
" Aku pikir itu rumah mas dekat...Gak tahunya jauh.." ucap Sulis.
" Jalan kaki terus melambaikan tangan,Bis nyamperin aku,terus aku naik bis,lalu turun dari bis.Jalan kaki lagi,terus naik angkot, lalu turun lagi..Setelah itu jalan kaki menuju rumahmu Lis.."
" Begitu..." ucap Bayu.
" Oooo...Begitu...Aku pikir mas jalan kaki dari rumah menuju rumahku tanpa naik kendaraan.." ucap Sulis.
" Capek aku Lis..."
" Aku oikir kamu gak datang tadi.."ucap Bayu.
"Ya datang lah mas.."
" Mas dari mana? Kok bau amis bercampur wangi?" ucap Sulis.
" Habis bagiin ikan Lis..Kemarin aku mancing..Aku mandi dulu ya.." ucap Bayu lalu berjalan ke dalam.
Sulis mengikuti Bayu.
".Aku mau mandi Lis.." ucap Bayu.
" Siapa juga yang mau ngikutin mas mandi..Aku mau nemuin Hinata.." ucap Sulis.
20 menit kemudian.
Bayu selesai mandi,dan menemui orang tua Sulis. Setelah sampai,ia mencium punggung tangan ayahnya Sulis lalu menangkupkan tamgan ke ibunya Sulis kemudian dudik di samping ibunya.
" Bu...Bayu sudah ingat siapa nama lengkap Xiang." ucap Bayu pelan.
" Siapa namanya nak?" ucap Bayu pelan.
" Xiang Lien Qing..." ucap Bayu pelan.
"Serius sayang...? Ucap Hana.
" Iya Bayu serius..Memangnya kenapa bu?" ucap Bayu.
" Nanti saja ibu beri tahu.." ucap Hana.
Mereka kemudian bercerita ngalor ngidul,Bayu menceritakan dirinya saat pelatihan militer.
2 pengawal datang mengendarai sepeda motor membawa bahan untuk membuat ikan bakar.Mereka berjalan lewat pintu samping.
Tak lama kemudian muncul Diana bersama Sulis.
" Abi..."
Bayu menoleh ke Diana.
" Tolong bumbuin ikannya..." ucap Diana.
" Iya..."
" Maaf pak...Bu...Saya tinggal dulu ke belakang.." ucap Bayu lalu berjalan ke belakang.
" Ikannya besar - besar mas.." ucap Sulis.
" Iya..Kalau ikan kecil - kecil namanya ikan teri.." ucap Bayu.
Sulis menggelitiki Bayu.
Setelah sampai di dapur,Bayu segera meracik bumbu ikan bakar. Sulis membantu Bayu.
" Nanti bakar - bakarnya di luar aja ya sayang.." ucap Diana.
" Di dalam kamar aja mi...." ucap Bayu.
" Nanti Bintang sama Imam batuk abi..." ucap Diana.
" Bukan di kamar ummi...Tapi kamarnya Sulis.." ucap Bayu.
" Hemm...Boleh...Sekalian ngusir nyamuk ya bi.." ucap Diana.
" Kenapa gak sekalian bakar rumahku..Jadi biar rame.Tetanggaku semua berdatangan." ucap Sulis.
" Ide yang bagus itu Lis..Nanti malam ya.." ucap Bayu.
" Iya..Setelah itu aku tidur sama mas,meskipun kita bukan suami istri.." ucap Sulis.
" Gak jadi deh kalau begitu.." ucap Bayu.
Setelah bumbunya jadi,Bayu keluar rumah,ia membakar arang yang sudah di beli oleh pengawalnya.
Setelah apinya jadi.
" Lis...Bawa ke sini ikannya.." ucap Bayu.
" Iyaa..." suara Sulis.
Muncul Sulis membawa baskom berisi ikan yang telah di bumbui.
" Sama itu nah Lis..Tolong ambilkan minyak goreng taruh dalam mangkok,botol kecap sama saos.." ucap Bayu.
Sulis maauk ke dalam lagi,lalu keluar membawa yang di ucapkan Bayu.
Bayu mulai memanggang ikan.
Muncul ayahnya Sulis.
" Habis mancing atau beli di pasar Bay?" ucap ayahnya Sulis.
" Mancing pak.." ucap Bayu.
" Mancing di mana?" ucap ayahnya Sulis.
" Mancing di laut.." ucap Bayu.
" Ooo...Kirain mancing di pasar.." ucap ayahnya Sulis.
" Kemarin saya mancing pas pergi ke Jakarta pak...Sama keluarga.." ucap Bayu.
" Besar - besar ya..."
" Aku mancing gak pernah dapat ikan sebesar ini.." ucap ayahnya Sulis.
" Gimana mau dapat yang besar...Lha wong papa kalau mancing pakai kapal selalu mabuk.." ucap Sulis.
" Bapak suka mancing?" ucap Bayu.
" Gak terlalu,jika ingin saja. Itu pun hanya mancing di pinggir sungai.." ucap ayahnya Sulis.
" Mas mampir ke rumah pak haji?" ucap Sulis.
" Enggak Lis..." ucap Bayu.
" Aku pikir mampir.." ucap Sulis.
" Gak sempat..Emangnya kenapa?" ucap Bayu.
" Gakpapa..."
" Aku ingin ke sana,tapi aku takut.." ucap Sulis.
" Jangan ke sana,jika mau bertemu,mending buat janjian dulu,lalu bertemu di luar..Supaya aman.." ucap Bayu.
Terdengar suara adzan.
" Lis...Tolong gantiin dulu ya..Aku mau shalat.." ucap Bayu.
" Iya mas.." ucap Sulis.
" Sini...Biar papa aja yang bakar,kamu shalat aja Lis.." ucap ayahnya Sulis.
Bayu dan Sulis masuk kedalam rumah untuk shalat berjamaah.
Setelah selesai shalat Dzuhur,Bayu kembali membakar ikan,ia melihat ibunya Sulis sedang membantu suaminya.
" Pak...Ikan bakarnya 1...Gak pakai lama.." ucap Bayu.
" Siap...Mau pakai elekton atau penyanyi rhoma irama?" ucap ayahnya Sulis.
" Ibu aja yang nyanyi pak..." ucap Bayu.
" Kalau ibunya Sulis yang nyanyi bisa roboh rumahmu..." ucap ayah Sulis.
" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Bayu tertawa.
Setelah ikan bakarnya matang semua,mereka berkumpul di ruang keluarga,duduk lesehan. Hanya karpet plastik sebagai alas.
Bayu memimpin do'a makan,lalu mereka makan bersama.
" Heeeemm....Ikannya enak,ikan apa ini Bay..." ucap ibunya Sulis.
" Ikan laut bu.." ucap Bayu.
" Iya ibu tahu kalau ini ikan laut,hanya saja jenisnya ikan apa" ucap ibunya Sulis.
" Ikan air asin bu..." ucap Bayu.
Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha....Ha... Sulis dan Ayu tertawa.
Hana menahan tawanya.
" Itu ikan kakap merah bu..." ucap Diana.
" Paah..."
" Calon mantu kita ternyata ngeselin ya" ucap ibunya Sulis.
" He...He...He...He..."
" Bu haji Sulis yang ngajarin bu.." ucap Bayu.
" Enak aja..." ucap Sulis.
" Oh iya Bay.."
" Aku denagr dari Sulis,bahwa kamu juga akan menikah lagi dengan wanita bernama Aisyah.."
" Apakah itu benar?" ucap ayahnya Sulis.
" Iya pak...Itu benar..."
" Karena dia,aku tega melakukan itu pada gadis yang berasal dari Malaysa saat aku lupa ingatan,tak tahu hukum islam.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu.."
" Dia itu siapa?" ucap ayahnya Sulis.
" Namanya Xiang pak..."
" Dia gadis China,yang mempunyai harta yang melimpah,bahkan bisa menghubungi presiden.."
" Dia menyukaiku...Dan aku menyukainya.."
" Dia memberikan segala sesuatu padaku,padahal aku tak memintanya.."
" Malah mengomel bila kartu kredit yang di berikan padaku tidak di pakai.." ucap Bayu.
" Lalu..Apa hubungannya dengan Aisyah?" ucap ibunya Sulis.
" Nanti aku akan cerita bu..Kita makan dulu.." ucap Bayu.
Setelah mereka selesai makan.
" Nah...Aku lanjut lagi.."
" Gadis itu bernama Xiang.."
" Dia tak ingin aku mencintai wanita lain.."
" Saat di Malaysa,aku dengar suara ayat - ayat Al Qur'an pas subuh.."
" Di China gak ada seperti itu,karena penasaran,aku ke sana.."
" Aku bertemu bapak - bapak.."
" Dia bernama pak Ihsan.Aku penasaran dengan suara yang di nyalakan di speker itu,dia pun memberi tahu.Lalu dia adzan subuh,"
" Bapak ingat orang yang nemukan aku?" ucap Bayu.
" Iya...Aku ingat" ucap ayahnya Aisyah.
" Itu namanya Anming,pekerjaannya menjala ikan."
" Setelah siuman aku di ajak dia menjala ikan,ya aku ikut,"ucap Bayu.
" Kok gak nyambung?" ucap ibunya Sulis.
" Dengarin dulu bu...Ini ada hubungannya"
" Disaat pak Anming sedang menjala ikan,aku mendengar suara adzan.."
" Aku cari - cari asal suara itu tidak ketemu,lalu badanku gerak sendiri.."
" Aku wudhu di tepi sungai,lalu shalat di atas batu.."
" Pas pak Ihsan adzan..Aku kaget."
" Suaranya sama seperti yang aku dengar "
" Lalu aku ikut shalat di mesjid itu"
" Setelah itu aku bersama rombongan segera ke lokasi lomba.Selesai Lomba,kita kembali ke hotel itu lagi. Dan aku shalat di mesjid itu. "
" Kemudian aku bertemu lagi dengan pak Ihsan. Dia heran mengapa aku yang orang china,tanya tentang Al Qur'an ikut juga shalat.."
" Aku pun mau cerita ke dia,tapi harus empat mata.."
"Aku di bawa oleh pak Ihsan kerumahnya.."
" Begitu sampai di rumah pak Ihsan,aku lihat ada seorang gadis cantik memakai pakaian yang mirip dengan ingatanku,tapi wajahnya kabur"
" Ingatan itu muncul saat aku ikut latihan militer.."
" Aku pikir wanita itu adalah kekasihku.."
" Lalu aku memeluk dia.."
" Dia berontak,aku bilang padanya,apakah kamu kekasihku.."
" Dia jawab bahwa baru pertama kali dia bertemu denganku.."
"Lalu aku di suruh oleh pak Ihsan untuk masuk.."
" Setelah di dalam rumah..Akupun memceritakan jika aku lupa ingatan,hanya dia saja yang aku beri tahu,yang lainnya tidak termasuk Xiang.Aku langsung jatuh cinta pada dia, Pak Ihsan memberiku waktu untuk melamarnya dalam waktu 1 tahun"
" Sesampai aku kembali ke China. Aku sering nelpon dia."
" Saat aku selesai bercinta dengan Xiang,dia menghubungi seseorang.."
" Tak lama kemudian muncul 2 pengawalnya membawa Aisyah.."
" Aku kaget sekali..Bagaimana bisa Xiang tahu.."
" Filingku dia menyadap panggilanku saat aku nelpon Aisyah"
" Aisyah sangat membenciku saat melihatku tak memakai pakaian bersama Xiang,karena kita selesai bercinta."
" Lalu aku di tuduh mencintai dia dan telah berhubungan badan dengan Aisyah.."
" Aku bilang,bahwa aku tidak melakukannya.."
" Dia tidak percaya.."
" Dan akan membunuh Aisyah.."
" Aku bilang padanya,jika dia melakukan itu,aku akan meninggalkanya..Akhirnya dia melunak,tapi aku di suruh menyetubuhi Aisyah tanpa ada rasa cinta..."
" Jika aku mencintai Aisyah,dia akan membunuh orang tua Aisyah.."
" Mau gak mau aku melakukannya.."
" Aku kaget,aku pikir Aisyah sudah pernah melakukannya,ternyata belum."
" Akhirnya Xiang percaya padaku,kalau aku tidak mencintai dia."
" Lalu aku bilang padanya,jangan membuang dia.."
" Dia menuruti keinginanku.."
" Aku berusaha mencari jalan untuk memulangkan Aisyah.."
" Tapi Aisyah tidak mau kembali"
" Karena dia telah kotor,dan dia juga mencintaiku,dan tak mau jauh dariku.."
" Satu bulan lebih dia bersamaku.."
" Kami melakukan hubungan badan tanpa ikatan perkawinan"
" Lalu aku dapat misi menyelamatkan sandera di timur tengah.."
" Kami berhasil menjalankan misi itu,anak buahku selamat dan juga sandera selamat.."
" Aku usul pada pak presiden saat aku bertemu dengan dia setelah selesai menjalankan misi,aku minta liburan ke indonesia."
" Alhamdulilah dia mau.."
" Lalu aku hubungi ibuku,aku tahu nomornya karena ibu bertemu denganku,tapi aku tak mengingatnya,dan aku jarang nelpon.Karena takut ketahuan.."
" Saat liburan di indonesia tepatnya di bali,aku bertemu dengan ibuku,dan juga keluargaku.."
" Aku bertemunya diam - diam..Takut ketahuan.."
" Saat akan pindah ke Magelang untuk melihat candi Borobudur,tiba - tiba aku memdapat telpon atasanku,bila Xiang sedang sakit,kalau bisa kembali ke China."
" Aku msmutuskan kembali ke China,karena misiku hanya menemui keluargaku saja,meskioun aku tidak ingat.."
" Begitu sampai di rumah Xiang,ternyta dia sakit panas.."
" Aisyah mengompres Xiang,tapi Xiang marah.."
" Aku bilang padanya,bahwa Aisyah ingin mengobati,hargai usaha orang lain,agar kamu di hargai orang lain.."
" Akhirnya dia nurut,kemudian Aisyah memberikan minyak kayu putih bercamour bawang merah,lalu di olehkan ke tubuh Xiang.."
" Aku melihat dan mencium aroma itu seperti tidak asing.."
"Tiba - tiba muncul ingatanku.."
" Di mana dalam ingatan itu aku bersama ibuku.."
" Ibuku mengoleskan minyak bawang ke tubuhku saat aku masih anak - anak"
" Kepalaku terasa sakit sekali..."
" Akhirnya aku tahu,bahwa yang aku temui adalah benar - benar ibu kandungku.."
" Sejak peristiwa itu,Xiang menawarkan ke Aisyah. Apakah mau kembali ke Malaysa."
" Dia gak mau,karena telah kotor.."
" Tapi aku nasehati dia,bahwa orang tuanya sangat mencemaskannya,dan aku bilang selagi orang tuanya masih hidup.."
" Aku akan memghubungi dia,tapi diam - diam dan hanya sebentar saja"
" Akhirnya dia mau.."
" Begitu ceritanya pak.." ucap Bayu.
" Ooo...Seperti itu.."
" Iya seh..Memang sangat repot sekali,di tambah kalian membunuh orang,bila identitasmu ketahuan maka bisa di hukum mati di sana..."
" Untuk masalah acara pernikahanmu dengan Sulis.."
" Itu aku sebagai ayahnya,menyerahkannya padamu,mau itu di besar - besarin atau hanya sederhana..."ucap ayahnya Sulis.
" Hem...Sederhana saja pak,mungkin acaranya itu di perumahan keluargaku,agar aman.."
" Bagaimana Lis?" ucap Bayu.
" Gakpapa mas...Yang penting ada pak penghulunya.." .
Terdengar suara adzan lagi.
" Yok mas kita shalat.." ucap Sulis.
" Ayooo.." ucap Bayu.
Setelah mereka shalat. Sulis bersama kedua orang tuanya berpamitan pulang kerumah.
" Assalam mu'alaikum..." ucap ayahnya Sulis.
" Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan keluarganya.
Mobil ayahnya Sulis perlahan meninggalkan rumah Hana.
Bayu bersama keluarganya masuk ke dalam.
" Sayang..." ucap Hana.
" Iya bu.." ucap Hana.
" Ibu minta tolong gambarkan wajah Xiang itu.." ucap Hana.
" Iya bu..Bayu beli buku gambar dulu.." ucap Bayu.
" Ndak usah beli,ibu sudah ada,sebentar ibu ambilkan.." ucap Hana.
Bayu duduk di kursi tamu,Hana muncul membawa buku gambar.
Bayu menyambut buku gambar itu,lalu menggambar wajah Xiang.
Setelah jadi,Bayu memberikan ke ibunya.
" Ini bu..." ucap Bayu.
Hana membuka buku gambar lalu melihat hasil gambaran Bayu.
" Iniii..." ucap Hana.
" Kenapa bu..." ucap Bayu.
" Wajahnya sama persis dengan foto yang di tunjukkan oleh mata - mata keluarga kita sayang.."
" Dia menjadi pewaris perusahaan dari keluarganya yang tewas terbunuh.."
" Dan yang membunuh keluarganya adalah kita.." ucap Hana.
" Apaaaa...!!!??" Bayu terkejut.
" Ja..Ja..Jadi dia" ucap Bayu.
" Dia adalah 1 orang yang selamat. "
" Dia musuh kita.." ucap Hana.