
Setelah sampai di hotel yang sudah dipesannya sebelum sampai di Lounge and Bar tempat Cleo berada. Kenan segera membawa wanitanya yang sedang tertidur itu menuju kamar mereka. Namun sebelum masuk ke dalam, dia menugaskan Bram untuk mencari seseorang yang sudah membuat wanitanya salah paham.
"Baik Tuan, aku akan mencari keberadaan Tuan Edgar." ucap Bram setelah mendengar perintah tuan Kenan.
"Dan satu lagi! Kemasi semua pakaian dan barang Cleopatra yang ada di vila keluarga Arbeto, dan bawa kemari!"
"Baik Tuan," Bram pun bergegas pergi dari tempat tersebut.
Setelah melihat Bram pergi, dia masuk ke dalam dengan Cleopatra yang berada di gendongannya, membaringkan wanita itu dengan perlahan diatas tempat tidur dan tanpa banyak berkata merobek tank top dan rok mini yang dikenakan Cleopatra.
"Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak suka melihatmu memakai pakaian mini seperti ini!" Kenan melempar semua pakaian itu dengan asal.
Setelah selesai menyingkirkan semua yang tidak disukainya itu, Kenan menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya yang hanya mengenakan dalaman. Jujur saja masih ada keinginan dari dalam dirinya menyentuh Cleopatra, apalagi saat melihat tubuh wanitanya yang hanya mengenakan dalaman. Namun saat melihat bagaimana lelapnya Cleopatra tertidur membuat Kenan harus menahan keinginannya.
"Mulai hari ini kau tidak akan bisa lagi pergi dariku!" ucap Kenan sembari menyentuh wajah Cleopatra. Memutuskan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum ikut bergabung untuk beristirahat di dalam satu selimut yang sama.
Ya, Kenan memutuskan untuk langsung beristirahat karena merasa lelah seharian harus melakukan banyak kegiatan. Dimulai setelah rapat selesai, lalu pergi ke Perusahaan Mateo untuk memberitahu kedatangannya ke Bali menjemput Cleopatra, dan terakhir langsung pergi ke Lounge and Bar tempat wanitanya berada.
Dan satu lagi, jangan kalian pikir dirinya mudah mendapatkan persetujuan Agam Mateo agar kakak iparnya itu tidak menghalanginya untuk menjemput Cleopatra. Karena yang terjadi saat pertemuan itu, mereka sampai berdebat panjang lebar bahkan harus melibatkan David Mateo sang mertua. Hingga akhirnya dia diperbolehkan untuk kembali memperbaiki rumah tangganya setelah menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi.
*
*
Cleo yang terbangun dari tidurnya, begitu terkejut saat kedua matanya yang terbuka melihat wajah tampan Kenan Meyer. Lebih terkejut lagi saat menyadari posisinya yang sedang memeluk pria itu dengan kulit tubuh mereka yang bersentuhan. Karena saat ini dirinya hanya mengenakan dalaman, dan Kenan yang bertelanjang dada.
"Aku pasti sedang bermimpi?" Cleo menepuk kedua pipinya, namun saat tepukan kedua tangannya ditahan oleh Kenan. Dan dengan cepat menariknya, hingga wajah mereka kini saling menatap dengan jarak yang begitu dekat.
"Kau tidak sedang bermimpi," Kenan mengecup bibir Cleopatra dengan cepat.
"Ah...." Cleo mendorong tubuh Kenan dengan kuat, menatap tajam pada pria yang sudah membuatnya kesal, marah, kecewa, dan sakit hati. "Kenapa bisa kau ada di Vila Arbeto? Dan bagaimana bisa kau masuk ke dalam kamar ku?" tanya Cleo dengan emosi. "Dan apa yang sudah kau lakukan hah! Kenapa aku hanya mengenakan dalaman?"
Kenan duduk bersandar di headboard, sambil mengusap kasar wajahnya saat mendengar begitu banyak pertanyaan dari bibir Cleopatra.
"Jawab aku Kenan Meyer! Jangan diam saja!" Cleo memukul kasar dada bidang suaminya.
"Cukup Cleo! Berhentilah bersikap seperti gadis yang baru saja kehilangan keperawanannya!"
"What?" Cleo yang kesal kembali memukul Kenan dengan sekuat tenaga. Bagaimana tidak kesal saat bertanya sesuatu yang serius pria itu justru melontarkan sebuah candaan yang menurutnya tidak lucu. "Aku membencimu Kenan, kau itu menyebalkan, kau itu brengsek, kau itu —"
"Tapi aku mencintaimu," ucap Kenan sambil menahan tangan wanitanya. "Aku mencintaimu Cleopatra Meyer," ucapannya lagi, yang berhasil membuat wanita itu terdiam.