Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 99



Terlebih lagi saat mengingat bagaimana Edgar dengan sangat yakin mengatakan, Kenan akan melepaskannya jika berselingkuh dengan pria itu. Rupanya karena Edgar pernah melakukannya dengan Silviana, dan hasilnya mantan kekasih Kenan itu dibuang oleh pria yang saat ini menjadi suaminya.


"Tapi kenapa Kenan dan Edgar masih berhubungan baik?" karena setidaknya itu yang ia lihat saat mereka bertiga bertemu di perusahaan Meyer kemarin. Meskipun Cleo merasa Kenan sedikit ketus pada Edgar.


"Karena Edgar satu-satunya saudara yang membantu kami dulu," jawab Kaylin masih dengan ekspresi datarnya. "Kau tahu kenapa aku menceritakan semua ini padamu?" tanya Kaylin saat melihat Cleo terdiam.


Cleo mengangkat kedua bahunya, karena memang tidak tahu tujuan Kaylin menceritakan semua itu.


"Karena aku tidak ingin, kau salah paham dengan sikap Kak Kenan. Kakak ku itu memang dingin dan tak tersentuh, tapi percayalah Kak Kenan orang yang baik. Aku juga ingin kau tidak lagi membahas perceraian, perpisahan, atau sejenisnya. Lupakan itu dan tetaplah berada di sisi Kak Kenan"


Cleo tersenyum sinis. "Kenapa kau berubah pikiran? Bukankah kau sangat membenciku dan ingin melihat kami berpisah?" Cleo tak percaya dengan apa yang didengarnya. Kaylin meminta agar dirinya tidak berpisah dengan Kenan, padahal Cleo tahu betul adik iparnya itu sangat tidak menyukainya.


"Karena kau adalah sumber kebahagiaan Kak Kenan," ucap Kaylin dengan tegas.


Cleo membelalakkan kedua matanya, lalu tertawa sambil menggelengkan kepala. "Kau sakit ya? Dari tadi bicara melantur?" ia merasa lucu dengan apa yang dikatakan Kaylin. Bagaimana mungkin dirinya adalah kebahagiaan Kenan, sedangkan pria itu saja tidak mencintainya.


"Aku serius Cleopatra Mateo! Kau kebahagiaan kakakku, karena Kak Kenan sangat mencintaimu."


Deg.


Tawa di bibir Cleo langsung menghilang. Matanya menatap intens pada Kaylin, guna mencari kebohongan di wajah wanita itu. Namun sialnya tidak dapat ia temukan.


"Ya, cinta!" ucap Kaylin dengan tersenyum. "Walaupun Kak Kenan tidak pernah mengatakan perasaannya itu, tapi aku bisa menjamin kakakku sangat mencintaimu! Jadi berhenti melarikan diri dari Kenan! Dan belajarlah untuk mencintainya!" Kaylin beranjak dari tempat tersebut.


"Tunggu Kay!" Cleo menahan langkah adik iparnya. "Dari mana kau tahu Kenan mencintaiku?"


Kaylin hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Cleopatra, dia melangkah kembali ke dalam mansion.


"Tunggu Kay! Kau tidak boleh pergi sebelum mengatakannya!"


Kaylin berdecak dengan kesal. "Cleo apa kau tidak merasakannya sama sekali? Cinta itu begitu besar, sampai kakak rela memintaku agar menerima dan tidak lagi membencimu."


"Ta-tapi...."


"Yakinlah dengan apa yang ku katakan!" Kaylin menepuk bahu Cleo, lalu menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya. "Aku harus pergi, karena sebentar lagi Bram akan datang menjemput," Ia memang memiliki janji untuk bertemu dengan teman-temannya, dan Bram yang ditugaskan oleh Kenan untuk menjaga dirinya.


Dan seharusnya Bram sudah datang satu jam yang lalu, tapi pria itu memberi kabar sedang menyelesaikan tugas yang diberikan Kak Kenan lebih dulu, setelah itu baru ke mansion Meyer. Kaylin pun tidak mempermasalahkannya, karena ia juga harus berbincang dengan Cleo.


"Dan satu lagi, jauhi Edgar!" Ucapnya dengan tajam. Beranjak dari tempat tersebut meninggalkan Cleopatra sendirian.


Cleo hanya terpaku menatap punggung Kaylin yang semakin menjauh, dengan sejuta tanya di dalam benaknya. Tentang Kenan yang mencintainya, dan juga tatapan penuh misteri Kaylin saat memberi peringatan untuk menjauhi Edgar.