Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 131


"Ken kau pasti bercanda?" Silviana menaruh berkas yang sudah dibacanya keatas meja. "Kenapa aku ditempatkan di kantor cabang?" tanya nya dengan emosi. Bagaimana tidak emosi saat mengetahui dirinya akan bekerja di perusahaan Kenan yang ada di Singapore, itu artinya Silviana akan berada jauh dari mantan kekasihnya itu.


"Kenapa? Kau keberatan di tempatkan di sana?"


"Tentu saja," sahut Silviana dengan cepat.


"Kalau begitu pergilah! Karena hanya pekerjaan itu yang bisa aku berikan," ucap Kenan dengan tegas dan raut wajah yang datar.


"Tapi Kenan..." Silviana menghela napas dengan kasar, karena bingung harus melakukan apa agar Kenan mau merubah keputusannya. "Aku tidak bisa bekerja di Singapore, karena ada Edgar di sana." Terpaksa Silviana membawa nama Edgar karena tidak punya pilihan lain.


"Memangnya kenapa? Bukankah bagus, jadi hubungan kalian bisa berlanjut kembali."


"Hubungan yang mana?" sahut Silviana dengan menghela napas. "Sudah berapa kali aku katakan, kami tidak mempunyai hubungan apa pun."


"Kalian tidur bersama, tapi kau bilang tidak ada hubungan? Lucu sekali," Kenan menarik satu sudut bibirnya dengan sinis.


"Aku memang tidur dengannya, tapi asal kau tahu semua itu terjadi karena Kaylin," ucap Silviana dengan menggebu. Dia emosi karena selalu disalahkan, padahal semua itu terjadi karena perbuatan adik tersayang Kenan Meyer.


"Apa?" pekik Silviana dengan terkejut. "Ja-jadi kau sudah mengetahui semua itu perbuatan Kaylin?"


"Ya," jawab Kenan dengan singkat. "Tapi semua sudah berlalu, jadi untuk apa mengungkitnya lagi?" Kenan memang sudah mengetahui kalau adiknya yang menyuruh Edgar menggoda Silviana. Itu sebabnya Kenan hanya memberikan hukuman ringan pada Edgar, dengan membuat pria itu masuk ruang ICU. Kalau tidak, sudah dapat dipastikan sepupunya itu berakhir di dalam gundukan tanah berwarna merah.


Tadinya Kenan juga ingin memberikan hukuman pada Kaylin, karena sudah membuat hubungannya dengan Silviana menjadi hancur. Tapi Kenan menyadari satu hal, jika hubungan cinta mereka memang kuat, Silviana tidak akan mudah tergoda pada pria lain. Tapi kenyataannya, wanita itu tergoda bahkan tidur bersama sepupunya.


Sementara itu Silviana yang sempat terkejut dengan perkataan Kenan, kini tertawa dengan lepas. "Aku pikir dengan mengetahui dalang di balik kehancuran hubungan kita, kau akan memaafkan aku Ken. Karena kejadian itu bukan sepenuhnya salahku! Jika Kaylin tidak menjebakku maka semua ini tidak akan terjadi."


"Kau benar." Kenan berkata sembari mengetuk jari di atas meja. "Jika Kaylin tidak melakukan semua itu, hubungan kita pasti akan baik-baik saja. Tapi aku juga tidak akan pernah tahu kau wanita yang mudah berkhianat!"


"Aku berkhianat karena kau juga Ken! Karena semua sikap mu! Kau yang begitu posesif selalu mengatur tidak boleh melalukan ini dan itu, dan kau juga selalu menempatkan banyak pengawal yang membuatku tidak bisa bebas, dan merasa sesak. Jika saja cintamu tidak mengekang kebebasanku, aku tidak mungkin berselingkuh dengan Edgar," jelas Silviana panjang lebar. Membuat suasana di ruangan tersebut berubah hening dan mencekam, karena keduanya kini saling diam tak ada yang bersuara.


"Kenapa dulu kau tidak pernah mengatakannya? Kalau kau minta aku pasti akan memberikan kebebasan yang kau inginkan."


Mendengar jawaban Kenan yang terkesan datar, membuat Silviana kembali tertawa sinis. "Aku mengatakannya Ken, mungkin kau lupa itu?" ucap Silviana dengan miris. Karena pria itu bahkan lupa apa yang terjadi dalam hubungan mereka.