
Thalia terus menggerutu hingga sampai di ruang kerjanya, dia masih tidak terima rencana Mom Sofia gagal total. Padahal Thalia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, setelah mengetahui kedatangan Cleo dan Kaylin dari Bram. "Sial! Kenapa susah sekali membuat Cleo marah," gerutu Thalia. Dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Mom Sofia. Memberitahu ibu tirinya itu, kalau rencana mereka untuk membuat Cleo marah dan bertengkar dengan Kenan gagal total.
"Bagaimana bisa gagal? Atau jangan-jangan akting mu itu jelek sehingga Cleo tidak terpengaruh sama sekali?" Sofia yang berada di mansion, begitu marah saat mengetahui rencana yang disusunnya gagal total.
"Mom..." Thalia kesal karena di salahkan oleh Mom Sofia. "Aku sudah berakting dengan baik, dan jatuh di samping Kenan tepat di saat Cleo masuk ke dalam ruangan. Tapi entah kenapa wanita itu justru tidak bereaksi apa pun."
Sofia menghela napasnya dengan kasar. "Sudahlah lupakan saja! Walaupun rencana kita gagal, setidaknya Cleo sudah melihat kedekatan kalian."
"Ya mom," Thalia menutup ponselnya.
Sementara itu Sofia yang ada di dalam kamar, melempar ponsel miliknya ke atas tempat tidur setelah memutus sambungan telepon dari Thalia.
"Kalau terus seperti ini, bisa gagal rencanaku untuk menyatukan Kenan dan Thalia. Padahal semua sudah kulakukan, termasuk memasukkan Thalia bekerja di tempat Kenan agar mereka berdua dekat."
Sofia bingung karena begitu susah membuat seorang Cleopatra cemburu, dan membuat wanita itu bertengkar dengan putranya. Walaupun dia tahu pernikahan Kenan dengan Cleo karena kesepakatan bisnis, yang berarti tidak ada cinta di hati mereka berdua. Tapi seharusnya wanita itu marah saat melihat suaminya di dekati wanita lain, bukannya justru biasa saja dan tak peduli.
Seandainya saja Cleopatra bisa di bodohi olehnya sama seperti Thalia, maka Sofia tidak akan susah payah membuat Kenan dan putri tirinya itu bersatu. Justru dia akan mendukung hubungan Kenan dan Cleo, karena tahu kekayaan keluarga menantunya jauh di atas kekayaan milik putri tirinya. Tapi sayang Cleo bukanlah sosok menantu yang bodoh yang bisa dia peralat. Karena selama beberapa hari ini tinggal di mansion Meyer, Sofia tidak berhasil mengambil hati Cleopatra. Yang ada dia justru selalu mendapatkan sindiran-sindiran pedas dari menantunya yang tak tahu diri itu.
*
*
Sementara itu di dalam ruangan kerja milik Kenan, Cleo terus mengomel tanpa henti sejak Thalia keluar dari ruangan tersebut. Dia menumpahkan semua kekesalan pada Kenan yang duduk di sampingnya, karena pria itu sudah membodohinya dengan memberikan kebebasan palsu.
"Sudah selesai?" tanya Kenan dengan datar setelah melihat Cleo terdiam.
"Aku belum selesai, kau tahu baru kali ini—" perkataan Cleo menghilang di telan angin setelah sesuatu yang kenyal menempel dibibirnya. Dan bukan hanya menempel, bibir itu mulai bergerak di atas bibirnya dengan sangat menuntut. Hingga membuat Cleo terbuai dan ikut membalas ciuman tersebut. Cukup lama bibir mereka bertautan hingga akhirnya terlepas saat keduanya kehabisan oksigen.
"Bibir ini lebih berguna jika dipakai untuk berciuman, dari para mengomel tidak jelas." Kenan mengusap bibir sexy Cleopatra yang kini merah karena perbuatannya.
"Sialan kau," Cleo mengumpat hendak memukul dada bidang Kenan, namun pria itu lebih dulu menahan tangannya.
"Kau sebenarnya marah karena di ikuti oleh pengawal dan Kaylin? Atau kau marah karena melihat aku dengan Thalia?" tebak Kenan. Karena setengah jam lamanya Cleo marah-marah tidak jelas, hingga membuat telinganya panas.