Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 98



"Kau ingin bicara apa?" tanya Cleo setelah duduk di kursi halaman belakang mansion, dimana Kaylin sudah menunggunya sejak tadi.


Ya, tadinya mereka akan berbicara di dalam kamar. Namun karena Cleo sangat lama di dalam bathroom, bahkan sampai menghabiskan waktu dua jam lamanya. Akhirnya Kaylin memilih menunggu kakak iparnya itu di halaman belakang.


"Aku ingin berbicara tentang Kenan," ucap Kaylin tanpa menatap kakak iparnya. Pandangannya lurus ke depan, kearah kolam renang yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Kenan?" gumam Cleo dengan menautkan kedua alisnya.


Dia bingung karena tiba-tiba saja Kaylin ingin berbicara tentang Kenan, ditambah cara bicara adik iparnya itu yang begitu berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya Kaylin selalu berkata ketus, dan selalu sinis. Kini adik iparnya itu berbicara dengan sangat sopan dan lembut.


"Lebih tepatnya tentang keluarga Meyer," matanya kini menatap intens pada Cleo yang duduk di sampingnya.


Cleo yang ditatap seperti itu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah.


"Dengar baik-baik apa yang akan aku katakan, tanpa menyela atau bertanya!"


Kaylin pun mulai bercerita saat melihat anggukan Cleo, dia bercerita tentang masa lalu keluarga besarnya, keluarga bahagia yang terbilang cukup berada dan berkecukupan. Namun kebahagiaan itu lenyap seketika saat perusahaan milik Keluarga Meyer bangkrut.


Tidak ada satu orang pun yang mau membantu keluarga mereka, bahkan satu persatu saudara dan kerabat menjauh tanpa rasa kasihan sedikitpun. Bahkan ibu kandung yang seharusnya melindungi dan menjaga, justru memilih pergi menikah lagi dengan pria Kaya. Meninggalkan Kaylin, Kenan, dan Daddy mereka yang sakit-sakitan.


Di saat itulah untuk pertama kalinya baik Kenan maupun Kaylin merasakan sakit, saat ditinggalkan oleh orang yang sangat mereka cintai dan kasihi. Terutama Kenan, karena pria itu harus menanggung beban yang cukup berat di pundaknya. Menggantikan peranan Daddy dan Mommy mereka secara bersamaan.


Kaylin menghela napasnya setelah menceritakan semua tentang keluarganya. Sementara Cleo hanya terdiam, karena dia sudah tahu tentang Mom Sofia yang memilih pergi meninggalkan kedua anaknya untuk menikah dengan pria kaya.


"Dan Silviana."


"Silviana?" Cleo mengerutkan keningnya.


"Jadi mantan kekasih Kenan namanya Silviana..."


"Kau sudah tahu tentang Silviana?"


Cleo menganggukkan kepalanya. "Edgar yang menceritakannya, kalau mantan kekasih Kenan berselingkuh."


"Edgar?" Kaylin terkejut saat mengetahui sepupunya itu sudah berbicara tentang Silviana pada Cleo. "Edgar cerita apa saja?"


"Hanya cerita itu saja, memangnya kenapa?" tanya Cleo dengan bingung. Terlebih saat melihat raut wajah dan sorot mata Kaylin, yang entah mengapa membuat hatinya merasakan sesuatu yang tidak enak.


Kaylin terdiam sesaat dengan raut wajah yang datar. "Kau tahu Silviana berselingkuh dengan siapa?"


Cleo menggelengkan kepalanya, karena dia memang tidak tahu siapa pria yang menjadi selingkuhan mantan kekasih Kenan.


"Edgar!"


"Edgar? Ma-maksudmu Edgar yang berselingkuh dengan mantan kekasih Kenan?" tanya Cleo dengan terkejut bercampur rasa tak percaya.


"Ya."


"Ta-tapi bagaimana bisa? Bukankah Edgar dan Kenan—"


"Saudara sepupu?" potong Kaylin dengan tersenyum sinis. "Tapi itulah kenyataannya, Silviana berselingkuh dengan sepupu kakakku."


Cleo yang masih tidak percaya dengan semuanya, sampai tidak bisa berkata-kata. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa mantan kekasih Kenan berselingkuh dengan sepupu kekasihnya sendiri? Tapi mengingat apa yang terjadi di dalam keluarga besarnya sendiri lebih parah, dimana sepupunya berselingkuh dengan calon tunangan saudara kembarnya sendiri akhirnya Cleo pun percaya.