SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
ADU PANCO


Rumah Bayu.


Nampak Bayu berjalan bersama ke tiga istrinya menaiki Tangga menuju lantai 2,Setelah sampai di lantai 2,Bayu berjalan bersama Khalisa ke kamar tidur.


"Mas..." ucap Khalisa sambil membuka pintu kamar yang terkunci.


"Iya dek...Ada apa" ucap Bayu.


"Gakpapa mas..." ucap Khalisa lalu masuk dalam kamar.


"Asem....Bikin penasaran aja..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu meletakkan koper di dekat lemari brankas,kemudian menghampiri Khalisa yang sedang melepas jilbab sambil melepas jaketnya.


Setelah sampai di tempat Khalisa berdiri,Bayu memeluknya dari belakang.


"Adek mau bilang apa seh? Jangan buat mas penasaran ..." ucap Bayu.


Khalisa membalikkan badan lalu sedikit mendongakkan kepala,sebab tinggi Khalisa hanya sepundaknya Bayu.


"Hem....Adek sudah ngobrol dengan Sulis mas..


"Ternyata... Dia masih mencintai mas.." ucap Khalisa.


"Teruss..." ucap Bayu.


"Dia ingin pindah dari sini mas..


"Itu saja yang mau adek bilang.." ucap Khalisa.


Bayu menowel hidung Khalisa.


"Jika dia ngekos di luar... Malah jadi berabe...Dia gak punya sanak saudara di sini dek..


"Selama Sulis tinggal di sini,itu sudah kewajibanku melindungi dia,dan mengajarkan dia ilmu agama...


"Jika dia sudah menikah nanti dengan kang Ahmad,maka dia sudah mahir,dan kang Ahmad tinggal melanjutkan saja apa yang mas ajarkan..


"Mas ingat dengan pesan guru ngaji mas...


"Ajarkan ilmu yang kalian dapat kepada orang lain,meskipun satu ayat saja..


"Dan adek perlu ingat...


"Mas gak ada perasaan apa - apa ke Sulis" ucap Bayu.


Khalisa memeluk Bayu. Bayu membalas pelukan Khalisa.


"Iya mas..." ucap Khalisa.


"Yuk kita shalat,di tunggu sama yang lain loh.." ucap Bayu.


Khalisa melepaskan pelukannya.


"Mas...Adek mau lepas baju..." ucap Khalisa.


"Ya lepas sudah..." ucap Bayu


"Adek malu..." ucap Khalisa.


"Ya elah ..Kan mas sudah pernah lihat dan ngerasain..." ucap Bayu.


"Kalau adek pengen gimana?" ucap Khalisa.


"Iya ya..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah lemari besi,setelah sampai ,Bayu menekan paswod lemari besinya.


Setelah terbuka,Bayu membuka koper pemberian ayahnya.


Ceklek....


Begitu koper di buka.Nampak tumpukan uang di dalam koper.


Bayu menutup kembali,kemudian meletakkan koper di dalam lemari besinya,lalu memgambil segepok duit pecahan 50 ribu. Setelah itu menutup kembali.


Lemari besi otomatis mengunci ketika tertutup.


Bayu melihat ke arah Khalisa,namun tak menemukannya keberadaan Khalisa.Kemudian memasukkan uang dalam tasnya.


Tok....Tok...Tok..


"Shujin...."suara Hinata.


"Masuk aja yomesan...Gak di kunci.." ucap Bayu.


Ceklek...Kriiieeet....


Hinata masuk dalam kamar.


"Ayoo shalat.." ucap Hinata.


"Tunggu sebentar yomesan... Putri lagi di kamar mandi" ucap Bayu.


Tak lama kemudian muncul Diana.


10 menit kemudian.


Khalisa keluar dari kamar mandi memakai pakaian kaos lengan panjang,dan celana panjang.Handuk menempel di rambutnya.


Bayu berjalan ke kamar mandi tak lupa ambil handuk,sesampai di dalam, Bayu mandi karena badannya terasa lengket.


Setelah mandi,Bayu memakai celana pendek dan kaos lengan pendek. Setelah itu memakai sarung dan baju muslim.


Mereka berjalan ke arah ruang shalat.


Sesampai di ruang shalat,Bayu mengambil songkok hitamnya yang di gantung, kemudian shalat dzuhur.


Saat rakaat ketiga Bayu hendak sujud,muncul Kevin,kemudian tiduran di sejadah Bayu.


Bayu menggeser sujudnya.


Saat Bayu duduk,Kevin berdiri hendak duduk di pamgkuan Bayu. Bayu mengarahkan telapak tangan ke Kevin.


Kevin kembali tidur lagi di sajadah.


Setelah selesai shalat.Kevin berdiri lalu tidur di pangkuan Bayu.


Bayu mendiamkam saja,ia melanjutkan wiridnya. Selesai wirid dan berdo'a.


ketiga istri Bayu mencium tangan Bayu secara bergantian.


"Sore nanti aku ke pondok pesantren...Mungkin aku akan berbuka puasa di luar.." ucap Bayu.


"Nanti malam ke mesjid kan mas?" ucap Khalisa.


"Iya...Kan malam ini jadwalnya mas jadi imam shalat tarawih.." ucap Bayu.


***


Pukul 14.50


Nampak Bayu naik sepeda motor Impressa Legenda menuju pondok pesantren Darul Rahman,memakai sarung kaca mata,jaket dan helm sambil menggendong tas berisikan Dompet, jas hujan,buku Al Hikam,uang tunai,songkok hitam,surban,dan baju ganti.


Bayu melihat para pengendara di stop oleh polisi yang melakukan Razia kelengkapan surat - surat kendaraan bermotor.


"Hem...Razia..." ucap Bayu.


Seorang polisi menghentikan Bayu lalu di suruh menepi.


Polisi lainnya menghampiri Bayu.


"Good afternoon, sir..


"Do you can speak english?" ucap polisi yang melihat wajah Bayu seperti warga korea.


"bahasa indonesia saja pak..." ucap Bayu.


"Ooo... Anda bisa bahasa indonesia.." ucap polisi.


"Yo isolah pak... " ucap Bayu.


" Tolong tunjukkan surat - surat dan dokumen anda...


Bayu mengeluarkan dompet,lalu mengambil STNK dan Simnya,kemudian menyerahkan kepada polisi tersebut..


Polisi itu memperhatikan foto di sim lalu melihat melihat wajah Bayu,kemudian memeriksa kendaraan Bayu.


"Anda mau kemana?" ucap polisi.


"Mau ke pondok pesantren pak...Bapak mau ikut... Mayan loh pak...Nambah - nambah pahala di bulan puasa ini ." ucap Bayu.


Polisi itu mengembalikan STNK dan SIM.


"Maaf...saya kristiani..." ucap polisi.


"Ooo...Gitu..Ya maaf,aku gak tahu" ucap Bayu.


Bayu melanjutkan kembali perjalanannya.


Di perjalanan,Bayu melihat seorang pria lanjut usia menarik gerobak yang berisikan barang bekas.


Bayu menghentikan motornya 15 meter dari pria tersebut.


Kemudian mengambil beberapa lembar uang di dalam tas,lalu turun dari sepeda motor menghampiri pria lanjut usia tersebut.


"Permisi mbah...


Pria tua itu menghentikan langkahnya,lalu melihat ke arah Bayu.


Bayu memegang tangan pria tersebut.


"Ini saya ada sedikit rejeki buat mbah..." ucap Bayu sambil memberikan uang pada pria tersebut lalu berjalan ke arah motornya.


"Terima kasih nak..." ucap pria tua tersebut.


Bayu membalikkan badannya.


"Sama - sama mbah..." ucap Bayu lalu berjalan lagi ke motornya.


"Aku salut padamu Bay...Kamu memiliki sifat peduli pada orang yang tak punya " suara Sekar.


"Kalau ada rejeki lebih,ya saling berbagi mbak..." ucap Bayu dalam hati sambil menyalakan motornya,lalu menjalankan motornya.


"Preeet... Bisanya cuman bagi - bagi duit... Coba bagi - bagi kenikmatan Bay ke cewek - cewek...Baru ku acungi jempol" suara Jalu.


"Juancook...." ucap Bayu.


"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha....Ha...


Bayu menyentil dedeknya.


"Waasssuuuuu... Loro Bay..." suara Jalu.


" Yo ben...." ucap Bayu dalam hati.(Biarin).


Bayu menghentikan motornya karena lampu merah.


Di sebelah kanan Bayu,ada seorang wanita memakai sepeda motor.Wanita itu memakai pakaian muslim dan memakai masker.


Seorang pengamen cilik jalanan memghampiri Bayu.


Pengamen itu berdiri di antara Bayu dan wanita tersebut.Lalu bernyanyi di iringi tutup botol minuman yang terbuat dari besi yang di gepengkan,lalu di paku di sebuah potongan kayu.


Bayu memberikan uang 50 rb pada pengamen tersebut.


"Terima kasih kak....Terima kasih .." ucap Pengamen tersebut merasa senang,sebab uang 50 rb sangatlah besar.


Wanita itu menoleh ke arah Bayu.


"Iya..." ucap Bayu.


"Bayu..." ucap wanita itu.


"Seperti suara bu Eva..." ucap Bayu dalam hati.


"Mbak siapa?..


Wanita itu menurunkan maskernya.


"Bu Eva...!!" ucap Bayu.


"Pucuk di cinta...Ulam pun tiba...


"Ayoo Bay...


"Sepertinya dia masih bersegel.." suara Jalu.


"Mau kemana Bay...?" ucap bu Eva lalu menaikkan lagi maskernya.


Bayu ingin sekali menyentil dedeknya,akan tetapi ia malu. Sebab banyak orang,di tambah ada dosennya di sampingnya.


"Ke pondok pesantren bu...Ibu mau ke mana?" ucap Bayu.


"Bay...Ajakin dia mojok Bay..." suara Jalu.


"Mau beli bahan buat kue.." ucap bu Eva.


Lampu hijau menyala.


Bayu menjalankan motornya.Bu Eva mengikuti Bayu dari belakang.


Bayu melihat spion sebelah kanan.


"Dia mengikutiku...


"Biarin sajalah....Siapa tahu dia mau ikutan ngaji" ucap Bayu dalam hati.


Bayu terus menjalankan sepeda motornya hingga ia sampai lalu berhenti di pintu gerbang pondok pesantren.


Tiiin....Tiin.... Bayu menekan klakson.


Penjaga gerbang melihat Bayu,ia segera membuka pintu gerbang.


"Matur suwun pak..." ucap Bayu lalu menjalankan motornya.


"Sama - sama pak Kyai..." ucap penjaga gerbang.


Bu Eva menghentikan motornya di depan pintu gerbang,lalu turun dari motornya. Ia menghampiri penjaga gerbang tersebut.


"Permisi pak..." ucap bu Eva.


Penjaga gerbang melihat ke arah bu Eva.


"Iya bu...Ada yang bisa saya bantu.." ucap penjaga gerbang.


"Apakah Bayu mengaji di pondok pesantren ini?" ucap bu Eva.


"Iya bu...pak Kyai Bayu sering kesini setiap hari Sabtu dan Minggu untuk memgikuti pengajian.." ucap penjaga gerbang.


"Pak Kyai....???


"Bayu seorang Kyai pak?" ucap bu Eva.


"Hem...Pak KH. Syukron memanggil Bayu dengan panggilan pak Kyai... Jadi saya ikut memanggilnya pak Kyai...


"Ibu siapanya pak Kyai?" ucap penjaga gerbang.


"Saya dosennya pak.." ucap bu Eva.


"Ooo...Dosennya..." ucap penjaga gerbang.


"Terima kasih pak atas informasinya...Saya pamit undur diri..." ucap bu Eva.


"Sama - sama bu..." ucap penjaga gerbang.


Bu Eva berjalan ke motornya,lalu meninggalkan pondok pesantren Darul Rahman.


---***---


Di mesjid.


Nampak Bayu menjadi imam shalat Ashar. Di belakang Bayu,ada pak KH. Syukron.


Selesai shalat dan wirid. Bayu menunggu pak KH. Syukron meninggalkan tempatnya,ia tak berani melewati pak KH. Syukron.


Pak KH. Syukron berdiri lalu berjalan.Bayu mengambil tasnya,kemudian berdiri lalu berjalan di belakang pak KH. Syukron.


Pak KH. Syukron menoleh kebelakang lalu merangkul Bayu.


"Tetaplah pada pendirian pak Kyai,meskipun banyak godaan..


"Dan jangan mudah tertipu daya bisikan setan.." ucap pak KH. Syukron.


"Injih pak Kyai..." ucap Bayu sambil menganggukkan kepala.


Mereka sampai di teras rumah pak KH. Syukron.


Satu persatu,para santri pria berdatangan.


Bayu duduk bersama para santri.Awalnya,para santri sungkan duduk bersebelahan dengan Bayu. Akan tetapi Bayu menyuruh mereka tetap duduk bersama dirinya.


"Coba pak Kyai terjemahkan,nanti bapak yang menafsirkan.." ucap pak KH. Syukron.


"Injih pak Kyai..." ucap Bayu.


Kemudian Bayu membaca lalu menerjemahkan kitab Al Hikam.


Setelah pengajian selesai.


"Kalian jangan pergi dulu..." ucap Bayu.


Bayu mengeluarkan uang di dalam tas,lalu membagikan uang tersebut pada santri yang ikut dalam pengajian.Tiap santri mendapat 100rb.


"Terima kasih pak Kyai..." ucap para santri ketika menerima uang dari Bayu.


Setelah selesai,para santri membubarkan diri.


"Alhamdulillah...Aku bisa buat sangu pulang kampung...


"Iya... Pak Kyai Bayu orangnya gak pelit...


"Pak Kyai Bayu loh orang kaya..


"Meskipun kaya,beliau gak sombong...


"Semoga saja aku ketularan menjadi orang kaya...


"Kalian tahu rumah pak Kyai Bayu enggak..


"Enggak...


"Emang kamu mau ngapain kerumahnya...


"Kalau tahu kan enak,pas lebaran kita kesana..Siapa tahu pak Kyai bagi - bagi uang lagi..


"Huuuuuuu....


Itulah percakapan para santri saat jauh dari rumah pak KH. Syukron.


---***---


Di tempat Bayu berada.


"Pak Kyai...Saya pamit undur diri..." ucap Bayu.


"Buka puasa di sini saja pak Kyai..." ucap pak KH. Syukron.


"Lain kali saja pak Kyai...Sebab saya malam ini ada jadwal jadi imam.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu.." ucap pak KH. Syukron.


Bayu bersalaman,saat akan mencium tangan pak KH. Syukron,beliau menarik tangannya.


"Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap pak KH. Syukron.


Bayu berjalan jongkok menuju tempat sandalnya. Setelah itu berjalan menuju motornya.


Setelah sampai,ia naik sepeda motornya lalu menjalankan sepeda motornya menuju ke arah Menteng.


"Sepertinya aku harus menghitung zakat hartaku...


"Biar nanti pas mau bayar zakat fitrah gak kerepotan menghitungnya...


Bayu berhenti di lampu merah,di samping Bayu ada sebuah motor sport yang di naiki seorang pemuda berboncengan dengan seorang wanita berpakaian seksi,(Memakai celana jins pendek,kaos tak berlengan). Pemuda itu menoleh ke arah Bayu.


"Bayu..." ucap pemuda itu.


Bayu menoleh.


"Seperti Alex" ucap Bayu dalam hati.


"Kamu siapa...." ucap Bayu tak mengenali,sebab pemuda itu tidak menaikkan kaca Helmnya.


"Gue Alex...Tumben lo naik motor..." ucap pemuda itu lalu menaikkan kaca Helmnya.


"Ooo...kamu to Lex...


"Gakpapa...Pengen aja.." ucap Bayu.


"Lu mau kemana pakai sarung?" ucap Alex.


"Ke mesjid...Kamu sendiri mau kemana?" ucap Bayu.


"Biasa...Gue ngajak pacar gue jalan - jalan.." ucap Alex.


"Kemarin aku lihat,kamu berboncengan sama cewek pakai baju putih,rambutnya panjang..." ucap Bayu.


Pacar Alex melepas pelukannya.


"Siapa cewek itu Lex?" ucap pacar Alex marah.


"Bajingan....


"Mana ada gue bonceng cewek pakai baju putih..


"Ngacoo lu...


"Jangan percaya ucapannya temanku yank...Dia suka begitu." ucap Alex.


"Serius lu lihat Alex bonceng cewek lain" ucap pacar Alex bertanya pada Bayu.


"Pas kamu di kuburan malam - malam itu loh Lex...


"Masa lupa seh..." ucap Bayu tak menjawab pertanyaan pacar Alex.


"Bangsaaat..... Itu mah Kuntilanak..." ucap Alex.


"Ooo...Pacarmu yang satunya mbak Kunti ta..." ucap Bayu.


Pacar Alex kembali memeluk Alex,saat tahu Bayu hanya becanda saja.


"Temanmu lucu yank.." ucap pacar Alex.


"Iya...


"Neh orangnya yang ngerjain dosenku yank.." ucap Alex.


"Oooo...Jadi dia yang ngerjain dosenmu yank.." ucap pacar Alex.


"Dia yang nyuruh mbak..." ucap Bayu menunjuk Alex tak melihat ke arah pacar Alex.


"Bajingan....Mana ada gue nyuruh lu..."ucap Alex.


"Ngomong - ngomong,pacar sampeyan itu beneran orang apa bukan Lex..." ucap Bayu.


"Ya orang lah...Masa hantu Kuntilanak.." ucap Alex.


"Ooo...Orang ta Lex...Biasanya kalau orang itu menyentuh tanah seperti kita ini...Lah itu gak ada nyentuh tanah..." ucap Bayu.


"Ya iyalah dia gak nyentuh tanah,kan dia lagi naik motor...


"Jangan dengarin ocehannya Bayu yank...Kalau lagi kumat ya begini..." ucap Alex.


"Oh iya...Dia naik motor...." ucap Bayu.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.... pacar Alex tertawa.


"Kalau malam jum' at,suara tawa pacarmu sama apa beda Lex?" ucap Bayu.


"Bajingan.... Ya sama lah...Kecuali lu...,


"Ketawa lu berubah jadi Kuntilanak..." ucap Alex.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha....Orang - orang yang mendengar celotehan Bayu dan Alex tertawa.


Lampu lalu lintas bewarna Hijau.


"Maaf mbak...Aku hanya bercanda,kalau gak terima pukul saja si Alex...." ucap Bayu lalu menjalankan motornya.


"Iyaaa..." ucap pacar Alex.


"Bajingaaan....


"Benerkan...Apa yang gue bilang...Dia itu suka begitu yank..." ucap Alex sambil menjalankan motornya.


"Iya... Temanmu asik juga yank.." ucap pacar Alex.


---***----


Mesjid di Menteng.


Bayu turun dari sepeda motornya,kemudian berjalan ke mesjid.Sebelum Bayu sampai di mesjid,ia mampir di toko beli minuman air mineral, dan teh Kotak.


Nampak orang - orang sedang duduk di teras mesjid,di depan mereka ada makanan kue dan minuman.


Bayu berjalan dekat mimbar,setelah sampai ia menaruh tas dan kresek berisi minuman.Kemudian mengeluarkan songkok dari dalam tas.


Sambil menunggu waktu adzan Magrib,Bayu membaca Al Qur'an.


Saat masuk waktu shalat magrib,Bedug di pukul oleh petugas mesjid. Bayu memgambil minuman yang ia beli,kemudian meminumnya. Setelah selesai minum,Bayu berdiri kemudian mengumandangkan adzan Magrib.


Selesai menunaikan shalat magrib berjamaah,Bayu duduk di teras sambil memakan kue bersama bapak - bapak.


"Bay..." ucap Ahmad.


"Opo kang...


Ahmad memegang tangan Bayu,lalu menariknya.


"Aku lagi makan loh..." ucap Bayu.


"Bawa piringnya...Aku mau ngobrol..." ucap Ahmad.


Bayu mengambil piring,lalu mengikuti Ahmad.


Ahmad dan Bayu menjauh dari orang - orang,mereka duduk dekat tangga.


"Ada apa seh kang?" ucap Bayu.


"Sulis kamu ajarin ngajinya sudah IQRA' berapa?" ucap Ahmad.


"Baru IQRA' 4 kang..." ucap Bayu.


"Selain kamu ajarin ngaji,kamu ajarin apa aja Bay?" ucap Ahmad.


"Tentang bacaan shalat,Fiqih,hapalan surah pendek kang." ucap Bayu.


"Apakah ada cowok yang mendekati dia?" ucap Ahmad.


"Setahuku seh enggak ada..Emangnya kenapa kang?" ucap Bayu.


"Gakpapa...Cuman nanya aja..Kan Sulis dekat sama kamu Bay.." ucap Ahmad.


"Dalam menjalin hubungan itu,kita harus percaya pada pasangan kita..


"Sulis itu orangnya gak macem - macem,jujur...


"Jika sampeyan gak percaya,pasti bawaanya curiga dan cemburu...


"Apa sampeyan curiga sama Sulis?" ucap Bayu.


"Enggak...Aku percaya padanya,di tambah...


"Kamu yang menjaga Sulis...


"Sulis juga sempat bilang padaku,bahwa dia pernah jatuh cinta padamu.." ucap Ahmad.


"Sepertinya dia cemburu.." ucap Bayu dalam hati.


"Kang...Dengarin ya....


"Gak hanya Sulis saja yang jatuh cinta padaku...


"Di luar sana banyak kang..


"Terutama cewek - cewek yang satu sekolahan denganku...


"Tapi... gak ada satupun aku membalas cinta mereka...


"Sulis aku anggap sebagai keluargaku...


"Istriku bilang,Sulis ingin pindah dari rumahku,tapi aku melarang dia..


"Jika dia pindah,lalu terjadi apa - apa...


"Otomatis aku yang di salahkan...


Bayu mencomot kue,lalu memakannya.


"Ibunya Sulis tahu jika dia tinggal di rumahku,begitu juga sampeyan.."ucap Bayu.


"Maaf Bay...Aku sempat cemburu melihat Sulis dekat denganmu.." ucap Ahmad.


"Iya gakpapa,itu hal yang wajar dalam menjalin hubungan...


"Apakah sampeyan mau Sulis ngekos?


"Kalau iya...Maka aku akan bilang padanya,dan sampeyan bertanggung jawab bila Sulis kenapa - kenapa" ucap Bayu.


"Enggak Bay...Aku gak mau dia ngekos...Aku jadi lebih takut bila ada cowok mendekati Sulis,dan berhasil mendapat hatinya.... Atau ada pria yang berbuat jahat padanya..." ucap Ahmad.


"Nah itu paham...


"Kalau aku seorang bajingan...


"Dah aku kelonin dia tiap hari kang...Dan Sulis juga mau aku kelonin karena dia mencintaiku" ucap Bayu.


"Kelonin aja Bay....Aku mendukungmu...Jepitannya masih yahut tuh.." suara Jalu.


"Jancok...Nyahut aja ne setan..." ucap Bayu dalam hati.


"Waaassuuuu.... Aku bukan setan...Woo...


"Wedhuuss...." suara Jalu.


"Jadi gimana... Sampeyan masih ada rasa curiga padaku dan Sulis?" ucap Bayu.


"Ha....Ha...Ha....Ha...Ha....Ha...." suara Sekar


"Enggak Bay...Aku percaya padamu dan juga Sulis..." ucap Ahmad.


"Nah gitu dong....Jadi adik ipar itu harus percaya pada kakaknya..." ucap Bayu.


"Jancoook....Sejak kapan kamu jadi kakaknya Sulis..." ucap Ahmad.


"Kan tiap kali Sulis manggil aku dia manggil aku mas... Jadi dia adikku...Iya tooo.." ucap Bayu.


"Iye juga seh...


Ahmad menggarukkan kepalanya meski tak gatal.


"Tapi kan dia emang begitu sama kamu Bay..." ucap Ahmad tak terima bila Bayu jadi kakak iparnya.


"Ya kalau sampeyan gak mau aku jadi kakak ipar sampeyan,aku tinggal bilang ke Sulis bahwa sampeyan gak mau jadi adik iparku....Pasti dia gak mau menikah denganmu..." ucap Bayu.


"Jancoook...


"Iya..Iya...Kamu jadi kakak iparku..." ucap Ahmad.


"Kok malah jadi begini seh.." ucap Ahmad dalam hati.


"Ikhlas apa enggak neh?" ucap Bayu.


"Kagak...


"Eh...


"Ikhlas...Ikhlas...Ikhlas Bay..." Ahmad.


"Nah gitu dong...Kalau gak ikhlas,sampeyan gak jadi nikah sama Sulis...


Bayu mencomot kue,lalu memakannya.


"Kenapa gak habis lebaran ini aja sampeyan nikahnya?" ucap Bayu.


"Kata Babe,waktu yang bagus itu ya habis lebaran haji Bay..." ucap Ahmad.


"Semua waktu dan hari itu bagus kang...Kecuali hari jum'at tengah hari...


"Itu gak bagus buat kalian nikah..." ucap Bayu.


"Siapa bilang Bay...


"Hari Jum'at loh orang masih bisa nikah." ucap Ahmad.


"Kataku...Coba tanya sama Babe sampeyan,boleh gak nikah pas tengah hari waktunya orang shalat jum'at.." ucap Bayu.


"Jancoook....Kalau itu ya gak boleh lah...Gila apa...Ijab kabul pas orang - orang mau shalat Jum'at..." ucap Ahmad.


"Nah itu tahu...." ucap Bayu.


"Waaasssuuu...." ucap Ahmad.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha....Bayu tertawa.


Tak lama kemudian 5 mobil warna hitam memasuki halaman mesjid,lalu ointu mobil terbuka. Nampak Khalisa bersama yang lain turun dari mobil,lalu berjalan ke mesjid.


Sulis berjalan bersama ketiga istri Bayu.Mereka menghampiri Bayu yang sedang duduk bersama Ahmad.


"Lis.." ucap Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


"Sudah bersih?" ucap Bayu.


"Sudah mas..Makanya aku datang kemesjid " ucap Sulis.


" Lis...Calon suamimu bilang pengen seperti aku Lis.." ucap Bayu.


"Pengen gimana mas?" ucap Sulis.


"Pengen punya istri lebih dari satu..." ucap Bayu.


Sulis menatap tajam ke Ahmad.


"Jancooook...Bohong dia Lis..Jangan percaya padanya." ucap Ahmad.


"Apakah bang Ahmad mau seperti Mas Bayu...?" ucap Sulis sambil menatap Ahmad.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha... Bayu tertawa.


"Kalau dia tertawa berarti bercanda dia Lis" ucap Khalisa.


Sulis menghampiri Bayu lalu menggelitikinya.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha...


"Geli Lis..." ucap Bayu.


"Biarin...Mas ngerjain aku..." ucap Sulis sambil menggelitiki Bayu.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...


"Ampuuuun Lis...Ha....Ha...Ha..Ha...Ha..." ucap Bayu lalu tertawa.


Sulis menghentikan aksinya.


"Mas habis makan apa,kok jadi konslet gitu..?" ucap Khalisa.


"Mas kangen sama kalian bertiga... Sejam gak bersama kalian,rasanya jiwaku ini hilang sayang" ucap Bayu.


Suara Tarhim terdengar.


"Coba mas bilangnya di rumah...Sudah adek tarik mas ke kamar." ucap Khalisa.


Bayu mengambil piring lalu berdiri


"Kalau mas bilang di rumah,kita gak shalat tarawih dek...


"Dah yuk kita masuk ke dalam,bentar lagi Isya'." ucap Bayu.


Bayu berjalan meletakkan piring,lalu berjalan ke arah tempat wudhu sambil menggendong tas bersama Ahmad.


"Kang...Sampeyan lihat sendiri kan... Sulis percaya padaku,dan aku percaya padanya.Meskipun kita bukan suami istri...


"Jadi....Sampeyan harus percaya padanya,agar dia percaya padamu..." ucap Bayu.


"Iya Bay..." ucap Ahmad.


Selesai wudhu,Bayu berjalan ke tempat mimbar,lalu menaruh tasnya.


Bedug di pukul setelah Tarhim sudah selesai. Setelah itu Bayu mengumandangkan adzan.


----***---


Pagi hari di Kampus.


Bayu bersama Khalisa dan Sulis duduk di dalam kelas.


Tak lama kemudian Alex masuk dalam kelas.Ia berjalan ke arah Bayu.


"Sialan lu Bay..." ucap Alex.


"Kenapa kamu Lex....


"Lagi halangan kah.." ucap Bayu.


Hoooaaaamm.... Khalisa menguap


"Lis...Suami lu ini ngeselin banget..


"Pacar gue hampir mutusin gue gara - gara dia..." ucap Alex.


"Lah...Kok aku...Aku loh gak ngapa - ngapain" ucap Bayu.


"Emang suamiku bilang apa?" ucap Khalisa.


"Masa dia bilang pernah lihat gue bonceng cewek pakai baju putih rambutnya panjang...


"Cewek gue marah lah mendengarnya..." ucap Alex.


"Ooo...Itu...


"Pasti suamiku bilang Kuntilanak yang kamu bonceng..." ucap Khalisa.


"Iya...Kok lu tahu.." ucap Alex.


"Suamiku cerita padaku tadi malam,dan kita tertawa mendengarnya..." ucap Khalisa.


"Jancook..." ucap Alex.


"Kamu mau pacaran sama mbak Kunti kah Lex? Kalau iya....Nanti aku carikan..." ucap Bayu.


"Ogaaah....Lihat wajahnya saja gue ketakutan" ucap Alex.


"Kirain mau pacaran sama mbak Kunti.." ucap Bayu.


"Kagak...Gue manusia normal yang pacaran dengan manusia...


"Eh...Kemarin itu lu habis dari mana?" ucap Alex.


"Dari pondok pesantren..." ucap Bayu.


"Ooo...Dari pesantren...


"Terus lu mau ke mesjid mana ?" ucap Alex.


"Menteng Lex...


Tiba - tiba bu Eva muncul.


Hoooaaamm.... Khalisa kembali menguap.


"Bu Eva sudah datang..." ucap Bayu.


Alex menoleh,lalu berjalan ke arah kursinya.


"Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh..." ucap bu Eva.


"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh...." ucap sebagian orang.


"Selamat pagi semuanya..." ucap bu Eva.


"Pagi bu...." ucap semua orang.


Bu Eva kemudian mengabsen.


"Muhammad Bayu Samudra..." ucap bu Eva.


"Hadir bu..." ucap Bayu.


Selesai mengabsen,bu Eva mulai mengajar mata kuliah.


Khalisa nampak menguap,karena kurang tidur,sebab tadi malam Bayu memberikan nafkah bathin pada ketiga istrinya hingga jam 2 malam. Kemudian Bayu membangunkan jam 3. 20.


"Ngantuk adek mas..." ucap Khalisa lirih.


"Kan sudah mas bilang... Kalau maen bertiga,besoknya ngantuk..."ucap Bayu lirih.


Khalisa menaruh kepalanya di meja karena tak kuat menahan kantuknya. Tak lama kemudian,Khalisa tertidur.


"Aku juga ngantuk kok...Tapi ku tahan..." ucap Bayu dalam hati.


Bu Eva melihat ke arah Sulis yang sedang tidur,ia tak berani menegur karena status Khalisa istri dari keluarga Han.


Tak terasa jam pelajaran bu Eva sudah selesai.


Bayu meletakkan kedua tangan di meja,lalu Bayu menundukkan kepala di tangannya


Sulis menoleh ke belakang.


"Mas...Aku ke perpus dulu ya..." ucap Sulis.


Bayu mendongakkan kepala.


"Minta di kawal gak Lis?" ucap Bayu.


"Gak usah mas..." ucap Sulis lalu berdiri,kemudian berjalan keluar kelas.


"Tumben dia ke perpus...Aku ikuti sajalah.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu kembali menaruh kepalanya di meja. Kemudian membaca ajian Rogoh Sukmo untuk memgikuti Sulis.


Tak hanya Bayu dan Khalisa saja yang menyenderkan kepala di meja,teman - teman Bayu yang menjalankan puasa juga menaruh kepalanya di meja.


Sukma Bayu mengikuti Sulis berjalan. Saat tiba di perpus,Sulis mengambil buku lalu duduk di kursi,kemudian membaca.


Seorang mahasiswa melihat sulis,lalu mendekatinya.


"Gue boleh gak duduk di sini..." ucap pemuda itu berkata lirih,sebab di dalam perpustakaan di larang berbicara nyaring.


"Boleh..." ucap Sulis lirih tak melihat pemuda itu.


"Oh iya... Gue Herman .." ucap Pemuda itu sambil menyodorkan tangan ke Sulis.


Sulis melihat ke arah pemuda yang mengaku bernama Herman,kemudian melihat buku yang ia pegang


"Aku Sulis..." ucap Sulis tak mau berjabat tangan.


"Ooo...Sulis..Nama yang cantik,secantik orangnya.." ucap Herman.


Bayu yang berada di samping Sulis hanya diam memperhatikan saja.


Hape Sulis bergetar,ia mengambil hapenya untuk mengecek.


Nampak Ahmad mengirim pesan.


From My Love


Lagi apa cantik...


Sulis membalas pesan Ahmad,ia tak menjawab ucapan Herman.


To My Love.


Lagi di perpustakaan yank..


Sulis membalas pesan tersebut lalu lanjut lagi membaca buku.


"Pertama kali gue melihat lu berjalan bersama Bayu,..


"Gue pikir lu pacarnya Bayu..


"Setelah gue bertanya pada teman kelas lu...


Sulis tak menanggapi,ia tetap membaca buku yang ia pegang,kemudian hapenya bergetar lagi,ia membalas pesan dari Ahmad.


"Ternyata lu bukan pacarnya Bayu...


"Gue suka sama lu Lis....


Sulis diam tak menjawab.


"Lu ada acara gak nanti malam Lis..." ucap Herman.


"Ada..." ucap Sulis tak melihat Herman.


"Gue mau ngajak lu ke Mall....


"Lu belanja apapun,gue akan bayarin..


"Kamu mau mencoba merayu Sulis..." ucap Bayu.


"Lis...


"Kok kamu diem saja...Jawab dong.


Sulis tak menjawab.


"Hem...Hari sabtu,gue ada acara di puncak,lu mau ikut apa gak...


Sulis tak menjawab.


"Enak loh di sana...Tempatnya adem... Pemandangannya sangat bagus...


"Di sana...Gue punya villa. Nanti gue antar lu pakai mobil gue.." ucap Herman.


"Maaf... Aku lagi membaca...Jangan ganggu aku.." ucap Sulis.


"Gue gak ganggu lu,gue hanya menawarkan saja kepada gadis cantik seperti bidadari...


"Wajahmu sungguh cantik Lis...


"Lu mau gak jadi pacar gue " ucap Herman.


"Kamu bisa diam gak seh...Aku lagi baca.."Sulis berkata nyaring.


Semua orang yang ada di perpustakaan di dekat Sulis melihat ke arah Sulis.


"Mantap...


"Jika dia ganggu kamu berlebihan,maka aku akan bertindak Lis.." ucap Bayu.


"Maaf...Maaf....Maaf...


Herman menangkupkan tangan pada orang - orang yang melihat ke arahnya.


"Lis jawab dong...Lu mau gak jadi pacar gue..." ucap Herman.


Bayu menyentil telinga Herman sebelah kiri.


Herman menoleh sebelah kiri,tapi tak ada orang.


Sulis tak menjawab ucapan Herman,ia sibuk membalas sms dari Ahmad.


Bayu kembali menyentil telinga kiri Herman.


Herman menoleh lagi,namun tak ada orang di dekatnya.


Herman berdiri,lalu berjalan.


Bayu memdekati Herman,kemudian memegang kaki Herman.


Bruuuuk..... Herman terjatuh.


Herman melihat di sekitar dirinya,sebab ia merasa kakinya ada yang memegang. Akan tetapi tak ada orang di dekatnya.


Timbul rasa takut di dalam diri Herman.


Herman berdiri lalu hendak berlari karena ketakutan,Bayu kembali menahan kaki Herman.


Bruuuuuk....Herman kembali terjatuh.


"Lu mabuuk" ucap pria yang berada 3 meter dari Herman.


Herman tak menjawab,seba ia ketakutan.


"10 kali 20 berapa?" ucap pria itu lagi.


"Ha....Ha...Hantuuuu...." ucap Herman lalu berdiri kemudian berlari.


"Sokorin...Mang enak aku kerjain...


"Makanya...Jangan ganggu Sulis.." ucap Bayu lalu menoleh ke arah Sulis.


Sulis berjalan menuju rak ke tempat buku yang ia ambil,kemudian meletakkanya,setelah itu berjalan ke luar..


"Sial...Aku di tinggal lagi...


"Liss...Tungguin aku...


Bayu mengejar Sulis.


"Liss... Kamu emang top banget...Kirain kamu akan tergoda sama cowok itu.." ucap Bayu saat sudah di samping Sulis.Namun Sulis takndapat mendengar ucapan Bayu.


Sulis masuk dalam kelas,sukma Bayu kembali ke raganya.


Bayu duduk tegap mengarah ke Sulis.


"Loh...Katanya ke perpus....Gak jadi ta Lis." ucap Bayu.


Sulis menoleh ke Bayu.


"Aku di ganggu mas..." ucap Sulis.


"Siapa yang mengganggumu Lis?" ucap Bayu pura - pura tidak tahu.


"Ada cowok,pas aku lagi baca di gangguin sama dia" ucap Sulis.


"Orangnya ganteng gak..?" ucap Bayu menggoda Sulis.


"Ganteng seh,tapi gak seganteng Mas..." ucap Sulis.


"Kalau dia sama Ahmad...Lebih ganteng yang mana" ucap Bayu.


"Ya bang Ahmad lah mas.." ucap Sulis.


Khalisa terbangun dari tidurnya.


"Tadi aku tawarin untuk di kawal gak mau..." ucap Bayu.


"Loh...Bu Eva kemana mas?" ucap Sulis.


Sulis menghadap ke depan lagi.


"Dah selesai dek...Ini jam istirahat..." ucap Bayu.


"Kalau kamu di ganggu lagi sama dia,kasih tahu aku ya Lis..." ucap Bayu.


Seorang mahasiswi duduk di dekat Sulis setelah dari Kantin.


Sulis membalikkan badannya ke samping,lalu melihat ke arah Bayu.


"Mas...Tahu gak...?" ucap Sulis.


"Tahu Kuning apa Tahu isi Lis?" ucap Bayu tanpa melihat ke wajah Sulis.


"Dengarin aku dulu maaas..." ucap Sulis.


"Iya ya...Aku dengerin.." ucap Bayu.


"Cowok yang ganggu aku di perpus itu kan...


"Dia terjatuh saat jalan,lalu mukanya ketakutan,terus dia berdiri lalu jatuh lagi...


"Lalu dia bilang hantu..


"Aku jadi takut mas kalau mau ke perpus lagi.." ucap Sulis.


"Serius di perpus ada hantunya Lis?" ucap teman Sulis yang bernama Vivi


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya Vi...Aku lihat sendiri...Dia terjatuh 2 kali.." ucap Sulis.


Bayu menoleh ke Khalisa.


"Opo dek.." ucap Bayu.


"Mas kan bisa lihat hantu...Coba usir dia mas,biar Sulis gak takut..." ucap Khalisa.


"Iya...Tenang saja... Nanti aku usir hantuny itu." ucap Bayu.


Vivi mendengar ucapan Khalisa dan Bayu lalu berkata" Bay...Kamu bisa lihat hantu?"


"Serius...?" ucap Vivi.


"Ngapain aku bohong sama kamu Vi...Gak ada gunanya...malah dosaku bertambah....


"Hemm.....


"Baca ayat kursi aja Lis...Nanti hantunya hilang" ucap Bayu.


"Ayat kursi itu apa mas?" ucap Sulis tidak tahu,karena Bayu belum ada memberi tahu namanya,akan tetapi dirinya bisa membaca ayat tersebut karena terbiasa mendengar Bayu membaca saat setelah selesai Shalat,dan ia mengikuti ucapan Bayu.


"Itu loh.. Yang bacaannya Allahu laailaha huwal


hayyu qayyum Lis..." ucap Bayu.


"Bacaan yang sering kita baca setelah shalat itu loh Lis..." ucap Khalisa bersamaan dengan Bayu.


"Oooo...Itu ta mas ..." ucap Sulis baru paham.


"Bay..." ucap Vivi.


"Apa Vi?" ucap Bayu.


"Tiap tengah malam,rumahku terdengar bunyi suara orang berjalan,terutama di ruang keluarga..." ucap Vivi.


"Itu mah tikus Vi... Dia lagi cari makanan" ucap Bayu.


"Di rumah gue itu gak ada tikusnya Bay...


"Waktu itu gue terbangun tengah malam,sekitar jam 1 lah..


"Gue ke dapur karena haus...


"Saat berjalan di ruang keluarga menuju dapur,ada suara orang berjalan mengikutiku...


"Ku pikir abangku yang berjalan...


"Pas gue nengok kebelakang,gak ada orang...


"Begitu berjalan lagi ke dapur,aku mendengar suara orang berjalan,dan suaranya itu agak nyaring...


"Bulu kudukku berdiri... Gue berdo'a pada tuhan Yesus agar suara itu tak menggangguku...


"Suara itu hilang...


"Terus gue berjalan lagi ke dapur,suara itu gak ada muncul...


"Begitu gue minum di dapur,tempat sampah di dekat gue itu rebah sendiri..


"Gue lari ketakutan...


"Sejak saat itu,gue sedia air minum di dalam kamar jika gue bangun tengah malam..." ucap Vivi.


"Tikus itu Vi...Masuk dalam tempat sampahmu mencari makan.." ucap Bayu.


"Demi tuhan Yesus Bay...Gue gak ada lihat tikus keluar dari tempat sampah...


"Gue sempat bertanya pada mami gue..


"Mami gue juga di ganggu saat belum tidur...


"Kadamg orang berjalan,kadang ada benda pecah...


"Serem pokoknya...


"Papiku berencana mau jual itu rumah...


"Kamu bisa usir dia gak Bay...


"Bila kamu bisa ngusir...Aku senang banget,soalnya itu rumah halamanya lumayan luas dari pada rumahku sebelumnya.." ucap Vivi.


"Gimana ya...


Bayu melihat ke arah Alex sedang ngobrol dengan temannya..


"LEX...." ucap Bayu.


Alex menoleh ke Bayu.


"APAAA...." ucap Alex.


"Sini....." ucap Bayu sambil melambaikan tangan.


Alex mendatangi Bayu.


"Apa Bay...?" ucap Alex.


"Kamu bisa mengusir hantu gak?" ucap Bayu.


"Anjeeng.....


"Jangankan ngusir...


"Gue lihat hantu aja lari ketakutan Bay...


"Kok lu nanya gue bisa ngusir hantu,emang siapa yang di ganggu hantu..


Bayu menunjuk Vivi.


"Lu di ganggu sama hantu Vi?" ucap Alex.


"Iya ...Gue takut tahu Lex...Baru 1 bulan di tempati,ternyata ada hantunya..." ucap Vivi.


"Napa gak lu aja Bay...Kan kemarin gue lihat lu dari pondok pesantren tuh.." ucap Alex.


"Tolongin gue nah Bay...


"Gue akan bayar kamu bila berhasil mengusirnya..." ucap Vivi.


"Kamu sudah minta bantuan pada orang gereja apa belum Vi?" ucap Sulis.


"Sudah Lis...Tapi tetap saja,..Jika malam - malam itu ada suara - suara gitu..Kadang kedengaran seperti benda berjatuhan. Besoknya di lihat panci,ember, pada berjatuhan..." ucap Vivi.


"Hem...Iya deh...Aku akan membantumu,dan kamu gak usah bayar aku....


"Setelah pulang kuliah aku kesana... Di mana alamat rumahmu Vi.." ucap Bayu.


Vivi memberi tahu alamat rumahnya pada Bayu.


"Berapa nomor hapemu Bay...?" ucap Vivi.


"085******** " ucap Bayu.


Dosen pak Rudi masuk dalam kelas.


Pelajaran pun di mulai.


"Jancoook... Aku awalnya iseng malah temanku yang minta tolong usir hantu..." ucap Bayu dalam hati sambil menyimak dan mencatat penjelasan dosennya.


"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.


"Sokorin...Jadi kwalat kan....Gitu seh bilangin aku setan..." suara Jalu.


"Lah...Emang pakde setan kan...


"Tiap muncul,pasti bahas masalah goa wanita..." ucap Bayu dalam hati.


Tak terasa jam pelajaran berakhir.


Bayu memasukkan buku ke dalam tas.


"Dek...Ikut mas apa langsung pulang?" ucap Bayu.


"Adek langsung pulang mas...Pengen tidur lagi.." ucap Khalisa.


Bayu berjalan bersama Khalisa,Sulis dan Vivi.


"Kamu naik apa Vi..." ucap Bayu tanpa melihat ke arah Vivi.


"Gue naik mobil... Kamu mau ikut gue?" ucap Vivi.


"Enggak Vi...Aku naik mobil sendiri aja..." ucap Bayu.


Begitu sampai di parkiran,Bayu mendatangi pengawalnya.


"Pak...Tolong antarkan aku kerumah temanku,istriku gak ikut..." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap pengawal.


Bayu naik mobil bersama beberapa pengawal,kemudian Bayu memberi tahu alamat rumah Vivi.


****


Di rumah Vivi.


Mobil yang di naiki Bayu mengikuti mobil yang di kendarai Vivi,pintu pagar terbuka. Mobil mereka masuk ke dalam.


Nampak halaman rumah itu lumayan luas,Bangunan rumah Vivi tak bertingkat,tapi besar.


Bayu turun dari mobil di ikuti para pengawalnya.


Bayu berjalan bersama Vivi menuju pintu rumah.


Saat tiba di teras,Bayu melepas sepatunya beserta kaos kakinya.


Vivi membuka pintu rumah.


"Masuk Bay..." ucap Vivi.


Bayu masuk ke dalam rumah,lalu mengikuti Vivi.


Saat sampai di ruang keluarga.


"Di sini Bay...Muncul suara anehnya..." ucap Vivi.


Bayu melihat sekeliling,ia tak melihat makhluk yang memgganggu tersebut.


"Gak ada hantunya Vi..." ucap Bayu.


"Masa seh..." ucap Vivi tak percaya.


"Serius...Aku gak ada lihat....


"Kalau siang ada suara aneh gak?" ucap Bayu.


Muncul seorang wanita setengah baya menghampiri mereka.


"Gak ada Bay...Hanya malam saja." ucap Vivi.


"Ooo...Ada tamu...


Wanita itu melihat Bayu dari atas ke bawah.


"Pacarmu ya Vi...?" ucap wanita tersebut.


"Bukan mam...Dia teman kuliah Vivi.." ucap Vivi.


"Saya Bayu bu...Teman sekelas Vivi.." ucap Bayu sambil menangkupkan tangannya.


"Saya ibunya Vivi..." ucap Wanita itu.


"Bayu bisa lihat hantu mam... Jadi Vivi minta tolong sama dia untuk usir hantu itu..." ucap Vivi.


"Ooo...Begitu..." ucap ibunya Vivi.


"Dapurmu di mana Vi..?" ucap Bayu.


"Di sana Bay...


Vivi menunjuk ke arah dapur.


"Ayo ikut gue..." ucap Vivi.


Vivi berjalan ke arah dapur.


Bayu berjalan membungkuk,tangan kanan kebawah melewati ibunya Vivi.


Ibunya Vivi mengikuti Bayu.


Setelah sampai di dapur, Bayu melihat sekeliling.


"Sempat adikku kerasukan Bay...Lalu ada warga yang datang menolong..Tapi sayang,dia gak bisa mengusinya...


"Minggu depan,papiku berencana pindah rumah,dan rumah ini di jual untuk membeli rumah lagi" ucap Vivi.


Bayu duduk bersila di lantai.


"Jangan ganggu aku dulu ya Vi..." ucap Bayu.


Bayu memejamkan mata,lalu mengucapkan ajian Rogoh Sukmonya.


Sukma Bayu keluar dari raga. Kemudian Bayu mengitari rumah Vivi.


"Setan oh setan...Mengapa kamu tak muncul...


"Bagaimana aku mau muncul... Belum tengah malam...Belum tengah malam...


Bayu berhenti di dalam kamar lalu melihat foto yang terpajang.


"Ini mah kamar Vivi....


Saat Bayu melewati meja belajar,ia melihat buku gambar yang terbuka,nampak gambar kartun di buku tersebut.


"Rupanya dia punya keahlian menggambar kartun...


Bayu melesat kembali ke raganya.


Setelah sukma Bayu kembali ke raganya,ia membuka mata.


"Tak golek i... Ra ono e Viii..." ucap Bayu. (Aku cari...Gak ada loh Vi..)


"Aku gak paham bahasa jawa Bay..." ucap Vivi.


Bayu berdiri .


"Aku sudah keliling mencari,tapi gak ketemu hantunya...


"Waaah...Ternyata dia bohong bisa lihat hantu.." ucap Vivi dalam hati.


"Oh iya...Kamu punya bakat menggambar kartun ya Vi...." ucap Bayu.


"Dari mana kamu tahu Bay?" ucap Vivi penasaran,sebab ia tak pernah cerita ke Bayu.


"Aku lihat di meja belajarmu tadi..." ucap Bayu.


"Eh....!!!??? Vivi terkejut.


"Kok kamu bisa tahu Bay...Apakah kamu dukun?" ucap Vivi penasaran.


"Aku bukan dukun Vi....Aku mempelajarinya di kampung...


"Hem.... Dia besembunyi entah kemana...Aku sudah mengelilingi rumah ini,namun gak ketemu..." ucap Bayu.


"Malam aja Bay kamu ke sini lagi...


"Aku beneran takut jika tengah malam...


Nampak Bayu berpikir.


"Kamu nginap saja di sini .." ucap Vivi.


"Istriku ngomel nanti Vi..." ucap Bayu.


"Bawa aja istrimu ke sini Bay..." ucap Vivi.


Terdengar suara adzan Dzuhur.


"Insya Allah Jam 10 lewat aku ke sini,tapi aku gak nginap loh Vi...." ucap Bayu.


"Kenapa gak jam 8 aja Bay..." ucap Vivi.


"Aku shalat tarawih Vi...Setelah itu aku mengaji sebentar bersama istriku...Kemudian aku ke sini." ucap Bayu.


Bayu melakukan itu,karena jika memakai ajian Rogoh Sukmonya,maka ia tak bisa mengusir hantu yang sedang merasuki salah satu anggota keluarga Vivi.


"Ooo... Begitu...Ya udah deh...Tapi beneran kan malam ini ke sini lagi?" ucap Vivi.


"Insya Allah jika gak ada halangan,aku datang ke sini Vi,jika ada halangan dan itu sangat mendesak,aku gak bisa datang..." ucap Bayu.


"Oke...Nanti telpon aja Bay..Jadi atau gak jadi kerumahku.." ucap Vivi.


"Iya...Ya sudah...Aku undur diri dulu Vi...Bu...." ucap Bayu sambil menangkupkan tangan.


Vivi mengantar Bayu ke depan rumah bersama ibunya.


Setelah Bayu pergi.


"Dia anak orang kaya Vi...?" ucap ibunya Vivi.


"Iya ma.." ucap Vivi.


Vivi dan ibunya berjalan masuk ke dalam rumah.


"Dia bukan orang sembarangan Vi.." ucap ibunya Vivi.


"Iya ma...Vivi aja baru tahu dan kaget,saat Bayu bilang gambar kartun Vivi...


"Padahal sebelumnya...Vivi mengira Bayu seorang pembohong...Rupanya tidak...


"Coba mami lihat di kamar Vivi...


Vivi dan ibunya berjalan ke arah kamar Vivi,lalu masuk ke dalam kamar.


Ibunya Vivi melihat buku gambar terbuka.


"Tuh...Mam..Padahal Vivi gak ada cerita ke dia kalau Vivi suka gambar kartun..Tapi dia bisa tahu jika ada buku gambar di meja belajarku.." ucap Vivi.


"Iya nak....


"Oh iya...Dia beneran sudah punya istri?" ucap ibunya Vivi.


"Iya benar Ma...Bahkan istrinya itu sekelas,dan memakai jilbab.." ucap Vivi.


****


Malam hari pukul 22.50.


Vivi bersama keluarganya berkumpul di ruang tamu.


Terdengar suara di dalam rumah seperti mengetuk kaca jendela.


"Vi...Coba lu hubungi teman lu itu,jadi datang apa kagak" ucap kakaknya Vivi yang seorang pria ketakutan.


"Sabar kak....Kata Bayu dia jadi kesini..." ucap Vivi juga takut.


Pyaaaar..... Suara seperti piring pecah.


"Eh....!!!?? keluarga Vivi kaget.


"Iya...Tapi jam berapa...Coba lu hubungin lagi" ucap kakaknya Vivi ketakutan.


Vivi mengambil hapenya lalu menghubungi Bayu.


Tuuuuut.....Tuuuuut....Tuuuut....


"Ada apa Vi...?" suara Bayu.


"Kamu jadi ke sini gak Bay?" ucap Vivi.


"Jadi....Ini dalam perjalanan ke rumahmu Vii.." suara Bayu.


Terdengar suara orang berjalan di depan pintu memakai sandal yang terbuat dari kayu.


Klotak....Klotak....Klotak....


"Oke...Hati - hati Bay...


Vivi mematikan panggilannya.


"Lagi di jalan kak..." ucap Vivi.


Tak lama kemudian.


Bayu muncul di depan pintu rumah Vivi. Bayu memakai sarung warna biru,baju muslim warna putih dan peci rajutan.


Tok...Tok...Tok...


Mereka melihat ke arah pintu.


"Permisi pak...Ibu..." ucap Bayu.


Mereka lega yang di tunggu datang juga.


"Masuk ..." ucap ayahnya Vivi.


Vivi berdiri lalu menghampiri Bayu.


"Sendirian aja Bay?" ucap Vivi.


"Sama temanku Vi..." ucap Bayu.


Vivi melihat keluar,nampak para pengawal Bayu berjaga di teras rumah.


"Istrimu mana Bay?" ucap Vivi.


"Di rumah Vi....


Bayu melihat ke arah ibunya Vivi.


Nampak seorang wanita memakai baju warna putih,mukanya menyeramkan,rambutnya panjang ,serta kukunya panjang berdiri di belakang ibunya Vivi.


Ibunya Vivi merasakan bulu kuduknya berdiri.


"Jangan takut,dan jangan biarkan pikiran kalian kosong...


Bayu berjalan ke arah hantu wanita tersebut.


Hantu wanita itu melihat ke Bayu,lalu ia berjalan ke ruang kekuarga tanpa menyentuh lantai.


"Mau kemana mbak....


Bayu mengejar hantu tersebut.


Begitu sampai,ia melihat hantu pria tangan sebelahnya buntung.Wajahnya juga menyeramkan,


"Ooo...Jadi kalian suami istri...Pergilah kalian dari sini...Jangan ganggu manusia yang tinggal di rumah ini " ucap Bayu.


Vivi mengikuti Bayu begitu juga keluarga Vivi.


Bayu duduk di lantai,lalu memejamkan mata kemudian mengucapkan ajian Rogoh Sukmonya.


Sukma Bayu keluar dari raganya,lalu melesat ke arah 2 hantu tersebut.


Kedua hantu itu terkejut melihat sukma Bayu leluar dari raganya.Mereka hendak kabur,tapi sayang,Bayu sudah lebih dulu memegang tangan mereka.


"Mau kabur kemana?


Bayu membaca amalan pemberian pak KH. Mustafa.


Timbul api di tubuh hantu tersebut.Mereka hendak melepaskan diri dari tangan Bayu,tapi tak bisa.


Bayu terus membaca amalan tersebut.


Hingga akhirnya kedua hantu itu terbakar habis.


Keluarga Vivi mencium aroma bau terbakar yang sangat menyengat di ruang keluarga.


Bayu mencari keberadaan hantu lainnya.Ia melesat memgelilingi rumah Vivi.


"Keluarlah kamu...


"Datang gak di jemput...Pulang gak di antar...


Bayu melihat sesosok hantu,memakai baju tentara,dan memakai sepatu tanpa kepala disamping rumah dekat jendela.


"Jiaah...Ini tentara apa ya...


Bayu mencoba amalan lainnya,ia membaca amalan itu,lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah hantu tentara tersebut.


Muncul sinar putih dari telapak tangan Bayu,lalu melesat ke arah hantu tentara tanpa kepala.


Hantu tanpa kepala itu hangus terbakar.


"Alhamdullilah....Beres....


Bayu melesat ke arah raganya.Setelah sampai.Sukma Bayu kembali ke raganya.


Bayu membuka mata.


"Alhamdulilah....


Bayu melihat di depannya ada ke keluara Vivi yang duduk di depan Bayu.


"Hantu itu sudah tidak ada lagi di sini.... Jadi...


"Bapak....Ibu...Bisa tenang tinggal di sini .." ucap Bayu.


"Terima kasih banyak pak ustadz,telah membantu mengusir hantu tersebut..." ucap ayahnya Vivi.


"Sudah kewajiban saya membantu pada orang yang membutuhkan pertolongan,selama saya mampu pak..." ucap Bayu.


"Bay...Tadi aku mencium bau gak enak banget itu apa?" ucap Vivi.


"Kamu belum mandi tuh...Makanya bau..."ucap Bayu.


"Enak aja....Gue mandi tiap hari tahu..." ucap Vivi.


"Benar yang di katakan putri saya pak ustadz... Saya juga mencium aroma tak sedap itu..." ucap ayahnya Vivi.


"Itu tadi saya membakar hantunya pak...Makanya tercium bau gak enak...Maaf loh pak,tadi saya langsung nyelonong begitu saja,takut hantunya hilang" ucap Bayu.


"Iya gak apa - apa pak ustadz...Oh iya mari pak ustadz... Kita mengobrolnya di ruang depan.." ucap ayahnya Vivi.


Bayu bersama ayahnya Vivi dan kakaknya Vivi berjalan ke ruang tamu,sedangkan ibunya Vivi dan Vivi ke dapur.


"Maaf pak,tadi saya mengajari istri saya mengaji lebih dulu..Setelah itu baru ke sini.." ucap Bayu.


"Ya gak apa - apa pak ustadz...


"Yang penting pak ustadz datang,kami merasa senang sekali...


"Sebab saya tinggal di sini lama - lama bisa stress tiap malam di teror oleh makhluk itu." ucap ayahnya vivi.


"Panggil saja saya Bayu pak....Saya bukan ustadz... Saya ini teman kuliah putri bapak..." ucap Bayu.


"Baiklah...


"Heem.... Pak us Ehh.... Bayu...


"Tinggal di mana?" ucap ayahnya Vivi.


"Dekat sini saja pak,gak sampai sejam dah sampai...


Vivi dan ibunya datang membawa minuman dan makanan lalu meletakkan di meja.


"Oh iya....Jangan beri tahu pada siapa - siapa ya pak jika saya bisa memgusir hantu,takutnya...


"Kuliah saya terganggu.." ucap Bayu.


"Iya...Saya janji tidak akan mengatakannya pada siapapun...


"Silahkan di minum Bay...." ucap ayahnya Vivi.


"Iya pak..." ucap Bayu.


Bayu mengambil cangkir berisi teh.Lalu menuangkan ke piring kecil karena tehnya masih panas.


"Bismillah....


Bayu meminum teh tersebut.Setelah itu meletakkan kembali di meja.


"Ku pikir kamu gak datang loh Bay...


"Soalnya aku ketakutan,lewat jam 10... Suara itu selalu muncul..." ucap Vivi.


"Sekarang masih kedengaran suara aneh gak Vi...?" ucap Bayu.


Mereka diam untuk memdengarkan suara aneh yang biasa terdengar tiap malam.


"Enggak ada Bay..." ucap Vivi.


Tiba - tiba terdengar suara kentut dari kakaknya Vivi.


"Tuh suara hantunya Vi..." ucap Bayu bercanda.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ayahnya Vivi tertawa.


"Itu mah suara kentut kakaku Bay..." ucap Vivi.


"Maaf...Gak bisa di tahan..." ucap kakaknya Vivi.


"Sebentar....Saya mau cek lagi...Siapa tahu ada yang muncul..." ucap Bayu.


Bayu kembali menggunakan ajian Rogoh Sukmonya,kemudian sukma Bayu memasuki tiap - tiap ruangan. Setelah itu mengecek sekeliling rumah.


Karena Bayu tak menemukan makhluk yang menggangu,maka Bayu kembali ke raganya


"Sudah gak ada lagi...


"Tolong jangan beritahu pada orang lain ya..." ucap Bayu.


"Iya Bayu..." ucap mereka serempak.


"Oh iya Bay...Sejak kapan kamu bisa lihat hantu?" ucap Vivi penasaran.


"Sejak kecil Vi...


"Jika aku bertemu dengan mereka terutama hantu pocong,aku ajak lomba lari sebelum shalat subuh" ucap Bayu.


Haaaaa.....Kakaknya Vivi dan ayahnya Vivi menjatuhkan rahangya ke bawah.


"Gilaaa men.....Gue aja lihat penampakan langsung lari,lah dia.... Malah di ajak lomba berlari." ucap kakaknya Vivi dalam hati.


Bayu meminum tehnya kembali tanpa menuangkan di piring kecil hingga habis,karena sudah tidak panas lagi.


"Pak...Ibu...Vi...Bang...Saya pamit undur diri dulu...


Bayu berdiri dari tempat duduknya.


Ayahnya Vivi mengeluarkan amplop dari kantong celananya.


"Saya ikhlas membantu pak,


"Cukup do'akan saya agar sehat dan panjang umur pak.." ucap Bayu.


Bayu bersalaman pada ayah


"Baiklah,saya do'akan... Bayu panjang umur dan sehat selalu.." ucap ayahnya Vivi.


"Amiin..." ucap Bayu.


Kemudian Bayu bersalaman pada kakaknya Vivi.


"Thanks ya Bay.... Lu dah bantu keluarga gue..Gue do'ain semoga lu panjang umur dan sehat selalu,dan nambah istri lagi.." ucap kakaknya Vivi.


"Jancook...


"Istriku dah ada 3 kang..." ucap Bayu lalu melepas jabatan tangannya.


Haaaaaaa.....!!!! Mereka menjatuhkan rahangnya ke bawah.


"Serius Bay..." ucap kakaknya Vivi.


"Iya...Aku serius...Gak ada untungnya aku bohong ke sampeyan.." ucap Bayu.


Bayu menangkupkan tangan ke arah ibunya Vivi dan ke Vivi tanpa melihat wajah mereka.


Kemudian mereka mengantar Bayu ke teras rumah.


Setelah Bayu pergi bersama para pengawalnya.


"Dia orang kaya Vi...?" ucap ayahnya Vivi.


"Iya pa...Bayu orang kaya,tiap hari di antar oleh para pengawalnya...


"Waktu kejadian berdarah di kampus waktu itu,Bayu yang di bawa oleh penjahat pa..." ucap Vivi.


Ibunya Vivi masuk ke dalam rumah.


"Ooooh...Iya...Papi ingat...


"Jadi dia orangnya....Pantas saja...


"Dia gak mau papi kasih duit... Padahal papi ngasih dia 2 juta loh.." ucap ayahnya Vivi.


"Sini pi...Buat Jon saja duitnya.." ucap kakaknya Vivi.


Pyaaar.....Suara benda jatuh dari dalam rumah.


Eh....!!!??? Mereka terkejut.


"Vii...Hantunya masih ada...Coba kamu telpon Bayu lagi.." ucap kakaknya Vivi ketakutan


***


Di ruang keluar keluarga,ibunya Vivi berjalan ke arah dapur sambil memegang nampan berisi gelas dan piring piring kue.


Tiba - tiba gelasnya Jatuh karena letaknya terlalu di pinggir.


Pyaaaaar.......


"Sial....Jatuh lagi....


Ibunya Vivi berteriak


"PAPIIIII.....


"AMBILKAN SAPU DAN KAIN BEKAS PIII......"


Vivi dan yang lainnya datang memghampiri.


"Ya ampun mami...Papi pikir itu hantu mi..." ucap ayahnya Vivi.


Mereka membersihkan pecahan gelas tersebut.


"Sudah gak ada suara aneh - aneh lagi " ucap ayahnya Vivi.


"Iya pi...


"Bayu berhasil mengusir makhluk jahat itu..." ucap ibunya Vivi.


Sejam kemudian,mereka berada di kamarnya masing masing.


Vivi berebah di tempat tidur.


"Syukurlah...Akhirnya besok aku bisa lanjut menggambar hingga tengah malam tanpa gangguan...


"Terima kasih ya Bayu...Kamu telah menolongku...


"Aku tak menyangka kamu memiliki kekuatan yang tak di miliki banyak orang...


"Hemm....Apa aku buat komik saja ya mengenai hal itu..


"Sepertinya seru...Coba besok sajalah...


Vivi memanjatkan do'a sebelum tidur,lalu memejamkan matanya.


---***----


Kampus pagi hari.


Bayu seperti biasa berjalan bersama Khalisa dan Sulis menuju fakultasnya. Lalu mereka bertemu Vivi.


Vivi menghampiri Bayu.


"Bay....Thanks ya...." ucap Vivi.


"Iya Vi..." ucap Bayu tanpa melihat ke wajah Vivi.


"Hem.....Gue boleh maen kerumah lu gak?" ucap Vivi.


"Mau ngapain Vi?" ucap Bayu.


"Ya mau maen saja...Boleh ya...Gue pengen banget tahu rumah lu" ucap Vivi.


"Rumahku jelek Vi...." ucap Bayu.


"Ya gakpapa...Meskipun jelek asal terlindung panas dan hujan gak masalah..." ucap Vivi.


Mereka masuk dalam kelas,lalu duduk.


"Istriku yang satunya bila melihat ada wanita yang menggoda aku,dia akan marah... Dan ingin membunuhnya..." ucap Bayu lirih.


"Jiaah.....Gue gak akan menggoda lu,meskipun lu itu tampan dan kaya...


"Jadi gimana....Boleh apa kagak" ucap Vivi.


"Dek...Piye iki...Oleh opo ora?" ucap Bayu.( gimana ini,boleh apa enggak.).


"Jika kamu tak menggoda suamiku,dan berbuat aneh - aneh...Aku mengizinkanmu Vi.." ucap Khalisa.


"Thanks ya Lisa....


"Hemmm... Pulang kuliah ini gue kerumah kalian..." ucap Vivi.


"Kalau bisa kamu pulang dulu Vi... " ucap Bayu.


"Baiklah...Gue akan pulang dulu,nanti kamu sms ya alamat rumahmu Bay..." ucap Vivi.


Alex muncul di pintu,lalu berjalan ke arah Bayu.


"Gimana Vi...Hantunya sudah di usir sama Bayu ?" ucap Alex.


"Seorang ustadz yang mengusirnya Lex..." ucap Vivi.


"Oouhh...Ustadz....Kirain Bayu..." ucap Alex.


"Kamu itu sebenarnya bisa kan Lex....Pura - pura gak bisa.." ucap Bayu.


"Anjeeng.... Gue beneran kagak bisa Bayu...


"Tiap hari kalau ngobrol,pasti bikin kesel...


"Kita duel yuk Bay..." ucap Alex.


"Ayooo...Kita adu panco gimana?" ucap Bayu.


"Okeeee....Siapa takut...Gue ini raja Panco waktu sekolah di SMA..." ucap Alex.


Bayu meletakkan tangan kanan di meja.Alex pun meletakkan tangan kananya,kemudian memegang telapak tangan Bayu.


"Yang kalah harus apa neh?" ucap Bayu.


"Menggendong sampai di parkiran selama sebulan..." ucap Alex percaya diri.


"Deal...." ucap Bayu.


"Satu....Dua... Tiga...." ucap Alex.


Alex berusaha menjatuhkan tangan Bayu,ia mengerahkan tenaganya. Akan tetapi,tangan Bayu tak bergerak.


"Loh... Kok gak kamu tarik - tarik tanganku Lex...." ucap Bayu.


"Jancoook...Ini gue lagi berusaha begooo..." ucap Alex.


"Bu Eva..." ucap Bayu.


"Alex menoleh ke belakang.Bayu menjatuhkan tangan Alex.


"Bajingaaaaan..... Lu bohongin gue ya.." ucap Alex.


"Bohongin apa Lex....?" ucap Bayu.


"Tadi lu bilang bu Eva,gue pikir bu Eva datang.." ucap Alex.


"Lah....Aku kan cuman bilang bu Eva aja,gak bilang bu Eva datang...Ya kan..


"Jadi,nanti kamu gendong aku ya..." ucap Bayu.


"Tadi gak sah....Ayo ulang..." ucap Alex tak terima.


Mereka pun mengulang adu Panco kembali. Alex bersusah payah menjatuhkan tangan Bayu,namun dirinya merasa,tangan Bayu seperti besi baja yang tak bisa di bengkokkan.


Bayu menekan tangan Alex.


Alex bersusah payah menahan tekanan tangan Bayu.


"Bajingan....Keras banget tangan Lu Bay..." ucap Alex yang sudah separuh miring menahan tangan Bayu.


"EnggaK juga kok...


Bu Eva masuk ke dalam kelas.


"Ada bu Eva Lex..." ucap Bayu,


"Bu Eva sedang ngerumpi Bay.." ucap Alex tak percaya ucapan Bayu.


Bayu menekan tangan Alex hingga menyentuh meja.


"Assalam mu'alaikum ...


Alex menoleh ke arah depan karena mendengar suara dosennya.


"Sialan...Beneran ada dosen galak..." ucap Alex dalam hati Lalu berjalan ke kursinya.


"Warahmatullahi wabarakatuh..." ucap bu Eva.


"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh..." ucap semua orang.


"Selamat Pagi semuanya..." ucap bu Eva.


"Selamat pagi bu..." ucap semua orang.


Bu Eva mulai mengabsen ,setelah itu mengajar.


Setelah selesai Mengajar,Alex mendatangi Bayu.


"Bay....Ayoo kita tanding ulang lagi...Tadi gak sah..." ucap Alex.


"Lah dalah...Wes kalah ngono loh.." ucap Bayu.


"Gue belum kalah...Ayoo ulang..." ucap Alex.


"Ayoo.." ucap Bayu.


mereka meletakkan tangan di meja.


"Satu...Dua...Tiga...." ucap Alex lalu menekan tangan Bayu.


Teman - teman Alex datang menghampiri.


"Tadi sarapan apa enggak kamu Lex..." ucap Bayu santai belum menekan tangan Alex.


"Gue sarapan roti sama susu..." ucap Alex.


"Susu sapi apa susu itu Lex..." ucap Bayu.


"Kalau di ajakin ngobrol...Gue gak bisa narik tangan lu begoo..." ucap Alex.


"Tarik sudah..." ucap Bayu.


Alex berusaha menjatuhkan tangan Bayu.


Sulis berdiri.


"Mau kemana Lis..." ucap Bayu,


Sulis menoleh ke Bayu.


"Ke perpus mas..." ucap Sulis.


"Tunggu sebentar Lis...


Bayu menekan tangan Alex dengan santai,akan tetapi,Alex berusah payah menahannya.


Duuuk.......Bayu berhasil menjatuhkan tangan Alex.


"Aku menang lagi...." ucap Bayu.


"Siial....Gue kalah..." ucap Alex.


"Dek...Ke perpus yuk..." ucap Bayu.


"Ayoo..." ucap Khalisa.


"Ku tinggal dulu Lex..." ucap Bayu.


Bayu,Khalisa dan Sulis berjalan menuju perpustakaan.


"Tumben lu kalah Lex padahal badan Bayu biasa aja,gak seperti badanmu..." ucap temannya Alex.


"Tangan dia seperti tiang besi,gak bergerak saat aku tekan,padahal sudah gue keluaran semua tenaga gue..." ucap Alex.


"Tadi kenapa lu adu panco sama Bayu..?" ucap teman Alex lainnya.


"Gue kesal sama dia....Gue ajakin duel aja...


"Eeeee...Dia malah ngajakin panco..." ucap Alex.


----***----


Bayu,Khalisa dan Sulis berjalan ke arah perpustakaan.


Nampak Herman berjalan dari arah berlawanan ke arah Bayu,tangan kanan berada di balik punggung membawa sekuntum bunga mawar.


"Nanti kasih tahu saja ke dia,jika kamu dah punya calon suami Lis.. Biar kamu gak di ganggu...." ucap Bayu.


"Iya mas..."ucap Sulis.


"Lis...." ucap Herman saat berada di dekat Sulis.


"Jangan ganggu aku,aki dah punya calon suami.." ucap Sulis.


"Mau gak kamu jadi pacarku. " ucap Herman bersamaan dengan Sulis berbicara sambil menyerahkan bunga mawar.


Sulis berjalan meninggalkan Herman yang terdiam,Bayu menghampiri Herman.Khalisa berjalan menyusul Sulis.


"Dia sudah punya calon suami,jangan ganggu dia..." ucap Bayu.


Herman tak menjawab ucapan Bayu,ia mengejar Sulis.


"Diampuut...Malah di cuekin..." ucap Bayu lalu segera menyusul.


"Aku benar - benar suka sama kamu Lis..." ucap Herman.


Bayu memisahkan Herman.dari Sulis,karena Herman posisinya di samping Sulis.


"Broo... Kamu budek atau apa....


"Dia sudah punya calon suami.." ucap Bayu.


"Gue gak ada urusan sama lu...." ucap Herman lalu berjalan ke Sulis lagi.


Bayu memegang kerah baju Herman bagian belakang,Herman menghentikan langkahnya.


"Tunggu....


"Aku belum selesai bicara...." ucap Bayu.


Orang - orang melihat ke arah Bayu,serta Sulis dan Khalisa tak melanjutkan jalannya,mereka melihat ke arah Bayu.


"Lepasin...." ucap Herman.


"Kalau kamu mendekati Sulis,aku akan menghajarmu..." ucap Bayu kemudian melepas cengkramannya.


Herman membalikkan badan ke arah Bayu.


"Selama janur kuning belum melengkung di depan rumahnya,gak ada salahnya gue mendekati dia...Lagian...


2 orang penjaga keamanan berjalan,mereka sedang berpatroli. Lalu melihat Bayu bersama seorang pemuda,dan orang - orang melihat ke arah Bayu. Ke 2 petugas keamanan itu pun segera menghampiri Bayu.


"Lu ini bukan siapa - siapanya Sulis..Jadi jangan ikut campur..." ucap Herman.


"Dia keluargaku....Siapa yang berani mengusiknya,maka berhadapan denganku.." ucap Bayu.


"Ada apa ini bos" ucap salah satu penjaga.


"Kenapa petugas keamanan manggil Bayu bos?" ucap Herman dalam hati penasaran.


"Tolong jagain Sulis pak... Dari para cowok yang mendekatinya...Bila masih memaksa...Tembak kakinya di tempat,bila gak terima dan menuntut,habisi semua keluarganya" ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap ke dua petugas keamanan serempak.


"Siaal....Dia sebenarnya siapa seh..." ucap Herman dalam hati.


Bayu berjalan meninggalkan Herman yang terdiam. Ke dua penjaga keamanan mengikuti Bayu.


Salah seorang pria mendekati Herman.


"Lu dari fakultas sebelah ya..." ucap pria itu.Karena melihat warna seragamnya Herman berbeda.


"Iya...Gue dari fakultas sebelah.." ucap Herman.


"Gue kasih ke eluu.... Jangan ganggu Bayu atau keluarganya...Ancamannya itu gak main - main...Nyawa lu bisa hilang,dan keluarga lu mati..." ucap pria itu lalu pergi meninggalkan Herman.


Herman mengejar pria itu.


"Emang Bayu itu siapa?" ucap Herman.


Pria itu menghentikan langkahnya.


"Tanya aja sendiri sono...Gue ogah kasih tahu ke elu..." ucap pria itu lalu berjalan meninggalkan Herman.


"Bajingan......" ucap Herman.


----***---


Di dalam kelas saat jam pelajaran telah selesai.


Vivi menoleh ke arah Bayu.


"Bay....Gue langsung kerumahmu ya... Soalnya mamiku lagi keluar rumah.." ucap Vivi.


"Iya...


Bayu menoleh ke Alex.


"Lex....Jangan lupa perjanjian kita..." ucap Bayu.


"Jancoook..." ucap Alex.


Alex memghampiri Bayu,Tasnya di titipkan ke temannya.


Bayu berdiri lalu berjalan ke belakang Alex. Tinggi Alex dan Bayu sama. Bayu melompat ke punggung Alex.


"Ayoo jalan Lex..." ucap Bayu.


"Lu makan apa seh Bay.." ucap Alex lalu berjalan.


Orang - orang melihat Alex yang menggendong Bayu.


"Aku puasa Lex..." ucap Bayu.


"Bajingan....Gue tahu lu puasa,tapi tiap hari..,Lu itu makan apa?" ucap Alex.


"Makan cinta dan kasih sayang yang di berikan oleh istriku Lex..." ucap Bayu.


"Waaassssuuuu...." ucap Alex.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Orang - orang yang berjalan di sekitar Alex tertawa.


"Lex..." ucap Bayu.


"Hem..." ucap Alex.


"Kamu punya berapa saudara..?" ucap Bayu.


"Empat..." ucap Alex.


"Kamu yang ke berapa?" ucap Bayu.


"Gue nomor dua..Lah..Lu sendiri punya berapa saudara..?" ucap Alex.


"Aku anak tunggal Lex... Enak ya... Jika punya saudara kandung." ucap Bayu.


"Kalau akur terus mah enak Bay..." ucap Alex.


"Lah..Emang kamu gak akur?" ucap Bayu.


"Jarang akur,tiap hari berantem...Tapi gak sampai melukai fisik...Biasalah...Kakak adik.." ucap Alex.


"Ooo Begitu..." ucap Bayu.


"Seperti kita ini,selalu bikin kesal gue...Sekarang malah baikan.." ucap Alex.


"Lah...Aku loh biasa aja...Kalau gak percaya tanyakan saja ke istriku..." ucap Bayu.


"Lis....Emang dia begitu kah?" ucap Alex pada Khalisa.


"Iya Lex..." ucap Khalisa.


Setelah sampai di parkiran mobil,Bayu turun dari punggung Alex.


"Mayan... Dapat tumpangan.." ucap Bayu.


"Badan gue yang sakit Bay..." ucap Alex.


"Kurang latihan kamu Lex...Coba kamu latihan tiap hari...Gak bakalan terasa capek..


"Ingat ya....Selama 30 hari,hari libur gak di hitung.." ucap Bayu.


"Jancook...perjanjianya gak gitu woyy..." ucap Alex tak terima.


"He...He...He...He...Gitu aja marah...Cepat tua loh nanti kamu Lex...


"Suwun yo..." ucap Bayu,lalu berjalan ke arah mobil yang sudah siap menunggu dirinya.