Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 69


Melihat wajah Kaylin yang begitu kesal, saat mengetahui semua barang belanjaan tersebut dibayar menggunakan kartu milik Kenan, Cleo pun tak mampu lagi untuk menahan tawanya.


"Kenapa? Kau menyesal sudah membeli begitu banyak barang?"


"Sialan kau!" umpat Kaylin saat melihat Cleopatra tertawa terbahak-bahak.


Sementara itu para pengawal pribadi yang duduk di kursi depan, hanya bisa menghela napasnya dengan kasar saat kedua nona nya kembali terlibat adu mulut. Mereka sebenarnya bingung dengan kedua wanita itu, karena sebentar mereka terlihat berdamai sebentar kemudian terlibat adu mulut.


"Pak kita ke perusahaan Meyer sekarang!" perintah Cleo setelah puas menertawakan adik iparnya.


"Hei, kenapa kita pergi ke sana?" Kaylin takut terkena amukan dari kakaknya, karena sudah membuat pengeluaran kak Kenan menjadi bengkak.


"Aku rindu ingin bertemu dengan suamiku tercinta," jawab Cleo dengan berbohong tentunya. Karena sebenarnya dia ingin meluapkan kekesalannya pada Kenan, yang sudah menjadikan acara jalan-jalan hari ini menjadi acara adu mulut dengan Kaylin, sekaligus ingin memastikan sedekat apa hubungan pria itu dengan Thalia saat di kantor. Karena jujur saja kedekatan mereka akhir-akhir ini membuat ketenangan nya terusik.


"Cih, kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu itu!"


"Terserah kau mau percaya atau tidak," jawab Cleo tak peduli.


Kaylin menghela napasnya dengan kasar, dia lebih memilih diam tidak lagi menyahut perkataan Cleopatra.


*


*


Sementara itu di sebuah ruangan kerja milik seorang pria tampan yang bernama Kenan Meyer, terlihat dua orang pria yang tengah bekerja dengan serius.


"Tuan kenapa Anda masih membiarkan Nyonya Sofia dan Thalia tinggal di mansion Meyer? Padahal Anda sudah mengetahui semua infonya," tanya Bram setelah menerima berkas yang sudah ditandatangani oleh tuannya.


Kenan terdiam lalu merebahkan punggung di kursi kerjanya, dia memang sudah mengetahui kebohongan Mom Sofia setelah meminta Bram untuk menyelidiki semuanya. Dan ternyata harta Yosep tidaklah habis seperti yang dikatakan Mom Sofia, harta itu masih ada namun yang mewarisi semuanya adalah putri kandung tuan Yosep.


Bram menganggukkan kepalanya, kini dia mengerti alasan tuan Kenan masih membiarkan Nyonya Sofia dan Thalia tinggal di mansion Meyer. "Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan Thalia, untuk membuat Nona Cleopatra cemburu."


"Cih, untuk apa aku membuatnya cemburu." Kenan menegakkan kembali tubuhnya, menatap tidak suka dengan perkataan asisten pribadinya itu.


"Agar Anda mengetahui apakah Nona Cleo memiliki perasaan terhadap Anda atau tidak," Bram menggoda tuannya.


"Aku tidak peduli dia memiliki perasaan pada ku atau tidak. Dan hentikan omong kosong mu itu! Lebih baik sekarang kau hubungi pengawal kita, tanya keadaan Cleo dan adikku." perintah Kenan dengan tegas.


Bram tersenyum saat melihat bagaimana Tuan Kenan tampak berpikir dengan ucapannya, meski hanya sesaat. "Baik Tuan." ia pun segera mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya yang saat ini bertugas menjaga kedua Nona mereka. "Tuan, Nona Cleo dan Nona Kaylin sedang dalam perjalanan kemari." ucap Bram setelah menutup ponselnya.


"Mereka kemari?" Kenan menautkan kedua alisnya.


"Ya Tuan. Lebih baik sekarang Anda bersiap menyambut kedatangan nona Cleo, mengingat ini pertama kalinya istri tercinta berkunjung ke kantor Anda," goda Bram sambil tertawa.


Plak.


Tawa Bram terhenti saat sebuah berkas melayang mengenai kepalanya.


"Berani meledek ku!"


"Ti-tidak Tuan," jawab Bram dengan takut saat melihat tangan tuannya memegang sebuah benda keras yang pastinya akan sangat sakit jika mengenai kepalanya.


"Bagus, sekarang keluarlah!" Kenan menaruh kembali table sign yang dipegangnya ketempat semula.


"Baik Tuan," dengan segera Bram keluar dari ruangan. Bahkan dia sampai berlari karena takut tuannya berubah pikiran dengan melemparkan table sign itu ke kepalanya.