Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 136


Kenan yang merasa cemas, mendekat dan mengusap punggung Cleo dengan perlahan.


"Are you okay?"


Cleo meng-gelengkan kepala. "Aku.. rasanya perutku mual sekali, hoek..." mulutnya bergerak seperti hendak mengeluarkan sesuatu kearah Silviana.


"Mual?" Kenan semakin cemas, apalagi saat melihat wanitanya terlihat pucat.


"Oke cukup! Kau benar-benar sudah membuat nafsu makan ku menghilang," Silviana yang melihat bagaimana Cleo hendak muntah beberapa kali kearah makanannya, membuat Silviana merasa geli hingga menyudahi meskipun belum ada yang masuk kedalam perutnya. Di tambah melihat bagaimana Kenan yang begitu cemas pada Cleo membuat Silviana semakin kesal.


"Silviana diam kau!" sentak Kenan dengan tajam, membuat Silviana langsung diam seribu bahasa.


"Ken aku ingin muntah, ayo cepat!" Cleo menarik tangan Kenan agar mengikutinya.


"Oke kita ke rumah sakit sekarang! Tapi sebentar, aku —"


"Cepat! Aku sudah tidak tahan," Cleo menarik paksa Kenan yang hendak memanggil pelayan, sembari terus mengeluarkan suara yang terdengar ingin muntah-muntah.


Membuat Kenan mau tidak mau mengikuti Cleo keluar dari dalam restaurant, meskipun belum membayar makanan yang tadi dipesannya.


"Kau baik-baik saja? Apa perutmu masih mual?" tanya Kenan setelah mereka masuk ke dalam mobil.


"Aku mual.. hoek.. tapi bohong," Cleo tertawa terbahak-bahak sambil memerintahkan supir untuk menjalankan mobil mereka.


"Jadi tadi, kau...?"


"Ya, aku hanya berpura-pura mual dan ingin muntah," ucap Cleo masih dengan tertawa.


Kenan menghela napasnya dengan lega meskipun ada rasa kecewa, karena sempat berpikir Cleo mual dan ingin muntah disebabkan tanda-tanda kehamilan.


"Ah.. aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Silviana yang terkejut, saat di suruh membayar tagihan makanan kita," ucap Cleo dengan tersenyum puas.


"Cleopatra..." Kenan meng-gelengkan kepala saat teringat belum membayar tagihan makanan mereka. "Pak berhenti!" ucapnya pada supir.


"Eh.. jangan-jangan, jalan terus!"


"Aku bilang berhenti!"


Perdebatan suami istri itu tentu saja membuat sang supir kebingungan.


"Tuan.. Nona.. mobilnya berhenti atau terus jalan?"


"Jalan, berhenti!" jawab Kenan dan Cleo bersamaan.


"Kenan kau itu kenapa sih?" tanya Cleo dengan kesal.


"Oh come on sayang, aku tidak mungkin membiarkan Silviana membayarnya!"


"Biar saja! Lagi pula siapa suruh dia menganggu acara makan siang kita," ketus Cleo dengan wajah yang ditekuk.


Kenan lagi-lagi menghela napasnya dengan kasar. "Kau boleh mengerjai Silviana dengan cara apapun, tapi tidak seperti ini! Bukankah makanan tadi kita yang makan?" Kenan merasa tidak punya harga diri sama sekali, jika seorang wanita yang membayar apa pun untuknya terlebih untuk istrinya. Karena dia masih cukup mampu untuk membayar apa pun yang dimakan atau yang diinginkan Cleopatra.


"Kalau kau ingin membayarnya, pergilah! Aku turun disini!" Cleo menyuruh supirnya untuk berhenti.


"Jangan macam-macam!" Kenan menarik tangan Cleo dengan cepat.


"Lepas Ken! Kau ingin kembali ke sana bukan? Jadi pergilah!"


Kenan menatap intens wajah Cleo yang terlihat marah, lalu menghela napas panjang untuk meredakan emosinya.


"Jalan Pak!" perintah Kenan, karena tidak ingin berdebat dengan istrinya hanya karena masalah sepele yang berhubungan dengan Silviana. Untuk biaya tagihan restaurant, Kenan bisa menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan Silviana.


"Kenapa kau diam saja? Kau marah?" tanya Cleo saat melihat wajah tampan Kenan, datar tanpa ekspresi apapun. Ya, Cleo akui dirinya keterlaluan mengerjai Silviana. Tapi itu sengaja dilakukannya hanya untuk membuat Silviana jera mengikuti mereka.


"Tidak.. hanya saja tadi aku sempat mengira kau mual-mual karena hamil."


"What?" Cleo kembali tertawa. "Sayang.. mana mungkin aku hamil."


Kenan hanya diam, menatap perut Cleo dengan harapan penuh bahwa di dalam sana sudah ada Kenan junior.


Sementara itu Silviana yang masih bingung dengan apa yang terjadi, karena tiba-tiba Kenan dan juga Cleo pergi begitu saja tanpa satu kata pun. Dibuat terkejut saat mendapat tagihan yang begitu besar saat hendak membayar makanan yang dipesannya.


"Awas kau Cleopatra Mateo!" umpat Silviana, saat menyadari dirinya di jebak oleh wanita sialan itu. "Akan aku balas kau nanti!"