Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 141


Kaylin memilih ice cream rasa coklat dan strawberry yang diminta Cleopatra dengan wajah yang ditekuk. Ia masih merasa kesal dengan perlakuan yang diterimanya dari kakak ipar yang ia juluki sebagai kakak ipar tersadis di dunia, karena sudah mengusirnya, mengatainya, lalu dengan seenaknya menyuruh.


"Belikan aku ice cream rasa coklat dan strawberry," Kaylin mengulangi apa yang diucapkan Cleo dengan bibir yang mengerucut. "Kalau saja tidak ada calon keponakanku di perutnya, mana sudih aku membelikannya," gerutu Kaylin sambil berteriak, membuat orang-orang yang ada di sekitar menatap dengan tatapan aneh. "Kalau tahu akan begini, lebih baik aku tetap tinggal bersama Edgar."


Ya, Kaylin menyesal pulang ke Jakarta setelah bersembunyi cukup lama di apartemen kakak sepupunya yang ada di Singapore. Tadinya Kaylin pikir kak Kenan sudah tidak marah dan melupakan apa yang diperbuatnya saat di Bali, jadi dia memilih pulang. Tapi ternyata kakaknya itu justru membahas masalah lainnya yang berkaitan dengan Silviana.


Ternyata kak Kenan sudah mengetahui apa yang dilakukannya dengan Edgar di masa lalu, yang membuat hubungan Kenan dan Silviana hancur berantakan. Dan sebagai hukumannya, Kaylin harus membuat Silviana menjauh, dan tidak lagi merecoki hubungan Kenan dan Cleopatra. Sebuah hukuman yang sangat sulit tentunya, mengingat Silviana wanita yang pantang menyerah dan tak tahu malu. Sehingga membuat Kaylin kewalahan, bahkan sampai adu mekanik dengan saling mencakar dan menjambak.


"Semangat Kay! Ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya Cleopatra menyuruhmu," gumamnya dengan tersenyum, sembari berjalan menuju kasir dengan terburu-buru hingga tanpa sengaja menabrak seseorang yang ada di depannya.


"Kau tidak punya mata ya?" umpatnya tanpa menatap orang tersebut. Meskipun Kaylin tahu dia yang bersalah, tapi karena terlanjur kesal saat melihat ice cream yang dibelinya terjatuh, ia pun justru mengumpat orang tersebut.


"Kau yang menabrak, tapi kau juga yang marah-marah, dasar aneh!"


"Apa kau bi...," Kaylin terdiam saat menatap orang yang ditabraknya. Seorang pria yang akhir-akhir ini selalu menghantui pikirannya, dan yang selalu hadir dalam tiap mimpi-mimpinya. "Maaf aku —"


"Tidak perlu minta maaf," ucap Alex hendak pergi dari tempat tersebut.


"Nama Anda Kaylin Meyer adik dari Tuan Kenan Meyer," potong Alex dengan cepat, membuat wanita yang ada dihadapannya terlihat terkejut. "Aku sudah tahu siapa Anda, jadi permisi aku harus pergi."


"Eh tunggu dulu! Bagaimana kau tahu namaku?"


Alex diam tidak menjawab pertanyaan wanita tersebut, sebuah pertanyaan yang menurutnya aneh. Karena bagi seorang Alexander mengetahui identitas seseorang adalah hal yang mudah. Terlebih seseorang itu ada hubungannya dengan keluarga Arbeto, Mateo, dan Graham.


"Wah jangan-jangan pertemuan kita waktu di Bali membuatmu terkesan, sampai-sampai mencari tahu siapa namaku?" tanya Kaylin dengan penuh percaya diri, hingga membuat pria yang ada dihadapannya mengerutkan kening.


"Ck.. omong kosong macam apa itu?" Alex pun bergegas pergi dari tempat tersebut, karena ada hal yang jauh lebih penting dari pada meladeni ucapan seorang nona muda yang manja dan kekanakan.


"Eh tunggu dulu! Aku—" belum sempat meneruskan perkataannya, Kaylin dibuat terkejut saat melihat pria yang bernama Alexander itu berjalan menghampiri seorang wanita. "Siapa wanita itu? Jangan bilang dia kekasih Alexander?" Karena merasa penasaran, Kaylin pun mengikuti Alex dari belakang.


Kaylin terus berjalan mengikuti Alex, bahkan sampai melupakan ice cream permintaan Cleo yang terjatuh. Ia terus mengamati Alex yang terlihat begitu perhatian, saat mengambil sesuatu yang diinginkan wanita yang ada di sampingnya.