
Mansion Mateo.
Setelah sampai di depan gerbang mansion milik keluarga Mateo, Kenan menyuruh supirnya untuk berhenti.
"Kenapa kita tidak masuk?" tanya Bram sembari menatap mansion mewah dari jendela mobil.
"Kau bodoh! Ini masih jam tiga pagi lewat lima belas menit," ucap Kenan yang juga menatap kearah Mansion. "Mereka pasti masih tertidur."
Bram mengerutkan keningnya dengan bingung. "Ini memang masih pagi, dan pastinya mereka masih tertidur. Lalu untuk apa kita kemari?"
"Tentu saja untuk membawa Cleopatra pulang."
"Kalau begitu tunggu apalagi, Tuan?"
"Tunggu sampai jam enam! Baru kita masuk."
"What? Kau gila ya! Sudah membuatku terbangun dari tidur hanya untuk membawa Cleopatra pulang, tapi setelah sampai dengan mudahnya Anda mengubah rencana," ucap Bram panjang kali lebar namun hanya dalam hati. "Kalau Anda ingin menjemput Nona Cleopatra jam enam pagi, kenapa kita sudah sampai disini?"
"Karena aku tidak bisa tidur, jadi lebih baik kita menunggu disini." Meskipun sudah menaruh beberapa pengawal untuk berjaga di depan mansion Mateo, tapi tetap saja hatinya merasa tidak tenang sampai membuatnya tidak bisa tidur.
"Wah benar-benar keterlaluan Tuan Kenan, dia yang tidak bisa tidur tapi aku yang terkena imbasnya. Begini sekali nasib seorang bawahan, harus mengikuti dan merasakan apa yang dirasakan atasan," gumam Bram dalam hati. "Terserah Anda saja Tuan," ucapnya dengan pasrah.
Kenan hanya diam tidak menyahut perkataan Bram, matanya terus menatap kearah Mansion Mateo dan berharap pagi akan cepat datang. Dan tepat saat jam menunjukkan pukul enam pagi, mobil yang dinaiki Kenan dan Bram masuk ke dalam mansion. Meskipun sempat tidak diijinkan untuk melewati gerbang, akhirnya mereka berhasil walaupun dengan sedikit kekerasan.
"Ada apa ini?" Agam keluar dari dalam mansion saat mendengar laporan dari anak buahnya, bahwa Kenan dan para pengawalnya membuat keributan.
"Aku ingin membawa Cleopatra pulang," jawab Kenan sambil melangkah maju mendekat kearah kakak iparnya.
Kenan menghela napas panjang. "Sudah aku katakan, aku hanya ingin membawanya pulang! Jadi jangan memancing emosiku!"
"Sudah aku katakan juga, dia tidak ada disini! Kalau tidak percaya kau boleh memeriksanya ke dalam," ucap Agam dengan menahan emosinya.
"****!" dengan perasaan kalut Kenan masuk ke dalam mansion, karena dia tahu seorang Agam Mateo tidak mungkin berbohong.
Bram pun tidak tinggal diam, dia menyuruh beberapa pengawal yang ikut dengan mereka untuk membantu tuan Kenan. Sementara Agam hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, saat melihat Kenan masuk seperti orang kesetanan mencari keberadaan adiknya.
"Cleopatra Mateo, sejak dulu kau selalu menyusahkan," gumam Agam dalam hati sambil memijat pangkal hidungnya. Mengingat kembali perkataan Cleo sebelum pergi bersama Alex.
...Aku pergi untuk mencari kebebasanku, mencari apa yang diinginkan hati ini. Aku pun ingin memberikan waktu bagi Kenan untuk mengetahui apa yang diinginkannya. Ingat Kak! Jangan ada perkelahian lagi! Atau aku akan mencoret namamu sebagai kakak ku yang paling tampan....
Sementara itu Kenan yang sudah berada di dalam mansion, mencari keberadaan Cleo dengan napas yang memburu. "Cleopatra..." ia berteriak dengan keras, membuka pintu kamar milik wanitanya. Namun tidak ada siapa pun di dalam kamar tersebut, semakin membuat hatinya menjadi kalut. "Bagaimana?" tanya Kenan pada Bram.
"Kami sudah mencari di setiap sudut ruangan yang ada di mansion ini, tapi Nona.. " Bram menggelengkan kepalanya.
"Damn! Bagaimana bisa Cleo pergi dan kalian tidak tahu?" maki Kenan pada anak buahnya yang ditugaskan berjaga di mansion Mateo.
"Maaf Tuan, tapi kami benar-benar tidak melihat Nona Cleo keluar dari mansion."
"Tentu saja kalian tidak melihatnya, kau lupa siapa kami?" ucap Agam dengan dingin dan angkuh.
Kenan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Katakan dimana Cleopatra?" dengan cepat ia menarik kerah pakaian Agam Mateo. Tatapannya tajam, seperti seorang pemburu yang tengah menatap mangsanya.
"Ck," Agam berdecak sembari menghempaskan tangan Kenan dengan kasar. Kalau saja dia tidak ingat dengan janjinya semalam pada Cleopatra, sudah ia balas perbuatan adik iparnya. "Dari pada membuang waktu disini, lebih baik cari Cleopatra sebelum dia pergi jauh."
"Sial!" Kenan yang tersadar bergegas pergi dari tempat tersebut. Dia harus menemukan Cleopatra walau sampai ke ujung dunia sekalipun.