
Sementara itu di tempat yang berbeda, Kenan tengah berjalan memasuki mobilnya bersama dengan Thalia. Karena mereka akan pergi ke apartemen untuk melihat keadaan Mom Sofia.
Ya, Kenan memilih untuk menengok Mom Sofia di saat jam istirahat. Agar tidak perlu berlama-lama berada di sana, dan secepatnya bisa kembali ke kantor.
"Silahkan masuk Kak!" Thalia segera membuka pintu, setelah mereka sampai di depan apartemen milik Kenan Meyer.
Kenan berjalan masuk ke dalam tanpa menghiraukan Thalia, dan itu ia lakukan sejak mereka berada di dalam mobil. Kenan terus berjalan sembari menatap sekitarnya, menatap apartemen yang sudah sangat lama tidak ia tempati.
"Kak masuklah! Sepertinya Mom Sofia sedang tidur," Thalia mempersilakan Kenan untuk masuk ke dalam kamar utama, lalu ikut masuk ke dalam dengan berjalan di belakang tubuh tegak pria itu.
Kenan berdiri di samping ranjang, menatap dengan intens wanita yang terlihat berbaring tidak berdaya dengan bibir yang terlihat pucat. Jauh di dalam lubuk hatinya, Kenan merasa bersalah karena sempat curiga Mom Sofia berpura-pura sakit.
"Mom bangunlah!" Thalia membangunkan Mom Sofia setelah duduk di tepi ranjang.
"Em.. Thalia kau kah itu?" Sofia berucap tanpa membuka kedua matanya.
"Ya Mom, aku bersama Kak Kenan. Bukankah Mom ingin sekali bertemu dengannya?"
"Kenan?" dengan penuh antusias Sofia perlahan membuka kedua matanya. Dia tersenyum saat melihat putranya itu berdiri di sampingnya. "Kenan akhirnya kau datang Nak," Sofia merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Kenan. Namun putranya itu hanya diam saja, tak beranjak sedikitpun dari tempatnya.
"Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Kenan dengan sangat datar tanpa ekspresi apapun.
"Seperti yang kau lihat, Mommy sakit. Uhuk.. uhuk. Kepala Mom berat, tenggorokan terasa sakit."
Kenan hanya diam mendengar perkataan Mom Sofia, lalu menatap pada Thalia.
Thalia mengerutkan keningnya karena tidak mengerti apa yang dikatakan Kenan.
"Obat Nyonya Sofia," jelas Kenan.
"Oh iya, tunggu sebentar." Thalia mengambil obat yang ada di atas nakas, lalu memberikan obat tersebut pada Kenan. "Aku ambil air minumnya dulu."
"Thalia tunggu! Sekalian buatkan minuman untuk Kenan!"
"Baik Mom," Thalia bergegas keluar dari kamar.
Dengan senyum yang merekah ia berjalan menuju dapur, untuk mengambil air dan membuatkan minuman untuk Kenan.
"Ini dia!" Thalia mengambil obat yang sudah disiapkan Mom Sofia, lalu memasukkannya ke dalam minuman milik Kenan. "Sempurna," gumamnya dengan seringai licik dibibirnya. Ia sudah tidak sabar untuk berada di dalam pelukan tubuh kekar yang selalu Thalia mimpi-mimpikan setiap malamnya. Walaupun dengan keadaan pria itu yang tak sadarkan diri.
Setelah selesai, Thalia membuat minuman yang lainnya seperti arahan dari Mom Sofia. Lalu membawa minuman itu terlebih dahulu, bersama air putih untuk Mom Sofia. Sedangkan minuman yang sudah bercampur obat, di tinggal begitu saja di atas meja.
"Minumlah obatnya!" Kenan menaruh obat itu ditangan Mom Sofia, setelah Thalia masuk kembali ke dalam kamar dengan membawa segelas air minum.
"Duduklah dulu!" Sofia menepuk tempat disisinya.
Kenan yang tidak ingin berlama-lama ditempat tersebut, memilih mengikuti keinginan Mom Sofia. Ia duduk sambil menatap lekat wajah wanita yang masih terlihat cantik, di usianya yang tak lagi muda.
Sofia tersenyum lalu meminum obatnya, sementara Thalia memberikan air minum yang juga dibawanya tadi pada Kenan.