Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 41


Brak.


Cleo yang tengah emosi, menatap kebelakang saat mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar. Menampakkan seorang pria tampan dengan kilatan tajam di kedua matanya.


"Ah.. kebetulan sekali kau datang," Cleo berjalan mendekati pria yang sudah membuatnya begitu marah. "Apa maksud semua ini? Kenapa kau merusak dan membuat kekacauan di tempat kerjaku? Kau tahu, yang kau lakukan itu melanggar perjanjian yang sudah kita sepakati bersama?" tanya Cleo dengan beruntun, tanpa menghiraukan aura dingin dan mengerikan yang ada di sekitar Kenan.


"Kau masih bertanya apa maksudku?" Kenan yang emosi semakin mengetatkan rahangnya. "Cleopatra Mateo, kau benar-benar membuatku marah!" ucapnya sambil mencengkram rahang wanita itu, menariknya mendekat hingga hidung mereka saling bersentuhan.


"Lepaskan!" Cleo berusaha melepaskan tangan Kenan dari wajahnya, dia tidak mau disentuh oleh pria yang sudah membuat gaduh di tempat kerjanya. "Dan aku tidak peduli kau marah! Karena disini aku lah yang seharusnya marah."


Kenan menarik satu sudut bibirnya. "Kau tidak berhak untuk marah!"


"Aku berhak!" Cleo menginjak kaki Kenan dengan kencang, dan kebetulan sekali dia mengenakan high heels sehingga membuat pria itu melepaskan cengkraman di wajahnya.


"****!" umpat Kenan. "Rupanya kau ingin memakai cara yang kasar!" dia menarik tangan Cleo kebelakang, hingga membuat wanita itu berteriak kesakitan.


"Sialan kau Kenan, lepaskan aku!" teriak Cleo sambil menatap kebelakang, karena posisinya kini membelakangi pria itu.


Kenan tidak mempedulikan keinginan Cleo, dia mengunci pergerakan wanita itu untuk membuatnya diam. Karena ada yang harus ia urus terlebih dahulu, sebelum melampiaskan kembali kemarahannya.


"Kaylin aku tahu kau ada di sana!"


Deg.


Kaylin yang sejak tadi menguping di balik tembok, dengan senyum dibibirnya saat mendengar kak Kenan memarahi Cleo. Kini mendadak tegang dan ketakutan saat ketahuan mencuri dengar pembicaraan mereka.


Kaylin segera berlari menutup pintu kamar kakaknya, dan menjauh dari tempat tersebut sebelum angka tiga keluar dari mulut kak Kenan.


"Oh my God, untung saja tepat waktu!" gumam Kaylin sembari mengusap dadanya. "Tapi sebenarnya ada dengan mereka? Kenapa kakak begitu marah pada wanita murahan itu?" tanyanya dalam hati. Namun itu hanya sesaat, karena Kaylin memilih untuk tidak peduli. Bahkan dia berharap kakaknya itu akan bertindak lebih kasar dari yang tadi di dengarnya, bila perlu membuat wajah wanita murahan itu memerah karena terkena bekas tamparan.


*


*


Sementara itu di dalam kamar yang kini sudah tertutup rapat, Kenan segera melepaskan tangan Cleo dengan sedikit mendorong tubuh wanita itu.


"Dengar Cleopatra Mateo, mulai detik ini kau tidak boleh melakukan pekerjaan murahan itu!"


Cleo mengerutkan keningnya dengan bingung, sambil mengusap pergelangan tangan yang tadi di cengkram oleh Kenan. "Pekerjaan murahan yang mana?"


"Ck, masih bertanya! Tentu saja profesi sebagai model!"


"What?" pekik Cleo tak percaya. "Aku tidak mau, dan kau tidak berhak melarangku!"


"Aku berhak!" Kenan menarik pinggang Cleo dengan kencang, hingga membuat wanita itu menabrak dada bidangnya. "Aku sangat berhak karena kau istriku!' ucap Kenan dengan penuh penekanan.


"Ya, aku memang istrimu. Tapi hanya istri kontrak selama satu tahun. Dan apa kau lupa dengan isi perjanjian kita? Di situ tertulis dengan sangat jelas, bahwa aku diperbolehkan untuk bekerja sebagai model."