Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 63


"Oh ya kenalkan ini Thalia, dia anak bawaan suamiku." Sofia memperkenalkan anak tiri nya.


"Thalia..." ia tersenyum sambil mengulurkan tangannya, pada pria yang merupakan putra kandung Mom Sofia.


Kenan hanya diam tidak menyambut uluran tangan tersebut. Cleo yang melihatnya, langsung mengambil alih uluran tangan wanita yang bernama Thalia itu karena merasa tidak enak hati.


"Kenalkan aku Cleopatra Mateo."


"Meyer, Cleopatra Meyer!" koreksi Kenan dengan tegas.


"Ck, kau itu kenapa sih? Aku kan—" Cleo tidak melanjutkan perkataannya saat mendapatkan tatapan tajam dari Kenan.


"Aku Thalia, senang berkenalan denganmu." Dia mengurai jabatan tangannya, setelah mendapatkan senyuman dari wanita cantik tersebut. Wanita yang Thalia ketahui sebagai model terkenal papan atas, sekaligus istri dari pria dingin yang terdiri dihadapannya.


Sofia yang melihat interaksi itu sedikit kecewa saat Kenan enggan berkenalan dengan Thalia, tapi kekecewaannya itu sedikit terobati saat istri dari putranya itu menyambut hangat anak tirinya.


"Aku tinggal ke dalam, jika kalian sudah selesai bertamu silahkan keluar!" Kenan masih belum bisa terima Mom Sofia kembali menginjakkan kakinya di mansion ini. Karena dulu Mom Sofia meninggalkan mereka tanpa rasa kasihan sedikitpun, saat mansion milik Daddy nya ini di sita oleh Bank.


"Tunggu Ken! Tolong beri Mommy kesempatan untuk berbicara." Sofia memberanikan diri menahan lengan putranya yang hendak pergi dari tempat tersebut. "Mommy mohon," pintanya lagi.


"Ck, aku tidak mau," sahut Kaylin dengan ketus.


"Kay....!" Kenan berkata dengan penuh penekanan.


"Iya.. iya..." mau tidak mau Kaylin menuruti permintaan kakaknya itu meskipun dengan terpaksa.


Setelah mendapatkan jawaban dari adiknya, Kenan pun melangkahkan kembali kakinya menuju ruang kerja. Sedangkan Sofia dengan segera mengikuti putranya, setelah meminta Thalia untuk menunggu di ruang tengah bersama Kaylin dan menantunya.


Cleopatra sendiri hanya diam dengan raut wajah tak peduli, saat melihat kepergian Kenan dan Ibu mertuanya. Karena dia tidak tertarik sama sekali dengan semua permasalahan, atau apapun itu yang berhubungan dengan keluarga Meyer. Justru yang ada dipikirannya saat ini hanya satu, Cleo takut ibu mertuanya itu akan tinggal di mansion Meyer seperti yang dikatakan oleh adik iparnya tadi.


"Menghadapi Kaylin saja sudah membuatku kesal, apalagi jika ditambah dengan ibu mertua." gumam Cleo dalam hati. Walaupun ibu mertuanya itu belum tentu jahat, tapi tetap saja dia tidak nyaman jika harus tinggal satu atap.


"Aku dengar kakak membawamu ke pulau pribadi keluarga kami?" tanya Kaylin, memecah keheningan di ruangan tersebut dimana ada dirinya, Cleopatra, dan Thalia yang duduk di sofa.


"Ya," jawab Cleo dengan singkat padat dan jelas.


Kaylin menaikkan kedua alisnya dengan sedikit terkejut, karena apa yang dikatakan Bram tempo hari tenyata benar. Kalau kakaknya itu membawa Cleopatra pergi ke pulau pribadi mereka. "Ternyata kak Kenan benar-benar serius dengannya," Kaylin tidak menyangka secepat itu kakaknya menerima seorang Cleopatra, bahkan sampai membawa wanita itu ketempat pribadi milik keluarga mereka. Padahal seorang Silviana saja yang nota bene kekasih yang paling dicintai kakaknya itu tidak pernah dibawa ke pulau pribadi mereka.