Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 84


"Siapa kau? Berani sekali masuk ruangan ini!" Kenan marah, karena dia tidak suka ruangannya di masuki begitu saja oleh orang lain. Ingatkan Kenan untuk memarahi karyawannya, yang sudah teledor dengan mengijinkan orang asing masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Calm down dude," pria itu membalik badannya, melepas kacamata hitam yang dikenakannya dengan tersenyum.


Kenan menatap pria yang berdiri di hadapannya dengan sedikit terkejut, dia tidak menyangka setelah sekian lama mereka akan dipertemukan kembali. Tadinya Kenan pikir Edgar tidak akan pernah muncul dihadapannya lagi, mengingat saat hari pernikahannya pria itu tidak datang. Tapi nyatanya Edgar kini ada di hadapannya dengan penuh percaya diri menemuinya.


Sementara itu Cleo yang ikut menatap pria tersebut, sampai tidak berkedip sedikitpun. Pria dengan alis tebal dan kedua mata yang berwarna biru itu terlihat sangat tampan, dengan nilai ketampanan berada di bawah satu tingkat dari Kenan. Tapi ada satu hal yang dimiliki pria itu yang tidak dimiliki Kenan, yaitu senyuman yang begitu menggoda kaum hawa seperti dirinya.


"Kau masih saja sama seperti dulu," Edgar menepuk bahu sepupunya itu lalu memeluknya. "Sangat emosian," ejeknya.


"Kau pun masih sama! Tidak pernah meminta ijin saat memasuki wilayah ku," Kenan membalas pelukan sepupunya dengan dingin. Meskipun dia masih menghargai ikatan persaudaraan antar mereka, namun Kenan masih belum bisa melupakan apa yang pernah Edgar lakukan.


Edgar tertawa mendengar ejekan sepupunya itu, lalu menatap pada wanita cantik yang berdiri di samping Kenan. "Wow, sejak kapan Bram diganti dengan wanita secantik ini?"


Kenan menatap pada Cleo, lalu menarik pinggang wanitanya itu dengan posesif. "Dia istriku," ucapnya dengan tajam saat melihat bagaimana Cleopatra tidak mengedipkan matanya menatap Edgar.


"What? Jadi dia..." Edgar menatap dari atas sampai bawah, menatap wanita cantik yang dinikahi sepupunya itu atas permintaan Kaylin, yang artinya di nikahi tanpa rasa cinta sama sekali. "Kenalkan aku Edgar, sepupunya," dia mengulurkan tangannya untuk menyapa wanita tersebut.


"Aku Cleopatra Mateo, istri kontraknya," Cleo menerima uluran tangan tersebut.


Edgar mengerutkan keningnya mendengarkan perkataan wanita cantik itu, sementara Kenan mengetatkan rahangnya dengan penuh amarah.


"Ya, tapi itu hanya bercanda." Cleo tertawa terbahak-bahak, lalu menatap pada Kenan yang terlihat marah.


"Aku rasa perkenalannya cukup!" Kenan menarik tangan Cleo yang masih bertautan dengan tangan Edgar, lalu membawa wanitanya untuk duduk di kursi kerja miliknya. "Ada apa kau kemari?" tanya Kenan setelah memastikan Cleo jauh dari Edgar.


"Aku kemari ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian. Meskipun sedikit terlambat," Edgar menatap Cleopatra yang terlihat masih menatap kearahnya.


"Ucapan selamat aku terima, so..!" Kenan menunjuk pada pintu.


"Hei, kau mengusirku? Mengusir sepupumu yang jauh-jauh datang Ke Jakarta?" protes Edgar dengan tertawa.


"Aku sibuk, jadi kau pasti mengerti." Kenan kembali menunjuk pintu ruangannya.


"Oke.. oke.. aku keluar, tapi nanti malam aku akan datang ke mansion. Aku ingin bertemu Kaylin."


Kenan tidak menyahuti perkataan Edgar, karena yang ada di pikirannya saat ini adalah membuat sepupunya itu cepat keluar dari ruangannya.


"Aku pulang," Edgar menepuk bahu Kenan dengan senyum tipis dibibirnya. Dia tahu betul sepupunya masih menyimpan amarah, itu sebabnya Edgar di usir. Terlebih ada sosok Cleopatra yang begitu cantik, yang bisa membuat pria manapun akan terpikat termasuk dirinya, jadi wajar jika Kenan tidak menginginkan dirinya berada di tempat tersebut lebih lama lagi. "Aku pulang Cleopatra," ucapnya pada wanita cantik yang duduk di kursi kebesaran milik Kenan.