Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 109



"Ulangi perkataanmu tadi!" dengan penuh emosi Kenan mencengkram pinggang Cleo dengan sangat kuat, hingga membuat wanitanya meringis kesakitan.


Alex yang melihat semua itu, segera menghampiri Kenan untuk membuat pria itu menjauh dari nona Cleopatra. Namun langkahnya terhenti saat melihat isyarat yang diberikan nona Cleo untuk tidak mendekat


"Aku ingin kita bercerai," ulang Cleopatra.


"Kenapa? Apa alasannya?"


"Kau masih bertanya kenapa?" Cleo mendengus kesal. "Setelah apa yang kau lakukan dengan tidur bersama Thalia, kau masih bertanya kenapa?"


Kenan terdiam sesaat, melepaskan cengkeraman di pinggang Cleopatra dengan tatapan dingin dan tajam. "Alasanmu tidak masuk diakal!"


"Oh ya? Bagian mana yang menurutmu tidak masuk diakal?"


"Semuanya! Karena aku tahu betul, kau cukup pintar untuk mengetahui semua itu nyata atau sebuah jebakan."


"Ck, tapi sayangnya aku tidak cukup pintar," sahut Cleo dengan raut datar tanpa ekspresi.


Kenan terdiam, dia tidak mau bersusah payah menjelaskan apa pun lagi pada Cleo. Karena mengetahui wanitanya itu hanya sedang mencari-cari alasan.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan?"


"Oh My God Kenan, aku sudah mengatakannya berulangkali. Aku ingin bercerai!"


Mendengar tuduhan Kenan, sontak membuat Cleopatra tertawa mengejek. "Tidak salah kau bertanya hal itu padaku?" Cleo mendorong tubuh Kenan dengan sekuat tenaga, hingga membuat pria itu mundur satu langkah. "Kau lupa? Siapa orang yang sudah membuat pernikahan kita menjadi sebuah permainan?"


Kenan tidak menjawab pertanyaan Cleo, dia hanya menatap lekat wajah wanitanya.


"Bukankah orang itu Anda, Tuan Kenan Meyer? Apa perlu aku ingatkan, tujuanmu menikahi ku hanya karena permintaan konyol Kaylin yang ingin membalas dendam."


"Itu dulu Cleopatra! Bukankah sudah kukatakan kesepakatan itu batal, bahkan surat perjanjian itu sudah dihancurkan."


"Meskipun dihancurkan dan di rusak, tidak akan merubah tujuan awalmu menikahiku karena apa!"


Kenan menggelengkan kepalanya dengan tersenyum sinis. "Kau tidak perlu mencari-cari alasan lagi! Karena sekarang aku yakin, kau memang menginginkan perpisahan ini. Bahkan sekalipun aku membawa bukti kuat tidak pernah meniduri Thalia, kau akan tetap meminta perceraian ini bukan?"


"That's right, akhirnya kau mengerti juga," sahut Cleo dengan tersenyum. "Jadi lebih baik sekarang kau pulang! Dan tunggu surat dari pengadilan."


"Kau...!" Kenan mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Ketegangan diantara keduanya membuat suasana diruangan tersebut menjadi dingin dan mencekam. Tak ada satu katapun yang keluar dari bibir Kenan maupun Cleo, karena keduanya kini saling menatap dengan tajam. Tatapan mata keduanya baru terputus saat seseorang memasuki ruangan tersebut dengan terburu-buru.


"Tuan ini bukti—" Bram tidak jadi meneruskan perkataannya, saat melihat keadaan tuan dan nona nya yang menegang.


"Dengar Cleopatra Meyer! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu, bahkan sampai mati sekalipun. Sekarang aku pergi, tapi bukan berarti aku mengalah. Aku hanya memberikan waktu bagimu untuk berpikir dengan tenang. Tapi besok aku akan datang kemari, dan membawamu pulang meskipun harus berhadapan dengan seluruh tim Delta atau Agam sekalipun," setelah mengatakan hal tersebut, Kenan memutuskan untuk pergi dari mansion Mateo. Karena semakin lama berada ditempat tersebut, dia takut tidak bisa menahan kemarahannya yang sudah berada diatas ubun-ubun.


Untuk permasalahan Cleopatra, dia memang sengaja memutuskan untuk membiarkan wanitanya menginap satu hari di mansion Mateo. Karena Kenan tidak mau sampai menyakiti Cleopatra, karena rasa amarah yang ada dihatinya terhadap Mom Sofia dan juga keinginan Cleopatra yang ingin bercerai.