
Dengan bantuan dan dikawal langsung oleh Alex dan tim Delta, Cleo keluar dari mansion utama bersama Baby yang sudah ada lebih dulu di dalam mobil. Ke-duanya pergi menuju pusat perbelanjaan terkenal yang ada di Jakarta, dengan pengawalan yang sangat ketat.
Dan di sepanjang perjalanan, Cleo menceritakan apa yang terjadi padanya selama tiga hari ini, hingga tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di tempat yang dituju. Keduanya segera turun dari mobil, memasuki tempat perbelanjaan dengan penuh semangat. Atau yang lebih tepatnya Cleo yang begitu bersemangat, karena sudah tiga hari ini dirinya mendekam di dalam mansion.
"Ayolah Baby, jalanmu itu lambat sekali!" Cleo dengan kesal menarik kakak iparnya yang berjalan sangat lelet.
"Cleo aku lelah," Baby menghentikan langkahnya, menatap kesal pada wanita yang berpakaian serba hitam dari atas sampai bawah yang ada dihadapannya. Dia sudah tidak sanggup untuk menemani adik iparnya itu berbelanja, masuk dari satu butik ke butik yang lainnya.
"Ya ampun Baby, baru jalan sebentar saja kau bilang sudah lelah." Cleo menggerutu dengan wajah yang kesal.
"Kau bilang apa? Sebentar?" pekik Baby dengan raut wajah tak percaya. "Sudah satu jam kita berjalan dari butik satu ke butik yang lainnya, dan kau bilang itu sebentar?"
"Ya, karena biasanya juga kita kalau belanja lebih dari dua jam, dan kau tidak mengeluh sama sekali."
"Tapi itu kan dulu, kau tidak lihat sekarang aku bawa apa?" Baby mengusap perutnya.
Cleo menatap perut buncit Baby, dan baru tersadar kalau kakak iparnya itu sedang mengandung.
"Oh ya ampun, aku lupa di dalam perut itu ada keponakanku." Seloroh Cleo sambil tertawa.
"Ck, tidak lucu!" Baby berdecak dengan bibir yang mengerucut tajam. "Sudah ah, kau belanja sendirian saja! Aku akan menunggu di tempat makan yang ada disekitar sini."
"Tapi aku lelah," Baby tidak mau menuruti keinginan adik iparnya. "Lagi pula ada Alex di sini, kau bisa pergi bersamanya." Baby menatap Alex yang sejak tadi hanya diam saja berdiri di belakang mereka.
Cleo pun ikut menatap Alex, lalu kembali menatap kakak iparnya. "Tapi bagaimana kalau Kenan datang?"
"Kau tinggal telepon aku saja, dan secepat kilat aku akan datang."
"Tidak bisa Nona, aku ditugaskan untuk menjaga Anda bukan menjaga Nona Cleopatra." Alex memberanikan diri menyela pembicaraan kedua majikannya, karena dia tidak ingin ikut bersama adik tuan Agam yang selalu membuat kepalanya pusing.
"Hei, kau menolak menjagaku?" Cleo menatap tidak suka pada ketua tim Delta.
"Bukan menolak Nona, hanya saja tugasku—"
"Aku tidak apa-apa, ada pengawal yang lain yang akan menjagaku," potong Baby dengan cepat, karena tidak mau mendengar perdebatan yang akan membuatnya semakin lama tertahan ditempat tersebut.
"Tapi Nona ..." Alex tidak jadi melanjutkan perkataannya saat melihat tatapan tajam dari istri tuan Agam.
"Sudahlah sekarang kau ikut aku!" Cleo langsung berjalan, setelah berpamitan pada Baby.
Dan Alex pun mau tidak mau mengikuti nona Cleopatra, setelah sebelumnya membagi dua anak buahnya untuk ikut bersama nona Baby, dan sisanya ikut dengannya. Tidak lupa Alex pun memberikan perintah pada anak buahnya itu untuk menjaga Nona Baby, karena jika sampai terjadi sesuatu pada wanita itu. Bukan hanya tuan Agam yang akan mengamuk, tapi juga tuan Boy Arbeto sang pemimpin tim Delta pun akan marah besar.