Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 25


"Lepaskan! Kau tidak berhak melarangku bertemu dengan Kenan."


"Aku berhak, karena aku adiknya." Ucap Kaylin dengan tersenyum sinis.


"Tapi aku istrinya," Sahut Cleo tak kalah sinisnya.


"Ck, pokoknya tidak boleh pergi!" Kaylin semakin mencengkram tangan Cleo dengan kasar.


Cleo yang sudah cukup bersabar dengan tingkah adik iparnya yang aneh itu, dengan cepat mendorong bahu Kaylin hingga wanita itu terjatuh. Namun sayangnya dia pun ikut terjatuh karena tangannya yang masih di cengkeram oleh Kaylin. Hingga akhirnya mereka berdua terjatuh ke atas lantai dengan posisi Cleo yang menimpa tubuh adik iparnya.


"Ish, ternyata kau itu berat juga." Ejek Kaylin.


"Apa kau bilang? Aku berat?" Cleo yang sudah berdiri tidak terima di katakan berat, karena itu sama saja mengatakan tubuhnya gemuk.


"Ya, kau berat. Dan aku bingung kenapa bisa kau menjadi model dan banyak pria yang memujamu." Ketus Kaylin.


Cleo terdiam dengan kening yang berkerut, dia bingung kenapa bisa adik iparnya itu tahu profesinya. Ya, memang dia cukup terkenal dan mungkin saja Kenan yang sudah menceritakan siapa dirinya pada Kaylin.


"Dengar baik-baik adik ipar ku yang cantik! Walaupun aku berat, tapi setidaknya perutku tidak berlemak seperti perutmu yang berlipat itu."


"Apa?" Kaylin yang terkejut langsung menatap perutnya sambil berlari menuju kaca besar yang berada di ruang tengah.


Melihat Kaylin pergi, Cleo tidak membuang kesempatan itu untuk keluar dari mansion. Tujuannya kali ini adalah perusahaan Kenan Meyer, untuk meminta penjelasan pada pria itu tentang semuanya yang terasa mulai mengganjal dihatinya.


*


*


Sementara itu di sebuah ruang kerja yang sangat luas berdesain minimalis modern, tampak seorang pria tampan tengah membaca sebuah berkas yang baru saja ia terima dari asisten pribadinya.


Kenan yang sedang membaca berkas tentang Cleo, langsung menatap pada Bram.


"Seperti yang kita ketahui, selain dengan Nona Kaylin pria itu juga menjalin hubungan dengan Nona Nathania, dan Nona Elisa rekan seprofesi Nona Cleo di dunia modeling. Sayangnya Nona Kaylin yang sudah diberitahu oleh Anda tentang kelakukan brengsek Tuan Orion, memilih lebih percaya pada perkataan kekasihnya itu dari pada bukti yang Anda berikan. Karena adik Anda terlalu—" Bram tidak berani meneruskan perkataannya.


"Bodoh?"


Bram tidak berani menjawab dan hanya bisa tersenyum kaku.


"Ck, teruskan!" ucap Kenan dengan tegas.


"Dan saat Tuan Orion menjalin hubungan dengan Nona Cleo, pria itu langsung memutuskan hubungan dengan para kekasihnya termasuk Nona Kaylin. Sama seperti Tuan Peter Wan yang langsung memutuskan hubungan dengan kekasihnya dan juga sekretarisnya," jelas Bram panjang lebar setelah mendapatkan informasi tersebut.


"Cukup menarik," Gumam Kenan dengan menarik satu sudut bibirnya.


"Ya, Nona Cleo memang menarik," sahut Bram.


"Apa kau bilang?" Kenan menggebrak meja kerjanya dengan keras.


"Ti-tidak Tuan, maksudku informasi tentang Nona Cleo cukup menarik." Ucap Bram dengan menelan salivanya susah payah. "Oh ya Tuan, seharusnya Anda berterima kasih pada Nona Cleo."


"Maksudmu?" Kenan menautkan kedua alisnya.


"Kalau bukan karena Nona Cleo, mungkin saat ini Tuan Orion masih menjalin hubungan dengan Nona Kaylin dan terus menipunya," jelas Bram.


Kenan hanya terdiam lalu menyuruh asisten pribadinya itu untuk keluar, dan kini hanya ada dirinya di ruangan tersebut. Membaca kembali info terbaru yang berhasil didapatkan oleh Bram.