
Kenan terdiam saat mengingat sesuatu. Ya, hanya pada Cleo dia bisa memberikan kebebasan, meskipun hanya beberapa hari. Hanya Cleo lah yang mampu membuatnya begitu takut kehilangan, sampai membuat Kenan rela melakukan apa pun.
Sedangkan dengan Silviana, dia tidak takut sama sekali jika sikap posesif nya bisa membuat wanita itu pergi. Bahkan Kenan tidak pernah menggubris sama sekali, ataupun mengingat Silviana pernah meminta kebebasan. Mengingat semua perbandingan itu, membuatnya menyadari satu hal. Hubungan yang selama ini dijalani bersama Silviana, tidak sekuat hubungannya dengan Cleopatra.
"Tapi sekarang kau sudah bebas, jadi untuk apa—"
"Tapi aku menyesal Ken," potong Silviana dengan cepat. Menggenggam tangan Kenan yang berada di atas meja, dengan tatapan memohon. "Aku mencintaimu, aku ingin kembali Ken. Kita bisa mulai semuanya dari awal, karena aku percaya kau masih mencintaiku," ucapnya dengan memohon.
"Apa yang ingin dimulai dari awal? Kalau semua nya sudah berakhir!" Kenan melepaskan genggaman tangan Silviana. "Aku rasa sudah cukup membicarakan masa lalu, jadi kau terima pekerjaan itu atau tidak?"
"Aku tidak mau, aku hanya ingin bekerja jika berada dekatmu."
"Kalau begitu pergilah!"
"Tidak Ken," Silviana berdiri, berjalan mendekat pada Kenan.
"Aku mohon kembali padaku, maafkan kesalahan yang pernah ku perbuat," Silviana memberanikan diri menyentuh wajah Kenan. "Apa kau lupa aku selalu berada di sisimu, menemani mu saat kau belum sesukses ini. Jangan hanya karena satu kesalahan, membuatmu terus marah padaku," Silviana mengusap wajah tampan Kenan, walaupun pria itu menahan tangannya dengan erat.
"Kenan Meyer...!" Cleopatra yang masuk ke dalam ruang kerja suaminya, dibuat terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya.
"Cleo..." Kenan yang juga terkejut saat melihat wanitanya yang tiba-tiba ada di dalam ruangan, langsung mendorong keras Silviana hingga membuat wanita itu terjatuh ke atas lantai.
"Kenan sakit..." lirih Silviana sambil mengulurkan tangan, meminta bantuan Kenan saat pria itu berjalan kearahnya. Namun bukannya membantu untuk berdiri, Kenan justru terus berjalan melewatinya begitu saja. "Sial! Dia tidak mau membantuku sama sekali!" umpat Silviana dengan kesal. Namun rasa kesal itu berubah menjadi senyum penuh kemenangan, saat melihat Cleopatra enggan di dekati Kenan. Dia yakin wanita itu pasti salah paham dengan kejadian tadi, dan mengira mereka sedang berciuman. Padahal dia lah yang mencium Kenan.
"Oh.. come on Cleo," Kenan menghela napas dengan kasar, saat mendapatkan penolakan wanitanya. "Kau tidak mungkin—"
"Bersihkan!" Cleo memotong ucapan Kenan, sambil memberikan tisu dari dalam tas nya tanpa memutus tatapan pada Silviana. Pada wanita yang terlihat kesusahan untuk berdiri karena rok pendek dan heels yang dikenakan wanita itu.
Kenan mengusap bibirnya tanpa banyak kata. Setelah selesai baru mengecup bibir Cleo dengan lembut, dan sangat menuntut saat wanitanya membalas kecupannya.
Dan pemandangan yang ada di depan matanya itu, tidak luput dari pandangan Silviana. Membuat wanita itu terkejut bahkan mulutnya sampai menganga lebar. Dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, karena tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Tadinya Silviana mengira Cleo akan marah besar melihat suaminya berciuman dengan wanita lain, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Wanita itu terlihat menikmati ciuman yang diberikan Kenan tanpa sedikitpun marah pada pria itu.