
Melihat tuan Kenan pergi dari ruangan tersebut, Bram pun segera berlari menyusul. Dia tidak mau ditinggal sendirian ditempat itu, dimana ada Alex yang pernah terlibat baku hantam dengannya.
"Tunggu Tuan!" Bram ikut masuk kedalam mobil tuan Kenan. "Kenapa kita pergi? Lalu bukti ini bagaimana?"
"Kau buang saja!" Kenan berucap tanpa menatap kearah asistennya.
"Tapi Tuan, ini satu-satunya bukti yang Anda miliki," Bram menatap kamera yang berhasil dia ambil di dalam kamar utama dan kamar kedua yang ada di apartemen. Ya, sebelum Bram pergi dari apartemen saat disuruh untuk melihat keadaan Nyonya Sofia, dia menaruh kamera tersembunyi di dalam kamar keduanya atas perintah tuan Kenan.
"Tapi bukti itu sudah tidak berguna! Tidak akan bisa membuat Cleopatra kembali," karena setelah percakapan mereka tadi, Kenan baru menyadari kalau Cleopatra memanfaatkan situasi yang terjadi untuk bisa terbebas darinya. Karena secara otomatis seluruh keluarga Mateo akan mendukung keputusan Cleopatra yang ingin bercerai, karena skandal yang dibuat Mom Sofia. "****!" umpat Kenan dengan penuh amarah.
Melihat tuannya yang begitu marah hingga menendang kursi penumpang depan, membuat nyali Bram menciut. Dia memilih diam meskipun hanya bertahan sepuluh menit. Karena rasa penasaran yang ada di hatinya membuat Bram kembali mengeluarkan suara.
"Ja-jadi Anda dan Nona Cleo akan berpisah?"
"Tidak akan pernah! Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikannya. Dan kau diamlah! Jangan banyak bertanya!" ucap Kenan dengan dingin sembari memijat kepalanya yang terasa pusing.
"Ma-maf Tuan," Bram kembali diam, dari pada membuat tuannya semakin marah.
"Kau sendiri dari mana saja? Kenapa diam saat Cleo di bawa orang-orang suruhan Agam Mateo?"
"Aku menemani Nona Kaylin bertemu dengan teman-temannya, bukankah Anda yang menyuruhku?"
"Ck, tapi kenapa kau tidak langsung menyusulku ke apartemen setelah tahu Cleo di bawa pergi?" tanya Kenan saat teringat Bram mengetahui dirinya pergi ke apartemen untuk menengok Mom Sofia.
"Itu karena.. karena aku juga baru tahu Nona Cleopatra di bawa pergi setelah beberapa jam kemudian."
"What? Bagaimana bisa?" tanya Kenan tak percaya.
Kenan menghela napasnya dengan kasar. Ingin marah, tapi dia tahu kejadian yang menimpanya saat ini akibat kebodohannya sendiri karena mempercayai ucapan mom Sofia.
"Mulai besok kau harus datang ke kantor lebih awal dan pulang lebih malam dari karyawan lainnya!"
"Baik Tuan," Bram memilih mengiyakan hukuman tersebut, dari pada mendapatkan kemarahan dari seorang Kenan Meyer. "Oh ya Tuan, Nyonya Sofia dan Nona Thalia sudah melarikan diri saat kami sampai di apartemen."
"Kau..." hampir saja Kenan melepaskan kepalan tangannya pada wajah Bram, kalau saja tidak menahannya. "Kalau begitu mulai besok kau harus bekerja selama dua puluh empat jam!"
"Apa? Ta-tapi Tuan, aku —" belum selesai meneruskan perkataannya, lagi-lagi Bram memilih diam saat melihat kemarahan di wajah Kenan Meyer.
*
*
Sementara itu di tempat yang lainnya, lebih tepatnya di mansion Mateo. Cleopatra yang masih berada di ruangan tersebut, menatap kepergian Kenan dengan raut wajah datar tanpa ekspresi apa pun.
"Kau serius ingin bercerai dengannya?"
"A kau membuatku kaget saja!" Cleopatra mengusap dadanya dengan perlahan.
"Kau belum jawab pertanyaanku!"
"Ck, untuk apa aku menjawab pertanyaan yang kau sendiri sudah tahu jawabannya." setelah mengatakan itu, Cleo memilih pergi dari tempat tersebut menuju kamarnya.