Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 55


Setelah puas membeli pakaian dan juga tas bermerek keluaran terbaru, Cleo berhenti di sebuah butik yang menjual pakaian dalam wanita. Dan dengan penuh semangat dia memasuki butik tersebut, tanpa mempedulikan ekspresi wajah Alex dan para pengawal yang mengikutinya.


"Pegang ini!" Cleo menyerahkan satu set dalaman berwarna hitam pada Alex


"No-Nona ini..."


"Sudah kau diam saja! Aku tidak punya banyak waktu." Cleo sibuk mencari dalaman yang lainnya.


Membuat Alex terdiam dengan menahan rasa kekesalan, saat melihat dalaman wanita yang bertengger di bahu nya. Apalagi saat melihat sekitarnya, dimana anak buahnya dan para pelayan sedang menahan tawa mereka.


"Ya Tuhan, bolehkah aku menculik wanita ini dan membuangnya ditengah hutan? Agar tidak lagi menyusahkan aku!" ucap Alex namun hanya dalam hati.


"Warna merah atau warna pink yang menurutmu bagus?" Cleo bertanya pada Alex, sambil memperlihatkan bra di depan dadanya.


Sontak saja membuat Alex dan mungkin semua pria yang ada di butik tersebut, menelan saliva mereka dengan susah payah. Karena meskipun Cleopatra memakai pakaian tertutup tapi tetap saja pakaian itu begitu ketat, sehingga saat bra itu di dekatkan di depan dadanya yang berukuran lumayan berisi, membuat pikiran kotor mereka bertraveling kemana-mana.


"Katakan bagus yang warna apa?" Cleo mengulangi pertanyaannya saat melihat Alex hanya diam saja.


"Warna merah," ucap seseorang yang berjalan memasuki butik tersebut.


Deg.


Cleopatra dan orang-orang yang ada di dalam butik menatap ke sumber suara, di mana terlihat seorang pria tampan berjalan dengan langkah tegap, yang diikuti oleh beberapa orang bertubuh kekar dibelakangnya.


Pria tampan yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu, terlihat sangat gagah dan berwibawa. Warna kulit wajahnya yang kontras dengan warna pakaian yang dikenakannya, menambah nilai plus tersendiri. Terlebih saat pria tersebut membuka kacamata hitamnya, memperlihatkan mata tajam yang berwarna hazel yang membuat para pelayan wanita meleleh, hingga menjerit di dalam hati karena ketampanan pria tersebut.


"Tuan Kenan," Alex memberikan hormat.


Sementara Kenan hanya diam saja, kedua matanya menatap nyalang pada wanita yang tengah bersembunyi dibalik punggung seorang pria. Wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah istrinya yang sudah tiga hari ini bersembunyi.


"Tuan Alex bisa kita bicara?" Bram memulai pembicaraan, meminta pada pengawal pribadi nona Cleopatra untuk ikut dengannya.


"Jangan!" ucap Cleo pada Alex, dengan memberikan diri menatap pada Kenan. Pada pria yang berstatus sebagai suaminya yang entah mengapa terlihat semakin tampan dan gagah. "Oh come on Cleo, sadarlah! Jangan tergoda dengan ketampanannya yang menyesatkan iman." Cleo bergumam dalam hati pada dirinya sendiri.


"Maaf Tuan Bram, jika ingin berbicara lebih baik di sini!" ucap Alex dengan tegas, membuat para pengawal Kenan mulai bersiaga begitupun anak buahnya.


"Tapi Tuan, ..." Bram tidak meneruskan perkataannya saat melihat tangan tuan Kenan memberi isyarat untuk diam.


"Ikut aku sekarang!" ucap Kenan dengan tegas, dan dengan tatapan yang tajam pada wanitanya.


"Aku tidak mau! Sebelum kau berjanji mengabulkan apa yang kuinginkan."


"Tidak ada tawar menawar! Ikut aku sekarang dengan baik-baik, atau —"


"Atau apa?" tantang Cleo dengan tersenyum sinis. "Aku tidak takut padamu karena di sini ada Alex," Cleo menepuk bahu pengawal pribadinya. Hingga satu set dalaman berwarna hitam yang bertengger di sana, jatuh tepat di sepatu milik pria itu.


"Oh ya ampun, harga diriku!" Alex menatap nanar kearah bra dan celana berbentuk segitiga itu, yang dianggapnya jatuh di saat yang tidak tepat.


Membuat Bram yang sejak tadi menahan rasa geli saat melihat satu set dalaman di bahu Alex, langsung tertawa lepas begitu benda keramat tersebut terjatuh. Hingga situasi yang tadinya tegang itu berubah menjadi kacau, karena di saat yang bersamaan Kenan menarik paksa Cleo dan menggendongnya seperti karung beras keluar dari butik tersebut.