Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 67


Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Jakarta, tampak dua orang wanita berjalan bersisian. Keduanya sama-sama cantik, dan keduanya pun sama-sama terlihat kesal pada satu dan lainnya.


"Apa kau lihat-lihat?" Cleo berkata dengan Ketus.


"Cih, kau yang melihatku duluan." Kaylin menyahut tak kalah ketusnya, lalu keduanya serentak memalingkan wajah.


"Ya Tuhan aku benar-benar akan membunuhmu Kenan Meyer," teriak Cleo dengan kesal.


"Hei, sebelum kau membunuhnya langkahi dulu mayat ku!" Kaylin mendorong Cleopatra.


"Oh, dengan senang hati akan kulakukan," Cleo balik mendorong Kaylin.


Hingga terjadilah aksi saling dorong-mendorong antar kedua wanita itu dengan sengit, membuat para pengunjung yang berada di pusat perbelanjaan tersebut serentak menatap kearah mereka.


"Nona hentikan!" untuk kesekian kalinya para pengawal pribadi yang berjumlah banyak itu, melerai perkelahian kedua nona mereka. Karena sejak keduanya menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan tersebut, sudah terhitung tiga kali mereka melakukan aksi saling dorong mendorong.


"Lepaskan aku!" Cleo menyingkirkan tangan para pengawal yang menahan pergerakannya, lalu berteriak dengan frustasi. Bagaimana tidak frustasi saat kebebasan yang ia bayangkan dengan indah, jalan-jalan dan berbelanja sepuas hati lalu menemui teman-temannya. Kini hancur berantakan saat melihat kehadiran Kaylin adik iparnya, dan juga para pengawal pribadi yang jumlahnya lebih dari lima orang.


Pantas saja tadi pagi Cleo merasa curiga, karena dengan mudahnya Kenan mengabulkan permintaannya. Dan terbukti sudah saat ini, dia diperbolehkan keluar dengan pengawalan yang ketat berikut ditemani oleh adik iparnya yang menyebalkan.


"Hei, kau itu berlebihan sekali dengan berteriak seperti itu? Kau pikir di sini yang tertekan hanya kau saja? Lagi pula mana sudi aku menemanimu berbelanja, kalau bukan karena perintah Kak Kenan." Ya, Kaylin pun awalnya tidak tahu jika di suruh datang ke pusat perbelanjaan tersebut adalah untuk menjaga Cleopatra. Karena kakaknya baru mengatakan itu setelah dirinya sampai di tempat tersebut.


"Sialan kau!" Kaylin tidak terima disebut menyebalkan.


Keduanya yang hendak adu fisik kembali, mendadak terhenti saat para pengawal yang ada disekitar mereka sudah bersiap dengan siaga.


"Ah sudahlah, lebih baik aku berbelanja saja dari pada meladenimu." Cleo memutuskan untuk belanja gila-gilaan, dengan menggunakan black card yang Kenan berikan tempo hari ketika mereka berada di pulau pribadi.


"Sama aku juga!"


Kaylin hendak menuju outlet pakaian brand ternama langganannya, dan Cleo hendak pergi menuju outlet langganannya juga. Membuat pengawal pribadi mereka langsung menghalangi langkah keduanya.


"Apa lagi ini?" tanya Cleo tak terima, karena dia paling tidak suka jika langkah kakinya dihalangi oleh orang lain.


"Maaf Nona, sesuai yang diperintahkan Tuan Kenan. Anda berdua harus selalu bersama!" ucap salah satu pengawal tersebut.


"Oh my God," Cleo mau tidak mau menarik tangan Kaylin untuk mengikutinya. Karena dia ingin membeli tas edisi keluaran terbaru yang menjadi incarannya.


"Cleo lepaskan! Aku ingin membeli pakaian di butik langganan ku," Kaylin berusaha melepaskan diri dari kakak iparnya.


"Kau harus ikut dulu denganku, baru setelah itu kita ke butik yang kau inginkan." Cleo terus menarik Kaylin tanpa peduli adik iparnya mengumpat dengan kasar, dan setelah sampai di tempat yang dituju Cleo melepaskan Kaylin begitu saja untuk mengambil tas incarannya.