SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MIMPI BURUK


" Suami macam apa itu..." ucap Bayu yang jengkel akan keputusan Ahmad.


" Mungkin mereka panik Bayu...Dan juga mereka memaksa cepat - cepat memaksa untuk segera di bawa ke Cina..." ucap Daniel.


" Iya juga seh..." ucap Bayu.


" Yang namanya panik...Pasti gak bisa mikir panjang Bay..." ucap Paijo.


" Betul yang di katakan kang Paijo Bay..."


" Jika panik ya adanya itu langsung di ambil..."ucap Lukman.


" Tapi kan seenggaknya Ahmad menanyakan dulu ke Nisa tentang penyakitnya Ayub..." ucap Bayu.


" Aku setuju dengan ucapannya Bayu..."


" Jika aku jadi Ahmad...Aku akan tanya ke Annisa dulu...Gak langsung maen iya..." ucap Bimo.


" Nasi jadi bubur...Gak akan balik lagi menjadi nasi Bay..." ucap Lukman.


" Sudahlah..."


" Ini jadi pembelajaran kita..."


" Kita jangan dulu cepat - cepat ambil keputusan..." Paijo.


" Betul itu.." ucap Bimo.


" Eh...Besok kan sudah gak ada kuliah tuh.."


" Aku pinjam mobilmu ya Bay..."


" Seperti biasa.." ucap Daniel.


" Bawa aja Niel..." ucap Bayu.


" Yu.." ucap Bimo.


" Opo Bim..." ucap Bayu.


" Nganu .." ucap Bimo.


" Clara?" ucap Bayu.


" He eh..." ucap Bimo.


" Begini..."


" Ini ucapannya mbah Zhang loh.."


" Jika kalian keberatan dengan aturan keluarga Han..."


" Mbahku akan menyediakan rumah untuk kalian.."


" Tapi..."


" Jika kalian kenapa - kenapa...Kita gak mau nolongin..."


" Bahkan aku sendiri juga gak bisa nolongin kalian..." ucap Bayu.


Nampak mereka terdiam.


Tak lama kemudian.


" Jujur aja Bay..."


" Semenjak aku tinggal bersamamu.."


" Kehidupanku perlahan membaik.."


" Dulu sering bolong - bolong ,sekarang tidak.."


" Aku bisa membiayai adik - adikku sekolah.."


" Dan aturan keluargamu itu,tak membuat aku terkekang... Selama aku bisa membiayai keluargaku" ucap Paijo.


" Betul itu kang ..." ucap Bimo.


" Kamu mau ke Cina Bay?" ucap Daniel lirih.


" Iya..."


" Tapi sepertinya aku akan terlambat menyelamatkan Ayub..." ucap Bayu.


" Yok ikut aku sebentar.." ucap Daniel lalu berdiri.


" Kemana?" ucap Bayu.


" Ayo to..." ucap Daniel sambil berjalan.


Bayu mengikuti Daniel.


Setelah agak jauh dari balkon.


" Aku iso nolongi... Tapi.."


" Kalau bisa jangan pakai identitas asli.." ucap Daniel.


" Nanti aku di tangkap lagi Niel kalau pakai identitas palsu.." ucap Bayu.


" Kalau asli...Nanti semua keluargamu bisa bahaya.."


" Seperti di film - film itu loh Bay.." ucap Daniel.


" Hemm..."


" Iya juga seh..."


" Terus siapa yang buatin..?" ucap Bayu.


" Ada...Temanku...Nanti aku hubungi dia.."


" Dia seorang hacker" ucap Daniel.


" Oke... Hubungi dia Niel.." ucap Bayu.


Daniel mengambil hapenya lalu menghubungi temannnya.


Bayu menyimak ucapan Daniel yang sedang menelpon.


Daniel menutup telponnya.


" Dia bisa Bay..."


" Tapi dia minta imbalan 200 juta " ucap Daniel.


" Banyak banget Niel.." ucap Bayu.


" Ya emang segitu Bay..."


" Soalnya dia harus membobol sistem dulu.."


" Jadi.. Setelah sampai di bandara maupun sampai di bandara.."


" Identitasmu akan tertera nama orang lain.." ucap Daniel.


" Hemmm...."


" Aku bingung Niel.."


" Bentar lagi lebaran..."


" Kakek Naruto mau kesini besoknya.." ucap Bayu.


" Naah....Kebetulan.."


" Minta tolong aja sama mereka..."


" Jika kakek Zhang tak mau membantu.."


" Pasti mereka mau membantumu.." ucap Daniel.


" Pinter juga kamu Niel.."


" Gak percuma aku kuliahin kamu.." ucap Bayu.


" Diamput..." ucap Daniel.


" Thanks ya..."


" Nanti aku akan bilang ke kakek Naruto dulu..Setelah mereka mau membantu.."


" Aku hubungi temanmu.."


" Berapa nomor hapenya.."


Daniel memberikan nomor hape temannya.


" Sip..." ucap Bayu.


" Hemm...Aku ikut boleh gak?" ucap Daniel.


" Ikut kemana?" ucap Bayu.


" Bantu nyelamatkan Sulis Bay..." ucap Daniel.


" Jangan.... Di sana bahaya..."


" Belum lagi di sana memakai bahasa cina semua.." ucap Bayu.


" Yo wes kalau gitu..." ucap Daniel.


---***---


Di sisi lain. Tepatnya di negara China.


Sekelompok orang - orang sedang berkumpul.


Mereka memakai pakaian serba hitam,dan memakai tudung warna hitam.


Satu diantara kelompok itu adalah pemimpinnya.


Lalu pemimpin itu menyuruh anak buahnya.


Tak lama kemudian muncul seseorang berpakaian sama membawa seorang bayi.


Bayi itu bernama Ayub.


Mereka akan mengadakan ritual untuk mengambil kekuatan.


Orang yang membawa Ayub adalah seorang wanita dari keturunan sang pemimpin ritual.


Wanita itu beruntung karena mendapatkan kertas undian yang di letakkan oleh pemimpin mereka. Pemimpin tak ingin di dalam keluarganya terdapat konflik. Sehingga ia memutuskan memasukkan kertas lalu di gulung,kemudian di letakkan dalam toples kaca yang berisi gulungan kertas. Lalu seluruh keluarga dari pemimpin itu mengambil gulungan kertas di dalam toples. Satu orang satu gulungan.


Acara ritual pun di mulai.


Orang - orang menyalakan lilin,lalu di letakkan di tempat yang sudah di tandai. Lalu pemimpin itu membaca mantra - mantra.


Langit yang semula cerah,kini tiba - tiba menjadi gelap.


Wanita itu memgambil pisau belati yang sudah di persiapkan.Ia membuang rasa gugup dan takutnya. Sebab di dalam dirinya ingin sekali menjadi awet muda. Seperti sang pemimpin keluarganya.


Pemimpin menyuruh wanita itu melaksanakan eksekusi terhadap Ayub.


Wanita itu menurutinya,lalu ia segera membelah tubuh Ayub,dan segera memgambil jantungnya yang masih berdetak.


Nampak darah mengucur deras di dada Ayum karena terkena sayatan benda tajam.


Wanita itu memakan jantung Ayub mentah - mentah.


Ayub pun tewas setelah dadanya dibelah dan di ambil jantungnya.


Tak lama kemudian.


Wanita itu merasakan sensasi yang aneh. Ada sesuatu yang merasuki di dalam tubuhnya.


" AAAAAAAAAKKHHHHHH........." wanita itu teriak.


Mata wanita itu yang awalnya hitam putih,tiba - tiba berubah menjadi Hitam semua.Lalu berubah merah semua.Kemudian menjadi warna - warni di bola mata hitamnya.


Terdengar suara di dalam dirinya untuk membunuh.


" Bunuh.....Bunuh...Bunuh.....Bunuh..."


Wanita itu melihat orang sekeliling,lalu memgambil pisau belati yang berlumuran darah. Matanya bewarna merah semua.


Wanita itu berjalan menghampiri salah satu orang bertudung,lalu menusukkan pisau belati itu.


Sang pemimpin kaget atas ulah wanita yang merupakan cicitnya itu. Ia tak percaya setelah ritual cicitnya membunuh salah satu anggotanya,yang masih keluarganya.


Setelah menusuk,wanita itu menghampiri yang lainnya.


" HENTIKAN......" teriak pemimpin.


Teriakan itu tidak di gubris oleh wanita itu. Malah ia menyerang orang yang ada di dekatnya.


" Sial mengapa bisa begini.." ucap pemimpin dalam hati.


Lantas pemimpin itu menyuruh yang lain meringkus wanita itu.


Begitu wanita itu berhasil di tangkap,pemimpin itu maju melihat wajah wanita itu.


"Mengapa kamu membunuh pamanmu sendiri?"


" Bius dia...." ucap pemimpin.


Wanita itu pun di bius.


Setelah tak sadar,wanita itu di bawa ke ruangan khusus.


4 orang terluka akibat wanita itu mengamuk setelah memakan jantung Ayub.


Nampak sang pemimpin di cecar banyak pertanyaan. Namun ia sendiri juga bingung. Sebab baru kali ini terjadi. Sebelumnya saat dirinya berhasil mengadakan ritual. Dirinya tidak mengamuk.


Sementara itu,mereka menggantikan Ayub dengan bayi lainnya. Agar Sulis tidak curiga dengan mereka.


---***---


Jakarta.


Kamar Bayu.


Di dalam mimpi Bayu.


Bayu bertemu seorang wanita,tapi wanita itu wajahnya tak dapat di lihat oleh Bayu. Bayu hanya bisa melihat bayi yang di gendong.


Bayu menyapa bayi tersebut.


" Siapa namamu ganteng..."


Wanita itu memgeluarkan pisau. Lalu menusukkan ke bayi yang ia gendong.


" Eh.....!!!? Bayu terkejut melihat aksi wanita itu.


Lalu Bayu terbangun dari alam mimpinya dan ia bangkit seketika.


" Astagfirullah....Allah huakbar "


Bayu menoleh ke arah Putri yang tidur di sampingnya itu.


" Ternyata itu mimpi.." ucap Bayu.


" Ya Allah....Apa arti mimpiku itu tadi.."


" Apakah istriku akan membunuh bayinya sendiri?" ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat jam tangannya.


Nampak jarum pendek di antara angka 2 dan 3,lalu jarum panjang ke arah angka 7.


Bayu kemudian turun dari tempat tidur lalu mengambil air minum yang di letakkan oleh Putri sebelum tidur.


" Bismillah..." ucap Bayu sebelum minum.


Glek....Glek...Glek...Glek...


"Aaahhhh...."


Bayu berjalan ke arah kamar mandi untung buang air kecil dan wudhu.


Setelah selesai wudhu,Bayu memakai sarung dan baju muslimnya,tak lupa songkok,lalu berjalan ke ruang shalat.


Sesampai di ruang shalat,Bayu mengambil sajadah,lalu meletakkan di lantai.


Bayu membaca niat shalat dalam hati lalu mengangkat kedua tangannya.


" Allaaah huakbar..."


Tiba - tiba bayangan mimpi itu muncul kembali di saat Bayu mengangkat kedua tangannya.


" Allah huakbar..."


" Kenapa mimpi itu muncul lagi.." ucap Bayu.


Bayu berusaha menghilangkan pikiran tersebut,agar ia khusuk shalatnya.


Bayu mengulangi kembali shalatnya hingga 3 kali.


Namun,bayangan itu masih tergiang - ngiang kembali.


" Apa yang sebenarnya terjadi ya Allah..."


" Hal apa yang engkau tunjukkan pada hambamu yang hina ini..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memutuskan untuk membaca Al Qur'an saja,agar pikirannya jernih.


10 menit ia membaca Al Qur'an. Bayu berdiri,lalu melaksanakan shalat sunnah. Bayangan itu tak muncul,sehingga Bayu khusuk melaksanakan shalat tahajudnya.


Selesai shalat Tahajud,Bayu mengadahkan tangan untuk berdo'a seperti biasa,yaitu memohon ampunan. Lalu meminta arti mimpinya yang barusan saja ia alami.


" Ya Allah... Apa arti mimpi itu..?"


" Apakah istriku akan membunuh anaknya sendiri.."


" Ataukah Ayub mengalami sesuatu yang buruk..."


" Hamba mohon petunjukmu ya Allah.."


" Ya Allah..."


" Lindungilah keluarga hamba dari mara bahaya..."


" Serta mudahkanlah hamba yang ingin menyelamatkan putra hamba.."


" Rabbana atina fiddunya hasanah,wafil akhirati hasanah,waqina adzabannar..."


" Amiin...." ucap Bayu lalu memgusap wajahnya.


Selesai berdo'a,Bayu berjalan menuju kamar istrinya untuk membangunkan.


Skip


Selesai shalat subuh,Bayu mengumpulkan ke tiga istrinya di kamar Putri. Mereka duduk di kasur.


" Tadi aku mengalami mimpi buruk.." ucap Bayu.


" Mimpi apa sayang?" ucap Diana.


" Dalam mimpiku itu.."


" Aku bertemu seorang wanita.."


" Wajahnya tak begitu jelas.."


" Lalu wanita itu menggendong seorang bayi.."


" Aku menyapa bayi itu..."


" Namun..."


" Wanita itu mengeluarkan pisaunya,lalu menusukkan pisau itu tepat di dada bayi itu.."


" Kemudian aku terbangun..."


" Jujur aku kaget saat itu..."


" Lalu aku bangun dan shalat sunnah.."


" Saat takbiratul ikhram.. Bayangan mimpi itu muncul kembali... Hingga 3 kali.."


" Aku memutuskan membaca Al Qur'an lebih dulu agar bayangan mimpi tak muncul kembali.."


" Alhmadulillah,setelah baca Al Qur'an...Bayangan mimpi itu tak muncul.."


" Yang jadi pertanyaanku adalah..."


" Apakah kalian akan membunuh anak kalian sendiri..?" ucap Bayu.


" Tidak...." ucap ketiga istri Bayu.


" Adek tidak akan berbuat sekeji itu mas.." ucap Putri.


" Aku pun begitu...Aku tidak akan melakukannya.. Karena dia adalah buah hati kita...Aku akan merawatnya hingga ia besar nanti..Sampai aku mati.." ucap Diana.


Bayu menoleh ke Ayu.


" Aku tidak akan melakukannya shujin..." ucap Ayu.


" Iya...Aku percaya terhadap kalian..."


" Kemungkinan...Aku akan menyusul Sulis ke Cina dalam waktu dekat ini..."


" Jika terjadi apa - apa..."


" Aku mohon kepada kalian..."


" Jaga anak kita..."


" Bila kalian butuh pendamping hidup sebagai penggantiku..."


" Aku ik...."ucap Bayu tak bisa melanjutkan ucapannya,karena sebuah jari telunjuk menutup mulutnya.


" Mas...."


Putri melepaskan jari telunjuknya di mulut Bayu.


" Adek serta Ayu dan Diana sepakat..."


" Bila mas pergi ke cina untuk menyelamatkan Sulis,dan mas kenapa - kenapa.."


" Kami tidak akan mencari pengganti mas..." ucap Putri.


" Iya shujin...Aku akan membesarkan anak kita hingga besar nanti..."


" Dan aku menutup hatiku pada pria lain.." ucap Ayu.


" Terima kasih ya sayang - sayangku.."


" Yomesan...Aku minta padamu satu hal saja.."


" Jika aku sudah pergi ke cina.."


" Tolong lanjutkan menulis terjemahannya.."


" Aku akan minta tolong pada pak KH. Syukron untuk membuat ayat - ayat Al Qur'an,lalu yomesan yang menulis terjemahannya..."


" Apakah yomesan bisa melakukan itu..?" ucap Bayu.


" Bisa shujin..." ucap Ayu.


" Alhamdulillah..."


" Jika sudah selesai di tulis..Segera di cetak Al Qur'an itu..Lalu berikan kepada keluarga kita dan juga berikan kepada yang lainnya.."


" Untuk semuanya..."


" Jika aku meninggal,tolong masukkan mereka ke pondok pesantren,agar mereka menjadi anak yang berbakti pada kalian dan semuanya..." ucap Bayu.


" Mas..."


Bayu menoleh ke Putri.


" Sebenarnya..."


" Adek gak ingin mas pergi ke cina.."


" Adek ingin pindah dari sini..."


" Kita tinggal di desa saja mas..." ucap Putri.


" Mas juga ingin sekali tinggal di desa dek.."


" Tak hanya mas...Ibu juga ingin tinggal di desa..." ucap Bayu.


" Ya sudah...Kita tinggal di desa saja mas..." ucap Putri.


" Setelah urusan ini selesai... Kita pindah rumah... Bagaimana dek..?" ucap Bayu.


" Adek inginnya segera mas..."


" Gakpapa rumah kita kecil... "


"Asalkan kita bersama..."


" Jika tinggal di sini..."


" Adek merasakan banyak sekali bahaya mengincar keluarga kita mas..."


" Pertama keluarga adek..."


" Lalu keluarga Sulis..."


" Nanti malah keluarga kita mas..." ucap Putri.


" Iya...Mas tahu itu..."


" Mas janji....Setelah urusan ini selesai...Kita pindah..."


" Kalau bisa,kita pelosok desa..."


" Bagaimana?" ucap Bayu.


" Iya mas...Adek mau.." ucap Putri.