SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGUSIR PENUNGGU DI DALAM CAFE.


Bayu masih berada di Balkon bersama teman - temannya.


Lalu datang Bejo sambil membawa segelas kopi hitam.


"Biyuuh... Tak golek i tibakno nang kene..." ucap Bejo.


"He eh kang....Biasa... Kalau didalam rumah gak bisa merokok..." ucap Lukman.


Bejo kemudian mengeluarkan rokoknya. Lalu membakarnya.


"Bay... Awakmu pengen tak warahi ajian semar mesem opo ora?" ucap Bejo.(Dirimu ingin ku ajari ajian semar mesem apa enggak)


"Gak kang....Tanpa ajian itu aja banyak cewek yang naksir padaku kok...


"Sampeyan warahhono Bimo wae kang...Siapa tahu para gadis di kampus terpikat oleh pesonanya Bimo yang super tamvan ini" ucap Bayu.


"Emmoh aku Bay.... Tiwas ra sido sinau aku nang kampus.." ucap Bimo.


"Jarene awakmu pengen golek wedok an..." ucap Paijo.(Katanya dirimu ingin mencari pacar)


Mei Lien kemudian datang menghampiri sambil membawa Burger.


Bejo terpana akan kecantikan wajah Mei Lien.


" Neh Bay dari ayahku..." ucap Mei Lien. sambil memberikan kantong plastik berisi 10 burger.


"Terima kasih bi..." ucap Bayu sambil menerima.


Kemudian Mei Lien berjalan ke arah kamarnya.


"Bay...Dia siapa?" ucap Bejo.


"Bulekku kang..." ucap Bayu.


"Serius bay... Dia itu bulekmu?" ucap Bejo tak percaya.


"Iya... Aku serius kang....


"Sampeyan yen naksir sama bulekku dekati secara normal... Ojo gawe ajian..." ucap Bayu.


"Azzzz... Emmoh Bay... Tak pikir tadi itu koncomu.." ucap Bejo.


Mereka kemudian mengambil burger di dalam kantong plastik lalu memakannya.


"Sampeyan pulangnya hari minggu aja kang...Jadi biar puas di jakarta.." ucap Bayu.


"Maunya seh begitu... Tapi gak iso Yu...Soalle wes ono janji ...


" Besok Nadya ngajakin ke Dufan...Besoknya baru pulang..." ucap Bejo.


"Oh iya... Sampeyan mau mobil Ferari gak kang?" ucap Bayu.


"Mobil Ferari? Mobil balapan biasa di tivi itu apa mobil sedan Ferari Yu?" ucap Bejo.


"Mobil sedan kang..." ucap Bayu.


"Gak cocok Bay sama medan jalan desaku..Kecuali kalau aku tinggal di kota..Jika itu Mobil balap formula,aku mau... Nanti aku tinggikan sasisnya..." ucap Bejo.


"Ya sampeyan tinggal di kota saja kang... Beres dah...Soalnya mobil Ferari di garasi nganggur.. Gak ada yang pakai" ucap Bayu.


"Gak Bay.... Aku lebih suka tinggal di desaa... udaranya sejuk....Kalau di kota panas..." ucap Bejo.


"Bay..." ucap Paijo.


"Opo kang..." ucap Bayu.


"Kan ada pakdemu di sini... Kamu minta tolong ke pakdemu untuk usir hantu yang menunggu di cafe kita.." ucap Paijo.


"Kamu punya Cafe Bay...?" ucap Bejo.


"Belum kang.. Rencana nya mau buka Cafe aku kang.. Baru tadi pagi aku beli tempatnya,mayan murah harganya,soalnya ada Jin,genderuwo,kuntilanak,pocongnya kang..."ucap Bayu.


"Wadduuh... Kalau ada mereka di jamin tempat itu sepi pelanggan Bay... Nanti aku bantu usir tuh hantunya..." ucap Bejo.


"Gak usah kang...


"Aku bisa sendiri...Lagian sampeyan kan mau jalan - jalan ke Dufan...Nanti mbak Nadya cemberut loh mukanya..." ucap Bayu.


"Serius Bay... awakmu iso ngusir dedemit kuwi?" ucap Bejo.


"Serius kang... Aku sudah di beri tahu caranya oleh pak KH. Syukron cara mengatasi gangguan makluk halus..." ucap Bayu.


"Yo wes kalau gitu...


Bejo mengeluarkan keris kecil berbentuk semar yang terbuat dari kuningan.Lalu memberikan pada Bimo.


"Neh buatmu Bim...Jangan kamu hilangkan.." ucap Bejo.


"Opo iki kang?" ucap Bimo.


"Simpan aja... " ucap Bejo.


"Suwun kang... " ucap Bimo.


----***-----


Di rumah pak Ridwan.


Nampak sebuah dua mobil hitam berhenti di depan rumah. 14 orang berpakaian hitam,bersenjata lengkap turun dari mobil,Lalu mengamankan area.2 orang pria membukakan pintu mobil.


Nampak seorang pemuda dan seorang bapak - bapak turun dari mobil. Pemuda itu adalah Bayu,dan bapak - bapak yang turun adalah pak H. Ridwan.Setelah shalat dzuhur di mesjid,Bayu menuju rumah pak Ridwan.


Bayu berjalan bersama pak H. Ridwan menuju rumah.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikum salam warahmatullah... Duduk dulu Bay.. Bapak akan panggilkan Ahmad" ucap pak Ridwan.


"Iya pak..." ucap Bayu.


Pak H. Ridwan kemudian masuk ke dalam.


Muncul Annisa dari dalam rumah.


"Mau minum apa mas...?" ucap Annisa.


"Hem... Teh saja Nur..." ucap Bayu.


"Pakai gula apa enggak?" ucap Annisa.


"Pakai lah Nur...." ucap Bayu.


Annisa kemudian masuk ke dalam.


Tak lama kemudian muncul Ahmad dari dalam.


Bayu berdiri lalu bersalaman.Kemudian duduk.


"Sory aku ganggu kang..." ucap Bayu.


"Gakpapa santai aja..Oh iya... Sulis kenapa Bay..?" ucap Ahmad.


"Sulis di telpon oleh orang tuanya. Kenapa memutuskan pertunangan dengan Alvin. Mereka sangat marah kang...


"Di tambah lagi,bantuan dari keluarga Alvin di tarik dari usahanya ortu Sulis..


"Lalu Sulis di minta pulang kerumah oleh orang tuanya, Sulis takut pulang...


"Aku ada ide... Kita datang kesana sebagai investor.. Tapi pakai namamu...Gimana kang?


"Yaaaah... Itung - itung sampeyan mendekati camer..." ucap Bayu.


"Dia mana mau sama aku Bay...Aku dah mencoba mendekatinya...." ucap Ahmad.


Annisa muncul sambil membawa teh dan kue kering,lalu meletakkan teh dan kue kering di meja. Kemudian Annisa duduk.


"Di minum mas tehnya..." ucap Annisa.


"Iya Nur...


"Siapa tahu saja dengan bantuan itu,Sulis akan menyukaimu kang karena sampeyan begitu sangat perhatian padanya...Jika aku yang nolongin dia... Yang ada dia malah makin nempel ke aku..." ucap Bayu.


Nampak Ahmad sedang berpikir.


"Sulis kenapa Bay?" ucap Annisa.


"Aku akan bantu Bay... Tapi aku gak berharap Sulis akan menyukaiku..." ucap Ahmad.


"Jangan putus asa dulu kang sebelum janur kuning melengkung di depan rumahnya... Ya gak Nur.." ucap Bayu.


"Betul itu bang apa yang di katakan mas Bayu..." ucap Annisa.


"Hemm....Kamu gak menyukai Sulis kah Bay?" ucap Ahmad.


"Enggak... Aku menganggap dia hanya teman biasa saja kang... Emangnya kenapa Kang?" ucap Bayu.


"Sebab ku lihat Sulis itu menyukaimu..." ucap Ahmad.


"Sampeyan jangan berprasangka buruk dulu kang... Dulu memang iya Sulis menyukaiku.. Tapi sekarang dah enggak...


"Dulu sering dekat denganku dan tidur di pangkuanku , sekarang sudah enggak kang...


"Makanya aku datang kesini agar Sulis mulai menyukaimu kang...Jika aku sendiri yang turun tangan,Sulis akan terancam nyawanya..." ucap Bayu.


Eh....!!!?? Ahmad dan Annisa terkejut.


"Siapa yang mau mencelakai Sulis Bay?" ucap Ahmad.


"Ayu kang....


" Dia gak mau ada wanita lain yang mendekatiku,jika berani maka Ayu tak tinggal diam.." ucap Bayu.


"Sial.... Ternyata Ayu sudah menguasai Bayu seutuhnya meskipun Bayu belum menikahi Ayu.." ucap Annisa dalam hati.


"Jika adikku yang mendekatimu gimana Bay?" ucap Ahmad.


"Gak tahu aku kang...Jadi gimana neh tentang Sulis kang...?" ucap Bayu.


"Hem....Oke aku akan bantu....Kapan kita pergi kesana Bay?" ucap Ahmad.


" Besok pagi saja kang...Aku akan izin gak masuk kuliah lagi..." ucap Bayu.


"Oke... " ucap Ahmad


Bayu mengambil teh di meja lalu meminumnya.


"Di tokomo ada jual garam kasar gak kang?" ucap Bayu.


"Ada bay...Buat apa garam kasar?" ucap Ahmad.


"Buat ngusir makhluk halus...


"Aku pamit dulu ya...Soalnya ada perlu..." ucap Bayu.


"Iya Bay.." ucap Ahmad.


Bayu berdiri di ikuti Ahmad dan Annisa. Bayu bersalaman ke Ahmad.Bayu dan Annisa saling menangkupkan tangannya.


"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam " ucap Ahmad dan Annisa.


Bayu kemudian berjalan ke pintu di ikuti Ahmad dan Annisa.


Ahmad dan Annisa hanya mengantarkan Bayu sampai di teras rumah.


Bayu belok ke toko untuk beli garam,teh kotak dan choki - choki,setelab itu masuk dalam mobil. Perlahan mobil itu meninggalkan rumah pak Ridwan.Bayu menuju Cafe yang ia beli kemarin.


Setelah menempuh perjalanan. Akhirnya Bayu sampai di tempat tujuan.


Bayu turun dari mobil sambil membawa kantong plastik berisi garam kasar yang telah di bacakan ayat - ayat suci Al Quran.


"Kalian jangan masuk ke dalam "ucap Bayu pada pengawalnya.


"Siap bos..." ucap para pengawal.


kemudian Bayu berjalan sambil membaca ayat - ayat suci Al Qur'an.


Bayu membuka pintu,laku masuk kedalam.


Nampak Jin 3 meter itu berdiri di depan Bayu.


"Kamu mau pergi dari sini atau aku bakar ?" ucap Bayu.


"Ha....Ha...Ha... Aku adalah Jin makhluk paling mulia darpada kamu manusia makhluk hina...Kamu tak bisa menyentuhku ...Dan membakarku..." ucap Jin.


Bayu mengambil garam laku melempar garam itu sambil membaca ayat - ayat suci Al Qur'an.


Aaaaaaaaakkkh...... Jin itu merasa kesakitan akubat terkena lemparan garam.


"Pergi dari sini dan jangan kembali..." ucap Bayu sambil melempar garam.


"Aaaarrgghhhh..... Iya ...Aku pergii...." ucap Jin kesakitan.


Kemudian Jin itu pergi dari Cafe Bayu.


Lalu Bayu berjalan lagi ke arah pohon Beringin yang berada disamping bangunan.


Setelah sampai di depan pohon Beringin,nampak puluhan hantu muncul di sekitar Bayu. Ada genderuwo,Kuntilanak,Pocong,Wewe gombel.Tuyul dan berbagai makluk lainnya yang berwujud seperti manusia tapi mukanya hancur.


"Kalian pergi atau aku bakar?" ucap Bayu.


"Pergi kamu dari rumahku..." ucap Genderuwo


"Maaf... Tak bisa...Kamu yang harus pergi dari sini..." ucap Bayu.


Genderuwo itu lantas maju untuk menyerang Bayu.


Bayu membaca ayat - ayat suci Al Qur'an sambil melempar garam ke arah Genderuwo.


Genderuwo terkena lemparan garam kasar merasakan badannya seperti terbakar.


Aaaaaaaakkkhhhhh.. Teriak Genderuwo kesakitan.


Bayu juga melempari makhluk ghaib lainnya.


Mereka semua kepanasan terkena lemparan garam kasar.


Satu persatu hantu itu pergi.


Tiba - tiba muncul sosok kera besar yang tinggi 2 meter dari batang pohon beringin. Kera itu memiliki tanduk,tangannya ada 4,gigi taringnya panjang,mata memerah.


Kera itu menyerang Bayu,Bayu reflek menghindar.


"Hem....Bos gengnya keluar..." ucap Bayu dalam hati lalu memggunakan ajian Rogoh Sukmonya.


Kera itu kembali menyerang Bayu .


Bayu melesat ke arah Kera. Gerakan Bayu lebih cepat daripada Kera,Bayu memukul perut kera itu.


Buuughhh.....


Kera itu terpental ke belakang. Bayu melesat ke arah Kera yang merintih kesakitan sambil memegang perutnya .


Bayu memukul kepala Kera.


Buuuggghhh....


Kera itu terhempas ke belakang.


Bayu mengucapkan sesuatu sambil mengarahkan telapak tangannya ke arah kera tersebut.


Muncul bola cahaya putih dari telapak tangan Bayu,lalu bola cahaya itu melesat ke arah Kera yang terbaring di lantai.


Bola cahaya itu masuk dalam tubuh kera.


Tubuh kera nampak terbakar setelah terkena bola cahaya.Lalu Kera itu itu menghilang.


"Alhamdulilah..." ucap Bayu.


Bayu kembali ke raganya. Setelah kembali ke raganya,Bayu berkililing sambil melempar garam.


Tak lama kemudian Bayu selesai. Lalu berjalan keluar. Setelah sampai di ointu Masuk,Bayu mengunci kembali agar tak ada yang masuk.


Bayu berjalan ke arah mobilnya sambil melihat ke arah warung depan.


"Jika Cafe ini buka.. Kalian menggangguku...Aku tak tinggal diam..." ucap Bayu dalam hati lalu masuk ke dalam mobil.