
🍃 Ingat bacanya setelah buka puasa! Karena ini sebenarnya di update malam, tapi lama lulus rivewnya. Jadi tunggu setelah bukan puasa okeh 😘
"Wow.. kau begitu hot!" Cleo menatap tubuh kekar dan berotot milik Kenan, dengan mulut yang terbuka lebar. Dengan memberanikan diri, Cleo mengusap perut six pack pria itu. Mengusapnya dengan sentuhan yang menggoda, yang biasa dilakukannya pada para mantan kekasihnya.
Dan sentuhan itu berhasil membuat Kenan menge-rang menahan gairah, terlebih saat dirinya membuka ikat pinggang pria itu, dan membantunya melepaskan penghalang yang tersisa. Hingga Kenan kini tak mengenakan apapun, dan dengan mudah Cleo melancarkan aksinya.
Sementara itu Kenan tidak tinggal diam, pria itu mencum-bu wanitanya dan meninggalkan jejak kemerahan di sepanjang leher jenjang Cleopatra.
"Cukup!" Kenan berkata dengan suara seraknya, menahan tangan Cleo yang sejak tadi mempermainkan miliknya. Matanya kini menatap lekat pada wanita itu, untuk menyakinkan diri dengan apa yang akan dilakukannya. "Aku tidak bisa mundur, jika Cleo masih pera-wan berarti keberuntunganku. Tapi jika tidak, anggap saja kesialan yang harus aku tanggung seumur hidup," gumamnya dalam hati.
"Kenapa?" Cleo kembali mengusap nya, lalu menunduk untuk memberikan ****-*** pada milik Kenan yang sejak tadi membuatnya takjub. Namun belum sempat Cleo melakukannya, pria itu sudah mendorong tubuhnya terlebih dahulu hingga terbaring kembali di atas tempat tidur. "Rupanya kau sudah tidak sabar?" Cleo mengigit bibir bawahnya, saat Kenan menarik sisa yang melekat ditubuhnya.
Kenan sendiri tidak mempedulikan ucapan Cleo, karena saat ini matanya menggelap tertutup kabut gairah ketika melihat kembali tubuh telan-jang seorang Cleopatra Mateo.
"Ken..." Cleo memejamkan kedua matanya, dengan tangan yang mencengkram rambut pria itu yang tengah asik dibawah sana. "Kenan.. aku mohon," Cleo merasakan tubuhnya menegang saat sebuah desakan yang hebat keluar dari dalam tubuhnya.
"Ken!" jerit Cleo. Tangannya mendorong dengan keras dada bidang Kenan, agar pria itu menghentikan tindakannya. Namun bukannya berhenti, Kenan justru semakin mema-sukinya. Hingga Cleo kembali menjerit sampai menanc-apkan kuku tajamnya pada punggung Kenan.
"****!" umpat Kenan dalam hati, saat merasakan sakit dipunggung dan juga dibawah sana. "You're still a virgin," ucap Kenan sambil menatap kedua mata Cleo yang kini basah oleh air mata.
Cleo menganggukkan kepala. "Jangan berhenti!" pintanya dengan lirih, karena tidak ingin kejadian kemarin malam terulang kembali. Meski saat ini dia merasakan sakit dibawah sana, tapi Cleo tidak mau jika sampai berhenti tanpa tahu bagaimana rasa nikmat yang pernah orang-orang katakan.
"As you wish," Kenan mulai berge-rak dengan tempo yang pelan, agar Cleo tidak merasakan sakit mengingat ini yang pertama kali bagi wanita itu. Ada rasa bangga di hati Kenan menjadi yang pertama bagi seorang Cleopatra Mateo, sekaligus merasa bersalah karena sudah menuduh wanita itu sebagai wanita murahan.
"Kenan..." Cleo bergerak gelisah saat pria itu menambah tem-po kecepatannya. Membuat Cleo tidak berdaya bahkan semakin mengeratkan tangannya pada punggung Kenan.
"Oh God," Kenan tidak bisa berkata-kata. Ketika merasakan nikmat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, bahkan dengan wanita masa lalunya sekalipun. "Mulai saat ini kau milikku!" ucap Kenan dengan senyum dibibirnya.
"What?" Cleo tidak mendengar jelas perkataan Kenan. "Kau mengatakan apa? Ah..." napasnya naik turun saat pelepasan yang kedua kalinya dia dapatkan. Namun pria di at-asnya masih belum berhenti, dan semakin membuatnya tak berdaya.