
"Mom aku lupa ingin menanyakan ini sejak kemarin," Cleo membalik badannya menatap pada Mom Sofia. "Kapan Mom akan keluar dari mansion ini? Bukankah kemarin mengatakan hanya menumpang sebentar? Lalu kenapa sampai detik ini kalian masih ada di mansion Meyer?" sindir Cleo untuk yang kedua kalinya.
"Hei..! Kau mengusirku?" tanya Sofia dengan tidak suka. Menantunya ini memang sangat kurang ajar, sampai berani bertanya kapan dirinya akan keluar dari mansion milik putranya. Tidak salah keputusan Sofia untuk mendukung Thalia, dari pada mengambil hati menantunya itu. Karena memang sejak awal Cleo terlalu susah untuk di dekati, dan terkesan tidak suka padanya bahkan selalu menyindir sama seperti saat ini.
"Aku tidak mengusir, hanya bertanya saja. Kenapa Mom Sofia marah?" Cleo tersenyum lalu kembali berjalan menuju kamarnya.
"Awas kau!" Sofia mengepalkan kedua tangannya dengan erat, menatap kepergian Cleo dengan penuh amarah. "Sepertinya aku harus segera menyingkirkannya! Tapi sekarang yang harus kulakukan adalah menunggu Kenan, untuk menghasut putraku agar semakin marah dan menyalahkan Cleo atas apa yang menimpa pada Kaylin," gumamnya dalam hati.
Lama Sofia menunggu kedatangan Kenan dan Kaylin, bahkan hampir setengah jam lamanya dia menunggu. Namun tidak membuatnya lelah, dan tetap bersemangat untuk mencapai niatnya yang ingin membuat Kenan dan Cleo bertengkar hebat dan bila perlu sampai berpisah.
"Kaylin akhirnya kau pulang Nak," Sofia segera menghampiri putrinya yang berjalan bersama Kenan dan Thalia. "Mom begitu khawatir saat diberitahu Thalia kalau kauโ" belum sempat meneruskan perkataannya, Sofia terkejut saat melihat Kenan yang berjalan begitu saja melewatinya. "Tunggu Kenan! Kau mau kemana? Kau harus menjelaskan dulu pada Mommy kenapa Kaylin bisa terluka seperti ini!" Sofia memeriksa luka di tubuh putrinya.
"Kaylin yang akan menjelaskan," Kenan kembali berjalan.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar ingin menemui istri mu? Istri yang tidak punya rasa empati sedikitpun pada Adikmu."
Kenan menghentikan langkahnya, membalik badan menatap pada Mom Sofia.
"Tadi saat istrimu pulang, Mom bertanya apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Kaylin bisa terluka? Tapi Cleo tidak mempedulikan Mommy, dia justru mengangkat ponselnya yang berbunyi lalu berbicara dengan seseorang yang bernama Ori.. Ori..."
"Orion?" sahut Kaylin dengan wajah tak percaya.
"Ya Orion, memangnya siapa dia?" tanya Sofia berpura-pura tidak tahu.
Kenan dan Kaylin tidak menjawab, Kenan bahkan langsung beranjak dari tempat tersebut dengan tangan yang terkepal erat.
"Kay, sudah biarkan saja!"
"Tapi Mom..."
"Sudah kau tidak perlu memikirkan kakakmu, yang harus kau pikirkan sekarang adalah kesehatanmu." Sofia membawa putrinya menuju kamar, karena tidak mau rencananya gagal.
"Tapi Mom, Kak Kenanโ"
"Ayo Kay," Thalia ikut membawa Kaylin.
Dan mau tidak mau Kaylin pun berjalan menuju kamarnya dengan dibantu oleh Mom Sofia, dan Thalia.
"Mom apa benar yang menghubungi ponsel Cleo itu Orion?"
"Kalau tidak salah dengar Cleo memanggilnya Orion, memangnya kenapa sayang?" Sofia membuka pintu kamar putrinya.
"Tidak apa-apa," Kaylin masih tidak percaya. Karena seingatnya saat di Cafe tadi, Cleo menolak Orion bahkan terlihat tidak suka pada mantan kekasihnya itu. Tapi kenapa Cleo masih mengangkat panggilan telepon dari Orion? Sungguh Kaylin tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
๐ Sebelum lanjut ke part berikutnya, Mommy mau promosi Novel terbaru Mom dengan judul Bad Wedding. Covernya seperti yang ada di bawah ini ๐
Yuk mampir ke cerita Alena, Abian, dan Alana. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Komentar, Favorit, dan poin serta Vote nya ๐ฅฐ Ingat Mommy tunggu loh ๐คญ๐