintu lift terbuka,Bayu dan Xiang masuk,di ikuti para pengawal. Setelah itu pintu lift tertutup.


Selama Bayu tinggal dirumah Xiang,ia belajar sekaligus mengajari Xiang mengerjakan tugasnya,ibarat pepatah menyelam sambil minum air. Belajar juga mengajari kekasihnya.


Tak lama kemudian mereka telah tiba di ruang rapat.


Nampak orang - orang duduk menunggu kedatangan Xiang selaku Presiden direktur. Orang - orang itu berdiri lalu membungkukkan badannya ke arah Xiang.


Bayu menarik kursi lalu Xiang duduk. Kemudian Bayu berdiri di belakang Xiang. Ia tak mau duduk di kursi.Ia hanya menemani saja.


Orang - orang itu duduk kembali. Tak lama kemudian orang - orang kepercayaan Xiang masuk lalu duduk.


Rapat pun di mulai.


Bayu diam memperhatikan mereka yang sedang rapat. Di balik baju Bayu terdapat sebuah pistol otomatis. Ia selalu membawa pistol itu kemana - mana jika menemani Xiang pergi.


Xiang tampil berbeda di saat di depan orang - orang yang usianya di atas dirinya.


Para kolega itu memberikan sebuah penawaran terhadap perusahaan yang di pimpin Xiang.


Bayu diam dan menyimak ucapan para kolega tersebut.


Tiba - tiba Bayu mengeluarkan air matanya,padahal dirinya tidak sedang sedih.


Bayu mengelap air mata itu.


" Kenapa aku menangis...?" ucap Bayu dalam hati.


Di saat yang sama. Putri istri Bayu dibawa mobil Ambulan. Putri mengalami luka berat akibat mobil yang ia tumpangi masuk ke jurang,namun nyawanya tidak tertolong. Putri menghembuskan nafas terakhirnya.


Tiba - tiba Xiang memutar kursinya menghadap Bayu.


" Sayang...Bagaimana menurutmu.." ucap Xiang.


Bayu pun memberi saran untuk merevisi perjanjian itu,karena dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah dan membuat kerugian bagi perusahaan Xiang. Lalu Bayu memberikan usulan ke Xiang.


Xiang juga bertanya kepada orang - orang kepercayaannya.


Orang - orang kepercayaan Xiang juga setuju atas usulan Bayu.Mereka juga menambahkam usulan.


Xiang kembali bertanya ke Bayu. Bayu menyutujui usulan itu,karena di nilai masih menguntungkan.


Akhirnya Xiang memutuskan untuk tidak mendatangani perjanjian itu dan di tunda lagi.


Xiang berdiri dari kursinya.


" Ayo sayang...Sekarang saatnya kita Liburan.." ucap Xiang.


"* Iya..." ucap Bayu.


Xiang kembali memegang lengan Bayu kemudian berjalan meninggalkan ruang rapat.


1 Jam kemudian.


Bayu bersama Xiang tiba di sebuah dermaga.


Bayu melihat beberapa kapal bersandar di pelabuhan.


Mereka berjalan ke sebuah kapal pesiar mewah.


" Besar juga ya kapalnya..." ucap Bayu dalam hati.


Tak terasa mereka sudah berada di dalam kapal pesiar.


Perlahan kapal pesiar itu bergerak.


Bayu dan Xiang berada di dek paling atas melihat suasana kota Shanghai.


" * Bagus ya pemandanganya..." ucap Bayu.


" Iya...Sayang suka ?" ucap Xiang.


" * Suka sekali...."


"* Kita berapa lama berlayarnya..?"ucap Bayu.


" Sayang mau berapa hari?" ucap Xiang.


" * Jangan lama - lama,nanti aku dapat panggilan tugas gimana...?" ucap Bayu.


" Seminggu" ucap Xiang.


"* 4 Hari saja...Nanti kan sayang ke sekolah.." ucap Bayu.


" Siap jendral..." ucap Xiang memberi hormat.


Bayu mengacak - acak rambut Xiang.Lalu merangkulnya.


" * Oh iya...Alat pancingnya ada kan sayang?" ucap Bayu.


" Ada...Sayang mancing sekarang?" ucap Xiang.


" * Kapalnya kan belum berhenti,bagaimana mau mancing.." ucap Bayu.


" Bagaimana jika ke bar dulu sayang..?" ucap Xiang.


" Bar..?" ucap Bayu.


" Iya...Kita minum - minum dulu.." ucap Xiang.


" * Minum alkohol?" ucap Bayu.


" Iya...Sayang suka minum apa?" ucap Xiang.


" * Aku gak suka..."


" * Gimana kalau kita memasak saja.." ucap Bayu.


" Masak...?" ucap Xiang.


" * Iya...Sayang bisa masak apa enggak?"


Xiang menggeleng - gelengkan kepala.


" * Ayoo..Aku ajarin memasak sambil menunggu kapalnya berhenti.." ucap Bayu.


" Ayoo..." ucap Xiang.


Mereka kemudian berjalan ke arah dapur.


Nampak para koki berdiri tegak saat Bayu dan Xiang masuk ke dalam dapur.


" Sayang mau masak apa?" ucap Xiang.


" * Sayang mau di masakin apa?" ucap Bayu.


" Daging steak..." ucap Xiang.


"* Oke daging steak..." ucap Bayu.


Bayu melepas jas yang bewarna hitam,lalu memberikan jas itu pada Xiang.


Bayu bertanya ke Koki letak bahan - bahan makan tersebut.


Para koki itu memberi tahu Bayu.


Bayu mengambil bahan untuk membuat daging steak,dan juga bahan membuat ayam panggang.


Xiang diam memperhatikan Bayu yang sibuk di dapur.


" *Sayang... Tolong ambil wajan itu,lalu letakkan di kompor "


Xiang memberikan baju jas Bayu ke salah satu koki,lalu mengambil wajan yang di tunjuk Bayu.


" *Tuangkan kan minyak goreng 2 sendok makan. Dan nyalakan kompornya" ucap Bayu sambil mengiris bawang.


Xiang menuangkan minyak kedalam wajan.


" Bagaimana caranya menghidupkan kompor ini sayang.." ucap Xiang. Ia belum pernah memasak dari kecil hingga sekarang.


" * Begini caranya,tekan lalu putar..."


Bayu memberi contoh,lalu di matikan lagi.


"* Coba sayang nyalakan..." ucap Bayu.


Xiang pun mencoba menyalakan kompor tersebut.


" Berhasil....Aku bisa sayang.." ucap Xiang.


"* Pintar....Kecilin apinya." ucap Bayu


" Bagaimana caranya sayang?" ucap Xiang.


" * Putar kebawah saja sayang..." ucap Bayu.


1 Jam 30 menit kemudian.


Bayu dan Xiang selesai memasak,dan kini mereka duduk di kursi makan.


Mereka merasakan makanan yang telah mereka masak.


" Heeeemmm...Enak sekali sayang..." ucap Xiang mencoba daging Steak.


" * Iya dong... Siapa dulu yang memasak..." ucap Bayu.


" Dulu sayang ikut sekolah memasak ya.." ucap Xiang.


"* Enggak sayang...."


"* Itu sebenarnya bumbu ayam panggang,cuman aku buat masak ke daging itu..." ucap Bayu.


Setelah selesai makan,Xiang mengambil gelas botol anggur,lalu menuangkan ke dalam gelas.


" Ayo sayang...Kita bersulang.." ucap Xiang sambil memberikan gelas ke Bayu.


" * Bersulang?" ucap Bayu.


" Iya...Gelas kita di tempelkan begini..."


Xiang memberi contoh.


" Lalu ketika akan di minum,kita goyangkan gelas ini agar airnya berputar,lalu di minum.." ucap Xiang.


" * Oooo..Begitu.." ucap Bayu.


Mereka pun bersulang,lalu Bayu memutar gelas itu kemudian meminumnya.


" Bagaimana rasanya sayang?" ucap Xiang.


" * Enak...Rasa anggur.." ucap Bayu.


" Ini memang anggur sayang..."


" Jika kebanyakn minum bisa mabuk kita..Jadi kita minumnya sedikit saja." ucap Xiang.


Setelah selesai makan,mereka berjalan ke luar menikmati pemandangan. Tak ada siapapun di sekitar Bayu.


Mereka duduk di kursi sofa,Xiang memeluk Bayu.


" Hari ini aku senang sekali sayang.." ucap Xiang.


" * Senang kenapa?" ucap Bayu.


" Bisa pergi liburan bersama..."


" Dan sayang tahu tidak..?" ucap Xiang.


" * Aku tidak tahu.." ucap Bayu.


" Sayang adalah pria yang sangat sempurna.."


" Tampan,pintar,dan pandai memasak jugaa..." ucap Xiang.


" *Juga apa sayang?" ucap Bayu.


" Sayang kuat dalam bercinta... Dan sayang tidak minta macam - macam kepadaku.."


" Padahal sayang bisa saja minta ini dan itu.." ucap Xiang.


"* Kan sudah aku katakan sebelumnya.."


"* Aku tidak mau meminta apapun,aku hanya bisa meminjam saja..."


"* Aku ini pria,bukan wanita.." ucap Bayu.


" Dulu mantanku tidak seperti sayang..."


" Dia sering minta ini dan itu.."


" Pernah dia kubelihan ponsel baru..."


" Belum ada sehari sudah minta ganti karena lecet sedikit,dan itu sangat mengganggu penampilannya,"ucap Xiang.


" * Itu namanya kamu di manfaatin oleh dia sayang.." ucap Bayu.


" Iya...Karena aku sayang sama dia,lalu dia meminta untuk mengurus perusahaan. Dan aku berikan.."


" Kemudian akubdaoat laporan bahwa keuangan perusahaan berkurang karena di ambil oleh mantan kekasihku.."


" Pengacara menyarankanku untuk menghentikan dia sebelum perusahaanku bangkrut.."


" Aku pun bertindak sesuai saran pengacaraku.."


" Sejak itulah aku menjauhkan diri dari teman - temanku. Bahkan ada pria yang mendekati langsung aku usir..."ucap Xiang.


" * Dan sayang malah mendekatiku..Padahal aku ingin sendirian saja.." ucap Bayu.


" He...He...He...He...."


" Aku itu penasaran sayang..."


" Kenapa ada pria yang duduk menyendiri seperti aku..." ucap Xiang.


Bayu menatap wajah Xiang,Xiang juga menatap wajah Bayu.


Bayu mendekatkan wajahnya ke Xiang. Mereka pun berciuman. Tak lama kemudian mereka saling raba.


Gairah mereka berdua muncul.


Bayu melepaskan pakaian Xiang.


Setelah Xiang tampil polos tak memakai pakaian,Bayu melepaskan pakaiannya. Lalu menyerang Xiang.


Xiang merem melek atas serangan yang di berikan oleh Bayu. Hingga membuat goanya basah.


" Ayo sayang...Masukin...Aku sudah gak tahan.." ucap Xiang melihat Bayu menikmati lubang goanya.


Bayu tak mengiraukan ucapan Xiang,ia asik memainkan goa Xiang dengan lidah dan jarinya.


Xiang mengejan - ngejan. Setelah itu Bayu menempelkan kepala burungnya di lubang Xiang.


Blesss....


Burung Bayu amblas di dalam goa Xiang. Kemudian Bayu maju mundurkan pinggulnya.


Xiang menikmati setiap hujaman burung Bayu yang melesat di goanya. Bahkan Xiang mengeluarkan suaranya,ia tak peduli suaranya itu terdengar oleh para orang - orang yang berada di kapal.


Tak terasa kapal berhenti di tempat yang banyak di huni ikan. Namun Xiang dan Bayu masih bergumul di sofa.


Ketika Bayu akan keluar.


" *Aku mau keluar sayang..." ucap Bayu.


" Di dalam saja sayang...Aku aman kok" ucap Xiang.


" * Iya sayang..." ucap Ayu sambil mempercepat gerakannya lalu menekan dan menahan burunngya.


Xiang merasakan lubangnya terasa hangat.


" Enak sekali sayang..." ucap Xiang.


" * Iya...Sayang mau lagi?" ucap Bayu.


" Capek aku sayang...Nanti lagi kita mainnya.." ucap Xiang.


Bayu mencabut burungnya. Nampak lelehan putih keluar dari lubang Xiang.


Bayu mengambil tissu lalu mengelap lubang Xiang. Setelah itu Bayu mencium bibir Xiang.


" * Kita mancing yuk.." ucap Bayu.


" Ayoo..." ucap Xiang.


30 menit kemudian.


Bayu dan Xiang memegang alat pancing yang sudah ada umpannya.


Tiba - tiba Xiang merasakan umpannya di makan ikan lalu segera menyentaknya.


Terdengar suara derit reel.


" Sayang...Ini bagaimana caranya...?" ucap Xiang yang tak tahu cara menggulung senar pancing,sebab ia belum pernah memancing.


Bayu meletakkan jorannya tak lupa pasang pengaman.


" * Begini sayang...." ucap Bayu.


Bayu mengajarkan cara menggulung senar tersebut.


" Jancok...Berat...Besar ini ikannya.." ucap Bayu dalam hati sambil menggulung reel.


Reel yang di pakai berukuran besar jenis troling yang harganya puluhan juta jika di rupiahkan.


Bayu masih berusaha menarik ikan tersebut.


Xiang diam memperhatikan Bayu menggulung senar pancing.


Tiba - tiba reel milik Bayu juga berderit.


" Jancok..."


"* Pancinganku juga di tarik sayang.." ucap Bayu.


Xiang segera meraih gagang Reel milik Bayu,lalu mempraktekkan apa yang barusan ia lihat.


Xiang merasakan perlawanan ikan sangat kuat,ia sekuat tenaga menahannya,lalu menarik joran kemudian menggulung.


Xiang mengeluarkan kekuatannya untuk menarik ikan tersebut.


Mata Xiang berubah warna merah semua.


Bayu tak melihat ke arah Xiang,ia fokus dengan pancingan yang ia pegang. Bayu hanya memakai tenaga tubuhnya saja,tidak memakai kekuatan mata.


Nampak ikan Tuna berbobot 40 an Kg muncul di permukaan air hasil Xiang menggulung reel pancing. Sedangkan Bayu masih berusaha menaikkan ikan.


" Ikannya besar sekali sayang.." ucap Xiang yang matanya telah normal kembali.


Bayu melihat ke arah Xiang.


"* Panggil 1 pengawal untuk membantu sayang..." ucap Bayu.


Xiang menuruti ucapan Bayu,ia segera berteriak memanggil pengawalnya. Tak lama kemudian datang seorang pria yang merupakan pengawal.


" Ambil ikan itu,jangan sampai lepas.." ucap Xiang.


" Siapa nona..." ucap pengawal.


Pengawal meraih tongkat kayu yang ujungnya terdapat besi tajam untuk mengait ikan.


Ikan Tuna berhasil di naikkan ke atas kapal.


Semnetara Bayu,masih menggulung senarnya. Nampak ikan GT berukuran besar terlihat.


" Pantesan berat betul...Ikannya besar juga.." ucap Bayu dalam hati.


" Jangan pergi dulu...Kamu bantu di sini.." ucap Xiang.


" Iya nona..." ucap pengawal.


Pengawal membantu Bayu menaikkan ikan GT tersebut.


Setelah berhasil naik,Bayu memasang umpan ikan hidup lalu melempar ke laut. Kemudian beralih pancingan yang di pegang oleh Xiang.


Xiang mengambil kaca mata hitam,Agar tidak silau terkena cahaya matahari.


" Ternyata seru memancing ikan.." ucap Xiang.


" * Iya sayang...Lebih seru mancing dari pada menjala.." ucap Bayu.


Baru saja hendak menyerahkan pancingan ke Xiang,umpan yang dinpasang Bayu di sambar ikan.


" Asemm..." ucap Bayu dalam hati lalu menggulung senar tersebut.


" Sini sayang...Biar aku saja.." ucap Xiang.


Bayu memberikan pancing tersebut ke Xiang.


Xiang kembali menggulung senar itu.


Reel pancing berderit,lalu Bayu segera mengambil pancingan tersebut.


1 jam kemudian.


" Sayang...Aku sudahan ya...Capek.." ucap Xiang yang telah berhasil menaikkan ikan sebanyak 6 ekor berukuran besar.


" * Iya sayang...Sayang istirahat saja.." ucap Bayu sambil menggulung senar pancingnya.


" Kuat juga dia menarik ikan besar - besar.." ucap Bayu dalam hati melihat perolehan ikan yang di dapat Xiang.


Malam harinya.


Nampak Bayu dan Xiang berada di ruang karaoke. Mereka duduk selonjor.Xiang menaruh kepalanya di dada Bayu.


" Sayang mau nyanyi apa?" ucap Ziang sambil menekan remot.


"* Aku tidak bernyanyi sayang.." ucap Bayu.


Xiang memilih lagu,lalu bernyanyi.


Bayu mengusap rambut Xiang.


Selesai Xiang bernyanyi,ia menyerahkan remot ke Bayu.


" Sekarang giliran sayang.." ucap Xiang.


Bayu menerima lalu mencari lagu.Ia memilih lagu mancanegara.


Nampak ada tulisan lagu indonesia.


Bayu menekan tombol tersebut.


Muncul beberapa lagu dari grub band yang terkenal,ada Peterpan,Kangen Band,Hijau daun,Jamrud,Krispati ada juga lagu tradiaonal. Bayu menekan lagu tradisional.


Muncul beberapa artis yang membawakan lagu tradisional. Seperti Didi Kempot.


"* Sewu Kuto?" gumam Bayu.


Bayu memilih lagu tersebut.


" Sayang bisa menyanyikan lagu itu..?" ucap Xiang.


"* Tidak tahu...Nanti aku coba..".


Terdengar suara iringan musik lagu Sewu Kuto.


"* Suaranya bisa di tampikan apa tidak sayang...Aku ingin mendengar liriknya.." ucap Bayu.


" Bisa..." ucap Xiang.


Bayu memberikan remot ke Xiang. Xiang menekan tombol,lalu terdengar suara lirik lagu tersebut.


" Kok rasane aku pernah dengar yoo lagu iki.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah lagu itu selesai.Bayu memainkan kembali lagu tersebut.


Sewo kuto uwis tak liwati 🎶


Sewu ati tak takoni🎶


Nanging kabeh🎶


Podo rangerteni🎶


Lungamu neng endi 🎶


Pirang tahun anggonku nggoleki🎶


Seprene durung biso nemoni🎶


" Sayang bisa....Hebat..." ucap Xiang tak menduga Bayu bisa menyanyikan lagu tersebut.


Bayu tak menanggapi ucapan Xiang. Ia merasakan lagu itu seperti membawa pada suatu kenangan. Namun dirinya tidak dapat mengingatnya.


Wis tak coba 🎶


Nglaliake🎶


Jenengmu soko atiku🎶


Sak tenane aku ora ngapusi🎶


Isih tresno sliramu🎶


Umpamane kowe uwis mulyo🎶


Lilo aku lilo🎶


Yo mung siji dadi panyuwunku🎶


Aku pengin ketemu🎶


Senajan waktumu mung sedhela🎶


Kanggo tombo kangen jroning dodo🎶


Nampak air mata Bayu memgalir di saat menyanyikan lagu itu. Dirinya benar - benar meluapkan rasa kerinduan yang sangat mendalam,namun masih juga belum tahu tentang perasaannya tersebut.


Xiang melihat ke arah Bayu.


" Sayang...Kenapa kamu menangis.?" ucap Xiang.


Bayu mengelap air matanya.


"* Aku tidak tahu sayang...Aku menyanyikan lagu ini seperti teringat akan orang tuaku.." ucap Bayu terpaksa berbohong.


" Oh iya...Sayang bisa nyanyi lagu westlife apa enggak.." ucap Xiang.


"* Westlife? Yang seperti apa?" ucap Bayu.


" I have a dream..." ucap Xiang.


"* Aku lihat dulu lagunya seperti apa.." ucap Bayu.


Xiang memutar lagu Westlife.


Bayu diam dan menyimak hingga lagu itu habis.


" Sayang bisa?" ucap Xiang.


"* Bisa..."ucap Bayu.


Mereka pun bernyanyi bersama. Kadang bergantian.


Lagu Westlife pun berakhir.


" Aku sangat suka lagu ini sayang..."


" Sayang tahu tidak mengapa aku menyukai lagu ini.." ucap Xiang.


" * Tidak...Aku tidak tahu sayang...Artinya aja aku tidak tahu.." ucap Bayu.


" Lagu itu tentang meraih mimpi..."


" Aku bermimpi,suatu saat kita akan berjaya sampai ratusan tahun..Dan kita selalu bersama,hingga punya anak dan cucu.." ucap Xiang.


" * Iya sayang..." ucap Bayu.


" Aku akan mencari orang yang memiliki mata pelangi di Jepang...Dan aku yakin bisa,lalu aku akan menyuruh dia memakan jantung bayi,agar umur Bayu bisa mencapai ratusan tahun.." ucap Xiang dalam hati.


Xiang menduga,orang - orang yang memiliki mata pelangi berada di jepang atas petunjuk salah satu korban tewas yang memakai pakaian ninja dan juga alat yang di gunakan.


"* Sayang.. Besok siang kita pulang yuk.." ucap Bayu.


" Kenapa terburu - buru sayang..?" ucap Xiang.


"* Sayang mau pintar apa tidak..Kalau mau pintar,besok siang kita pulang. Terus kita belajar."ucap Bayu.


" Aku masih ingin liburan.." ucap Xiang manja.


" * Kalau tiba - tiba aku dpat panggilan tugas bagaimana sayang?" ucap Bayu.


" Nanti aku akan menelpon paman Tang Shin saja,agar menundanya.." ucap Xiang.


" * Ya sudah...Besok lusa kita pulang..Bagaimana?" ucap Bayu.


" Naah...Kalau itu aku setuju sayang..." ucap Xiang.


Xinang memasukkan tangannya ke dalam celana Bayu lalu memegang burung Bayu.


" * Sayang mau bercinta lagi?" ucap Bayu.


Xiang tak menjawab,ia mengeluarkan burung Bayu lalu melahapnya.


10 menit kemudian,Xiang melepas celananya,lalu melorotkan celana Bayu. Kemudian naik di atas Bayu.


Xiang memeganga burung Bayu agar pas di lubangnya,begitu pas,ia segera menekannya.


Bleeshh....


" Sayang.... Burungmu enak sekali..."


" Membuat aku ketagihan.." ucap Xiang.


" *Lubangmu juga enak sayang...Selalu membuatku ingin terus memaaukinya.." ucap Bayu.


" Sayang diam saja...Biar aku yang bergerak.." ucap Xiang.


" * Iya sayang..." ucap Bayu.


Xiang menggerakkan pinggulnya,kadang naik turun kadang maju mundur.


Bayu diam saja menikmati gesekan burungnya di lubang Xiang.


Tak sampai 10 menit,Xiang kejang - kejang.


" Enak sekali sayang..." ucap Xiang.


Xiang kembali memggerakan pinggulnya.


Hingga tak terasa mereka bermain 2 jam lebih.


Bayu memeluk Xiang tanpa memakai pakaian.


Selama di kapal,Bayu dan Xiang acaranya memasak bersama,mancing dan bercinta. Mereka bercinta berpindah - pindah tempat.


****


Tak terasa sebulan telah berlalu.


Nampak Bayu berlatih menembak bersama rekan - rekannya.


Bayu melompat lalu menembak ke target menggunakan pistol semi otomatis.


Dooor....Dooorr... Doorr...


3 peluru melesat mengenai satu titik.


Setelah selesai berlatih menembak.


Bayu melihat ada kaleng bekas,lalu memungutnya. Setelah itu meletakkan di meja. Ia mencari batu kerikil. Setelah ketemu,Bayu mengambil jarak sejauh 50 meter lalu melempar ke arah 4 kaleng yang tersusun.


Wuuut....


Wuuuut...


Wuuuut...


Wuuutt...


Takk....Takk....Tak...Takk..


Ke empat kaleng itu jatuh terkena lemparan Bayu.


Teman - teman Bayu yang melihat aksi Bayu ikut mencobanya.


Tiba - tiba Mayor Jendral Tang Shin muncul.


Mereka memberi hormat.


" Kalian semua,masuk ke dalam ruang rapat.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap laksanakan.." ucap mereka serempak.


Mereka kemudian masuk ke dalam ruang rapat.


" Akan ada tamu kunjungan dari Indonesia... Salah satunya adalah pak president.."


" 2 Hari lagi mereka akan tiba di sini.. Siapkan peralatan dan kita berangkat.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap pak..." ucap mereka serempak.


" Pak presiden...?"


" Mau ngapain ke sini?"


" Gak ada kerjaan kah Di sana?" ucap Bayu dalam hati.