Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 46


Cleo terdiam sesaat, karena dia masih terkejut dengan kejadian Kaylin yang tiba-tiba marah dan menyerangnya. Dan lebih terkejut lagi saat mendengar permintaan adik iparnya itu, yang meminta dirinya untuk bercerai dengan Kenan. Padahal setahu Cleo pernikahannya dengan Kenan atas keinginan wanita itu.


"Cih, enak sekali dia menyuruhku bercerai. Dan mengatakan akan mengganti uang dendanya? Hello.. kalian ini kakak adik, jelas saja dengan mudah mengatakan itu karena uang tersebut ujung-ujungnya milik kalian juga. Sedangkan aku? Tidak ada yang bisa mengembalikan keperawanan ku. Meskipun aku memberikannya dengan sukarela, tapi tetap saja rasanya sesak jika harus bercerai setelah kesucianku hilang." Gumam Cleo panjang lebar namun hanya dalam hati.


"Jadi bagaimana?" tanya Kaylin saat melihat Cleo hanya diam saja.


"Kenapa kau berubah pikiran? Dan meminta aku untuk bercerai? Bukankah kau yang menginginkan pernikahan ini terjadi, dengan niat ingin membalas dendam dan membuat aku tersiksa tinggal bersama kalian?" tanya Cleo tanpa mempedulikan pertanyaan Kaylin.


"Kau jangan banyak bertanya! Sekarang yang harus kau lakukan hanyalah pergi dari mansion ini. Sisanya biar aku yang mengurus," sahut Kaylin to the point. Karena dia harus bergerak cepat mengusir Cleopatra, sebelum kakaknya pulang dan mengetahui apa yang terjadi.


"Kalau aku tidak mau?" tanya Cleo dengan menantang. Karena dia merasa curiga dengan keinginan Kaylin, yang tiba-tiba memaksanya untuk bercerai dengan Kenan.


"Oh ayolah, aku tahu betul kau tidak menginginkan pernikahan ini! Jadi pergilah! Kau bebas sekarang."


"Siapa bilang aku tidak menginginkannya," Cleo tersenyum tipis penuh arti. "Permainan ini baru saja dimulai. Aku juga baru beberapa hari menjadi iparmu, dan rasanya tidak asik kalau kita menyudahi permainan yang kau buat," ucap Cleo dengan penuh penekanan.


"****!" umpat Kaylin dalam hati dengan mengepalkan kedua tangannya. "Apa yang kau inginkan? Aku akan memberikannya asal kau pergi jauh dari hidup kami!"


"Aku tidak menginginkan apa pun, apa kau lupa aku memiliki segalanya? Jadi aku akan tetap bersama Kenan, setidaknya dalam kurun waktu satu tahun ini." Cleo semakin bersemangat membuat Kaylin emosi. "So, kita teruskan permainan ini, dan kau bisa melanjutkan balas dendam mu."


"Cih, aku sudah tidak tertarik untuk balas dendam. Yang aku inginkan sekarang kau pergi dari hidup kami!"


"Tapi aku mulai tertarik dengan permainan ini."


"Kau..!" Kaylin menunjuk tepat di wajah Cleo dengan penuh emosi.


"Apa?" Cleo menghempaskan tangan Kaylin.


"Hentikan!"


Cleo dan Kaylin yang sedang menarik rambut lawannya masing-masing, tidak memedulikan sama sekali suara seseorang yang meminta mereka berhenti.


"Aku bilang hentikan!" bentak Kenan dengan tegas.


"Kau yang diam!" sentak Cleo dan Kaylin bersamaan, lalu terkejut saat mengetahui sosok yang mereka sentak adalah Kenan Meyer.


"Kakak..." Kaylin langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Sementara Cleo hanya mendengus kesal, sembari merapihkan rambutnya yang kembali berantakan.


"Apa-apaan kalian?" Kenan menatap tajam pada Cleopatra dan adiknya. Menatap dua wanita cantik yang terlihat acak-acakan, dengan pipi keduanya yang berwarna merah bekas cakaran. Untung saja mobil yang ditumpangi Kenan belum terlalu jauh dari mansion, hingga bisa tiba dengan cepat untuk menghentikan pertikaian adik dan wanitanya setelah mendapatkan laporan dari pelayan yang ada di mansion.


"Kak, aku..."


"Diam Kay!" sentak Kenan.


"Mampus kau," ejek Cleo dengan tersenyum.


"Kau juga diam!" gantian Kenan menyentak wanitanya.


Membuat Cleopatra dan juga Kaylin saling menatap, lalu menghela napasnya bersamaan.