Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 53


"Kau sendiri sampai kapan bersembunyi disini?" Cleo balik bertanya pada sepupunya yang terlihat diam.


"Entahlah, tapi yang jelas aku berbeda denganmu. Aku masih bisa keluar dengan ditemani oleh para pengawal, dan yang paling penting aku bukan bersembunyi dari suamiku. Jadi aku bebas bisa tinggal di sini sampai kapanpun."


"Sialan kau!" Cleo yang merasa tersindir mengumpat sepupumu itu.


"Kenapa? Aku mengatakan yang sesungguhnya bukan? Lagi pula kau itu aneh. Ada pria tampan, kaya raya, yang mau membatalkan perjanjian kontrak nikah kalian dengan mengikatmu selamanya. Kau malah tidak mau hanya karena pria itu melarang mu menjadi seorang model, dan takut tidak bisa bebas dan terkurung di mansion suamimu sendiri." Sahut Alana panjang lebar. "Ingat Cleo, banyak wanita diluar sana yang akan bersedia menggantikan tempat mu termasuk aku."


"Al...!" Cleo menatap tajam sepupunya.


"Aku hanya bercanda," Alana tertawa lepas. "Oh ya, kau kan sudah disentuh oleh Kenan. Apa kau tidak takut—"


"Hamil?" potong Cleo.


Alana menganggukkan kepalanya.


"Itu tidak mungkin," jawab Cleo dengan pasti, membuat Alana bingung sampai mengerutkan keningnya.


"Jangan bilang kau menggunakan alat kontrasepsi?" tebak Alana.


Kini Cleo yang menganggukkan kepalanya. "Ya, satu hari sebelum menikah aku sudah melakukan suntik KB."


"What?" pekik Alana dengan terkejut.


"Kau jangan terkejut seperti itu, bukankah hal yang wajar jika aku melakukan antisipasi terlebih dahulu. Mengingat kami hanya menikah satu tahun, otomatis aku tidak ingin ada anak diantara kami."


Alana meng-gelengkan kepalanya, menghela napas dengan kasar mengetahui tindakan yang dilakukan Cleopatra.


"Hei, kau mau kemana?" tanya Alana saat melihat sepupunya beranjak dari sofa.


"Aku ingin bersiap-siap."


"Aku ingin shopping."


"Shopping? Tapi kau bilang takut untuk keluar?" Alana bingung dengan perubahan sikap sepupunya.


Cleopatra tidak menjawab pertanyaan Alana, dia hanya tersenyum meninggalkan sepupunya untuk masuk ke dalam kamar. Cleo ingin secepatnya menjalankan rencana yang baru saja terlintas di otaknya, agar bisa keluar jalan-jalan dengan aman tanpa takut dibawa paksa oleh Kenan jika pria itu menemukannya.


Dan untuk memuluskan rencananya, ada dua nama yang harus dihubunginya dengan segera mungkin. Nama itu tidak lain dan tidak bukan Alex sang ketua Tim Delta, dan Baby Arbeto kakak iparnya.


*


*


Sementara itu ditempat yang lainnya, lebih tepatnya disebuah ruang kerja. Tampak seorang pria tampan yang sedang menandatangani sebuah berkas yang ada diatas meja.


"Bagaimana dengan perkembangannya?" tanya Kenan tanpa menatap asisten pribadinya.


"Sejauh ini belum ada pergerakan di tempat tersebut."


Kenan menutup berkas yang sudah ditandatanganinya, lalu diberikan pada Bram.


"Tetap awasi mansion utama! Aku yakin Cleopatra berada di mansion tersebut." Kenan memang sangat yakin wanitanya ada ditempat tersebut. Karena tidak mungkin Cleopatra pulang ke mansion Mateo, karena jika sampai terjadi Agam Mateo terutama ayah mertuanya, pasti sudah menghubunginya untuk menanyakan kenapa Cleopatra pergi dari mansionnya.


"Kenapa kita tidak masuk ke mansion utama, dan membawa paksa Nona Cleopatra?" tanya Bram. Karena dia tahu betul tuan Kenan sangat mampu untuk melakukan hal tersebut, mengingat tuannya itu tidak takut pada siapapun.


"Kau tahu betul siapa aku!" jawab Kenan dengan singkat.


"Ya Tuan," Bram menganggukkan kepalanya. Dia baru sadar tuannya itu tidak akan melakukan sesuatu dengan gegabah, jika tidak dengan keadaan terpaksa.


"Cleopatra wanita yang menyukai kebebasan, dia tidak akan bisa bersembunyi lama. Jadi kita tinggal tunggu waktu yang tepat!" Kenan menyeringai tipis. Dia sudah tidak sabar untuk menangkap wanitanya itu, dan akan mengurungnya tanpa ampun.